Cita Rasa Sekolah

Cita Rasa Sekolah
part 3


__ADS_3

Leon pov


Ah sial gue kesorean, 1 jam lagi buka toko.


Gue terus berlari ke arah rumah, untungnya rumah Hoby gak terlalu jauh sama rumah gue jadi gue bisa berlari untuk pulang dan gak perlu repot-repot memesan taksi ataupun menunggu angkot.


Setelah sepulang sekolah gue biasanya mengisi waktu luang gue untuk bekerja di sebuah toko dessert dan minuman.


Hanya sebuah toko kecil, dan tak terlalu ramai pengunjung nya juga.


Akhirnya gue pun sampai di rumah, dengan waktu yang singkat gue sudah berganti pakaian dan hanya mengenakan kaos oversize oblong hitam dan celana panjang semata kaki, dan tak lupa pula gue mengikat rambut panjang gue ke belakang memperlihatkan semua wajah gue.


Berbeda hal nya pada saat bersekolah, gue akan menutup separuh wajah gue sehingga akan lebih mirip dengan hantu/Kunti😂😂 sehingga tidak akan ada yang mau mendekati gue.


Kenapa? Karna gue lebih suka menyendiri,


Saat di sekolah suasana menjadi sangat berisik, dan akan banyak sekali gosip-gosip yang tidak penting untuk di dengar, belum lagi keributan yang kadang-kadang terjadi di sekolah yang membuat gue geram, ingin sekali rasanya gue melempar mereka ke dalam tong sampah.


Meskipun di toko juga ramai tapi setidaknya mereka datang untuk makan dan tidak terlalu membuat kebisingan.


Dan pada saat di toko, itulah diri gue yang sebenarnya, dengan penampilan seadanya, dan terkesan agak tomboi.


Setelah semua selesai gue pun langsung mengambil Lisa dari bagasi rumah, Lisa adalah sebuah motor sport hitam yang cantik dan sexy, dia kesayangan gue.



Ini Lisa


Dengan cepat gue pun langsung memacu Lisa dengan kecepatan tinggi menuju toko, tak butuh waktu lama gue pun sampai di toko.


Bagus, tepat waktu....


Gue pun langsung memarkirkan Lisa. Dan langsung masuk kedalam toko, dan disana sudah ada bambam dan jeny.


Gue pun langsung memakai celemek, dan menggantikan temen gue yang mendapat sif pagi.


"Gue kira Lo gak Dateng Yon" celetuk Jeny sambil merangkul pundak gue yang tinggi.


Dan gue hanya tersenyum.


Yah, Jeny setinggi pundak gue, dan gue adalah cewek yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata.


"Tumben geh Lo Dateng hampir telat, biasanya Lo duluan yang Dateng disini" timpal bambam si pria hitam manis.


"Gue abis ngerjain tugas kelompok sehabis pulang sekolah, eh gak taunya gue kesorean" jawab gue santai.


Bambam dan jeny mengangguk tanda mengerti.


"Mas" tiba-tiba pengunjung memanggil.


"Eh iya, udah dulu yah, nanti lanjut lagi" Bambam pun langsung pergi menghampiri customer yang tadi memanggil.


"Yaudah gih, gue mau nyiapin pesenan dulu, oh ya Yon dessert kita mulai habis Lo buat lagi yah" ucap Jeny sambil menepuk bahu gue.


"Ok" jawab gue singkat, lalu pergi ke dapur.


Disini hanya ada kita bertiga yaitu gue bambam dan jeny, kami bertiga jaga sif malam, dari jam 5 sore sampai jam 10 malam.


Ohya bambam dan Lisa juga masih sekolah sama kaya gue, bahkan kita satu sekolah hanya bedanya mereka berdua dari kelas IPS sedangkan gue IPA.


Bambam


Si pria hitam manis yang tinggi nya sama kaya gue. Kang bucin sama Jeny


Kalo mereka berdua beuh manjanya luar biasa


Saat di toko dia bekerja di bagian antar makanan cuci piring dan bersih-bersih.


