Cita Rasa Sekolah

Cita Rasa Sekolah
pertengkaran


__ADS_3

Author POV...


Hoby dan Jimin pun sampai di tempat berkumpul, hanya tinggal Leon yang belum sampai.


"Iiisss... Leon ko lama sih" keluh Kuki yang sedari tadi menunggu.


Jinie yang melihat tingkah Kuki merasa gemas, "sabar, nanti juga Dateng"


Tanpa mereka sadari Leon sudah dibelakang jinie dan Kuki.


"LEONN!!!...." teriak seorang cewek dari arah bersebrangan dengan Leon.


Sontak mereka semua melihat kearah suara itu.


"Jisso, ngapain dia disini" gumam Leon kecil.


"Aaaaaaaaaa......" Teriak jisso sambil berlari kearah Leon, melewati jinie dan Kuki yang tak tau kalau Leon di belakang mereka.


Jisso ingin memeluk Leon, dan dengan sigap Leon langsung mengangkat kedua tangan nya keatas tinggi-tinggi, dia takut luka nya ditangan nya tersentuh, dan boneka kelinci itu pun terjatuh.


Grep.... Jisso memeluk tubuh Leon kuat.


"Ugghhh...." Rintih Leon kesakitan karena jisso memeluk badan nya kuat.


"Gue denger dari mang Asep Lo ada disini jadi gue Dateng, gue juga denger kalo Lo habis berantem sama preman dan dapet banyak luka" ucap nya tanpa melepaskan pelukannya.


"Iya, dan sekarang Lo memperburuk luka gue" jelas Leon dengan menahan rasa sakit.


Jisso pun tersadar akan pelukannya yang membuat Leon sakit


"Uhh... hehe... Sorry"


Bukan nya melepaskan pelukannya, jisso malah menambah mempererat pelukannya.


"Aaaarrrggghhhh.... Sakit ogeb lepas" pinta Leon.


Kuki yang melihat Leon dipeluk orang lain merasa iri.


"Iiiissss.... Berani-beraninya dia peluk Leon" Kuki marah.


Kuki langsung menghampiri Leon yang sedang di peluk, lalu mendorong jisso sampai pelukannya terlepas.


"Jangan peluk-peluk Leon nya Kuki" ancam Kuki, lalu langsung memeluk pinggang Leon.


Jisso gak terima karena telah didorong kasar.


"Eh Lo siapa hah?!!..  berani-beraninya Lo dorong gue!!.." jisso marah lalu balik mendorong kuki sampai pelukannya terlepas.


Dan lagi, jisso langsung menarik Leon ke sisi nya.


Kuki benar-benar marah.


Ia lalu langsung menarik tangan kanan Leon paksa ke arah nya.


"Kuki udah Anggep Leon kakak kandung Kuki, jadi kamu jangan deket-deket Leon, Kuki gak suka!!." Ancam Kuki.


"Aarrrgghh..." Rintih kesakitan Leon karena luka di telapak tangan kanan nya dipegang Kuki kuat.


Jisso menarik tangan kiri leon.


"Udah dari orok gue sahabatan sama dia, Lo gak bisa misahin gue sama dia!!.."


"Aarrrggghhh...." Rintih Leon lagi, ketika telapak tangan kiri Leon dipegang kuat oleh jisso.


Kuki menarik tangan Leon lagi.


"Kuki gak suka!!.. jangan deket-deket Leon!!.."

__ADS_1


Kemudian jisso.


"Lo yang jangan deket-deket Leon!!.."


"Iiisss.... Jangan tarik-tarik Leon nya Kuki"


Jisso dan kuki terus saja berebut Leon, Leon bagaikan tali tambang yang sedang ditarik-ulur oleh mereka.


Agus panik, karena melihat Leon kesakitan, bukan hanya itu, iya lebih panik ketika melihat wanita yang dicintainya tiba-tiba mempunyai banyak luka.


Sontak Agus pun langsung menghampiri Kuki untuk melepaskan nya.


Joonie yang melihat pertengkaran itu pun ikut andil, ia langsung mencoba untuk melepaskan jisso dari Leon.


Alih-alih ingin melerai pertengkaran Kuki dan jisso, justru keadaan menjadi sebaliknya, pertengkaran semakin hebat, Agus dan Joonie malah menjadi korban dari pertengkaran tersebut.


"Jangan rebut Leon nya Kuki" ucap Kuki sambil menjambak rambut Agus kuat.


"Argh..." Teriak agus


"Eh, Lo tuh yang rebut Leon dari gue" jisso menjambak rambut Joonie.


