Cintaku Terhalang Restu Ayahku

Cintaku Terhalang Restu Ayahku
Part 3 Ide Mondok


__ADS_3

Hari semakin sore akhirnya yang ku tunggu tunggu datang ayah,ibu dan kakak akhirnya pulang dari bekerja,aku menyambut mereka dengan antusias sebab dibenakku hanya terbayang bayang apa yang sebenarnya mau dikatakan Kang Ahmad pada keluargaku.


Makan malampun tiba semua orang berada di tempat yang sama.


"Pak!Buk!Kak tadi Kang Ahmad dateng ke sini bawa mangga untuk kita,terus katanya ada sesuatu yang mau dibicarakan ke bapak sama ibuk"


Belum tuntas aku menyelesaikan kata kataku tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.Aku segera beranjak dari tempatku dan berlari menuju pintu.Aku harap orang yang ada dibalik pintu adalah Kang Ahmad dan beritanya.


Glek!pintu terbuka!ternyata dugaanku benar yang dibalik pintu adalah Kang Ahmad.Akupun segera mempersilahkan dia masuk,setelah itu aku bereskan makan malam ala keluargaku itu entah selesai atau tidak makannya aku harus tetap membereskannya,sebab disitulah Kang Ahmad duduk,rumah ini sangat sempit sampai ruang tamu,ruang keluarga,dan ruang makan ini jadi satu.


Saat aku di dapur menyiapkan minum untuk Kang Ahmad aku mencoba mendengar apa yang sedang mereka bicarakan tapi ternyata nihil.

__ADS_1


Selesai menyuguhkan minum tersebut sebenarnya aku ingin sekali duduk bersama mereka untuk mendengar apa yang akan dibicarakan Kang Ahmad tapi sayang ayah malah memberikan pandangan yang mengisyaratkan agar diriku pergi!aahhh menjengkelkan sekali!tapi aku tidak bisa menolaknya jadi aku putuskan untuk ke kamar saja tapi...


"In" tiba tiba Kang Ahmad memanggilku.


Ada apa ini?apa ini tentang sesuatu yang ingin dibicarakan itu?atau dia hanya ingin diriku menyimak pembicaraan basa basi tentang kerinduan mereka?membingungkan sekali!


"Dalem!"dengan suara yang lirih karena tubuhku yang gemetar karena panggilan itu,aku mencoba membalikkan badan dan duduk bersama mereka tepat disamling kakak.


Ayo Kang cepat katakan!apa sebenarnya yang ingin kamu katakan!Otakku ini sudah lelah menduganya.


Sebenarnya apa yang ingin dia bahas?kenapa menyautpautkan pendidikanku?apa dia tidak tau kalau aku sudah berhenti sekolah?atau dia hanya ingin menghinaku?

__ADS_1


"Boleh saya teruskan?"Dia bertanya seperti itu mungkin karena melihat semua orang terkejut.Semuanya termasuk aku menganggukkan kepala karena masih bingung dengan arah pembicaraan Kang Ahmad.


"Sebenarnya di pondok pesantren tempat saya belajar sedang melakukan kegiatan penerimaan santriwan/santriwati baru dann..." Kata katanya terhenti dan menggantung tepat di kalimat itu sungguh membuat orang semakin bingung saja.Terlihat dia menghembuskan nafasnya pelan seperti sedang mengumpulkan kekuatan.


"Dan panitianya mengadakan program bebas biaya bagi santriwan/santriwati yang kurang mampu,sayapun teringat pada Ain,jadi apa mungkin pakdhe atau budhe berminat!nanti saya yang akan mengurus semuanya!"


Semua orang saling memandang satu sama lain hanya aku yang tertunduk penuh kesedihan,entah kenapa tiba tiba aku merasa sangat lemah padahal tadinya aku yang paling penasaran dengan yang akan dibahas Kang Ahmad,namun sekarang aku menjadi orang pertama yang sudah muak dengan apa yang ingin Kang Ahmad katakan.Akupun berlari menuju kamarku tanpa memandang atau bertanya pada siapapun.Aku mengunci diriku didalam kamar dan tangisku pecah hanya isak pelan yang aku keluarkan agar tidak ada yang mendengarnya baik itu ayah!ibu!kakak! atau Kang Ahmad sekalipun.


Aku terus menangis sampai tak sadar Kang Ahmad sudah pulang dan ketiga orang yang aku saangi itu sudah ada didepan pintu sambil mengetuknya berulang kali berharap aku akan keluar namun jangankan keluar menjawab panggilan mereka saja tidak.


Biarlah aku menjadi anak durhaka kali ini,aku sudah lelah terus setia pada mereka,mungkin ini upah dari kesetiaank.Entah fikiran itu datang dari mana tapi aku langsung menampar diriku sendiri,karena menyesal telah berfikiran yang salah.Setia pada keluarga adalah kewajiban bukan pekerjaan.

__ADS_1


"Pak,Buk,Kang pergi saja dulu Ain sekarang benar benar ingin sendiri!"Akhirnya satu kalimat itu keluar dari bibirku yang membuat semua orang beranjak dari tempatnya dan menuju kamar masing masing.


Sedangkan aku masih sendiri bersama dengan kesedihan dan tangisku.Tangisku membawaku ke dunia mimpiku.Akupun terlelap sampai esok pagi.


__ADS_2