Cita Rasa Sekolah

Cita Rasa Sekolah
part 10


__ADS_3

Author POV


"Isss... Apaan sih!!..."


Di belakang sekolah, di bawah pohon yang rimbun, nay sedang meluapkan emosi nya karena perkara tentang Leon dan Linda.


Tiada henti-hentinya dia berceloteh sendiri, sambil berjalan pelan memutari  pohon itu, dia emosi.


"masa cuman gara-gara si Leon pernah nembak jimin dia jadi sebenci itu"


Satu putaran


"Gak habis pikir gue"


Dua putaran


"Emang salah yah kalo dia nembak orang yang dia suka"


Tiga putaran


"Terus kalo gue yang nembak jimin apa jangan-jangan Linda and the genk bakal benci sama gue juga"


Empat putaran


"Gila emang!!..."


Lima putaran


"Masa cuman gara-gara ngebelain si Leon gue juga di usir"


Karena kesal Nay menendang pohon itu.


Jleduk....


"Akhh..." Jerit kesakitan nay karena ulah nya sendiri.


Si pohon🌳


Lah, tadi gue diputerin sampe pusing


Sekarang gue malah di tendang.


Salah gue apa Bambang.


Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang sudah lama memperhatikan nya di atas pohon yang sudah ia putari.


Dia terkekeh kecil kala melihat nay yang merintih kesakitan karena menendang pohon yang sedang ia duduki.


"Apa itu sakit?" Tanya nya masih duduk di atas pohon.


Nay yang mendengar suara itu sontak langsung melihat ke atas, dimana asal suara itu muncul.


Dia membulatkan matanya, mulutnya agak sedikit terbuka, betapa terkejutnya nya dia, dia tak menyadari kalau ada seseorang di atas pohon itu.


"E-elo siapa?" Tanya nay yang terkejut.


Yang ditanya hanya tersenyum lalu turun dari pohon dengan melompat.


Hap..


Mendarat dengan sempurna di hadapan nay.


"gue Amanda dari kelas 11 f" ucap gadis itu sambil menyilang kan ke dua tangan di dada nya


"Gue nay"


Amanda langsung duduk di bawah pohon yang tadi di tendang nay.


"Ngomong-ngomong soal Linda, sebenernya ada alasan Laen yang bikin dia benci sama Leon" Amanda tiba-tiba angkat suara.


Nay hanya bengong.


Ya ampun, jadi dia tau semua yang udah gue omongin.


Lalu dia pun ikut duduk di samping Amanda.


"Lo mau denger ceritanya gak?" Tanya Amanda yang hanya di balas anggukan oleh nay.


Nay benar-benar penasaran, terlihat jelas dari raut wajahnya.


Amanda yang melihat wajah penasaran nya langsung bercerita.


"Jadi, setau gue sih, Linda benci sama Leon sejak Linda di permalukan di depan umum sekolah ini"


"Leon pernah mempermalukan Linda??.." tanya nay.


"Emm... Sebenarnya sih kalo menurut gue Leon itu gak salah" pikir Amanda sambil mengingat.

__ADS_1


Nay bingung


"Eoh, Lo sebenarnya tau kejadiannya atau tau ceritanya doang"


"Secara gak sengaja gue tau kejadiannya"


"Terus-terus??.."


Flash back on


Amanda POV


Waktu itu gue berada tepat di tempat kejadian perkara pertamakali Linda dan Leon bertengkar.


Saat itu gue masih kelas 1 SMA


Dan Linda adalah temen sekelas gue, gue gak terlalu Deket sih sama dia, hanya sebatas teman sekelas aja.


Linda itu orangnya terkenal suka membuly orang yang terlihat lemah dan cupu, bahkan tak jarang juga dia berbuat seenak jidatnya melukai orang yang dia anggap lemah.


Sudah banyak sekali murid yang menjadi korban pembullyan Linda, bahkan ada yang pernah dijadikan budak oleh nya, dari dia menyuruh nya membawa makanan, mengerjakan tugas sekolah, dan lainnya, dia benar-benar menjadi seperti babu, sampai si murid itu tak tahan dan akhirnya pindah sekolah.


