
Setelah perdebatan yang membuat seisi rumah tegang waktu itu ibu dan ayah segera menemui Kang Ahmad untuk mengatakan bahwa aku sudah setuju untuk mondok,padahal sejak perdebatan itu aku tidak bicara sama sekali dengan siapapun,tapi mereka mengatakan kalau aku sudah setuju mondok.Wahai ayah dan ibuku apakah engkau tak lagi memfikirkan perasaan putri ini?
Kang Ahmad yang mendengar kabar tersebut dari ayah dan ibuku langsung mengurus semua pendaftaranku bahkan tidak ada sama sekali campur tangan dari keluargaku.Semua persyaratan sudah ada hanya ada satu surat yang tidak ada yaitu Ijazah Sekolah Dasarku.
Aku berhenti sekolah di kelas lima jadi aku tidak mengikuti serangkaian ujian di kelas enam untuk mendapat ijazah.Aku sempat berfikir jika tidak ada ijazah maka aku tidak bisa didaftarkan mondok karena persyaratan pendaftarannya tidak lengkap,tapi aku salah pondok pesantren An Najmust Tsaqib itu mengadakan ujian bagi calon santriwan/santriwati yang tidak memiliki ijazah.Kata Kang Ahmad pondok pesantren ini memang sering kedatangan calon santriwati/santriwati yang tidak punya ijazah hingga akhirnya ponpes itu mengadakan ujian sebagai pengganti Ijazah setiap tahunnya.
Tiga hari sebelum ujian itu Kang Ahmad memberiku sebuah buku tebal,di halaman depannya bertuliskan judul buku tersebut yaitu "Rangkuman Materi Mata Pelajaran IPA,Matematika,Bahasa Indonesia dan PAI".Dia menyuruhku membaca semua isi buku ini katanya soal yang diujikan nanti materinya ada di buku ini semua,jadi aku turuti saja kemauannya.
Tiga hari ku habiskan di dalam kamar mempelajari buku itu,aku hanya keluar kamar ketika mandi,mengambil air wudhu dan makan,ibu juga tidak menyuruhku untuk membantunya sama sekali sepertinya ia tahu bahwa ujian ini sangat penting bagiku oh bukan bagi mondokku.
Menurutku ujian ini sangat mendadak karena aku diberi waktu belajar hanya tiga hari jadi aku harus berusaha lebih keras.
Hari yang ditunggu pun tiba hari ini aku akan ujian untuk mendapatkan ijazah dan masuk di pondok pesantren itu.Aku akan ujian tanpa didampingi satupun anggota keluargaku padahal di saat-saat seperti ini aku membutuhkan semangat dari mereka.
Aku pergi bersama Kang Ahmad.Pukul 06.00 Kang Ahmad menjemputku dia membawa mobil mewah tapi bukan dia yang mengendarai mobil tersebut dia juga membawa seorang sopir.Memang orang yang kaya raya.Sebelum Pak RT menjabat menjadi RT di desaku dia memang sudah sekaya ini,kabarnya dia mempunyai usaha di luar kota tapi aku tidak tahu secara jelas apa usahanya,hanya saja memang Pak RT sering keluar kota.
__ADS_1
Kembali lagi padaku di dalam mobil aku duduk di kursi belakang sedangkan Kang Ahmad duduk di samping pak sopir mungkin dia sengaja duduk di depan agar aku bisa belajar.Memang aku membuka bukuku tapi aku tidak membacanya aku lebih fokus ke arah luar.Sepanjang perjalanan aku hanya diam mematung sambil memandang keluar melihat banyak kendaraan yang lalu lalang di jalan raya ini.Setelah aku berhenti sekolah memang aku jarang bahkan tidak pernah lagi keluar desa atau menuju jalan raya yang besar ini.Dulu saat aku masih sekolah jalan raya ini adalah temanku hampir setiap hari aku melewati jalan ini dengan teman temanku.Aku memang mempunyai banyak teman tapi setelah aku berhenti sekolah tidak ada satu pun temanku yang menjenguk atau mungkin hanya sekedar untuk menanyakan kabar,terkadang kalau aku bertemu dengan salah satu dari mereka tidak ada yang menyapaku.Berhentinya sekolah itu seperti gunting yang memutus talu persahabatanku.Hai teman-teman di mana engkau sekarang? bagaimana sekarang kabarmu? kalian pasti sekarang sedang mendaftarkan diri juga ke sekolah yang jenjang nya lebih tinggi sama sepertiku,hanya saja kalian mendaftarkan diri di sekolah yang kalian inginkan tanpa paksaan dari siapapun sedangkan aku...
