Complicated Lovers

Complicated Lovers
Three Sides


__ADS_3


...*Di ruangan yang gelap hanya diterangi oleh cahaya lilin....


...Samar-samar shilouette yang tercetak di dinding saling berargumen. Mempertahankan keegoisan masing-masing....


..."Hentikan! Aku tidak ingin melakukan hal ini."...


..."Apa maksudmu? Bukankah dari awal kau sudah setuju?"...


..."Tenangkan dirimu..."...


......Satu bayangan menangis dengan keras dan melempar semua barang sehingga membuat kegaduhan, sementara dua bayangan hanya menonton si malang yang histeris*.......


Airu menjitak kepala Yuuna yang baru saja datang.


"HEI! APA YANG KAU LAKUKAN!? KENAPA KAU MENJITAKKU? AKU KAN TIDAK TERLAMBAT!?"


"Kemana saja kau kemarin? Aku menghubungimu berulang kali tapi kau tidak mengangkat panggilanku!" Tukas Airu kesal.


"Aku ada urusan penting itu sebabnya aku tidak menjawab panggilanmu." Jawab Yuuna.


"Jadi maksudmu itu adalah Sawamura?" Tanya Yuuna.


"Iya."


"Lalu apa kau sudah menyerahkan bukti ke kepolisian terdekat?"


"Iya, dan korban sebelumnya juga merupakan clientku."


"Hm... Untuk saat ini aku hanya bisa mengatakan kalau Spider Lily Killer ini mempunyai keterkaitan denganmu."


"Maksudmu?"


"Kemungkinan besar dia merupakan client di club Olympus. Untuk saat ini semuanya belum terjelaskan dan masih berupa hipotesa saja. Yang perlu dilakukan adalah berjaga dari segala kemungkinan." Yuuna menatap Airu yang mengangguk pelan.


"Baiklah, aku mengandalkanmu."


Di tempat lain terjadi keributan. Beberapa anak hip-hop berkumpul di tengah jalan dan kubu sebelah adalah anak punk. Banyak orang yang berkumpul, penasaran apa yang terjadi. Sampai-sampai menyebabkan kemacetan lalu lintas.


"Yo Yo! Kami adalah kumpulan hip-hop jalanan berkarya tanpa batas Yo, anti punkers dengan rambut jabrik uhuh! Watssup man berikan jalan pada kami yeah!" Rap lelaki hip-hop membuat pengikutnya bersorak.


"Apa yang dikatakan si **** gempal ini?" Pria dengan jambul kuning itu mengorek telinga seolah tak mendengar.


"Kenapa aku harus membawa barang-barang mu juga!?" Celetuk Yuuna yang kini kedua tangannya dipenuhi dengan bungkusan dan tas.


"Itu menjadi tugasmu."


"Tapi aku harus kembali bekerja!"


Yuuna dan Airu baru saja keluar dari toko pakaian dan tanpa sengaja melihat keributan yang terjadi. Karena ia mempunyai tugas sebagai polisi yang teladan akhirnya ia membuang barang milik Airu dan segera menghampiri gerombolan itu.


"OI OI! Kau tahu ini barang-barang mahal! Ginjalmu saja tidak cukup untuk membeli semuanya!" Seru Airu kesal.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya Yuuna mencoba melerai kedua kubu.


"Jangan ikut campur!"


"Yo! Yo! Lihatlah gadis kecil ini, tiba-tiba datang! Hahah!"


Yuuna tak memperdulikan hal itu, ia dengan tenang membalas ucapan mereka.


"Sebaiknya kalian bubar, atau aku akan mendisiplinkan kalian semua ke dalam penjara."


"Yo, uhuh! Coba kau dengar gadis mungil ini, dia berkata akan mendisiplinkan kita!? What!? R'U kidding us!?"


"Hentikan rap mu yang tak berguna itu!!!" Pria jambul yang kesal akhirnya meninju si rapper. Hal itu memancing yang lainnya membuat keributan. Yuuna pun terjebak dalam kerumunan, dari kejauhan Airu mencoba mencari Yuuna.


"Eh! Astaga! Kemana dia!?" Airu bahkan mengambil ponselnya, membuka kamera dan memperbesar resolusi layar untuk mencari keberadaan Yuuna.


Tangan Yuuna menyembul dan mulai menarik jambul si jambul dengan keras.


"Akh!!!" Ringis si jambul. Setelah itu Yuuna menarik celana si rapper hingga celana briefs nya kelihatan.


"Ittai! Ittai! Lepaskan!" Pinta si jambul.


"SUDAH KUBILANG UNTUK BERHENTI! DASAR ********!." Yuuna semakin keras menarik sampai-sampai yang lain menjadi takut dengan kekuatan Yuuna.


