
Airu's Apartment
Malam itu, Yuuna tidak bisa menutup matanya. Pikirannya terus berputar pada hari esok yang mungkin akan menjadi mimpi buruk baginya.
"Ayo tidurlah! Kenapa mataku sulit untuk diajak kerjasama!?" Yuuna membalik tubuhnya resah. Jam dinding berdentang seirama dengan detak jantungnya.
"Astaga! Matilah aku!" Yuuna bergegas menuruni anak tangga. Wajahnya yang panik membuat sang Ibu bingung.
"Kau kenapa? Ini baru jam lima lewat empat puluh sembilan menit. Tidak biasanya dirimu bangun sepagi ini?"
Yuuna tidak punya waktu untuk menjelaskan, ia sangat terburu-buru buktinya bisa dilihat dari pakaiannya yang serampangan.
"Aku pergi dulu!"
"Ibu..." Panggil Ryuga.
"Sejak kemarin sikapnya begitu aneh."
"Mungkin hanya perasaan ibu saja." Ryuga mendorong pelan tubuhnya untuk duduk di sofa, ibu tak bergeming.
"Jangan khawatir, karena Yuuna sudah dewasa."
"Oh Tuhan! Aku benar-benar terlambat!" Yuuna berlari tanpa perduli dinginnya kota Shinjuku saat ini. Ia melihat ke arah tujuannya, yaitu apartemen yang ditinggali Airu. Ia masuk kedalam lift dan menekan tujuan ke lantai tiga. Setibanya di pintu Room. 29. Ia melihat ke arah jam tangannya menunjukkan pukul 06:01 JST.
"Telat beberapa menit. Semoga dia belum bangun!" Gumam Yuuna pelan. Dia mengambil key room duplikat yang diberikan oleh Airu setelah terikat oleh kontrak kerja. Setelah pintu terbuka, ia berjalan mengendap-ngendap.
"Woah! Apartemen pria itu lumayan juga. Dan tunggu! Sepertinya aku pernah melihat design ruangan ini di blueprint milik ayahku! Ah, benar!!"
Yuuna melihat karya yang dibuat ayahnya secara detail, tetapi pandangannya tertuju pada lantai atas. Ia menaiki tangga tersebut dan melihat pria itu tengah tertidur pulas. Dia ingat bahwa ia harus membangunkanya.
"Bangun..."
"...." Tida ada reaksi. Kali ini Yuuna menggoncang tubuhnya.
"Oi! Bangun!"
"...." Lagi-lagi.
"Kalau begini caranya, aku akan memukulnya dengan bantal ini." Yuuna mengambil bantal tersebut dan mengambil ancang-ancang.
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga!!" Yuuna melayangkan bantalnya di wajah Airu namun Airu mendadak menghindar. Ia membuka matanya dan bangkit dari kasurnya, sehingga keseimbangan Yuuna hilang dan menjatuhkan tubuhnya di atas alas tidur empuk itu.
"Hoamm!" Airu menguap pelan.
"Kau sengaja?"
"Tidak!" Jawab Airu bohong. Yuuna hampir saja ingin mencakar wajahnya jika ia tidak memikirkan hutangnya.
"Kau terlambat beberapa menit." Ujar Airu mengingatkan.
"Ya-ya-ya. Aku terlambat." Yuuna pasrah.
"Cepat bersih-bersih. Aku ingin lihat semua dalam keadaan mengkilap tanpa debu sedikitpun ketika aku selesai mandi." Perintah Airu. Yuuna memulai kegiatannya dengan bersungut-sungut.
Airu telah keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk yang melilit pinggulnya. Satunya lagi ia sampirkan di pundak. Tubuh atletis nya terekspos dengan jelas.
__ADS_1
"Kau terkesima dengan tubuhku?" Tanya Airu ketika Yuuna menatapnya.
"Omong kosong!" Yuuna kembali membersihkan meja yang masih dalam keadaan setengah bersih.
"Malu-malu!" Airu terkekeh sementara Yuuna memutar bola matanya.
Ketika Yuuna selesai berbenah dan membersihkan lantai dua, ia mencium aroma yang lezat. Lantas ia turun dengan cepat dan melihat Airu tengah menggoreng sosis dan bacon. Ia menutup telinga ketika mendengar percikan minyak goreng. Tiba-tiba perutnya berbunyi cukup keras dan Airu menoleh ke arahnya.
"Lihat apa!? Kemari!"
"Kau yakin!?" Mata Yuuna berbinar.
"Kemarilah."
Dua piring sosis dan bacon telah dihidangkan. Airu menuangkan orange juice pada gelas Yuuna.
"Silahkan."
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan! Itadakimasu!!!" Yuuna melahap dengan pelan.
"Oh iya, makanan dikenakan biaya dua tiga ribu Yen." Yuuna hampir berhenti, Airu terbelalak ketika melihat Yuuna mengeluarkan makanan yang belum ia telan tepat di hadapan Airu.
"H-hei! Apa yang kau lakukan!?" Yuuna mengambil tissue dan mengelap mulutnya. Airu membeku, ia benar-benar tidak percaya dengan tindakan gila Yuuna.
"Lihat! Aku tidak memakannya, jadi.... Hutangku tidak bertambah bukan? Semua urusan sudah selesai, aku pergi dulu!" Yuuna tersenyum namun dalam hati ia menyimpan dendam dengan Airu.
"TUNGGU, MAU KEMANA!? BERSIHKAN DULU PIRINGMU!"
"BYE!"
