
"Yah begitulah kira-kira" jelas Amanda setelah bercerita panjang kali lebar.
"Ouh, gue baru tau kalau Linda sejahat itu" ujar nay yang baru tau kebenaran nya.
"Iya, dan untungnya Lo bukan orang yang mudah terpengaruh nay"
Nay mengangguk
"Oh ya, gue sampe lupa nanya, Lo dari kelas mana? Muka Lo juga asing, anak baru yah?" Tanya Amanda lagi.
Nay hanya nyengir.
"Iya, gue dari kelas 11 c, gue juga duduk sama Leon" jelas nya lagi.
"Mmmm... Gimana rasanya duduk sama Leon?" Tanya Amanda yang penasaran, karna dia tau kalau Leon itu orangnya pendiam, tapi sekali nya bicara udah kaya kenal akrab, bahkan kata-kata nya kadang gak disaring dulu.
"Dia.. lebih banyak tidur di kelas, jarang ngobrol juga sama dia" jelas nay sambil menggaruk kepalanya.
Amanda tertawa kecil
"Ahaha..., Dulu juga gitu, ternyata gak berubah yah"
"Uhh... Kadang-kadang dia juga ngomong nya pedes, jinie yang bidadari sekolah aja, kalo Leon yang manggil berubah jadi toa nya sekolah" ucap nay yang teringat dengan Leon.
"Ahaha... Ya ampun, dulu gue juga pernah coba Deket sama dia, biar dia gak sendirian terus, kasian dia kalo gak punya temen, gue juga udah coba buat ajak dia biar gabung sama temen-temen gue, tapi dia malah menjauh, gue gak tau kenapa, tapi dia cuman jawab gini “gue kurang suka keramaian” gitu katanya"
Sangking asiknya mereka berdua bercerita sampai-sampai mereka gak sadar bahwa bel pulang sekolah sudah berbunyi, selama itulah mereka bercerita.
Tiba-tiba seseorang datang.
"Disini Lo rupanya Amanda" ucap seorang pria dengan tas yang di belakang punggung nya.
"Loh, ada apa jun?, Ko Lo bawa tas segala?" Tanya Amanda yang heran, padahal kan belom jam pulang sekolah pikir nya.
"Heh!, Ini udah pulang sekolah, gue keliling sekolah nyariin Lo dari tadi" jelas pria yang bernama Juna.
Sontak Amanda dan nay terkaget.
"APAH!!!..." nay dan Amanda.
Lalu nay dan Amanda pun langsung berdiri dan berlari kekelas nya masing-masing untuk mengambil tas nya.
_____----------_______--------______-------______----
Nay pun sampai di kelas nya, dan benar saja sudah tidak ada siapa-siapa di kelas nya.
Ah yaampun, ini karena keasikan berbicara dengan Amanda,sampe lupa waktu gini batin nya.
Setelah mengambil tas nya dia pun langsung pergi, dan sampai di gerbang sekolah dia bertemu dengan Amanda lagi.
Amanda pulang dengan Juna menggunakan motor matic nya.
"Nay, Laen kali maen-maen yah kekelas gue, byee..." Ucap Amanda sambil melambaikan tangan nya ke arah nay.
Nay hanya tersenyum sambil memandangi motor mereka yang sudah jauh.
__ADS_1
Nay POV
Lalu gue pun mulai berjalan, menyusuri jalanan.
Saat pulang sekolah biasanya gue selalu memilih untuk berjalan kaki, yah meskipun rumah gue agak sedikit jauh.
Biasanya gue pulang melewati sebuah taman yang bisa dibilang sepi, ada sebuah danau disini, gue pun langsung duduk di tepi danau tersebut, sangat nyaman dan membuat tenang.
"Oyy...."
Panggil seseorang dari belakang gue, gue pun menengok ke arah belakang.
Dia mendekat, lalu duduk disamping gue.
"Ngapain Lo disini sendirian?" Tanya nya.
Dia adalah hoby.
"Gak tau sih, iseng aja, Lo sendiri ngapain disini?"
Dia tertawa kecil
"Ahaha.... Sama, iseng juga gue kesini"
Hoby emang doyan ketawa yah, lucu gak lucu dia tetep ketawa.
"Eh liat, ada perahu" ucap nya sambil menunjuk sebuah perahu yang ada di ujung danau.
"Kesana yuk" ajak nya lagi, lalu dia pun berdiri dan berjalan ke arah perahu itu.
Dan pada akhirnya, gue dan hoby berada didalam perahu, dia yang menjadi tukang dayung nya.
"Eh lihat, ada angsa" tunjuk nya lagi.