"Wow! Inilah Hulk yang sesungguhnya!" Airu justru menikmati tontonan gratis.


Akhirnya kedua pembuat onar tersebut kini berada di kantor posisi. Keduanya dalam posisi berlutut dengan kedua tangan menghadap ke atas.


"Apa alasan kalian membuat keributan?" Tanya Yuuna.


"Ehm, eh Yo! Kam-...."


Belum selesai si rapper menyelesaikan kalimatnya, Yuuna terlebih dahulu memukul kepalanya.


"Apa!?" Tanya Yuuna seolah tak mendengar.


"Yoww, di-"


Lagi-lagi, Yuuna menamparnya sehingga pipinya memerah, bahkan si rapper mulai menangis. Kaiba hanya bisa menatap sedih dan empati.


"Bicara yang jelas!!!"


"A-ano, ini salahku. Aku menghalangi jalannya ketika ia ingin lewat." Ujar si jambul, ia meras kasihan dengan si rapper yang mendapatkan kekerasan dari Yuuna.


Dalam ruangan yang remang, seseorang tertawa keras. Bibir itu menyunggingkan senyuman mengerikan kepada seorang wanita yang kini terbaring di meja dengan kedua kaki dan tangannya yang terikat serta dalam keadaan tak berbusana. Wanita itu menjerit ketakutan ketika orang itu membawa pisau bedah, suntikan, dan alat operasi lainnya.


Wanita itu mencoba memberontak seraya memohon untuk di lepaskan.


"Apa? Kau minta dilepaskan? Hahahaha!" Orang itu mulai membelai rambutnya.


"Kau! Akan kujadikan boneka yang sangattt cantik... Hehe!"


"Tidak! Jangan! Jangan lakukan!"

__ADS_1


Pisau bedah itu perlahan mulai membelah perutnya.


"KYA!!!"


"Teruslah meringis! Itu membuatku semakin bergairah!!" Orang itu menggigit telunjuknya seolah dirinya terangsang setiap kali mendengar jeritan wanita setengah mati. Jeritan kembali terdengar ketika kedua matanya tertetes oleh cairan lilin yang masih panas.


"Menjerit lah!!!"


Suara tawa mengerikan menggema di sertai bunyi mesin gergaji yang mulai memotong tubuh wanita itu. Cipratan darah dimana-mana, setengah wajahnya juga terkena. Orang itu menjilati darah tersebut seolah dahaganya telah dipuaskan dengan darah dari wanita yang saat ini terbaru mengenaskan.


Seperti biasa menjelang malam, Yuuna menjelma menjadi Yuuma. Ia mulai terbiasa menjadi seorang host.


"Yuuma-kun!?"


"Ada apa Bebe-chan?"


"Apa kau sudah punya kekasih?" Gadis yang di panggil Bebe itu menggelayut manja pada Yuuma. Airu memperhatikan kedua manusia tersebut dari jarak jauh.


"Tch! Kenapa aku merasa aku telah kalah oleh seseorang." Gumam Airu pelan.


"Baru beberapa hari, dia sudah seperti pro." Ujar Shiki.


"Kau benar." Ren menyetujui pernyataan Shiki.


"Dalam satu malam dia bisa menggaet banyak hati wanita." Tambah Ren. Airu menatap tajam padanya.


"Tapi tidak sebanyak dirimu, hehe!"


"Psst, nona Kanzaki!" Shiki menepuk pundak Airu.


"Kanzaki-san!" Airu menyambut kedatangannya dengan ramah.


Kanzaki membalas dengan senyumannya lalu ia di bawa menuju tempat yang bersebelahan dengan Yuuma. Kanzaki memberi senyuman kepada Yuuma.


"Kanzaki-san." Sapa Yuuma.


Saat itu mereka bersenang-senang, menghabiskan waktu untuk berkaraoke dan minum. Setelah selesai Airu mulai menghitung uang yang diberikan Kanzaki.


"Uangnya sudah kuterima. Kanzaki-san, silahkan berikan kesanmu padaku pada buku ini." Airu menyodorkan sebuah pen dan buku. Yuuma memperhatikan Kanzaki dengan seksama hingga akhirnya ia dibuyarkan oleh Shiki yang datang dengan tergesa-gesa.


"Airu!!!!!"


"Ada apa?"


"Coba lihat ini!!!" Shiki memperlihatkan sebuah video.


...*Kembali terjadi lagi......


...Ditemukan mayat pada sebuah museum boneka*......


Dalam video terlihat seonggok mayat wanita yang terpajang berbalut dress gotik hitam. Terlihat ada jahitan di kedua lengan, kaki dan leher.


..."Anna-san!"...

__ADS_1


TBC... Terimakasih bagi yang sudah membaca, saran yang membangun merupakan support untuk Hachi-san!!! Salam Wangwang🐶💞


__ADS_2