Jeny


Si cewek manis pacarnya bambam, rada Lola, dan juga bisa dibilang lumayan gendut, tapi kalo di ejek gendut dia bakal ngelak terus bilang "Lo nya aja yang terlalu kurus"


Saat di toko dia bekerja di bagian catatan pesanan, kasir,  menyiapkan makanan, dan terkadang membantu membersihkan meja tempat makan jika sempat.


Dan terakhir gue.


Gue hanya jadi obat nyamuk ketika toko sepi dan mereka berdua sedang bercanda ria ber- uwu-uwu an


Gue bekerja di bagian dapur hanya membuat dessert yang hampir habis, dan gue jarang terlihat di bagian depan, di depan hanya akan terlihat Jeny dan bambam.


Sesekali gue berjaga di depan menggantikan mereka jika Jeny/bambam sedang berada di toilet/kamar mandi.


Lama kelamaan Pesanan semakin banyak, dan gue pun harus disibuki dengan beberapa menu dessert yang hampir habis.


Harus membuat ini dan itu, jam demi jam pun berlalu hingga larut malam, jam menunjukan pukul 9 malam, 1 jam lagi toko akan ditutup tapi toko masih dalam keadaan ramai sedangkan bahan untuk membuat dessert sudah habis, dan hanya tersisa beberapa dessert yang sudah gue buat.

__ADS_1


Sepertinya hari ini akan pulang lebih awal.


Dan gue pun langsung membersihkan peralatan kotor yang sudah gue pakai untuk membuat dessert, setelah selesai membersihkan semua peralatan dapur gue pun langsung melepaskan celemek yang gue pakai lalu mencuci tangan di wastafel.


"Yon, dessert taro waffle di depan habis, masih ada gak?" Tanya Jeny dari ambang pintu dapur.


"Habis jen" jawab gue masih sambil mencuci tangan.


Jeny pun langsung pergi ke depan karena sepertinya ada yang memesan lagi.


Setelah selesai mencuci tangan gue pun langsung membawa beberapa dessert terakhir ke depan, dimana Jeny masih sibuk melayani beberapa customer.


"Jen, ini yang terakhir" ucap gue sambil menaruh dessert di meja.


"Cuman ini?" Tanya nya yang tak percaya.


Gue cuman mengangguk.


"Lo tau gak, semenjak ada Lo disini toko nya jadi rame, ini dessert yang ada disini selalu habis, keren" ucap nya bangga sambil mengacungkan ke dua jempol nya.


"Ahaha..." Gue hanya ketawa kecil sambil ngusap tengkuk gue yang gak gatal sama sekali.


Setengah jam pun berlalu, toko sudah mulai sepi hanya tersisa 1/2 customer.


Customer wanita mendekat ke arah gue


"Mba aku mau dessert taro waffle" pesan nya


"Mohon maaf mba taro waffle nya sudah habis" jawab gue sambil tersenyum.


"Yaaaah.... ,Ko habis sih mba" ucap nya dengan wajah cemberut.


Gue cuman bisa senyum yekan.


"Ini masih ada chocolathe waffle sama vanilla cake nya kok mba" tawar gue.


Dia berfikir sebentar


"Mm... Yaudah deh mba, aku pesen 2²nya, di bungkus yah mba"


"Ok, siap"


Gue pun langsung membungkus pesanannya.


Setelah selesai melayani customer tadi tiba-tiba Jeny datang.


"Yon, emak gue lahiran, sekarang ada di rumah sakit, gue izin pulang duluan yah" ujar nya dengan wajah yang cemas.


"Ouh yaudah, tapi Lo mending sama bambam jangan sendirian kerumah sakit nya" usul gue.


"Tapi Lo sendirian di sini"


Jeny


"Udah gak papa, lagian bentar lagi toko di tutup" gue.


"Serius lo gak papa" Jeny


"Serius, demi Alek gue gak ngapa-ngapa" gue.


"Iss, apasih..." Ucap nya sambil mukul lengan gue.


Gue hanya tertawa kecil.


Dan pada akhirnya Jeny dan bambam pun pergi kerumah sakit menjenguk ibunya, meninggalkan gue sendirian toko.


