Cita Rasa Sekolah

Cita Rasa Sekolah
jalan-jalan part 3


__ADS_3

"Iya, Kuki suka, kaya terbang" ucap Kuki tiba-tiba.


"Uhh...." Leon


"Apah!!!..." Agus terkejut, iya semakin tak terima dengan apa yang dia dengar.


Leon yang melihat ekspresi Agus marah, dia pun langsung melepaskan Kuki dan pergi ke arah lain.


Agus langsung mengejar Leon


"Leon!!... Sini Lo" ucap Agus sambil berusaha menangkap Leon.


Hap....


Agus berhasil menangkap Leon, dan dia langsung menggendong nya ala bridal style.


"Aaa... Agus, turunin gue" pinta Leon yang terkaget.


"Gak!!.."


"Lepasin"


"Enggak!!.."


Lalu Agus pun membawa nya ke arah laut.


"Heh, Lo mau bawa gue kemana?" Tanya leon panik.


Tapi Agus tak menjawab nya dan.


Byurrr....


Agus melempar Leon ke laut.


"Aarrrggghhh...." Teriak Leon.


Dan lihatlah sekarang, Leon sudah basah kuyup oleh air laut, padahal niatnya kan gak mau nyebur, cuman liat pemandangan laut doang.


Setelah melempar Leon, Agus pun pergi dengan senyum kemenangan.


Leon yang melihat agus pergi, merasa kesal, iya lalu hanya meninju air laut yang tinggi sepusar nya.


"Sialan Lo Gus!!.." teriak Leon yang masih bisa didengar Agus.


Agus hanya tersenyum tanpa melihat kearah Leon.


Pertemanan diantara mereka terasa lebih baik dari sebelumnya.


Leon pun keluar dari dalam air,


"Haisss... Sialan" gumam.


Leon pun mendekat ke arah jinie and the genk yang hanya memakai bikini.


Disitu terlihat Kuki sedang memfoto jinie,Dita dan rose.


"Iiihhh.... Gantian dong, Kuki juga mau difoto"  protes nya Kuki yang terdengar oleh Leon.


Leon pun mendekat ke arah Kuki.


"Sini biar gue foto in" Leon langsung mengambil kamera yang di pegang oleh Kuki.


"Yeeeeeeyyy, makasih leon" ucap Kuki lalu pergi mendekat ke arah jinie.


Leon bersiap memfoto mereka layaknya fotografer yang handal.


Ah sial...


Mereka terlalu seksi... Batin Leon


Leon menelan ludah nya kasar.


"Ok, satu..


         Dua..


         Tiga.." ucap Leon memberi aba-aba.


Cekrek...


Suara kamera menangkap gambar.


"Ganti gaya" perintah Leon.


Lalu.


Cekrek...


                    Cekrek........


                                             Cekrek.....


                                                                 Cekrek....

__ADS_1


Dan beberapa jepretan kamera lagi.


Dirasa sudah mendapatkan foto yang banyak, Leon pun mengeceknya, dan hasilnya bagus semua.


Jinie and the genk pun langsung mendekati Leon.


Mereka juga ingin melihat foto hasil dari jepretan kamera yang di pegang leon.


"Iihh.. Kuki mau lihat" ucap nya pada Leon, dia tidak bisa melihat nya karna Leon yang terlalu tinggi, begitu pun yang lainnya.


"Liat Yon" ucap jinie.


Leon pun memberikan kamera nya pada jinie.


"Wahh.. foto-foto nya bagus..." Dita.


"Hebat Lo Yon motoin nya" rose.


"Iiihh.. Kuki cantik banget disini" Kuki.


"Tapi kita belom foto bareng sama Leon" ucap jinie.


Rose, Dita dan Kuki hanya mengangguk.


Dan secara kebetulan Agus mendekat.


"Sini gue fotoin" Agus menawarkan diri.


Dan pada akhirnya Leon dan jinie and the genk pun foto bersama, dengan Agus yang menjadi kang foto nya.


★★★★★


Hari pun menjadi senja, waktu yang  sangat pas untuk melihat keindahan matahari terbenam.


Dan disinilah mereka, masih di tempat yang sama, hanya saja mereka sudah mengganti pakaian nya, dan udara pun semakin dingin.


Disaat yang lainnya sedang sibuk mempersiapkan untuk barbeque an, tapi lain dengan Leon.


Dengan mengenakan celana panjang dan jaket tebal ditubuhnya,


Dia hanya berdiri di tepi pantai, menunggu matahari terbenam sepenuhnya.


Agus yang melihat Leon sendirian, dia pun langsung menghampiri nya.


"Indah bukan" ucap Agus yang sudah berada disamping leon.


"Iya"


"Oya, kita belom foto bareng" ucap agus, lalu ia pun mengeluarkan ponsel dari jaket nya.


Cekrek...


                Cekrek....


Agus tersenyum manis melihat hasil foto nya.


Ini pertama kali nya iya berfoto dengan Leon, dan dilihatnya foto itu.


Disitu terlihat jelas Leon tersenyum manis.


Sangat cantik pikir nya.


Tak terasa matahari sudah terbenam sepenuhnya, hanya ada lampu jalan yang menerangi kegelapan malam di pantai.


Leon pun pergi meninggalkan Agus.


