Cita Rasa Sekolah

Cita Rasa Sekolah
jalan-jalan part 2


__ADS_3

Gue pun pergi ke arah pantai dimana mereka sedang asik bermain air.


Tapi setelah itu gue hanya duduk di pinggir pantai, dengan pohon kecil berada di belakang gue yang lumayan bisa menutupi terik matahari ke arah gue.


Dan apa-apaan ini, gue baru menyadari bahwa para cewek hanya memakai bikini.


Gue bahkan hampir tersedak oleh kue yang sedang gue makan.


Mereka terlihat begitu seksi, anjir, bisa horny gue kalo gitu caranya.


Lihatlah bongkahan pantat sintal itu, dan lihat juga buah dada mereka yang indah dipandang dengan berbagai ukuran.


Oh yaampun...


Rasanya gue akan mati di tempat


Seketika otak gue traveling kemana-mana, kalo gini caranya gue gak bisa sembuh weh.


Lalu tiba-tiba Agus datang, dan duduk disamping gue.


Membuyarkan semua lamunan gue tentang hentai.


"Tolong, jangan menghindar lagi dari gue" ucap Agus tanpa melihat kearah gue.


"Kenapa sih Lo gak ada habisnya buat deketin gue" jawab gue tanpa melihat kearah nya.


Gue rasa kita akan berbicara tanpa melihat lawan bicara, gue dan Agus hanya melihat kedepan, dimana hanya ada pantai yang indah dengan hembusan angin sepoi-sepoi.


"Gak tau, gue cuman ikutin apa kata hati gue doang, dan di hati gue cuman ada lo, dari dulu sampai sekarang" jelas Agus sambil menyenderkan punggungnya di pohon kecil lalu memejamkan matanya.


"Tapi Lo tau Kenyataan nya kan, kalo gue itu belok"


"Iya gue tau, dan gue juga tau kalau Lo juga lagi berusaha untuk sembuh, itulah alasan Lo nembak jimin dan banyak lagi cowok di sekolah yang Lo tembak" ucapnya tanpa membuka matanya.


Gue tertawa kecil.


"Iya"


"Kenapa Lo gak nembak gue Yon?"


"Karena gue tau, kalo gue nembak Lo, pasti Lo terima"


"Terus emang nya kenapa kalo gue terima Lo"


"Gue udah terlanjur janji sama Vivi untuk gak ngedeketin Lo lagi Gus"


"Tapi seenggaknya Lo gak pernah janji buat gak pacaran sama gue kan" Agus memegang tangan kiri gue erat.


Gue cuman bisa diem, gue gak tau mau ngomong apa lagi.


"Lo tau gak, gue cemburu saat Lo nembak jimin, dan juga temen-temen gue yang Lo tembak, gue marah, dan disisi Laen gue takut kehilangan Lo, semua nya campur aduk" lanjut Agus lagi.


"Persahabatan kita hancur karena ini" ucap gue.


Flashback on


Waktu itu gue dan Agus sahabatan, kami sudah berteman dari awal masuk sekolah kelas 1 SD , Agus adalah anak kecil yang bertubuh gemuk waktu itu dan gue adalah anak yang paling bandel disekolahan.

__ADS_1


Tidak ada yang aneh, semuanya berjalan lancar sampai kami kelas 4, tapi tiba-tiba ada seorang murid baru dikelas kami namanya VIVI, dia sangat cantik, gue kagum dengan paras nya, sampai pada akhirnya Vivi ikut menjadi bagian dari kami, persahabatan kami menjadi 3 orang yaitu gue, Agus dan Vivi.


Tahun demi tahun berlalu, kini kami sudah menginjak kelas 2 SMP, dan rasa kagum gue ke Vivi gak berubah, perasaan yang ada di hati gue semakin menjadi-jadi, dan gue meyakinkan diri bahwa gue sudah jatuh cinta pada Vivi.


Vivi adalah cinta pertama gue.


Dan juga, seiring berjalannya waktu, kami mulai berubah


Agus, dulu dia adalah anak yang gendut dan suka makan, sampai-sampai banyak orang yang membuly nya.


Tapi lihatlah sekarang, tubuh nya menjadi kurus dengan paras nya yang tampan itu, membuat nya digilai para gadis sekolah.


gue, gak banyak yang berubah, gue hanya seorang gadis tomboi dengan rambut pendek seperti pria.


Vivi, dia adalah gadis cantik berambut panjang, kecantikan nya bertambah seiring waktu, banyak juga pria yang menggilainya.


Sampai pada suatu hari, Agus tiba-tiba menyatakan perasaannya pada gue tanpa diketahui Vivi.


