Cita Rasa Sekolah

Cita Rasa Sekolah
part 9


__ADS_3

Nay pov....


Jepretan kamera terdengar dimana-mana, Agus bagaikan artis dunia yang amat terkenal.


Dan jangan lupa dengan beberapa kawan-kawannya yang berada di belakang, ada Jimin dan hobi yang membawa gitar, dan taehyung bersama antek-antek nya dibelakang.


Sepertinya Agus akan menembak seseorang dengan cara yang bisa dibilang sangat romantis.


Tapi apa ini, kenapa Agus melihat ke arah gue, dia berjalan ke arah gue.


Seketika gue meleyot, apa dugaan gue benar, gue akan di tembak Agus, yaampun, apa gue siap?..


Author POV.....


Agus berjalan dengan cool nya di depan para siswi di sekolah, dingin tapi manis, seperti es krim, itulah Agus.


Nay, Linda and the genk sontak mereka berdiri dari meja kantin, karna agus yang berjalan ke arah mereka, jantung mereka berdegup dengan kencang layaknya bedugan malam takbir.


Mereka sudah kegirangan tak ada hentinya, berharap Agus akan menembak nya.


Tapi nyatanya.... Tidak.


Ish..ish..ish... Kasian.


Mengsedih bund.


Langkah Agus terhenti, dia melihat sekeliling kantin, matanya mencoba mencari sosok yang sangat iya cari.


Tengok sana


Tengok sini


Sampai Agus lelah bertengok-tengok dan hasilnya tetap nihil.


Cape pala Agus muter-muter....


Jimin yang melihatnya pun merasa bingung.


Jimin menepuk pundak agus


"Sebenarnya cewek yang mau Lo tembak siapa sih??..." Jimin yang tingkat penasaran nya udah tinggi pun akhirnya bertanya.


Agus cuman cemberut


"Orang nya gak ada disini" dia cuman jawab gitu.


"YAAAAHHHH......" seketika semua antek-antek nya Agus langsung ambruk di lantai, kecuali Agus nya itu sendiri.


"Gimana sih Gus?, Kita udah cape nih, keliling sekolah gak jelas cuman mau bantu Lo nembak cewek, tapi cewek nya gak jelas gini kaya makhluk astral" protes hoby dengan wajah yang terlihat lelah.


Yap, memang benar, mereka sudah mengelilingi sekolah ini hanya untuk membantu Agus menembak seorang wanita yang dia sukai.


"Ya, sory, kan kalian sendiri yang maksa pengen ikut gue" jelas Agus.

__ADS_1


Sebenarnya ini semua ide nya Jimin, karna dia tau Agus ingin menembak seorang wanita, jadi dia langsung meminta teman-temannya untuk membantu Agus, agar lebih terkesan romantis katanya.


"Jangan bilang Lo mau nembak si mba Kunti lagi, disinikan yang astral cuman dia" Suho angkat suara, lalu tertawa.


Dan yang lainnya pun ikut tertawa.


Ahahaha.....


Ahahahaha.....


Ahahaha....


"Ya jelaslah, siapa juga yang mau punya pacar serem kek gitu"


"Horor ihh...."


Tapi disitu Agus hanya diam.


Suara riuh tawa semakin banyak, termasuk yang berada disekitar kantin ini.


Agus mengepalkan tangannya kuat, hingga mawar merah yang berada di tangan kanan nya patah.


Iya geram, iya merasa heran, mengapa semua orang sangat tidak menyukai wanita itu, iya, dia, (Leon ) .


Yang dikatakan oleh Suho memang benar, bahwa dirinya telah jatuh cinta oleh Leon.


Apakah karena penampilan Leon yang menyeramkan?


Bagaimana bisa penampilan dijadikan alasan ketidak sukaan.


"Ya, cewek yang gue cari memang dia" Agus mengatakan nya.


Tiba-tiba semua siswa-siswi yang berada di kantin semuanya terdiam, merasa tak percaya yang baru saja di ucapkan oleh Agus.


"Hah?.. apah?... Lo bercanda kan Gus?..." Tanya Suho yang seakan-akan tak percaya dengan apa yang di dengar nya.


Lo congean apa budek Suho....


"Sebercanda apa muka gue sekarang?...." Agus balik bertanya, dia memandang Suho tajam, seakan-akan akan membunuh nya ditempat itu juga.


Suho hanya terdiam, dia ketakutan melihat tatapan mematikan dari Agus.


Bukan hanya Suho bahkan seluruh penghuni kantin pun melihatnya takut.


