
Setengah perjalanan aku habiskan dengan diam,aku masih terus memfikirkan semua ini,sampai tanpa kusadari aku sudah sampai di Pondok Pesantren,kali ini kami turun di depan gerbang karena mobil hanya mengantar kami saja
Dibalik gerbang terlihat 2 meja bersandingan,di sana terlihat pria yang ku temui di saat aku ujian duduk disebelah seorang wanita berkaca mata yang wajahnya sangat asing bagiku,saat berada di depan mereka,keduanya langsung menyapaku.Mereka berdua adalah salah satu ustadz dan ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren ini beliau duduk disini untuk mengecek kedatangan santriwan atau santriwati baru serta menunjukkan kamar tempat mereka tinggal.Keduanya sempat memperkenalkan namanya,pria yang ku temui bersama Kang Ahmad saat ujian waktu itu bernama Ahmad Syaiban beliau biasa dipanggil Ustadz Syaiban sedangkan perempuan di sampingnya itu bernama Dewi Aisyah biasa dipanggil Ustadzah Dewi aaaa Ustadzah kenapa tidak dipanggil Aisyah saja itu kan nama yang bagus.
Setelah menyebutkan namaku Ustadzah Dewi mengeceknya di daftar hadir dan menyuruhku menandatangani kolom yang terletak di sebelah kolom namaku sebagai bukti kehadiranku.
__ADS_1
"Dewi Anggraini nama yang bagus sekali kalau dipanggil Dewi pasti seru nanti nama kita sama hahaha"Ustadzah apakah kau memuji namaku karena tahu artinya
"Terima kasih nama anda juga bagus sesuai dengan Ustadzah yang cantik"aku membalasnya hanya dengan senyuman namun di dalam jawabanku ini sama sekali tidak ada kebohongan nama itu memang cocok dengan parasnya yang cantik.
"Ustadzah Dewe apa anda bisa membantu saya?"orang di sampingku ini mengagetkan saja kenapa Kang Ahmad menanyakan hal seperti itu kepada Ustadzah Dewi tapi sepertinya Ustadzah Dewi tampak antusias sepertinya beliau sangat bersedia membantu Kang Ahmad.
__ADS_1
"Ain datang ke sini sendirian tanpa orang tuanya saya takut Ain kesulitan mencari kamarnya sendirian kalau saya yang mengantarkan itu tidak mungkin karena santriwan tidak boleh masuk ke area kamar santriwati jadi bisakah Ustadzah mengantar Ain sampai kamarnya?" Kang Ahmad mengatakan hal itu tanpa ragu sekali sedangkan aku yang hanya mendengarnya saja sudah merasa malu namun siapa sangka seorang Usdtadzah Dewi mau menuruti kata-kata Kang Ahmad tanpa keraguan sama sekali,beliau membantuku mencari kamarku.Mulia sekali hatimu Ustadzah.Sepanjang perjalanan Ustadzah Dewi dan aku banyak sekali bicara beliau menceritakan pengalamannya selama beliau menjadi Udtadzah di pondok pesantren ini,setiap beliau berbicara beliau terlihat sangat bahagia beliau juga selalu memancarkan senyuman yang manis itu.
"Ini dia kamarmu di dalam sudah ada teman-temanmu cepat bergabung!" beliau mengatakan hal itu saat sudah sampai di depan pintu kamar bertuliskan D1 kamar di pondok pesantren ini sangat banyak sekali disini ada 3 lantai berderet panjang,setiap kamar diberi nama berupa huruf abjad agar mudah mengetahui maka setiap lantai diberi angka 1,2,dan 3.Dan kamarku ada di urutan ke empat lantai pertama.
"Terima kasih banyak sudah mengantar saya sampai kamar ini!"beliau hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepala dan senyuman,beliau berlalu dengan melambaikan tangan seperti sedang memberi salam perpisahan.
__ADS_1