"Wahh... Ahaha..." Dia tertawa kecil, entah apa yang dia tertawa kan.
Dari pertama gue ketemu dia, dia selalu pasang wajah yang ceria, selalu tertawa ketika ia melihat sesuatu yang menurut nya bagus atau lucu.
Seperti sunshine.
Tiba-tiba seekor kupu-kupu besar terbang ke arah hoby.
Hoby menadahkan tangan kanan nya, berharap kupu-kupu itu singgah.
Dan betapa terkejutnya nya dia ketika kupu-kupu itu benar-benar singgah di telapak tangan nya.
"Uhh..... Ahahahaha...., Nay lihat"
"Waahhh.... Kupu-kupu nya gede banget" ucap gue kagum.
Kupu-kupu nya memang sangat besar, mungkin seukuran tangan hoby, dan jangan lupakan warna di sayap kupu-kupu itu, sangat indah, warna biru terang bercampur warna putih.
Hari pun menjelang sore, setelah seharian bersama hoby, gue pun langsung pulang dengan diantar oleh hoby, dia memaksa untuk mengantar gue, dia bilang gak baik jalan sendirian di tempat sepi kaya gini, apalagi gue cewek.
Yah, emang ada bener nya juga sih. Tapi gue udah terbiasa.
__ADS_1
Saat sudah sampai di rumah gue, hoby langsung pulang, tanpa mampir ke rumah gue dulu, katanya ibunya udah nunggu in dia dirumah.
Lalu gue pun masuk kedalam rumah, jam menunjukan pukul 04 sore, dan ternyata mama gue sudah pulang.
Mama gue adalah seorang janda, sudah dari 5 tahun lalu mama dan papa bercerai, itu semua karena papa selingkuh sama wanita lain.
Mama dan papa gue dulu selalu bertengkar, dan mama juga seringkali mendapat perlakuan kasar dari papa, dan gue gak suka itu.
Mereka menikah karena perjodohan, alangkah tua nya hidup ini.
Sebenarnya gue agak sedih dengan kehidupan keluarga gue yang hancur ini, tapi gue juga gak bisa kalau harus melihat mama tersiksa oleh papa.
sekarang, lihatlah, mama lebih terlihat baik tanpa adanya papa.
Mama bekerja sebagai guru sekolah anak SD.
"Nay, baru pulang" ucap mama kala melihat gue memasuki ruang tengah.
"Iya ma" jawab gue
Dan lihatlah di kursi tamu, disana ada pria paruh baya dengan seragam kantor nya itu, dia adalah om Artadinata dwirama yang sudah setengah tahun ini menjadi kekasihnya mama gue.
"Hai om" sapa gue ramah sambil tersenyum.
"Hai nay, baru pulang" ucap om Arta.
"Iya om"
"Nay, kamu bebersih badan dulu gih, mama mau nyiapin makan malam buat kita bertiga, sekalian ada yang mau diomongin om Arta sama kamu" jelas mama.
"Ok mah"
Gue pun langsung pergi kekamar dan mandi.
Tapi sebenarnya apa yah yang mau di omongin om arta? Gue jadi penasaran.
Om arta adalah pria baik, itu terlihat jelas dari tatapan matanya saat melihat mama, tatapan nya sangat tulus, dia terlihat penyayang.
Dia juga seorang duda, dia seumuran dengan mama gue dan juga dia termasuk orang yang humoris.
Dia sering sekali berada di rumah gue saat sudah pulang kerja, sekedar numpang makan malam dan selebihnya dia sering mengajak gue untuk bermain PS.
Dia bilang saat malam hari dia akan kesepian jika berada dirumah, karena anak semata wayangnya sibuk bekerja pada malam hari, dan baru akan pulang pada jam 10 malam.
Ya, dia mempunyai seorang anak perempuan juga, dia bahkan pernah memperlihatkan foto nya pada gue, gadis itu terlihat sangat cantik di foto.
Tapi selama ini gue belom pernah bertemu dengannya, bahkan mama gue juga belum pernah melihatnya.
Om Arta bilang anaknya itu bekerja di toko dessert, dan dia bekerja di bagian dapur sehingga membuat nya sibuk dan kadang tak ada waktu untuk menelfon karna pasti akan sangat menggangu nya.
Dan namanya adalah
Leon Artadinata
Saat disekolah gue kaget mendengar Leon memperkenalkan dirinya, namanya benar-benar mirip dengan nama anaknya om arta, tapi gue masih inget jelas foto anak om Arta, sangat berbeda jauh dengan yang berada disekolah.
__ADS_1