"In!" Kang ahmad tiba-tiba memanggilku yang membuatku tersentak kaget.karena sedari tadi aku sedang melamun
"Iya kang ada apa?" aku menjawab panggilan itu tapi pandanganku sama sekali tidak beralih tempat sepertinya aku masih sangat kesal pada Kang Ahmad.
"Kamu sudah membaca semua isi buku itu?"
"Tidak semua Kang hanya beberapa rangkuman dari setiap mata pelajaran dan beberapa contoh soal!"
Tanpa kusadari mobil memasuki sebuah gerbang dengan tugu bertuliskan "Pondok Pesantren An Najmust Tsaqib" di bawahnya juga bertuliskan alamat dan nomor telepon pondok pesantren ini.sSaat mobil masuk ke area halaman depan Pondok Pesantren ini terlihat lapangan yang sangat luas lurus dengan gerbang depan terdapat lorong yang sudah dipenuhi beberapa orang tua beserta putra putrinya sepertinya lorong itu adalah penghubung antara area halaman depan dan area pondok pesantren ini.Jika aku menoleh ke sebelah kanan terlihat masjid yang begitu besar serta bila menoleh ke kiri ada tempat parkir dan di situlah Kang Ahmad memarkirkan mobilnya.Sepertinya itu adalah tempat parkir orang-orang tertentu saja terlihat dari kendaraan yang terparkir.
Setelah melihat Kang Ahmad turun dari mobil akupun mengikutinya namun sebelum Kang Ahmad beranjak keluar dari tempat parkir dia malah dihampiri seorang pria yang terlihat menyapa Kang Ahmad.Laki-laki itu terlihat beberapa kali menunjukku dengan ekor matanya entah apa yang sedang mereka bicarakan aku tidak tahu dan tidak mau tahu.Pandanganku sekarang masih berkeliling melihat area ini.
"In! kamu berkumpul bersama mereka nanti akan ada panitia yang memandu ujian ini kamu ikuti saja.Maaf saya tidak bisa menemanimu karena saya harus rapat bersama panitia-panitia penerimaan santriwan/santriwati baru untuk membahas suatu hal!"
__ADS_1
Aku tidak mengatakan apa-apa hanya menganggukkan kepala sebagai isyarat bahwa aku telah mengiyakan kata-katanya,sebenarnya aku masih bingung kenapa dia ikut rapat apa dia juga termasuk panitia? tapi bukankah dia masih berstatus santri di sini? sudahla In kamu tidak perlu tahu.
Aku berjalan menuju tempat berkumpulnya orang-orang dengan mata yang masih berkeliaran menyusuri setiap celah tempat ini,meski hanya melihat halaman depannya saja tapi aku sudah merasa takjub sekali.
Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba pukul 07.00 terlihat pemandu ujian ini mengarahkan semua orang tua.Karena siswa yang tidak mempunyai Ijazah hanya beberapa atau bisa dibilang sedikit ujianpun dilaksanakan di dalam masjid.
Saat ujian dimulai mataku sudah tidak begitu memperhatikan tempat aku lebih fokus pada ujian ini.Alhamdulillah ujiannya sangat mudah semua soalnya bisa aku jawab dengan cepat ini semua karena ridha Allah swt,doa orang tuaku dan usahaku membaca buku.Ujian selesai tepat pukul 08.00 Kang ahmadpun sudah menungguku di samping mobil dengan sesekali tersenyum kepada orang-orang yang berlalu lalang.Masih sama senyum yang manis itu.
Akupun menghampirinya tanpa menyapanya sebenarnya aku ingin langsung masuk mobil tapi dia menghentikanku.
"Bagaimana tadi ujiannya In?"dia bertanya dengan raut wajah penasaran namun tidak menghilangkan senyumnya itu.
"Alhamdulillah Ain bisa mengerjakannya." tanpa basa-basi lagi akupun langsung masuk mobil memang tindakanku sedikit tidak sopan di hadapan Kang Ahmad tapi aku sudah lelah aku ingin cepat pulang.
Seperti saat berangkat tadi di dalam mobil ini kembali tercipta suasana yang sunyi tidak ada yang ingin ataupun sedang bicara sepertinya semua orang menikmati perjalanan ini.
__ADS_1