Complicated Lovers

Complicated Lovers
Contract


__ADS_3


21:00 JST (Japan Standard Time)


Yuuna menunggu seseorang dengan wajah kusamnya, sesekali ia juga menyeruput milk coffee.


"Apa dia membohongiku?" Yuuna cek android berharap seseorang mengirim pesan padanya. Ia memandang ke arah jendela, dimana kendaraan berlalu lalang dalam hati ia berdoa orang yang ia pikirkan akan datang.


"Maaf maaf! Aku datang terlambat!!!" Seru pria dengan tubuh gempal dengan rambut gondrong berlari dengan berat. Kemeja yang ia pakai terlihat basah oleh keringatnya. Dia melepas kacamata hitamnya dengan nafas yang tak beraturan.


"Kau baik-baik saja? Ini ambilah." Yuuna memberikan saputangannya.


"Ah, terimakasih. Kamu baik sekali!"


"Kau mau minum apa? Aku akan memesannya."


"Coklat hangat, aku mau coklat hangat!"


"Baiklah. Permisi!" Yuuna melambaikan tangannya pada pelayan cafe.


"Ada yang bisa kubantu, Nona!?"


"Aku mau satu cokelat hangat."


"Baiklah, mohon menunggu sebentar."


"AIRU!" Teriak Shiki. Malam itu dipenuhi teriakan para pria yang tengah bersenang-senang, sehingga mau tak mau ia harus berteriak.


"Ada apa?"


Wajah Shiki terlihat tidak baik, seolah tahu arti raut wajah Shiki.


"Tenang saja. Nona itu tetap tamuku dan tamu Olympus Club." Airu menepuk pundak Shiki, seolah meyakinkan bahwa dirinya tidak apa-apa.


"Nona Aoi, tunggu sebentar. Aku akan segera kembali."


"Jangan lama-lama, okay!?"


 


"***Tamu adalah raja, ingat itu Airu***!"


 


"Selamat datang kembali, Nona Kanzaki." Wanita berpakaian kimono itu tersenyum dengan ramah kepada Airu.


"Silahkan masuk!" Dia menuntun Kanzaki menuju meja yang ditempati oleh Aoi.


"Apa Nona tidak keberatan duduk disini?"


Kanzaki menatap Aoi cukup lama lalu mengangguk pelan.


"Yosh! Kalau begitu apa yang ingin Nona Kanzaki minum?"


"Wine."


"Baiklah! Nona, kau kelihatan cantik hari ini." Puji Airu.


"Hei, Airu. Ketika aku datang kau tidak memujiku!" Aoi mengerutkan bibirnya.


"Aoi-san, selalu cantik." Wanita itu tersipu malu, ia merasa senang.


"Airu-san." Panggil Kanzaki pelan. Padahal saat itu suasana masih ramai, namun Airu bisa mendengarkan, bukan...! Airu tidak berani untuk mengabaikan panggilan Kanzaki.


"Perkenalkan, aku Tanuki."


"Aku Yuuna."


"Okay, jadi dimana barangnya?"


Yuuna bergegas menyodorkan totebag berisi figure yang ia curi dari kakaknya. Tanuki perlahan membuka bungkusan tersebut takut jika ia akan merusak barang yang ada di dalamnya. Ketika ia membukanya, matanya bersinar, dedua lubang hidungnya membesar.

__ADS_1


"WOAAHH! LUAR BIASA! INI FIGURE EDISI TERBATAS YANG KUCARI-CARI!"


"Lalu bagaimana dengan harganya?"


"Karena ini terbatas, harganya mencapai 400.000 yen."


"Sial! Bagaimana bisa si Haru membeli barang semahal itu?"


Yuuna meneguk salivanya ketika mendengar betapa mahalnya figure exclusive. Tanuki terus berceloteh, membongkar semua harga figure yang ia bawa. Sementara bolamata Yuuna semakin berputar karena takjub.


"Aku akan beli semua!"


"Eeeehh, kau yakin!?"


"Tentu saja!"


"Aku sangat berterimakasih padamu." Tanuki mengibas tangannya pelan.


"Akulah yang berterimakasih padamu."


"Setidaknya aku bisa mengumpulkan sebagian."


Tanuki melambaikan tangannya dengan bahagia.


"Sampai jumpa!"


Yuuna tersenyum dan ikut melambaikan tangan. Karena waktu hampir malam, ia memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan ia terus memikirkan uang yang baru saja ia dapatkan dan bayangannya tertuju pada Sung Joo.


"Tidak-tidak!" Dia menepuk kedua pipinya pelan. Awalnya ia sempat ingin meminjam pada pria itu tetapi ia mementingkan harga dirinya.


"Kalau begitu aku pulang, Airu jangan lupa kita akan pergi makan siang bersama!" Aoi mengerling.


"Tenang saja, aku tidak akan lupa!"


"Kalau begitu aku juga pulang." Kanzaki bangkit dan berjalan dengan pelan.


"Eh, kenapa sebentar sekali?!"


"Ah, nona polisi. Apa dia sudah mendapatkan uangnya?" Bergumam.


"Kalau begitu aku akan menghubunginya." Shiki duduk disebelah Airu, ia penasaran siapa yang dihubungi pria itu.


"Beraninya dia tidak mengangkat panggilanku!!! Heh, lihat saja. Aku tidak akan menyerah!" Shiki diam-diam melihat layar android Airu. Ia hampir saja tersedak minumannya, bagaimana tidak!? Ia menagih hutang kepada Yuuna di e-mail, medsos bahkan di kolom komentar.