"Akh.. aduh.." teriak Joonie.


"Eh lepasin cowok gue!!.." jinie.


"Kuki, lepasin Agus, kasian dia, udah kaya ayam tiren" Jimin.


"Diem kamu jimin!!.." Kuki.


"Ko gue dimarahin" jimin


"Woy, lepasin cowok gue" jinie.


"Diem Lo, urusan gue sama si gigi tonggos bukan sama Lo!!.." jisso.


"Apah!!.. pendek!... Dasar gigi tonggos!!.." jisso.


"Pendek!!.." Kuki


"Tonggos!!.." jisso.


Disisi lain, Leon sudah tidak ada di tempat perkelahian, saat dia terlepas, dia langsung pergi memanggil Clara untuk meleraikan pertengkaran.


Leon tau masalah seperti ini Clara lah yang paling bisa diandalkan, dan juga sekaligus dia meminta untuk mengobati luka jahitan yang terbuka di telapak tangannya, itu terlihat jelas kala perban putih yang berada  ditangan nya sudah berubah menjadi merah dan juga terasa lengket.


Dan pada akhirnya Leon dan Clara pun sampai di tempat perkelahian.


Ternyata perkelahian itu belom kelar, dan malah semakin kacau.


Leon segera menutup telinga nya kuat-kuat, karena iya tau kalau Clara akan teriak, dia tahu betul kalau teriakan Clara sama saja dengan 10 toa masjid.


Clara menarik nafas panjang dan.


"BERHENTIIIIIIII....!!!!!!......!!!!...." teriak Clara keras.


Dan lihatlah, sekali teriakan cukup untuk membuat semuanya diam dengan tangan yang menutupi telinga mereka masing-masing.


"Waahh... Keren" kagum Leon.


"Berani-beraninya kalian membuat keributan dikediaman ku" marah Clara.


"Busyet, kediaman, udah kaya di kerajaan aja" gumam Leon yang berada di belakang Clara.


"Maaf ratu, tapi dia yang mulai duluan" jisso menunjuk Kuki.


"Dia bohong yang mulia ratu, dia yang mulai duluan" Kuki mengelak.

__ADS_1


ET dah buset, drama apakah ini miskah batin Leon.


"Hamba hanya korban yang mencoba memisahkan pertengkaran mereka yang mulia ratu" Joonie memulai drama nya.


"Saya juga hanya korban yang mulia ratu" Agus.


Lawak macam apa ini batin Leon.


"Sudahi pertengkaran ini, karena saya adalah ratu yang baik dan juga paling cantik dikediaman ini, kalian saya maafkan, tapi dengan syarat jangan mengulangi pertengkaran ini" jelas Clara dengan sombongnya.


Ngadi-ngadi ni anak (Leon)


"Mck.. apaan sih, drama betul lah" ucap Leon yang jengah dengan drama yang ia lihat.


★★★★★


Dan pada akhirnya disinilah mereka semua.


Duduk di teras penginapan dengan Leon yang sedang di obati Clara.


Agus duduk disamping leon, dia terlihat sedih dengan apa yang terjadi pada wanita yang disukai nya.


Clara pun mulai membuka perban di tangan kanan leon terlebih dahulu.


Perban itu sudah penuh dengan darah.


"Pelan-pelan" ucap Agus reflek saat Clara membuka perban Leon.


"Iya gue tau" Clara.


"Aduh, Pelan-pelan bukanya" Agus greget, dia takut Leon kesakitan.


"Iya-iya" clara.


"Aish... Pelan-pelan loh" titah Agus lagi.


Clara menatap leon tajam.


"Lo udah lurus?" Bisik Clara pelan.


"Kagak, Masih belok gue" jawab Leon pelan.


"Dia bukan cowok lo?" Clara.


"Bukan" Leon.


Lalu Clara pun menengok ke arah Agus.


"Lo siapa nya dia?" Tanya Clara pada Agus.


"Pacarnya" jawab Agus tanpa ragu.


Leon terkejut.


"Gak usah Ngadi-Ngadi Lo, sejak kapan gue jadi pacar Lo" tolak Leon tak terima.



Jimin sejak awal kebingungan.


Sebenarnya apa yang terjadi, siapa cewek yang terluka itu.


lalu dia, yang sedang mengobati itu, dia siapa juga.


dan lagi, yang bertengkar dengan Kuki itu siapa, kenapa mereka bertengkar memperebutkan cewek yang terluka itu.


Ada apa sebenarnya??..

__ADS_1


Kenapa dia tidak tau.


__ADS_2