Hingga pada waktu itu, saat dikelas, dihari dimana tugas sekolah akan dikumpulkan, Linda dan teman-teman segenknya belum mengerjakan pr, dia lupa bahwa orang yang biasa mengerjakan pr nya telah pindah sekolah.


Karena si murid itu pindah, dia tak punya lagi orang yang bisa iya suruh, hingga pada saat itu ia melihat ke arah Leon, Leon sedang tidur pulas di detik terakhir bel masuk berbunyi.


Linda mendekat ke arah Leon, dan dengan diikuti oleh antek-antek nya.


Dan kebetulan gue duduk di kursi bagian samping Leon.


"Heh!... Bangun lo" Linda memukul bahu Leon dengan buku pr nya.


Leon pun bangun, karena merasa terganggu.


"Hhmm... Ada apa?" Tanya Leon dengan suara khas bangun tidur nya.


"Pr gue belom di kerjain, lo kerjain gih, sekalian sama punya temen-temen gue juga" suruh Linda sambil melempar buku pr nya di meja Leon asal.


Lalu antek-antek nya pun menaruh buku pr nya juga di meja Leon


Waktu itu sekitar ada 10 orang lah Genk nya Linda.


Dan Leon hanya diam, entah karena efek baru bangun tidur atau nyawanya yang belum kumpul.


"Karena babu lama gue udah gak ada, mulai sekarang lu jadi babu baru gue, Lo harus berterima kasih sama gue karena jabatan itu, oh ya jangan lupa gunain otak kuda Lo buat ngerjain pr itu" ucap telak dari Linda


" kalo udah selesai kumpulin buku gue Sekalian" titah Linda lagi.


Linda pun berbalik badan


"Ayo guys, kita terima hasil aja"


Lalu mereka pun pergi ketempat nya masing-masing.


Waktu itu Leon duduk sendiri di meja nya, tak ada yang mau berteman dengan nya.


Gue yang duduk di sampingnya merasa kasihan.


"Mau gue bantu?.." tanya gue yang di sampingnya.


Leon melihat ke arah gue, dengan wajah yang tertutup separuh rambut nya itu, gue bisa melihat sebelah mata nya yang terlihat polos.


"Bantu apa?" Leon bertanya balik.


Gue menunjuk ke arah tumpukan buku yang ada di meja nya.


"Ah... Ini" ucap leon mengerti saat gue menunjuk ke arah buku itu.


"Makasih, tapi gak perlu repot-repot, buku ini akan selesai saat gue sudah mengumpulkan nya di meja guru" jelas Leon dengan nada bicara seolah-olah sudah akrab dengan gue.


Padahal ini pertama kali nya gue berbicara dengan nya.


"Heh, Lo bisa kena masalah kalo gitu caranya" ucap gue.


Jelas, karna gue tau jika Leon gak ngerjain pr buku si Linda, maka linda pasti akan melakukan sesuatu pada Leon.


"Masalah? Yang cari masalah itu dia bukan gue" jelas nya lagi.


Gue dapat jelas melihat ke arah mata nya, dia berbicara tanpa adanya rasa takut.


Dia terlihat berbeda, dari penampilan dan cara bicaranya berbanding terbalik.


Dan pada akhirnya


Linda dan antek-anteknya di panggil untuk maju ke depan kelas.


"Ini kenapa buku kalian kosong!!.." Bu Mirna marah selaku guru yang memberikan pr,  sambil memperlihatkan buku itu di depan Linda.

__ADS_1


"Hah!!!.... Kosong!!.." Linda terkejut dengan apa yang di ucapkan Bu Mirna.


Linda pun langsung mengambil buku itu dan membuka nya, dan benar buku nya memang kosong.


"Sa-saya salah bawa buku Bu" Linda ber alibi.


"Apah?.. salah bawa buku?... Lalu bagaimana dengan teman-teman mu?


Apa secara kebetulan juga mereka salah membawa buku? " Bu Mirna terkenal dengan guru yang galak, dia begitu karna ingin murid nya menjadi sukses dimasa depan nya nanti.


Linda dan teman-temannya hanya bisa menunduk takut.


"Ibu tidak mau tau, kalian semua ibu hukum berdiri di depan tiang bendera sampai jam pelajaran pertama selesai" titah telak dari Bu Mirna.


