
kyo buru-buru melanjutkan kalimatnya..
"entahlah.. kurasa begitu.. maksudku kata hatiku mengatakan bahwa yang terlihat di luar itu bukan dirimu yang sebenarnya.. " ucap kyo.
ki terdiam mendengar ucapan kyo..
cukup lama ki dan kyo saling diam..
kemudian ki menghela nafas..
"tidak..tidak sama sekali.. kenyataanya berbeda jauh dari kata hatimu.. bahkan aku telah sangat dalam melukai hati hyung ku..aku berkata-kata kasar setiap kali berbicara denganya. .bahkan aku dengan mudah menghantam wajahnya dengan kepalan tinjuku hanya karena sebuah kesalahpahaman konyol." ucap ki dengan tatapan nanar,
matanya berkaca-kaca "semua hal gila itu aku lakukan tanpa tahu apa yang sudah woo berikan untukku, dia tak hanya memberikan bagian dari organ tubuhnya, tapi dia juga mempertaruhkan hidupnya..masa depanya.. hanya demi seorang joong ki yang tidak berguna. " bulir-bulir mulai menetes dari sudut mata ki.
kyo merasa dirinya terhanyut dalam kesedihan ki.. kyo merasa dirinya akan menangis, namun kyo menahanya.. dia merasa satu-satunya pelipur lara bagi ki, tak akan membantu jika dia pun menangis.
"joong ki'ssi.. jangan terlalu dalan menyalahkan dirimu sendiri.. kau berada dalam situasi seperti ini adalah diluar kendalimu.. ketidaktahuanmu mengenai ini jadi satu-satunya penyebab segala tindakanmu, tanyalah padanya mengapa dia merahasiakan segalanya dan terimalah serta pahamilah alasanya.. kemudian kembalilah menjadi adiknya yang baik.. sayangilah dia." tutur kyo lembut.
ki masih menangis " jika sesuatu terjadi pada woo.. "
"dia akan baik-baik saja.. percayalah.. " sergah kyo.
ki merasa merana sekali.. teasa perih hatinya.. terlebih woo masih belum sadar sampai saat ini.
__ADS_1
sejurus kemudian ki mengahadapkan tubuhnya ke arah kyo, mengubah posisi duduknya ke arah kyo..
"gomawoso yo.. " lirih ki
kyo tersenyun kecil sambil mengangguk.
ki menatap wajah kyo yang begitu cantik.. bola matanya yang indah berbinar seperti bercahaya di keremangan malam.
kyo masih tersenyum manis.. mata kyo menatap dalam ke mata ki.. menyelaminya begitu dalam. ki yang dalam situasi rumit merasakan kehangatan dari wanita di hadapanya ini. ki menyentuh tangan kyo.. dan perlahan mendorong tubuhnya ke arah tubuh kyo.. dan dengan singkat bibir ki singgah di bibir kyo yang kemudian memejamkan matanya. ki mengecup bibir kyo dengan lembut dan singkat. ciuman pertama singkat..
dan basah.. basah oleh air mata ki.
sedetik kemudian mereka salah tingkah..
"dia menciumku.. " pekik kyo tertahan.
"ehm.. " ki berdeham mencoba mengusir rasa kikuk dan canggung.
kyo diam saja "ugh.. wajahku pasti merah" gerutunya pelan.
"ehm.. aku akan menemui appa dan eomma mu lain waktu.. hari ini aku harua segera kembali menjaga woo" ucap ki.
"ne.. " ucap kyo singkat.
__ADS_1
ki kemudian keluar dari mobil dan membuakakan pintu untuk kyo.
udara malam dingin berhembus terasa dingin menerpa wajah ki dan kyo.
kyo berdiri menunduk di hadapan ki.
"ah aku sangat malu, eottokhae.. " ucap kyo dalam hati.
"masuklah.. mian.. kau bahkan belum makan malam.. " ucap ki salah tingkah.
"akh.. itu tidak apa-apa joong ki" jawab kyo tersipu.
"sampaikan salamku pada eomma dan appa mu.. " ucap ki kemudian. ki benar-benar canggung.. ini pertama kalinya dia mencium seorang gadis, bahkan di depan rumahnya.. juga bahkan memberi pesan salam bagi orang tuanya.
"ne.. gomawo..aku akan masuk.. berhati-hatilah joong ki" jawab kyo malu-malu. matanya menatap ke segala arah.. kyo terlalu malu untuk menatap ki.
Mobil ki pergi meninggalkan kyo yang berdiri melambaikan tangannya.
sepanjang jalan ki mencoba mengatur nafasnya.. namun masih saja begitu memburu.. bayang-bayang wajah kyo dengan mata terpejamnya.. bibir kyo yang lembut.. sayang sekali sesuatu yang manis itu terjadi dalam situasi yang tidak tepat.
"ffuuuhhhh.. " ki menghembuskan nafas panjang.
"mianhaeyo kyo..waktunya sangat tidak tepat.. tapi terimakasih untuk segalanya" ucap ki.
__ADS_1
ki benar-benar menemukan kehangatan dalam kepedihan.
lalu ki memacu mobilnya menembus malam kota seoul.