Confession

Confession
Eight


__ADS_3

ki benar2 merasa kacau mendengar ucapan ahjumma.. ahjumma mengatakan bahwa krystal junglah yang menaruh tabung kecil panjang itu didepan gerbang di setiap paginya.. dan ahjumma menambahkan bahwa mungkin krystal sibuk karna 1 hari dia tidak melakukan hal itu. ki berpikir itu pasti dimana kyo membawa tabung kecil itu ke kampus dan memberikanya pada ki. Ini sebuah kesalahpahaman.


**keesokan harinya **


......


-seoul university-


Kyo masuk kelas dan matanya menyapu seisi ruangan..


"dimana dia" gumamnya.


dia hanya melihat jung shin dan chang wook yg duduk disudut ruangan. mereka tengah bercengkrama satu sama lain.


jiwon melambaikan tangan pada kyo.. kyo menghampirinya..


"kau baik? " tanya jiwon


"ne..." jawab kyo singkat,matanya menatap ke arah pintu.. berharap seseorang muncul dari balik pintu itu.


namun, hingga pelajaran usai.. kyo tidak menemukan pria yang dia tunggu.


** song family's house **


Pagi itu ahjumma mengecek kembali barang yang akan mereka bawa ke Rumah Sakit.


dan setelah yakin semua lengkap ahjumma bergegas ke kamar ki.


ahjumma kim mengetuk pintu kamar ki " Doryeonim... apakah kau akan ikut menjenguk woo..? " tanyanya.


Ki yang sedang berdiri melamun di sisi jendela kamarnya bergegas keluar " ne.. mari kita pergi.. mungkin woo sudah sadar pagi ini" jawab ki.


......


........


.........


mereka tiba dirumah sakit 20 menit kemudian.

__ADS_1


mereka masuk melalui lobby utama.. menaiki lift ke lantai atas (lantai untuk VIP).


sesampainya di lantai yang dituju.. mereka menyusuri ruangan demi ruangan menjuju kamar dimana woo dirawat didalamnya.


Di dalam ruangan ahjumma dan ki mendapati dokter jung atau krsytal jung tengah menyuapkan sesendok bubur hangat untuk woo.


ki melangkah ragu2.. dia sungguh merasa bersalah.


"umh.. kau baik-baik saja woo?? " tanya ki dengan kikuk saat berdiri di samping woo.


"tentu saja.. aku baik-baik saja" woo tersenyum manis.


ki ragu untuk bicara "Aa.. aa.. aku..,, woo aku sungguh menyesal.. untuk semuanya" ki berbicara terbata-bata sesekali dia menunduk.


"itu.. sebuah kesalahpahaman" tambah ki.


woo tersenyum teduh.. senyum yang sangat ki rindukan.


"gwenchana.. ki" ucap woo lembut "gwenchana.. "


"....mianhaeyo woo" ki sungguh malu mengatakanya.


"wajar saja.. maksudku.. tentang kejadian kemarin.. tentang semua ini.. ini semua bukan apa-apa.. ini terjadi karena kau begitu mencintai gadis itu..


gadis yg selalu kau ganggu.. hanya saja..


kau mungkin tidak tahu cara untuk mencintainya.. " woo berkata dengan lembut.


"ne...??? " tanya ki tak paham.


woo tidak memudarkan senyumnya. "kau tahu?? aku melihatmu memperhatika gadis itu setiap pagi.. kau begitu terhanyut dalam cintamu saat kau menatapnya" terang woo seraya melanjutkan kalimatnya "hajiman... jika apa yang ku katakan ini adalah benar bagimu.. maka perlakukanlah gadis itu dengan baik.. " tambah woo.


ki terdiam..ki hanya diam menunduk.. dan lalu meminta diri untuk keluar sebentar.


ki merasa kakinya lemas..dikepalanya berputar-putar ingatan demi ingatan tentang bagaimana ki memperlakukan woo.. ki memperlakukan kyo..


dia merasa sangat kacau.. terasa sekali seperti ada sesuatu yang menepuk-nepuk kepalanya..


"ah..mereka berdua itu. mendapatkan perlakuan tidak adil hanya karna aku mencintai mereka" sesal ki.

__ADS_1


dia sungguh kacau.


ki duduk di barisan bangku di depan kamar inap woo. matanya menerawang.. berbagai pikiran berkecambuk di kepalanya yang mulai terasa berdenyut-denyut.


Semalaman ki terjaga.. dia mengisi malam itu untuk mengumpat pada dirinya sendiri..


memikirkan yang terjadi pada kyo dan woo.


krystal jung keluar dari ruangan dan melihat ki "apa ada yang mengganggu pikiranmu? " tanya krystal seraya duduk di samping ki.


membuyarkan lamunan ki.


"ah.. ani.. " jawab ki


krystal tersenyum.. dia tahu ki tidak berterus terang soal keadaanya. "ini seperti bukan dirimu" ucap krsytal.


"ehm.. apa dia akan segera pulang?? ah.. maksudku il woo?" tanya ki khawatir.


krystal jung terdiam beberapa saat "entahlah ki.. " jawabnya setelah diam seolah berpikir mencari kata yang tepat.


ki mengernyit tak mengerti.


krystal jung melanjutkan kalimatnya.


"dokter yang menangani woo mengatakan bahwa kondisi woo sangat lemah.. ehm dari awal kondisinya memang lemah..


terlebih setelah dia mendapatkan hantaman keras pada kepalanya"


ki menunduk.


"ani.. aku tidak akan menyalahkanmu atas segala yang terjadi.. tapi.. " krystal tak melanjutkan kata-katanya untk beberapa saat dan mulai bicara beberapa detik kemudian "tapi.. aku sungguh sudah tidak sanggup memendam ini..


terlebih melihat hubungan kalian berdua yang semakin buruk.. itu membuatku benar-benar tak sanggup memendam ini lebih lama lagi.. " ucap krystal


ki memalingkan wajahnya ke arah krystal jung.


"mwo?? " lirih ki


krystal menatap lurus ke depan dan menghela nafas " entahlah.. apakah kali ini aku harus benar-benar bicara tentang kejadian di hari itu.. bertahun-tahun yang lalu.. kejadian yang seolah membuat jarak di antara kalian berdua"

__ADS_1


ki menatap tajam ke arah krystal jung.. menunggu setiap kata yang keluar dari bibirnya..


__ADS_2