
Rena, Rindu, dan Novi akhirnya kembali ke ruangan itu setelah mereka selesai melaksanakan urusan mereka di kamar mandi. Namun, sebelum mereka sampai...
"Aduh, kenapa rasanya masih mules ya?" sahut Rena, memegangi perutnya.
"Mang tadi kamu makan apa aja?" tanya Rindu.
"Aku cuma makan nasi kotak yang tadi aja. Belum makan apa-apa lagi," jawab Rena.
"Mungkin mulesnya bukan dari makanan kali, Na. Mulesnya karena kamu terlalu tegang," sahut Novi.
"Iya kali," sahut Rena
"Sebenarnya bukan cuma kamu, Na. Aku juga sama," sahut Novi.
"Kalo gitu sekarang kita tarik nafas dalam-dalam bersama-sama," ucap Rindu.
Rindu pun mulai menghitung, "satu.., dua..., tiga..." Rindu pun memperagakan gaya menarik nafas dan tiba-tiba...
Tut..tut...
"Hahaha.." Rena dan Novi tertawa bersama-sama mendengar suara kentut milik Rindu.
"Kamu tarik nafas apa buang angin?" tanya Novi meledek Rindu sambil menutup hidungnya.
"Hahaha, kelepasan. Bis lagi nervous sih," ucap Rindu malu-malu.
***
Sementara itu di tempat lain...
"Duh, mana sih mereka? Kita mau latihan pemanasan dulu nih," ucap Iyus panik.
Iyus pun dari tadi berjalan bolak-balik ke sana kemari.
"Tenang, Bro. Semua pasti lancar," sahut Alan.
"Iya, nih, jangan muter-muter terus dong kayak setrikaan bikin kita ikut panik tau gak?" sahut Mauri.
"Tuh, Miss Argentina dan teman-temannya udah dateng," sahut Dania saat melihat Rena, Rindu, dan Novi memasuki ruangan itu.
"Oke, semua. Kalau gitu aku permisi dulu ya, semoga sukses," sahut Alan seraya beranjak keluar meninggalkan tempat itu.
" Makasih, Lan," sahut Mauri.
Mereka semua yang ada di ruangan itu pun melakukan latihan pemanasan.
__ADS_1
***
Setelah selesai melakukan latihan, mereka pun berganti pakaian sesuai dengan kostum masing-masing. Tidak berselang lama nama mereka pun dipanggil.
Dewa, Alan, Arka, dan Abi, duduk di barisan kursi penonton yang paling depan. Mereka tampak antusias ingin menikmati pertunjukan tersebut.
Adegan demi adegan mampu disajikan oleh tim teater dengan cukup baik. Dimulai dari adegan pertama saat MC memperkenalkan dirinya beserta para juri yang menjadi tim penilai dalam ajang bergengsi tersebut. Dilanjut dengan perkenalan para kontestan Miss Universe yang dimulai dari Mauri selaku Miss Japan.
Mauri yang saat itu berperan sebagai Miss Japan ditantang untuk menunjukkan bakatnya bermain sumo. Yang jadi penantangnya saat itu adalah salah juri dari ketiga juri yang diperankan oleh Faizal.
Akting alami Mauri dan Faizal mampu mengundang gelak tawa penonton yang ada di gedung auditorium tersebut. Betapa tidak, Faizal yang berbadan kurus, tinggi, dan langsing itu harus berhadapan dengan Mauri yang berbadan tambun.
Bukan hanya Mauri dan Faizal, pemain teater lain pun tidak kalah bagusnya menunjukan kemampuan mereka dalam bermain peran. Boy misalnya.
Sebagai Miss Indonesia, Boy menunjukan bakatnya menari Jaipong. Ia menghentakkan kaki dan pinggulnya seiring dengan irama musik jaipong yang diperdengarkan. Setiap goyangan pinggul yang dilakukan Boy mampu menggelitik para penonton.
Seakan tak mau kalah. Bella pun menunjukan kemampuannya sebagai Miss Brazil dengan menunjukan bakatnya bermain bola melalui sundulan kepala.
Lalu yang terakhir Rena, sebagai Miss Argentina, ia harus menunjukan bakatnya bermain bola dengan menggunakan kekuatan betisnya. Tingkah Rena terlihat sangat kocak seolah tak dibuat-buat, mengundang gelak tawa penonton dan sorak sorai di ruangan tersebut.
Hebat juga mereka, dalam sehari mereka mampu menunjukan kualitas yang sangat baik (pikir Alan).
Ternyata gadis itu gila juga, ya.. (pikir Abi sambil terus menahan tawa)
Sepertinya aku pernah melihat gadis itu, tapi di mana ya? (pikir Arka).
Berbagai pikiran, sorak sorai, gelak tawa bercampur menjadi satu di dalam ruangan tersebut. Terutama saat adegan perebutan posisi menjadi yang pertama.
Miss Indonesia yang diperankan oleh Boy awalnya mendapat posisi pertama. Namun, harus diganti karena ketahuan bahwa Miss Indonesia itu bukan perempuan tulen.