"Apah!!.. tap-tapi di luar panas bu!!.."


"Ini hukuman kalian, atau kalian mau hukuman nya ibu tambah" ancam Bu mirna.


"Eng-enggak Bu"


Lalu Linda dan teman-temannya pun pergi keluar kelas, tapi sebelum keluar, Linda menatap ke arah Leon dengan tajam seolah mengancam, setelah itu dia pun pergi menjalani hukumannya.


Gue melihat kearah Leon, dia hanya memberikan smirk/senyum miring ke arah linda, seakan-akan menerima tatapan ancaman dari Linda.


Hari demi hari berlalu, gue gak tau apa yang terjadi setelah itu, tapi gue beberapa kali mendengar kalau Leon mendapatkan imbas dari melawan Linda, dari yang di Jambak rambut nya, dibakar buku sekolah nya sampai di siram dengan air kotor.


Gue yang mendengar cerita itu merasa kasihan.


Dan pada akhirnya hari itu terjadi, di kantin sekolah, mereka bertengkar hebat, entah siapa yang memulai nya terlebih dahulu, tapi gue bisa yakin kalau Linda dululah yang memulai perkelahian.


Kantin begitu ramai, tapi tak ada satupun yang mau melerai pertikaian mereka.


Dan secara kebetulan gue berada disana, gue melihat Linda dengan baju yang basah karena air jus, dan disatu sisi Leon hanya diam menatap Linda dengan tatapan yang seram dan sulit diartikan.


"Berani-beraninya Lo nyiram gue!!..." Linda marah dan membentak Leon.


"Gue udah peringati Lo Lin, jangan pernah ganggu gue" ucap Leon dengan penekanan.


"Memang nya Lo siapa hah!!.. berani-beraninya Lo peringatin gue!!.." bentak Linda yang tak terima dengan apa yang di dengar nya.


"Pegangin dia!., gue mau beri pelajaran sama si Kunti ini!!.." perintah Linda pada teman-temannya yang di belakang.


Entah apa yang terjadi, tapi tak ada satupun temannya Linda yang mau mendengarkan perintah nya.


Leon menatap mereka seakan-akan akan membunuhnya satu persatu


Mereka hanya menunduk takut, tatapan yang di berikan Leon benar-benar menyeramkan layak nya seorang psikopat.


Linda yang mendapati teman nya tak bergerak sedikitpun merasa heran.


"Kenapa kalian diam!, Cepat pegangin dia" perintah Linda lagi.


Tapi teman nya hanya melirik satu sama lain.


"Sory Lin, gue cape, gue gak mau cari masalah Laen lagi" ucap nya lalu pergi.


"Gue juga pergi"


"Gue udah muak sama Lo Lin"


Lalu satu-persatu mereka pun pergi.


"APAH!!.., mau kemana kalian?.., kalian gak bisa ninggalin gue gitu aja!!.." Linda marah karena teman-teman nya meninggalkan nya.


Dan pada akhirnya Linda sendirian, tak ada satupun teman nya yang tersisa.


Linda menghadap ke arah Leon, tapi Leon hanya mengedikkan bahu nya seolah tak tahu apa-apa sambil tersenyum miring.


Leon pun beranjak pergi, terlihat jelas dia terlalu malas untuk meladeni Linda yang sudah sendirian itu.


Linda kesal, ke dua tangan nya di kepal kan, punggung Leon masih terlihat di depan nya,  Linda berlari mendekati Leon berencana untuk mendorong nya.


Namun naas, saat hendak mendorong, Leon terlebih dahulu menghindar,


Sepertinya leon tahu kalau linda akan mendorong nya.


dan alhasil, Linda menabrak murid lain yang sedang membawa minuman di tangan nya dan minuman itu tumpah di kepala Linda.


"Aaakkkkhhh...." Jerit Linda.


"Ahahaha....ahaha....ahahah...."


"Ahahah....hahah....hahahaha..."


Dan semua murid yang berada di kantin itupun tertawa, melihat kepala dan wajah Linda yang berlumuran cairan hijau dari minuman tersebut, yang gue tau itu adalah jus alpukat.


Flashback end...

__ADS_1


"Yah begitulah kira-kira" jelas Amanda setelah bercerita panjang kali lebar.


__ADS_2