Cintaku Terhalang Restu Ayahku

Cintaku Terhalang Restu Ayahku
Part 8 Teman Sekamar (Bagian 1)


__ADS_3

Aku melihat pintu kamarku terbuka,kamar ini sangat luas bagaimana tidak kamar ini mempunyai tiga kasur tingkat dan diantara kasur kasur itu terdapat satu lemari besar jadi karena itu kamar ini bisa memuat 6 orang,aku lihat sudah ada 5 anak perempuan itu artinya tinggal aku saja yang belum masuk kamar,mereka terlihat diam tidak ada yang bicara satu sama lain semuanya sibuk menata barang-barangnya sendiri ke dalam lemari.


Aku tidak berani masuk kamar karena aku takut apa nanti mereka semua akan baik padaku atau...?


Sebenarnya aku sangat ingin masuk kamar karena aku sudah lelah membawa tas berat di pundakku ini tapi aku canggung sekali dengan mereka semua.

__ADS_1


"Hei apa kamu yang namanya Dewi Anggraini" belum aku masuk ke kamar ada salah satu dari 5 anak perempuan itu menyapa aku,aku menganggukkan kepala karena mengiyakan pertanyaannya tapi meski sudah ada yang menyapaku aku tetap saja masih ragu dan malu namun tiba-tiba ia menarik tanganku menuju ke kamar memang rasanya sakit tapi aku tidak ingin memberontak biarlah aku ingin tahu apa yang dia mau.


"Kamu akan menjadi temanku,kamu tidur di bawah ya biar aku yang tidur di atas,kamu tahu kenapa aku mau berteman denganmu?karena aku sudah bosan dengan keempat temanku ini.Apa kamu tahu 2 tahun di TK 6 tahun di SD dan sekarang kami satu kamar aku bosan karena itulah aku mengajakmu aku mau cari sensasi baru.Kamu mau kan jadi temanku?tapi kamu harus mau ya kalau kamu tidak mau aku akan menangis." Siapa kira seorang gadis yang ku kira akan jutek kepadaku ternyata secerewet ini.Dia mengatakan itu seperti layaknya anak kecil yang sedang meminta mainan kepada orang tuanya,lucu sekali kamu.Tanpa sungkan dia juga mengeluarkan semua isi tasku dan menatanya dengan rapi di lemari,aku berulang mencoba untuk menahannya tapi dia memaksa jadi aku biarkan saja.Dia sepertinya takut sekali kalau aku tidak mau berteman dengannya padahal kalau dipikir-pikir mau lari kemana aku memang ada kamar lain yang bisa aku tinggali,kamu lucu sekali...teman.Hahaha dia saja lupa memperkenalkan namanya padaku.


"Semua barangmu sudah ku tata disini dengan rapi.Kamu jangan coba-coba kabur dari sini ya!" Aku hanya bisa menganggukkan kepala sambil menahan tawa melihat tingkah temanku ini wajahnya manis sekali tapi dia sangat imut karena itulah dia mirip sekali seperti anak kecil,apalagi saat cerewet seperti ini rasanya aku ingin mencubit pipinya saja.

__ADS_1


"Aku tidak mau menjadi dewasa karena kamu tahu saat kita dewasa nanti kita akan mengenal cinta dan kau tahu hal terburuk saat kita mengenal cinta?yaitu patah hati dan kecewa karena itulah aku tidak mau dewasa sampai aku temukan ayah keduaku,laki-laki yang akan menyayangiku seperti anaknya,menjagaku seperti anaknya,tapi mencintaiku sebagai pendamping hidupnya." Si lucu itu mengatakannya sambil berputar-putar seperti sedang membayangkan seorang pangeran yang suatu hari nanti akan menjemputnya,dia hampir saja terjatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangan saat berputar-putar tadi.


Hmmm sikapnya memang seperti anak kecil tapi pemikiran dan kata-katanya seperti orang dewasa kau benar teman,cinta hanya akan menghadirkan rasa kecewa jika pencintanya tidak serius.Aaa kenapa aku terharu mendengar kata katanya,tadi dia menginginkan laki-laki yang seperti ayahnya lalu aku?laki-laki seperti apa yang aku inginkan?intinya aku ingin laki-laki yang tidak akan menghadirkan rasa kecewa dalam hatiku.


"Eh iya dewi anggraini itu namamu kan?kamu biasa dipanggil siapa?Dewi? itu terlalu jelek atau Anggraini? tapi itu terlalu panjang nanti aku kelamaan kalau mau panggil kamu atau kamu mau dipanggil neng saja seperti mbak mbak pondok?hahaha"

__ADS_1


Andai kalian tahu wajah yang dia tunjukkan padaku pasti kalian akan merasa gemas.Bagaimana tidak,dia memajang wajah bingung karena memikirkan nama panggilanku tapi dia tertawa karena idenya yang akan memanggil aku neng seperti mbak mbak pondok.


__ADS_2