"Eh Yon, Lo mau kemana?" Tanya Agus.


"Mau berak"


Leon pun langsung pergi dengan berlari, sudah tak tahan ingin mengeluarkan semua isi didalam perut nya.


★★★★★


Jam menunjukan pukul 08 malam, dan disinilah mereka, sedang menikmati barbeque dan juga jagung panggang.


berkumpul mengelilingi api unggun sambil bernyanyi, dengan Chanyeol dan Jimin sebagai gitaris nya.


Dan sebagian sibuk memanggang jagung.


Agus, dari tadi dia melihat sekeliling nya, mencari sosok yang ia cintai, tapi hasilnya nihil, dia tak menemukan nya di antara para wanita.


Suho pun menyadari nya, ia sedari tadi melihat gerak-gerik Agus, dia tahu bahwa pasti yang dicari nya itu adalah si mba Kunti.


Suho tak habis pikir, bagaimana bisa Agus yang notabene nya pria tampan sekolah menyukai mba Kunti yang menyeramkan itu, bahkan ia jijik ketika melihat nya, itu semua karena dulu si Kunti itu pernah menembak nya di depan umum, dia merasa malu karena ditembak oleh wanita jelek seperti dia.


"Tcih..." Suho mendecih.


"Sebenarnya itu Kunti pake pelet apa gimana" gumam Suho.


Taehyung yang berada disampingnya pun mendengar nya.


"Hah.. Lo ngomong apa tadi" Tanya taehyung dengan muka oon nya itu.

__ADS_1


"Kagak, gue kagak ngomong apa-apa, Lo salah dengar kali" alibi Suho.


"Uhh... Apa iya, tapi telinga gue masih berguna kok"


"Iya berguna, tapi sayang nya tu telinga udah keisi penuh sama conge doang" kesal Suho.


"Ahh.. bener juga, gue udah lama gak bersihin telinga" ujar taehyung membenarkan ucapan Soho.


"Iiihh... Tae jorok" Kuki yang mendengar nya langsung menjauh.


"Jinie sayang... Kamu punya nomor Leon gak??..." Tanya Joonie di tengah kerumunan.


"Ada, kenapa??.." tanya jinie.


Joonie langsung mendekat dan duduk disamping jinie.


"Kunci kamar penginapan tadi aku titipin dia, tapi dia nya gak ada disini, aku mau telfon dia" jelas Joonie.


Jinie pun memberikan ponsel nya, dan Joonie langsung menelfon leon.


∆∆∆πππ∆∆∆ disisi lain....


Leon sedang santuy nya mengunyah kue kering di rumah mang asep sambil nonton TV.


Gak tau malu emang.


Drrrtttt.... Drrrtttt...


Ponsel Leon berdering, dan Leon yang menyadari itu, dia langsung mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menelfon nya.


Dia hanya fokus pada film yang sedang ia tonton.


"Halo....


Halo yon, Lo dimana?...


Ini siapa??..


Gue joonie..


Oohh, gue dirumah mang Asep, ada apa?...


Kunci kamar penginapan ada di Lo, gue mau masukin koper baju..


Ok, gue kesana"


Tuut.. ponsel langsung dimatikan oleh Leon.


Leon pun beranjak pergi.


Leon pov...


"Eh neng, Mau kemana??.." tanya BI Inah yang keluar dari dapur sambil membawa makanan yang baru ia masak.


"Ke Indomaret bi mau beli cemilan, sekalian nganterin kunci penginapan ke temen Yoyon" jelas gue.


"Lah, bibi baru aja selesai masak, makan dulu gih" pinta BI Inah.


"Nanti aja bi, pulang dari Indomaret aku langsung makan"


"Rere mau ikut" tiba-tiba anak BI Inah langsung meluk kaki gue.


Usia nya baru 5 tahun.


Gue pun berjongkok, menyamakan tinggi Rere yang masih kecil.


"Udah malem re, kamu dirumah aja yah" titah gue.


"Tapi Rere mau ikut" ucap nya manja.


"Mmm... Kamu dirumah aja yah, nanti Tante beliin kamu boneka baru gimana" rayu gue.


"Yaudah deh, tapi Rere mau nya boneka kelinci"tawar nya lagi.


"Ok"


Dia tertawa, lalu kembali menonton film kartun yang sedari tadi disetel.


"Hati-hati neng" ucap bi Inah.


"Iya bi"


Lalu gue pun keluar, dan pergi.


Gue keluar hanya berjalan kaki, toh hanya nganterin kunci kamar, dan juga Indomaret yang jaraknya tak terlalu jauh dari sini.


Gue sudah sering kesini, kalau libur, dan kadang bersama Yayah.


Baru sebentar gue berjalan, dan kebetulan ada Jimin lewat, sepertinya dia habis dari kamar mandi.


Gue pun menghampiri nya.


"Eh, Jim, ni kunci kamar penginapan, kasihin Joonie yah, gue mau keluar sebentar" ucap gue to the poin dan langsung memberikan kunci nya secara paksa di tangan Jimin.

__ADS_1


Jimin hanya melongo yekan, gue tau kalau dia bengong karena gak kenal sama wajah gue.


Tapi gue mah bodo amat, dan langsung pergi meninggalkan nya.


__ADS_2