"Kenapa?... " Agus tersenyum smirk.


Agus melepaskan bunga mawar nya yang patah itu hingga terjatuh di lantai, lalu ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


"Gus... Tunggu...."


Jimin yang melihat sepupunya itu marah ia pun langsung mengejar Agus, Jimin tidak tahu kalau ide nya ini akan berakhir dengan seperti ini, Jimin juga tidak pernah tahu kalo sepupunya itu menyukai Leon.


Hoby dan taehyung, mereka berdua juga ikut mengejar Agus, meninggalkan Suho dan yang lainnya yang hanya bisa terdiam di tempat.

__ADS_1


Di satu sisi....


Di meja kantin, semua nya sudah kembali normal, hanya ada siswi yang kelaparan di kantin.


Tak lupa pula dengan gosip yang yang sudah menyebar ke seluruh penjuru sekolah, hampir seluruhnya menggosipkan Agus yang ternyata menyukai Leon.


"Jadi, yang di sukai Agus itu Leon yah" ucap nay dengan wajah kecewa nya.


Yang ternyata harapan nya itu hanya sia-sia.


"Leon itu siapa? Apa itu nama si mba Kunti? Baru tau gue" Mita bertanya dengan wajah sombong nya itu.


"Gue juga baru tau" timpal Sumiyati lalu menyeruput es nya yang berada di depan nya.


"Gue masih bingung, ko bisa si Agus suka sama mba Kunti, kenapa harus dia gitu, padahal banyak cewe cantik di sekolah ini, termasuk gue" jubed beragumen, dia sangat tidak rela pria pujaan nya itu menyukai wanita seperti Leon.


"Apa dia pake pelet kah?.." ceplos Sumiyati begitu saja.


"Heh, kalo dia pake pelet, itu si Jimin mungkin udah jadi pacar nya dari dulu, Lo kan tau kalo si mba Kunti pernah nembak si Jimin" jelas Mita.


"Oiya gue lupa" Sumiyati.


Brak....


Linda memukul meja dengan keras, wajah marah nya sangat terlihat jelas.


Nay, Mita, jubed dan Sumiyati terkaget.


"Itulah alasan kenapa gue benci itu Kunti, dulu berani-beraninya dia nembak jimin pria idaman gue, dan sekarang?..." Linda memberi jeda "bisa-bisanya dia ngebuat si Agus jatuh cinta sama dia, Aaaaakkkkhhhh....." Linda berteriak frustasi, tingkat kebencian nya sudah menggunung.


Benar, tahun lalu, Leon memang pernah menembak Jimin di depan umum, tapi Jimin menolak nya mentah-mentah, Jimin hanya bilang "maaf, Lo bukan tipe cewek idaman gue" begitu lah kira-kira.


Bukan hanya Jimin, bahkan Suho juga pernah di tembak oleh Leon, dan juga beberapa pria yang masuk ke dalam kategori pria incaran para wanita di sekolah.


membuat para siswa dan siswi menjadi ilfeel dengan Leon hingga dijauhkan dan dibully oleh beberapa murid di sekolahnya.


"Jadi itu alasan kalian?, Kalian membenci hanya karna itu? Menurut gue dia gak salah, dia hanya mengungkapkan perasaan nya kenapa harus kalian benci?" Ucap nay yang tak terima.


Karena menurut nay, Leon tidak bersalah, dia hanya mengungkapkan isi hatinya pada orang yang dia suka dan itu wajar.


"Ko Lo malah bela dia sih?" Tanya Linda dengan masih suasana emosi nya.


"Emang salah yah nembak orang yang kita suka?... Enggak kan?...kalian membenci orang yang gak pernah melukai kalian" nay.


"Dia salah.. dia salah karena udah nembak cowok ganteng kelas atas tanpa melihat penampilan dan wajah nya yang bikin gue jijik itu, semua orang ilfeel ngeliat dia" Linda.


"Tapi kenapa??..." Nay, dia masih tak mengeri, logika macam apa itu, fikirnya


"Kayaknya Lo lebih suka berteman sama si mba Kunti itu yah, kalo gitu Lo pergi dari sini" usir Linda yang jengah dengan sikap nay yang terus membela Leon.


Linda mendorong nay.


"Pergi Lo, maen sana sama si Kunti" usir Linda.

__ADS_1


Nay yang di perlakukan seperti itu pun langsung pergi, ternyata akal sehat Linda dan teman-temannya itu kurang waras, fikir nay.


__ADS_2