Confession

Confession
Twenty


__ADS_3

"woo.. mereka berlari ke arah kamar woo" seloroh ki panik.


ki langsung berlari sekencang-kencangnya.. dia menabrak seorang ibu berbadan gemuk dengan riasan wajah norak.. dan rambut yang di sasak tinggi menjulang..tubuh bundar wanita itu berputar-putar di buatnya..


"Yyyyaaaaa.. kauuuuu.. " bentaknya pada punggung ki


"aigoo.. aigoo.. rambutku" gerutunya. beberapa orang terkekeh melihat kejadian itu.


ki tidak merespon.. dia tetap berlari..


"woo'ya.. kau kenapa..? " ki masih tetap berlari..


itu dia ruanganya.. ki membuka ruangan dengan cepat dan masuk ke dalam dengan cepat..


"woo yaaaaaaaa. " teriakan ki sangat keras.


ki berhenti berlari dan terengah-engah.. lalu pandanganya dengan cepat mengarah ke arah tempat tidur woo..


betapa terkejutnya ki......


.....


........


.............


Betapa kagetnya ki melihat woo sedang duduk di atas tempat tidurnya,mulutnya terbuka lebar bersiap menerima suapan dari sang perawat..sementara mata woo terbelalak melihat ki masuk dengan terengah-engah..


sang perawat melongo dengan memegangi sendok yang berisi bubur menggantung tepat di depan wajah woo..


mata ki berkedip-kedip tak percaya..


ki terbengong-bengong..melihat apa yang dia lihat.

__ADS_1


krik..krik..krik...


"ahh...aku..aku.." ki menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal.


"kau sudah bangun woo?" ki perlahan berjalan mendekat ke arah woo.


ki luar biasa bahagia melihat woo sudah sadar. tapi itu tidak menghapus kecanggunganya terhadap woo.


Sang perawat tersenyum, dia lalu menyerahkan mangkuk berisi bubur itu kepada ki.


"kau datang di saat yang tepat" ujar sang perawat.


"mwo?? naega?? naega wae??" ucap ki pelan.


"dia hyung mu kan? dia sudah sadar sejak 30 menit yang lalu..nah..suapi dia" ucap sang perawat lalu pergi.


ki diam saja..dia bingung..


"ya..knapa kau? berikan mangkuk itu padaku..entah berapa hari aku tidak melihat makanan..dan mereka hanya memberiku bubur dengan bayam dan wortel.. menyebalkan sekali.." celoteh woo.


ki diam saja.


ki dengan kikuk menyendok buburnya dan mengarahkanya ke mulut woo.


"ehm..ini..inii..makanlah.." ucap ki terbata.


woo memandangi ki dengan tatapan heran.


"ah..apa ini panas??aku akan meniupnya.." ki salah tingkah. "fiuh..fiuh..fiuh.."


woo heran melihat tingkah ki.


"kau..apa kau sakit?" ucap woo.

__ADS_1


"mwo?..annii.." jawab ki.


"lalu..apa ini? kau terlihat seperti mengkhawatirkanku?" ucap woo "ini seperti bukan dirimu."


ki menaruh sendok kembali ke mangkuknya dan terdiam..


"mianhae woo" ucapnya kemudian


woo mengernyitkan kening..


ki menaruh mangkuk itu di meja dekat tempat tidur woo.


"aku..aku.." ki berusaha agar air mata nya tidak menetes.


"aku kini tahu segalanya.." ucap ki "mianhae woo." ki mulai mengalirkan tetesan-tetesan hangat dari sudut matanya.


"tentangmu..tentang kita..tentang semua ini.." ki terisak.. "aku..aku..mianhae woo" ki tidak dapat menyembunyikan tangisnya...


"mianhae woo..mian.."


woo lalu memeluk ki.. ki menangis dipelukan hyung nya.


hangat tubuh ini...aroma tubuh ini..pelukan ini.. begitu ki rindukan..begitu ki rindukan..begitu ki rindukan.. sangat rindu..


"mian.." lirih ki


"hajima.." ucap woo "jangan minta maaf lagi..ini bukan salahmu.."tambah woo.


"mengapa kau merahasiakan ini semua? mengapa kau membiarkan aku membencimu selama bertahun-tahun??" ki menangis mendekap tubuh woo.


"jangan menangis lagi..sudahlah.. segalanya sudah berlalu dan aku baik-baik saja" ucap woo lembut.


ki sesenggukan..wajahnya sembab..matanya merah..

__ADS_1


"mianhae woo" ucap ki berulang-ulang.."mian.."


__ADS_2