Cintaku Terhalang Restu Ayahku

Cintaku Terhalang Restu Ayahku
Part 6 Berangkat Mondok


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah ujian keluargaku mendapat kabar baik bahwa aku telah diterima di pondok pesantren itu sebagai santriwati yang kurang mampu artinya orang tuaku terbebas dari semua biaya sekolahku.


Aku bingung harus senang atau sedih.senang karena melihat orang tuaku bahagia atau sedih karena aku akan mondok.Intinya aku suka melihat orang tuaku bahagia untuk luka ini semoga lekas terobati.


Setelah orang tuaku mendengar kabar baik itu mereka banyak sekali membelikanku barang-barang dari alat tulis sampai baju serta jilbab-jilbab baru,dari mana orang tuaku mendapatkan uang sebanyak ini?apakah ini uang tabungan mereka?atau mendapat pinjaman dari orang?tapi setiap aku bertanya kepada ibu ia selalu bilang kalau aku tidak perlu tahu aku hanya disuruh fokus tentang mondokku.


Seminggu kemudian aku pun berangkat mondok,hari itu rasanya begitu pahit sekali aku akan pergi meninggalkan keluargaku.Entah kapan aku bisa bertemu dengan mereka lagi?Aku akan sangat merindukan mereka nanti.


Sebelum berangkat aku sempat memeluk semua anggota keluargaku semua sangat senang terlihat dari senyum yang mereka pancarkan kecuali ibuku saat aku memeluknya terlihat ibu menangis namun ia berulang menyeka air matanya agar kesedihannya tak terlihat,sepertinya ibuku yang paling berat melepasku.

__ADS_1


Sama seperti saat aku berangkat ujian hari ini pun aku berangkat bersama Kang Ahmad hanya saja bedanya kali ini aku dan Kang Ahmad banyak bicara kami membahas banyak hal bahkan dia juga membahas masa kecil kami,memang dulu aku dan Kang Ahmad berteman baik kami berangkat dan pulang sekolah selalu bersama,belajar dan bermain juga bersama namun,saat kelas 4 dia harus pindah sekolah karena ayahnya memondokkannya dan disaat itulah aku dan Kang Ahmad tidak bersama lagi,aku juga jarang sekali bertemu dengannya hingga akhirnya aku kembali dipertemukan namun dalam kondisi yang berbeda dan sulit bagiku.


"Oh iya In tadi pakdhe menitipkan ini ke aku katanya ini untukmu!" tiba-tiba Kang Ahmad menyodorkan amplop putih dari sakunya


"Apa ini Kang?" aku bertanya sambil meraih amplop itu dari tangan Kang Ahmad.


Oh ternyata isinya uang!Eh apa tadi uang saku selama satu tahun?apa maksudnya ini?


"Lho kok satu tahun Kang?" aku sengaja menanyakan hal itu sebab ini membingungkan kenapa ayah memberiku uang selama satu tahun? aku kan bisa pulang jika uangnya habis.

__ADS_1


"Iya kata pakdhe selama satu tahun kamu tidak perlu pulan meskipun selama pekan liburan kamu tetap di pondok saja!"


Apa itu tadi?aku tidak salah dengar kan?Ya Allah apa benar ayahku ingin membuat ku pergi dari rumah?apa maksud ayah sebenarnya?


Setelah mendengar kata-kata tadi aku jadi benar-benar diam aku sama sekali tidak ingin berbicara tentang apapun lagi sekarang aku tenggelam dalam pikiranku sendiri aku hanya ingin menafsirkan apa sebenarnya maksud ayah.


Karena aku semakin bingung saja aku mencoba melihat isi amplop itu tapi batapa terkejutnya aku karena isi amplop itu banyak sekali,ayah dapat dari mana uang sebanyak ini?kemarin ayah membelikanku banyak barang sekarang memberiku banyak uang sebenarnya ini uang siapa?apa ini uang tabungan ayah?atau...?


Ah sudahlah aku tidak akan pernah mengerti semua ini biarlah semua berjalan sesuai alurnya.

__ADS_1


__ADS_2