Wig yang menempel di kepala Miss Indonesia itu terlepas gara-gara sundulan dari Miss Brazil. Hal tersebut membuatnya harus diseret keluar dan didiskualifikasi.
Adegan lain yang tak kalah lucunya, saat Mauri yang badannya paling besar dari yang lain harus merengek karena badannya ditimpa oleh beberapa pemain lain. Saat berebut menjadi yang pertama.
"Help me please, help me (tolong bantu aku, tolong)!" teriak Mauri sambil menangis dan menepuk-nepukan tangannya berharap agar tubuhnya tidak ditindih terus. Ekspresi Mauri yang lucu menimbulkan gelak tawa penonton.
Adegan demi adegan lucu terus disajikan hingga sampailah pada adegan yang terakhir. Dalam adegan tersebut diceritakan bahwa pemenang pertama dialihkan kepada Miss Argentina yakni Nona Gabriela Betistuta yang diperankan oleh Rena.
" And the winner is.... (Dan pemenangnya adalah....)" ucap MC menggantung.
"Miss Gabriela Betistuta from Argentina, (Nona Gabriela Betistuta dari Argentina)," sahut MC lantang penuh semangat.
Rena pun memasang ekspresi terkejutnya, kali ini bukan ekspresi terkejut yang dibuat-buat, tapi memang dia benar-benar terkejut. Pasalnya dia lupa adegan ini.
Aduh, lupa lagi bagian ini. Aku harus ngomong apa ya?? (batin Rena cemas seraya menggigit bibir bawahnya saat namanya dipanggil ke depan oleh Misses Ceres, panggilan MC dalam drama tersebut).
__ADS_1
Satu-satunya yang bisa ia lakukan saat itu hanyalah memasang wajah terkejut dan tidak percayanya. Sambil terus memutar otak berusaha untuk mengingat kata-kata apa yang harus selanjutnya ia ucapkan.
"Congratulation, Miss Garbriela, ( Selamat Nona Gabriela)," Ucap Novi yang berperan sebagai MC menghampiri Rena.
"Thank you (terima kasih)," sahut Rena berusaha tetap tenang dan tersenyum, meski hati dan pikirannya tidak bisa tenang, terlebih saat ia melihat banyaknya mata yang menatap ke arahnya, termasuk mata tajam Arka.
"You must be happy for your victory in this event (Anda pasti senang dengan kemenangan Anda di ajang ini) ?" tanya MC.
"Of course (tentu saja)," ucap Rena sambil tersenyum walau batinnya berkata lain.
Happy? Happy apanya Novi? Yang ada sekarang aku lagi cemas luar biasa, khawatir salah jawab karena aku benar-benar lupa bagian ini. Andai kamu bisa dengar ucapanku ini Nov.. (batin Rena).
"What would you like to say for your achievement as a winner (apa yang ingin kau sampaikan atas kemenangan mu ini) ?" tanya Novi.
Mendengar pertanyaan Novi, Rena hanya bisa menelan ludahnya, tanpa bisa menjawab. Ia hanya bisa menatap ke sekelilingnya berharap menemukan perkataan yang tepat untuk diucapkannya.
Rena kenapa? Kenapa dia diam aja? Apa dia lupa sama dialognya? (pikir Novi).
Kenapa dengan gadis itu? Sepertinya dia lupa dengan dialognya (pikir Alan).
Sementara para penonton yang lain masih berusaha tetap tenang menunggu jawaban dari Rena.
Dengan jantung yang masih berdetak cepat Rena mengambil michrophone yang ada di tangan Novi. Dia berusaha menjawab pertanyaan Novi. Ia pun menarik nafasnya panjang.
" Thank you for all and... (terima kasih semua dan...)" ucap Rena menggantung karena ia masih bingung harus bicara apalagi, ia benar-benar lupa apa yang harus dikatakannya. Sementara kosakata yang dimilikinya pun sangat terbatas.
Ia mencoba melempar pandangannya ke segala arah hingga sampai pada Alan. Laki-laki itu sepertinya berusaha untuk membantunya dengan memberi kode.
Alan menempelkan jari lengan kanan dan kirinya hingga membentuk gambar hati.
Seketika itu juga, Rena mengerti maksud dari kode hati yang dibuat Alan. Sekarang ia mulai mengingat kalimat terakhir yang harus diucapkannya. Seulas senyum menghias di wajah manisnya.
"And I love you all, (dan aku cinta kamu semua), mmuah..muah.." ucap Rena lantang sambil memberikan sun jauh berkali-kali untuk semua penonton yang ada di sana.
Seketika itu juga sorak sorai dan tepuk tangan menggema di ruangan itu. Tidak lama, narator pun membacakan epilognya dan layar pun tertutup.
***
Bersambung
Catatan Author:
Maaf, ya, jika dalam beberapa kalimat masih terdapat banyak kekeliruan karena author memang tidak terlalu pandai berbahasa Inggris.😁
Tinggalkan jejakmu dengan memberi like, comment, atau vote, dan author sangat berterima kasih dengan itu.😘
__ADS_1