BRAK
Yuuna membanting pintu tanpa menoleh sedikitpun. Airu menatap piring Yuuna dengan jijik, bahkan ia menggunakan glove untuk membawa piring itu ke wastafel.
"Dia gadis paling gila yang pernah kutemui." Gumam Airu.
"APA!?"
"MINTA MAAF!"
"KAU YANG HARUSNYA MINTA MAAF!"
"DASAR WANITA JALANG!"
Kedua wanita itu saling menjambak, sementara dua lainnya ikuti beradu.
"KURANG AJAR!"
"LEPASKAN AKU!"
"Kalian berdua berhenti!!!" Ada seorang lelaki yang berusaha menghentikan pertikaian para wanita itu.
"Ckck... Anak sekolah jaman sekarang liar sekali." Awalnya Yuuna tidak mau terlalu ambil pusing. Ia berfokus pada kerjaannya, akan tetapi keributan masih berlanjut. Suara pecahan vas bunga dan meja yang berdentum keras membuat Yuuna terganggu.
"KAU DASAR WANITA JALANG! BERANINYA MENGGODA KEKASIHKU!"
"KAU YANG JALANG!" Rekan kerja Yuuna tidak bisa meredakan pertikaian tersebut. Yuuna diambang batas kesabarannya, akhirnya ia maju dengan aura gelap.
"Sudah sudah! Tidak baik berkelahi, mari kita bicarakan baik-baik." Ujar Yuuna. Lelaki yang berada di depannya terpesona dengan kecantikan Yuuna, matanya tidak bisa beralih sedikitpun.
"MINGGIR JELEK!" Yuuna berusaha untuk tersenyum.
"Hentikan, ini adalah kantor polisi bukan club. Ayo kita duduk!"
__ADS_1
"BUKAN URUSANMU, PERGI SANA!!!"
"HEI! MASALAH KITA BELUM SELESAI!" Yuuna mengepal tangannya, sepertinya tidak ada jalan keluar lagi.
"Tamatlah. Kalian sudah membangunkan harimau buas dari kandangnya." Kaiba berdecak pelan.
"BE-RI-SIK!!!" Semua terdiam. Yuuna mencengkram kerah seragam kedua wanita yang tadi berseteru.
"Aku tidak perduli siapa yang merebut siapa, siapa yang menggoda, siapa yang memulai duluan tapi... Kalian sudah mengganggu ketentraman kota dan membuat orang disekitar tidak nyaman. Kalian pikir kota ini milik nenek moyang kalian!? Hahh!?" Nada suara Yuuna berubah bak yakuza. Salah satu dari mereka bergidik ketakutan sementara yang satunya lagi menangis.
"Bicaralah baik-baik dan selesaikan masalah ini secepatnya dan lekas pergi dari sini, jika kalian tidak mendengarkanku... Aku pastikan kalian akan ditahan dalam penjara dengan keadaan yang menyedihkan."
"B-baik!" Mereka serentak menuruti perintah Yuuna.
"Waahh, siapa nama kakak polisi itu!? Dia sangat cantik dan pemberani."
Yuuna menyeret kakinya menuju meja kerja tanpa mengatakan apapun.
"Huft! Karena terlalu lapar, moodku jadi tidak baik hari ini. Semua karena dia!"
Shiki mengunyah yakisoba yang ia beli dari minimarket dekat club mereka dengan lahap.
"Dia benar-benar aneh dan tak terduga." Ujar Airu.
"Nyam, nyam... Benarkah?" Mulut Shiki penuh seperti tupai.
"Eum..." Airu menceritakan kejadian tersebut tanpa ragu.
"Shiki."
"Hm?"
"Menurutmu, aku harus bagaimana?" Shiki menggeleng pelan.
"Haish, percuma saja aku bicara denganmu."
Cuaca cerah perlahan menjadi gelap. Beberapa restaurant dan cafe terlihat ramai. Ditempat yang sepi, Akari yang tak lain mantan sahabat Yuuna tengah berbicara dengan seorang pria. Sinar lampu menyoroti wajahnya yang muram.
"Kenapa? Kenapa!?"
"Maaf, aku selalu menganggapmu seperti adikku."
"ADIK ADIK ADIK! Aku tidak ingin menjadi adikmu!" Akari histeris.
"Akari..."
"Katakan padaku, apa yang kurang dariku?"
"...."
"Selama ini aku hanya memikirkanmu, membayangkanmu. Aku sangat mencintaimu Ryuga." Lirih.
"Kau akan menemukan yang lebih baik dariku."
"AKU TIDAK MAU YANG LAIN. AKU HANYA MAU DIRIMU!" Tidak ada jawaban dari mulut Ryuga yang tak lain adalah kakak tertua Yuuna. Ryuga menghela nafas, ia tidak tahan dan memutuskan untuk berbalik meninggalkannya tetapi, Akari memeluknya dari belakang.
"Aku mohon jangan pergi." Ryuga melepas pelukannya.
"Apa Sung Joo tidak cukup bagimu?" Akari terkejut, ia bertanya-tanya dalam hati bagaimana Ryuga bisa tahu jika dia menjalin hubungan dengan mantan tunangan Yuuna.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengungkit hal ini tapi... Kau sahabatnya bukan, kenapa? Kenapa kau melakukan itu?"
"Ryuga..."
__ADS_1
"Cukup..! Jangan pernah mengusik kehidupan Yuuna, diriku dan keluarga kami lagi. Hidup berbahagialah dengan Sung Joo." Ryuga tersenyum.
Have fun! Thanks to reader, don't forget to likes and comments 😘