
Baru sebentar gue berjalan, dan kebetulan ada Jimin lewat, sepertinya dia habis dari kamar mandi.
Gue pun menghampiri nya.
"Eh, Jim, ni kunci kamar penginapan, kasihin Joonie yah, gue mau keluar sebentar" ucap gue to the poin dan langsung memberikan kunci nya secara paksa di tangan Jimin.
Jimin hanya melongo yekan, gue tau kalau dia bengong karena gak kenal sama wajah gue.
Tapi gue mah bodo amat, dan langsung pergi meninggalkan nya.
Disisi lain _____ Jimin...
"Dia siapa??... Ko tau nama gue"
Tak butuh waktu terlalu lama, mungkin 10 menit gue berjalan, dan akhirnya gue sampai di Indomaret, dan di depan Indomaret ada toko boneka yang masih buka, gue pun pergi ke toko boneka terlebih dahulu untuk membelikan boneka kelinci pesanan Rere.
Banyak sekali boneka disini, sampai akhirnya gue menemukan boneka kelinci pink yang sangat imut.
Entah mengapa gue jadi keinget Kuki, sebaiknya gue beliin boneka kelinci ini untuk dia juga.
Gue pun membeli dua buah boneka kelinci yang sangat imut ini.
Setelah itu gue langsung pergi ke Indomaret dan langsung mencari cemilan yang gue inginkan.
Tapi secara kebetulan gue melihat 3 orang cewe, yang gue tau itu adalah temen nya Joonie yang kurang gue kenal.
Tapi kenapa mereka ada disini, bahkan tanpa pengawasan seorang pria.
Bukan nya apa-apa, tapi ini sudah larut malam, sangat bahaya jika mereka berjalan diluar, apalagi mereka orang asing, tak tau tempat dan arah.
Mungkin bagi mereka disini penduduk nya ramah, tapi yang gue tau masih ada beberapa orang yang suka jambret, ataupun preman jahat di tempat ini, bahkan mereka tak segan untuk melukai korban nya.
Otomatis gue pun langsung mengambil ponsel yang berada dalam jaket gue.
Karna gue gak punya nomor Joonie, gue pun menelfon jinie.
Dan jinie pun langsung mengangkat telfon gue.
"Halo....
Halo yon...
Joonie mana, gue mau ngomong sama dia..
Bentar yah, gue panggil dulu.."
Gue pun menunggu jinie memanggil Joonie.
"SAYANKK!!....." suara teriakan jinie di ponsel membuat telinga gue sakit.
Gila ni orang.
Gue rasa ponsel nya jinie sudah beralih ke Joonie.
"Halo....
Halo yon, ada apa??..
Joonie, ini di Indomaret ada 3 cewe temen Lo yang gue gak tau namanya, tapi kenapa gak ada cowo yang jagain mereka, kan bahaya malem-malem gini, apalagi ini jauh loh dari tempat kalian.
Hah, serius loh....
(Kaya nya si Joonie gak tau juga)
Loh, emang Lo gak tau??..
Enggak, mereka gak bilang kalo mau keluar..
Sebaiknya Lo susul mereka, bahaya tau..
Ok, tapi Lo sendiri ngapain disana??..
Beli cemilan.
gue mah udah tau daerah ini Lo gak usah khawatir
Sharelock Yon
Ok.
ok gw kesana sekarang"
Tuut...telfon pun berakhir.
gue pun langsung lanjut memilih cemilan, ambil ini, itu, ini dan itu yang mau gue makan.
Hanya sedikit sih yang gue beli, setelah selesai gue pun langsung ke kasir untuk membayar nya.
Setelah itu gue pun langsung ke luar, dan langsung pulang, dengan sebungkus cemilan dalam plastik dan dua buah boneka kelinci yang ukurannya tak terlalu besar.
Tapi saat di pertengahan jalan, gue mendengar sebuah teriakan.
__ADS_1
"Aaakkhh...."
Suara itu terdengar jelas dari arah gang di depan gue.
Seketika gue langsung teringat mereka bertiga yang diindomaret, sontak gue menjatuhkan semua belanjaan gue dan langsung berlari ke arah suara mereka.
Di dalam gang ini lumayan gelap.
Gue pun sampai di tempat mereka.
"Akhhhh..... Jangan.... Hiks..hiks.." tangis si cewek yang udah mau di grepe-grepe preman gang yang berbadan kurus.
Sial.
Hanya ada 2 orang preman, yang satu samar-samar gue lihat berbadan kurus ceking, dan yang satu lumayan berotot.
"Jangan nangis sayang, akan ku pastikan kau menikmati nya" ucap preman berbadan besar sambil mengusap pipi si cewe.
Sontak gue pun langsung meninju preman yang berbadan besar dengan segala tenaga gue.
Bugh...
Preman itu terpental lumayan jauh, dan jangan lupakan tangan gue yang lumayan merasa kesakitan.
"Akh.. sial" ucap gue.
"Jangan coba-coba Lo sentuh temen gue!!." Ucap gue mengancam.
Meskipun gue tau, kalo gue bukan tandingan mereka, dengan badan gue yang kecil melawan mereka berdua.
Sangat mustahil bagi gue untuk menang.
Preman kurus satunya menoleh, melihat teman nya yang kena bogem.
"Lari" bisik gue pada cewek yang mau disentuh pria badan besar itu.
"Lo siapa hah?!!... Berani-beraninya ngelarang gue!!.." bentak preman itu.
Preman itu mencoba melayangkan tinju ke arah gue, tapi dengan sigap gue menangkis nya dan langsung menendang burung nya sekuat tenaga.
Bughh....