@Ruru_Ai (Medsos)


*Halo nona Yuuna, kau tidak lupa dengan hutangmu kan?


Airuolympus@mail.com


Hutang, hutang. Pendek! Lunasi hutangmu*!


"Bukankah kau sudah berlebihan?"


"Berlebihan? Dialah yang tidak mau menjawab panggilanku!"


"Dan kau menggunakan akun lain?"


"Tentu saja, aku tidak ingin merusak image ku!" Shiki menggelengkan kepalanya. Yuuna cukup terkejut dengan aksi Airu.


"Pria gila ini! Beraninya!" Yuuna mengutuk. Ia menandai Yuuna pada gambar bill dan diberi text Kapan hutangmu dibayar?. Yuuna melempar tubuhnya ke atas kasur, berguling sambil menggeram.


"Grrrr!!!!"


"Yuuna-chan!!!" Tiba-tiba Haru datang dengan matanya yang sembab. Sepertinya Yuuna tahu apa yang akan ditanyakan kakaknya.


"Ada apa?"


"Apa kau melihat koleksi figureku? Beberapa hilang entah kemana." Jelas Haru.


"Jangan tanya aku! Aku tidak tahu apapun!!!"

__ADS_1


Hari demi hari, Yuuna seperti orang yang kesurupan. Kadang tertawa, terdiam, menangis, mengutuk dan itu semua disebabkan oleh Airu.


"Aku benar-benar turut sedih untukmu." Kaiba menepuk punggung sobatnya keras.


"Aku sudah tidak tahu harus meminjam ke siapa lagi. Setiap aku menghampiri, mereka pasti menghindariku."


"Yuuna! Ada yang mencarimu."


Android Yuuna bergetar dan ia mendapat satu pesan.


Pangeran Tampan


Aku sudah diluar...


Yuuna hampir saja memuntahkan isi perutnya ketika membaca nama yang diberikan oleh Airu untuk dirinya sendiri.


"Pangeran tampan!? Pergi ke neraka saja!!!!" Yuuna berjalan dengan energi yang mulai terkuras.


"Jadi...." Airu melihat Yuuna dengan seksama. Yuuna dengan cepat merubah rautnya, ia tersenyum.


"Tuan, sepertinya aku hanya bisa melunasi setengah hutangku. Percayalah aku sudah melakukan berbagai macam usaha dan hanya inilah yang bisa kudapatkan."


"Itu berarti kau harus menandatangani kontrak kerja ini." Airu menyerahkan dua lembar kertas. Yuuna membaca dengan sangat teliti ia bahkan tidak meninggalkan satu titik.


"HEI!" Yuuna menjadi marah dengan apa yang ia baca.


"Bukankah ini keterlaluan!"


"Keterlaluan bagaimana?" Tanya Airu memasang tampak tak berdosa.


Mari kita baca apa yang membuat Yuuna marah dan kesal!


 


**Peraturan Kerja**


 


Pergi ke apartemen tepat pukul 06:00, tidak boleh telat! (Telat : Bunga hutang bertambah 5%).


Bangunkan tuanmu paling lambat pukul 06:01 (Telat : Bunga hutang bertambah 5%)


Bersih-bersih apartemen tuan. Jika tidak bersih maka bunga bertambah seperti keterangan sebelumnya.


Ketika tuan mu menelepon atau mengirim pesan untuk datang maka harus datang! Tidak boleh terlambat lebih dari 10 menit.


Menjadi bodyguard yang patuh dan baik.


Setia pada tuanmu apapun yang terjadi.


Yuuna ingin sekali menggigit kepala pria yang ada dihadapannya sekarang namun... Ia tidak bisa berkata apa-apa. Airu merasa senang melihat wajah menyedihkan Yuuna, seolah ia telah mengalahkan seekor hewan buas.


"Mana stempelmu!?" Yuuna mengambil stempelnya ragu-ragu.


"Ayo cepat! Aku tidak punya waktu!"


"Iya, iya!" Yuuna membuka stempel miliknya, tangannya berusaha untuk mengecap kontrak tersebut Yuuna seolah tidak mau melakukan hal itu. Airu mendecak kesal karena tingkah Yuuna, jadi ia mendorong dan memaksa tangan Yuuna. Keduanya saling beradu, bahkan minuman yang mereka pesan bergetar akibat kekacuan yang mereka buat.


"Cepat cap kontrak itu!!!" Seru Airu, orang-orang melihat kejadian tersebut mulai berbisik-bisik.


"Tidak!"


"Cepat!"


"Tidaakk!"


"Kau cukup kuat ternyata!"


Airu mengerahkan sisa tenaganya untuk melawan Yuuna. Dan lembar kertas itu telah mendapat cap merah seperti yang diharapkan oleh Airu. Yuuna roboh seketika, ia menatap tangannya yang bergetar.


"Jangan lupa, besok kau sudah mulai bekerja! Okay, pem-ban-tu! Hahaha, sampai jumpa!" Airu memukul kepala Yuuna dengan lembar kontrak kerja yang sudah ia gulung setelah itu ia melenggang pergi dengan membusungkan dadanya.

__ADS_1


Hai minna-san! Maaf nih author belum menyuguhkan scene romantis, kemungkinan akan ada di chapter selanjutnya, selanjutnya, selanjutnya dan selanjutnya. Karena untuk awal, author ingin ngetrigger dulu baru disusul romance nya. Jangan lupa comment, karena comment kalian sangat berarti untuk kemajuan novel ini. Terimakasih!


__ADS_2