Yah lagian sebentar lagi toko akan di tutup,


Kasian Jeny jika harus kerumah sakit sendirian, buat apa punya pacar kalo gak ada gunanya 😅.


Klining...🔔


Suara lonceng pintu berbunyi, tanda customer datang.


Gue pun melihat ke arah pintu.


Seorang gadis cantik dan manis.


Dia tersenyum ramah


"Apa toko nya sudah tutup?" Tanya nya diambang pintu.


"Hampir tutup, masuklah" ucap gue tersenyum.


Lalu dia pun menghampiri gue

__ADS_1


"Hanya ada sisa 1 dessert" ucap gue.


"Tidak apa-apa, aku pesan itu dan 1 ice coffe" pesan nya.


"Tidak baik meminum coffe di malam hari" gue.


"Lalu aku harus meminum apa?" Tanya nya


"Duduk lah, akan ku buatkan sesuatu" suruh gue.


Dia pun duduk dimeja


Dan gue langsung membuatkan segelas susu putih hangat dan menyiapkan dessert terakhir untuk nya.


Setelah susu hangatnya jadi gue pun langsung membawa nya ke tempat gadis tadi tak lupa pula dengan dessert nya juga.


"Ini, lebih baik meminum susu hangat daripada coffe"jelas gue sambil menaruh makanan nya di meja, lalu gue pun duduk di depan nya.


"Makasih" ucapnya, lalu ia pun memakan dessert nya.


Gue melihat ke arah jam tangan gue, jam menunjukan pukul 10 malam


"Udah jam 10 malem gini Lo masih keluyuran? Besok kan Lo harus sekolah" Tanya gue.


"Mmm... Sebenarnya mobil gue mogok pas di depan toko ini" ucap nya nyengir "dan handphone gue lowbat total, dan karna kebetulan juga gue laper jadi gue kesini" dia ngomong sambil terkekeh.


"Oh ya, tapi Lo tau dari mana kalo gue masih sekolah" tanya nya heran.


Gue tertawa pelan.


"Bulan lalu kita satu kelas, dan Lo duduk di depan bangku gue, jinie" jelas gue.


Yap, gadis cantik itu adalah jinie yang sekarang sudah menjadi kekasihnya Joonie si murid paling pinter seantero sekolah.


Dan benar, bulan lalu gue sekelas dengan nya sebelum kenaikan kelas.


Jinie


Si cewek idaman satu sekolah


Agak bawel, berisik


Kalo marah bisa ngerap dadakan


Cantik, baik juga.


Joonie


Kekasih nya jinie


Si cowok yang IQ nya di atas rata-rata


Paling pinter di sekolah


Kutu buku


Kemanapun dia bawa buku


Bahkan ke kamar mandi juga kek nya.


Cakep, badan nya L-man,


Dia membulatkan matanya yang besar, seolah tak percaya


"Serius!!... Ko gue gak pernah liat Lo, bahkan gue gak tau nama Lo, gue belum pernah sama sekali ngeliat muka Lo, ya ampun, serius sih.. ahh... Yaampun, maaf gue bener-bener gak inget lo" cerocos nya tanpa henti sambil makan.


"Uhuk...uhuk...uhuk..." Jinie tersedak makanan nya, lalu ia pun langsung meminum susu nya yang sudah mulai dingin.


"Pelan-pelan kalo makan" gue.


Gluk..gluk..gluk..


Jinie meminum habis susu nya


"Ahhh.... Leganya"


"Tapi nih yah, kalo Lo emang sekelas sama gue tahun lalu, seharusnya gue tau lo dong, secara kita kan baru pisah kelas 1 bulan karena kenaikan kelas" jelas jinie lagi.


"Gue yang sering dipanggil “mba kunti” dari pada nama gue sendiri di kelas"


Saat di sekolah nama gue bener-bener ngilang, semua orang manggil gue mba Kunti.


"Sungguh gak elit banget nama gue" gumam gue


"What!!..." Dia kaget seolah-olah tak percaya dengan yang gue katakan. "Serius lo?" Tanya nya lagi.

__ADS_1


Gue cuman ngangguk meng iya kan.


__ADS_2