
Fajar belum hadir tapi mataku sudah terjaga aku benar-benar tidak bisa tidur dengan tenang setelah mendengar semuanya dari Kang Ahmad.
Jujur memang aku ingin melanjutkan sekolah tapi tidak dengan mondok.Mondok artinya harus berpisah dari keluargaku.Apakah aku kuat?
Apakah gelengan kepalaku nanti bisa merubah keputusan atau setiap gerak dan tutur kataku tidak akan di pedulikan lagi.
Aku masih tenggelam dalam pikiranku sendiri sampai tak sadar azan subuh tiba aku beranjak dari ranjang ku keluar kamar dan menuju kamar mandi aku tidak melihat siapapun sepanjang perjalanan ku menuju kamar mandi biasanya jam segini ibu sudah di dapur kalau aku bangun terlambat sedikit saja ibu akan datang ke kamarku untuk membangunkan ku.Hari ini sepi sekali ke mana semua orang?
Setelah aku mandi aku melihat ibu sudah di dapur ibu tidak menyapa aku seperti pagi-pagi biasanya jadi aku putuskan untuk tidak menyapanya.Biarlah rumah ini sepi tanpa suaraku.
Aku masuk kamar dan melaksanakan sholat subuh.Setelah sholat aku tidak langsung beranjak dari tempatku.Aku tenggelam dalam kehawatiranku sendiri aku merasa begitu takut jika aku benar-benar harus mondok.
"Ya Allah hamba tahu menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban,tapi hamba berhenti menuntut ilmu karena ingin berbakti kepada orang tua hamba.Apa itu salah ya Rabb?Ya Rabb kini hamba diberi tawaran untuk mondok secara gratis tapi hamba tidak ingin berada jauh dari keluarga hamba.Apa itu salah ya Rabb?Berikan kepada hambamu yang lemah ini sebuah petunjuk!"
Tidak terasa air mataku menetes lemah sekali aku.Aku merapikan mukena dan sajadah karena tersadar sudah terlalu lama aku disini ibu pasti membutuhkan bantuanku jadi aku bergegas,tapi belum sampai dapur aku melihat keluargaku sudah duduk ditempat kami biasa sarapan tapi di depan mereka belum ada makanan,lalu kenapa sudah duduk disana?
Ayah yang melihatku mematung di depan pintu langsung memanggilku dan menyuruhku duduk bersama mereka.Aku sudah tahu apa yang ingin mereka bahas.Yah!Bu!Kak! ini masih pagi tapi kenapa kalian mau berdebat denganku?Lihat! matahari saja masih menyembunyikan dirinya tapi kalian ingin membuat tegang seisi rumah ini
Saat aku duduk tiba-tiba ibu menyentuh pundakku seperti sedang memberi kekuatan padaku.Memang selama ini setiap ada masalah yang menimpaku ibulah yang selalu mengerti perasaanku.Ibu bukanlah ibuku dia lebih cocok menjadi temanku.Tapi kali ini aku tidak yakin dengan temanku apakah ia akan mendukung ku?
__ADS_1
Hahaha kesetiaanmu sebagai teman sedang kuragukan bu!
Sebelum ibu melanjutkan kata-katanya aku menggenggam tangannya dan meletakkannya di pangkuan ibuku sendiri,kini biar aku yang katakan semuanya.
"Pak!Buk!Kak! Ain tahu kalian semua ingin Ain menjadi anak yang sukses,yang bisa membanggakan keluarga ini,sekaligus mengangkat derajat keluarga ini.
Ain tahu masa depan Ain masih panjang.Masih ada enam tahun untuk waktu sekolah yang tidak boleh disia-siakan dan masih banyak waktu untuk Ain mengejar cita-cita jadi pasti kalian semua sudah berusaha agar bisa menyekolahkan Ain lagi kan?
Sedangkan sekarang ada yang menawarkan untuk mondok secara gratis artinya peluang Ain untuk melanjutkan sekolah itu luas dan kalian tidak usah susah-susah untuk membiayai Ain sekolah.Kalian pasti senang sekali mendengar itu tapi Ain tidak karena apa? kalian tahu arti mondok?mondok artinya aku harus mencari ilmu jauh dari keluarga.Berpisah dari kalian semua!"
