
Setelah shalat magrib Aku dan Fatma memilih untuk mencicil hafalan al-quran dengan berjalan-jalan di sekitar area kamar santriwati tapi di tengah-tengah perjalanan yang santai ini tiba-tiba kami tertabrak dengan seorang perempuan,Entah kami yang tidak berkonsentrasi saat berjalan atau karena perempuan ini yang terlalu terburu-buru akibat tabrakan itu semua barang yang dibawa perempuan itupun jatuh dan berhamburan kemana-mana.
Ada banyak sekali sayur yang ia bawa siapa dia?kenapa dia sangat terburu-buru?lalu mau ke mana dia?
"Maafkan kami!kami terlalu fokus dengan Al-quran sampai tidak melihat anda sedang berjalan" aku dan Fatma membantunya membereskan barang bawaannya yang jatuh tapi sayangnya kantong plastiknya rusak jadi sayurnya tidak bisa dia bawa sendiri hingga aku dan Fatma memutuskan untuk membantunya membawa sayur-sayur itu menuju tempat yang akan ia tuju.
Ternyata Perempuan itu masuk ke dalam dapur pondok pesantren,Hmmm apa mungkin dia adalah Mbak Ndalem pondok pesantren ini?
Tapi siapa sangka ternyata yang selama ini ada di dapur dan memasak untuk para santriwati di sini bukanlah para Mbak Mbak Ndalem dengan jumlah banyak,tapi Bu Nyai dibantu dengan satu perempuan ini saja.
__ADS_1
Aku sangat terkejut sebab meskipun menjadi pemilik pondok pesantren ini tapi Bu Nyai bersedia memasakkan makanan untuk para santriwati disini yang jumlahnya ada ratusan.
Setelah meletakkan sayur ke tempat yang diminta Fatma langsung menarik lenganku untuk keluar dapur karena tugas kami memang sudah selesai tapi aku tidak mau sebab kelihatannya mereka sedang terburu-buru seperti membutuhkan bantuan.
"Assalamualaikum!Maaf!Permisi!apakah disini baik-baik saja?Sepertinya kalian terlihat terburu-buru?" aku memutuskan untuk bertanya mungkin saja aku akan mendapatkan jawaban kalaupun tidak aku akan pergi meninggalkan dapur.
"Waalaikumsalam nak kami terburu-buru sebab semua makanan untuk santriwati yang sudah kami masak tadi sore ternyata sudah basi,jadi kamu harus masak lagi dengan waktu yang sangat minim sekali sebab setelah salat Isya' semua santriwati akan menggantri untuk makanan ini,kami khawatir makanan ini tidak siap tepat waktu kasihan para santriwati mereka pasti sudah lapar."
Kami terlalu disibukkan dengan pekerjaan pekerjaan ini sampai tidak sadar sudah masuk waktu salat Isya' adzanpun dikumandangkan.
__ADS_1
"Tetaplah di sini sampai waktu makan malam tiba! Untuk shalat Isya' ini nanti akan saya izinkan kepada ustadzah Dewi agar kalian tidak dihukum" Alhamdulillah ternyata Bu Nyai mengerti apa yang sedang aku dan Fatma pikirkan.Hmm tapi bagaimana keempat teman kami? mereka akan terus mencari kami sebab kami berenam selalu berangkat ke Masjid bersama-sama tapi kali ini kami pergi tanpa memberitahu mereka pasti nanti mereka akan kebingungan mencari kami,Aa nanti akan kuceritakan saja di kamar.
Kami terus membantu semua pekerjaan aku juga membantu memasak.Memang usiaku masih muda tapi aku sudah banyak mengerti tentang masak-memasak sebab hampir setiap hari aku membantu ibu memasak di rumah.Aaa Ibu apakah kau tidak merindukan putrimu ini?Oh iya siapa ya yang mencuci baju,mencuci piring dan menyapu halaman?apa ibu yang mengerjakan itu semua sendirian?Aku jadi merindukan rumah,keluarga dan desaku.
Tak terasa waktu makan malampun hampir tiba sudah ada beberapa santriwati yang sudah siap mengantri tapi persiapan makan malam belum 100% selesai di saat itulah semua orang mulai kalap tapi syukurlah semuanyapun selesai tepat saat bel makan malam berbunyi dan di saat itulah para santriwati mulai banyak yang berdatangan.
Tak sampai di sini saja aku dan Fatma masih membantu membagikan makanan kepada para santriwati.Dan akhirnya yang aku nanti pun tiba kini adalah giliran antrian Sinta dan Faridah.
"In kamu kok di sini?Oh iya Mana sih cerewet itu?kami berempat tadi mencarimu kemana-mana tapi kamu malah disini." Belum apa-apa Faridah sudah melontarkan banyak sekali pertanyaan kepadaku.
__ADS_1
"Ini makanan kalian!cukup 4 porsi saja ya sebab aku dan Fatma tidak akan makan bersama kalian!dan soal kami ceritanya sangat panjang aku tidak bisa menceritakannya di sini sebab masih banyak santriwati di belakangmu yang menunggu giliran!" sepertinya Faridah sedikit kesal mendengar jawabanku yang sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.
Hehehe Maaf Ya Kawan!😂