Confession

Confession
Twenty seven


__ADS_3

Song joong ki berdiri gagah di depan altar.. ki mengenakan stelan jas berwarna putih cerah.. seuntai bunga terselip di saku atas jas nya..


pintu depan gedung itu terbuka..


ki membalikkan posisi berdirinya menghadap ke arah pintu.. red carpet terhampar antara tempat ki berdiri sampai ke ujung daun pintu..


nampak kyo yang sangat cantik nan anggun dengan balutan gaun yang indah dan mewah..


sang appa membimbing kyo berjalan ke arah ki..


sampai di hadapan ki.. sang appa menyerahkan tangan kyo pada ki..


prosesi sakral berlangsung...


tiba saatnya moment sang pria mencium wanitanya..


ki memegang wajah kyp dengan sebelah tanganya..


ki memiringkan wajahnya.. dan mendekatkanya ke wajah kyo.. perlahan ki akan mengecup bibir kyo...


......


.......


......


"yyyaaaa... yyaaa song joong ki.. " woo berteriak-teriak kaget saat mendapati ki mencengkram wajahnya dengan erat dan seolah ki akan segera menciumnya..


mata ki masih terpejam.. tapi cengkraman tanganya semakin erat di wajah woo..


"haishh.. bocah tengik ini.. menjijikan sekali.. " umpat woo seraya mencoba mendorong-dorong badan ki..


"nado saranghae.." ucap ki seraya mengatupkan kedua bibirnya seolah dia akan mencium sesuatu..


"mwo?? nado?nado apa? aq sebenarnya bocah ini sedang mimpi apa.. haishh.." woo menendang tubuh ki..


hingga ki terguling dan jatuh dari tempat tidur..


ki terkejut.. dan terbangun dari tidur tepat sesaat setelah dia jatuh..


dia memandang ke sekililing..

__ADS_1


"ah.. dimana pengantin ku??" tanya ki bingung.


"mworago???? yya.. menjijikan sekali.. " ucap woo seraya memegang dadanya sendiri.. seolah melindungi dirinya dari tangan nakal ki.


"yaa.. apa-apa an kau ini..?" tanya woo


"akhh.. hyung.. ternyata itu mimpi.. " jawab ki mendengus.


"yya.. hyung.. ada apa di dadamu? kenapa kau memegangnya seperti itu?? " ucap ki.


"bocah ini.. kau hampir saja menodaiku.. " ucap woo jijik.


"mwo?? naega?? " ucap ki seraya menunjuk hidungnya.


"wahahahaha.. jinjjayo? " ki terbahak-bahak.


woo meringis geli..


ki lalu pergi masih dengan tawa lebarnya..


"yya.. eodiga?? " teriak woo.


ki menuju kamarnya..


membuka pintu kamar.. tawanya telah hilang.. kini wajah ki begitu sendu..


ki berjalan menuju tempat tidur.. lalu merebahkan diri ke atasnya..


"kyo.. aku sangat merindukanmu.. "


ki memejamkan matanya.. "bogo sipeo.. song hye kyo"


"aku akan membuat segalanya baik-baik saja kyo..gidaryeo...." lirih ki dengan mata masih terpejam.


ki melirik ke arah jam dinding di sisi kanan tempat tidurnya.. pukul 8 pagi..


'apakah appa kyo sudah mengantar susu' benak ki.


ki bergegas bangun..menuju kamar mandi yang terdapat di kamarnya..


ki mandi.. dengan berbagai hal dalam benaknya..

__ADS_1


air yang mencurah dari shower yang menerpa kepalanya ternyata tidak melunturkan kerumitan dalam kepala ki..


ucapan appa kyo terus saja bergema di kepalanya..


'lebih baik kita sudahi lebih awal'


"tuan song.. aku tidak akan menyudahi hubungan ku dengan putrimu.. di awal ataupun di akhir.. karena aku akan mencintainya sampai kapanpun.." ucap ki pada cermin dalam kamar mandinya..


30 menit kemudian terdengar deru mesin mobil keluar dari pelataran kediaman song grup..


ki memacu kendaraanya menuju tempat yang sangat ingin dia datangi..


# KediamanKeluargaKyo


....


selepas perseteruanya dengan appa kemarin..


tak ada apapun yang berhasil masuk kedalam tubuh kyo..


tak makan.. dan tak minum.. hanya menangis..


kyo merasa sebuah sayatan kecil telah mebabat habis kebahagiaanya..


ini adalah kali pertama kyo merasakan apa yang disebut cinta..kali pertama kyo merasa seorang namja menyentuh relung hatinya dengan sentuhan yang begitu indah. sentuhan yang begitu kyo rindukan..


namun appa nya bersikeras menolak hubungannya dengan ki..


"chagi'ya.. putri kita tidak keluar kamar sejak kemarin" ucap eomma kyo cemas.


"biarkan saja.. itu lebih baik daripada jika aku yang menguncinya dikamar" ucap appa ketus.


"suamiku.. ini seperti bukan dirimu.. " sungut sang eomma.


"hye kyo adalah satu-satu nya putri kita.. iya tidakkah kebahagiaannya adalah dambaan kita? " tegas eomma.


appa kyo tak bergeming.. appa terus menyibukkan diri mengemasi susu ke dalam botol-botol susu.


"jika sesuatu terjadi pada putriku.. " ucap eomma..


"diamlah.. " bentak sang appa.

__ADS_1


__ADS_2