Tapi gue menolak nya, gue jujur dihadapan nya, kalau gue menyukai Vivi, Agus terkejut dengan apa yang gue katakan, tapi entah ada angin apa, Agus tetep kekeh pada pendiriannya, dia terus saja memberi perhatian lebih pada gue, dan entah keberapa kalinya di nembak gue terus.


Dan disatu sisi, Vivi bercerita pada gue, kalau dia sudah jatuh cinta pada Agus,  dan meminta gue untuk mendekatkan dirinya dengan Agus.


Gue sedih yekan, bagai disambar petir, sakit hati gue.


Gue hanya diam, dan dia juga gak tau kalau gue menyukai nya.


Dan pada akhirnya, Vivi mengetahui kalau Agus menyukai gue dan sudah beberapa kali nembak gue.


Vivi nangis dihadapan gue, gue yang melihat dia nangis, hati gue berasa disayat,


Persahabatan kami hancur, hanya ada Vivi dan Agus, sedang kan gue, setiap kali bertemu agus, gue selalu menghindar.


Gue menghindari Agus dan vivi sampai pada hari kelulusan SMP.


Bahkan seiring berjalannya waktu, rambut gue tumbuh panjang dengan cepat, kadang menutupi wajah gue karna gak diikat, dan juga karena sering menghindari mereka, bahkan Vivi sampai tak mengenali gue.


Yang gue denger, Vivi pindah keluar negri, sedang kan agus, entah takdir atau apa, gue dan dia bersekolah di tempat yang sama dan juga kelas yang sama, usaha gue buat jauhin dia semakin sulit.


Karena Agus masih saja mencari gue kemanapun gue pergi.


Flashback off.


Author POV....


Leon melamun, dengan tangan kiri nya yang masih digenggam erat oleh Agus.


Agus tiba-tiba tersenyum, melihat Leon yang melamun membuat nya gemas.


Lalu dia pun mencubit pipi Leon.


"A-aduh..." Leon terkejut.


"Ngelamunin apa sih Lo?" Tanya Agus yang masih mencubit pipi gemoy Leon.


Tangan Leon mencoba melepaskan cubitan Agus dipipi nya.


"Akh..sa-sakit pipi gue Gus, leppas" pinta Leon.

__ADS_1


"Gue itu gemes sama Lo Yon, gue kangen sama Lo" ujar Agus tanpa melepaskan cubitan nya.


Karena kesal, Leon mendorong badan Agus menggunakan sebelah kaki nya.


Bugh....


Agus pun terpental ke samping.


Leon pun langsung berlari, Agus yang melihat Leon lari dia langsung mengejar nya.


Leon melihat ke arah belakang, betapa terkejutnya dia melihat Agus mengejar nya. "Aarrrggghhh...... "


Leon berlari ke arah kerumunan, dimana teman-teman nya asik bermain air di pantai.


"Yoonnn.... "


Panggil Agus masih dengan mengejar nya.


Leon pergi ke arah Kuki, dia berhenti dengan Kuki sebagai tameng nya.


Kuki pun terkaget.


"Uhh...."


Agus berhenti di depan kuki.


"Yon, Lo harus tanggung jawab, badan gue sakit Lo tendang"


"Dihh... Bodo amat, suruh siapa Lo cubit pipi gue, sakit tau" jawab Leon masih dibelakang Kuki yang tinggi nya hanya sepundak Leon.


"Aish... Sini Lo Yon" ucap Agus.


"Wleee...." Leon hanya menjulurkan lidahnya.


Lalu Agus mengejar Leon, tapi Leon hanya berlari memutari kuki.


"Iiihhhhh...., Kuki pusing, kalian jangan lari muterin Kuki dong" protes Kuki karena merasa pusing.


Leon yang masih berada di belakang Kuki, tiba-tiba iya mengangkat Kuki dengan kedua tangannya yang melingkar di pinggang mulus Kuki.


Kalian tau kan, kalau Kuki cuman memakai bikini.


"Waahhh.... Kuki terbang" ucap Kuki polos.


Dan itu berhasil membuat Agus menjadi cemburu, meskipun dia tau Kuki itu seorang wanita, tapi dia tetap tidak suka melihat orang yang dicintai disentuh ataupun menyentuh orang lain selain dirinya.


"Yon, lepasin Kuki" pinta Agus tegas.


"Dih kenapa?, Kuki yang gue pegang aja gak protes ko" jelas Leon, Leon tau kalau Agus cemburu, itu terlihat jelas dari tatapan nya.


"Iya, Kuki suka, kaya terbang" ucap Kuki tiba-tiba.


"Uhh...." Leon


"Apah!!!..." Agus terkejut, iya semakin tak terima dengan apa yang dia dengar.


Leon yang melihat ekspresi Agus, dia pun langsung melepaskan Kuki dan pergi ke arah lain.

__ADS_1


__ADS_2