Entah datang dari mana kekuatan itu,aku seperti telah mengeluarkan semua beban hidupku.Mungkin baru kali ini aku bicara panjang lebar seperti ini karena memang aku tidak pernah melawan apapun keputusan dari mereka.Pernah sekali sempat aku membantah keputusan ayah yaitu saat aku harus berhenti sekolah namun ibu berhasil membujuk ku,tapi kali ini entahlah
Aku melihat ketiga orang di depanku ini benar-benar diam membisu seperti sedang mengumpulkan dan memilih kata-kata yang tepat untuk menjawab ku
"Jadi selama ini kamu turuti kata-kata bapak agar suatu saat bisa meminta imbalan?"
Belum selesai aku menuntaskan kata-kataku tiba-tiba kakak mengatakan kata-kata yang sangat menyakitkan bagiku.Adakah anak di dunia ini yang meminta imbalan dari orang tuanya?"
"In menuntut ilmu itu wajib bagi setiap umat manusia kamu tahu kan?jadi kamu laksanakan saja kewajiban mencari ilmu itu!masalah berbakti kepada kedua orang tua masih ada Akang!"
__ADS_1
Dengan entengnya kakakku bicara seperti itu dia memang kakakku yang tidak pernah dan tidak akan mengerti perasaanku.Dia tidak pernah berubah dari dulu.
Aku melihat ayah dan ibuku sama sekali tidak berbicara seperti sedang menikmati perdebatanku dengan kakak.Tidak berhenti sampai di situ aku dan kakak masih berdebat.Memang sebenarnya semua yang dikatakan kakak demi kebaikanku tapi aku tetap tidak suka karena kakak masih berusaha membujukku untuk pergi mondok.
Baik kakak atau aku tidak ada yang kalah dalam perdebatan ini.Sepertinya kami sama kuatnya.Kami sama-sama punya banyak kata-kata yang bisa digunakan untuk membalas satu sama lain.
"Cukup!"satu kata dan satu suara yang bisa membungkam satu rumah.Ya itu kata dan suara ayah.Memang ayahku terkenal dengan orang yang keras tetapi selalu lembut kepada anak-anaknya.Beliau jarang sekali berkata kasar kepada kami,mungkin hanya ketika aku dan kakak bertengkar seperti saat ini
"Bapak sudah putuskan mau tidak mau Ain harus mondok!"kata-kata yang singkat itu seperti petir yang menyambar ku.Ayah kenapa engkau lakukan ini padaku?sejenak aku memandang ibuku dia hanya tertunduk lesu dengan air matanya yang terus-menerus menetes. Ibu selamatkan anakmu ini!
Tanpa kusangka hatiku pun seperti sedang menumbuhkan bibit kebencian.Ingin rasanya aku marah di depan keluargaku ini
"Tapi Pak!Ain tidak mau mondok.Ain pengen di rumah aja?Apa bapak sudah tidak menyayangiku lagi?Atau sudah tidak mau menafkahiku lagi?Sehingga bapak mengusir ku keluar dari rumah ini!"
Belum selesai aku bicara hampir saja tangan ayahku menyambar pipiku.Ini adalah pertama kalinya ayahku ingin menamparku kalau saja saat kejadian itu ibu tidak ada mungkin saja sekarang pipiku sudah merah.
Aku tidak menyalahkannya karena memang aku yang salah.Kata-kataku sudah terlalu berani kepada ayahku.
Karena tak bisa membendung air mataku aku lebih memilih ke kamar.Memang sakit rasanya tapi apa yang bisa aku perbuat ?menolaknya?
__ADS_1
Ayahku sudah memutuskannya jadi akan sulit bahkan tidak mungkin untuk menentang nya.
Kakek di mana engkau cucumu ini merindukanmu?cucumu ini sedang sangat lemah dia membutuhkan kekuatan