"Akkhhh...." Preman itu langsung merasa kesakitan.
Bughh...
Sebuah tinjuan mendarat tepat di bagian pipi gue, hingga gue tersungkur ke tanah.
Gue lupa kalau ada preman yang satu nya.
Dan si cewek bertiga itu teriak histeris melihat pertengkaran gue, mereka sangat ketakutan, dan tubuh mereka juga terlihat gemetar.
Lalu si preman bertubuh besar itu mencengkeram jaket gue, dia angkat nya gue tinggi-tinggi dan melemparkan gue ke tembok dengan mudah nya.
"Akkkhhh..." Teriak gue.
Preman bertubuh besar itu mendekati gue lagi dan mencekik leher gue.
Gue susah bernafas.
"Akh..hhh.. akkh..."
"Berani-beraninya Lo tadi ninju gue!!..." Teriak nya di depan muka gue.
Tapi tiba-tiba.
"Aaa...."
Bugh...
Salah satu cewe itu ada yang memukul kepala preman yang sedang mencekik gue dengan sebuah kayu.
Preman itu melepaskan cekikan nya.
"Uhuk..uhuk..uhuk.." gue.
Dan lihatlah si preman itu menyentuh kepala nya yang berdarah akibat pukulan tadi.
Preman itu menatap tajam ke arah si cewe, dan mendekati nya.
Si cewek menjatuhkan kayu yang sudah ia gunakan untuk memukul nya, dia berjalan mundur ketakutan.
Gue berusaha bangkit, meskipun badan gue terasa sakit, gue melihat sekitar dan gotcha ada sebuah kayu, gue pun langsung mengambil nya.
Dan.
Bughh... Gue memukul kepalanya.
"Akkkh..."
Bughhh.... Dan lagi...
__ADS_1
"Aaaarrrggghhhh...." Erangan kesakitan dari si preman besar, lalu pingsan karena mengeluarkan banyak darah dari kepala nya.
"LARI!!!.... Cari bantuan!!.." titah gue..
Lalu si cewek itu pun langsung lari, tapi tidak untuk ke 2 cewek lainnya.
Mereka berdua terjebak di jalan buntu, jalan keluar satu-satunya ada di belakang gue.
Sreeettt....
"Aaaarrrggghhhh....." Jerit kesakitan gue saat sebuah benda tajam berhasil mengenai lengan kiri gue.
Dan ternyata itu ulah si preman kurus.
Sial, ternyata dia bawa pisau. Batin gue sambil memegang tangan yang terkena senjata tajam itu.
"Lo bakal mati di tangan gue" ucap preman kurus.
Gue tersenyum miring.
"Coba aja kalau bisa" tantang gue.
"BRENGSEKK!!!.." teriak nya, lalu mencoba melayangkan pisau nya itu lagi kearah gue.
Gue menangkis nya dengan susah payah, lalu meninju bagian perut nya sekuat tenaga beberapa kali.
Pisau yang di pegang nya terjatuh, lalu gue menendang nya, tapi sialnya pisau itu terpental tak terlalu jauh.
Preman itu bangkit lagi dan langsung membanting gue ke tembok dengan sekuat tenaga, hingga kepala gue terbentur dan mengeluarkan darah.
"Aakhh... Hiks..hiks..." Tangis dari ke dua cewek itu terdengar di samping gue.
Ya, mereka berdua berada disamping gue, mereka tak ada hentinya menangis ketakutan.
dengan cepat preman itu mengambil pisau yang tadi gue tendang, lalu mencoba untuk menusuk gue di bagian wajah, tapi gue menahan pisaunya dengan ke dua tangan gue.
Tangan gue berdarah, ini sangat sakit, pergerakan gue tersudut oleh tembok.
"Arrgghh..." Rintih gue.
Si preman itu terus menekan pisau nya ke arah gue, sedang kan gue gak bisa bergerak kemana-mana
Gue melihat kearah 2 cewek.
"Lari...akh..." Ucap gue sambil menahan pisau tajam yang mengarah ke wajah gue.
Mereka pun langsung berlari secepat mungkin yang mereka bisa.
Ini memuakkan, gue sudah lelah.
"SIALAN!!..." teriak gue di wajah preman itu.
Gue pun langsung menendang burung nya lagi dengan dengkul gue.
Dugh...
Dugh..
Dia melepaskan pisau nya.
Dua kali tendangan dan itu mampu membuat nya berlutut meringis menahan sakit.
"Arrrgg... Bera-
Buggghhh....
Ucapan nya terpotong, kala gue memukul kepalanya dengan kayu yang berada dekat dengan gue.
Dan dia pun pingsan.
Gak nyangka gue, kalo bisa selamet .batin gue
Gue pun langsung pergi keluar dari gang tadi secepat mungkin, takut mereka bangun lagi yekan.
Setelah keluar dari gang, gue keinget makanan yang gue jatuhin tadi.
Dan lihat, ternyata makanan dan boneka itu masih berada di trotoar.
Gue pun langsung mengambil nya dan pulang penuh luka.
( Author : masih sempet-sempet nya dia mikirin belanjaan)
Tapi di tengah jalan, gue bertemu dengan mang Asep dan truk yang ia kendarai nya.
Mang Asep berhenti lalu turun dari truk nya kala melihat gue dengan tubuh yang penuh luka,
"Ya ampun neng, ini kenapa bisa begini" ucap mang Asep panik.
"Sakit mang, tadi Yoyon diserang 2 preman dijalan" ucap gue kesakitan.
"Yaudah, ayok, cepat naik, kita pulang" panik nya.
__ADS_1
Lalu gue pun pulang dengan mang Asep.