
Akhirnya mobil mereka sampai di gedung pernikahan, yang sudah disediakan karpet merah layaknya raja, berjejer bodyguard yang memakai kacamata hitam dan berbalut jas berwarna hitam rapih
Pintu mobil pun terbuka keluar lah sherly dengan gaun pernikahan berwarna putih dan faiz yang berbalut jas berwarna yang sama dengan sherly, faiz pun menggandeng lengan sherly dan berjalan memasuki gedung tersebut
Saat memasuki gedung para tamu mengalihkan pandangannya ke arah mereka berdua, berbagai macam ekspresi mereka keluarkan senang, bahagia, terharu dan lain-lain. Di depan sudah berdiri pendeta dan kedua orang tua faiz
“saat nya kedua mempelai saling berhadapan dan mengucap janji suci” ucap pendeta, Faiz dan sherly pun mengikuti arahan, mereka saling berhadap-hadapan
“saya faiz alaska choirul mengucapkan janji suci hari ini detik ini saya menikahi sherly aditya chopra yang akan menjadi pendamping hidup saya sampai tua dan saya berjanji akan setia dalam keadaan apapun”
“saya sherly aditya chopra menerima faiz alaska choirul sebagai suami saya yanga akan menjadi pendamping hidup saya sampai tua dan saya berjanji akan setia dalam keadaan apapun”
Suara tepuk tangan pun riuh di gedung pernikahan mereka setelah sherly dan faiz selesai mengucapkan janji suci, faiz pun memeluk sherly dan memasangkan cincin di jari telunjuk sherly sama juga dengan sherly yang memasangkan cincin di jari manis sherly
Faiz pun mengecup kening sherly dan menunjukan cincin yang tersemat di jari mereka, suara tepuk tangan pun riuh kembali
“selamat sayang” ucap dara a.k.a mama faiz
“makasih mah” ucap mereka berdua
“faiz antar sherly kekamar untuk istirahat kasian kalo dia kecapean” ujar dara
“iya mah faiz anterin sherly dulu” faiz pun menggandeng tangan sherly dan berjalan kearah kamar yang sudah di sediakan
“kamu istirahat sebentar aku mau ketemu sama para tamu” ucap faiz saat sudah sampai di kamar
“iya” faiz pun berjalan meninggalkan sherly sendiri di kamar tak lupa ia menutup pintu
“mah pah apa kabar di sana sekarang sherly udah nikah, pasti mama sama papa bahagia padahal sherly berharap banget mama sama papa dampingin sherly tapi gapapa deh yang penting sherly udah bikin mama seneng” gumam sherly dalam hati dan ia menitihkan air matanya
“mah sherly masih inget sama ucapan kakek kalo sherly punya abang sama sodara, tapi mereka dimana? Sherly pengen liat wajah mereka, oh iya kemarin taemin prince nya sherly ngirim surat mah katanya dia kangen sherly” sherly masih menitihkan air matanya
“sayang kenapa kamu nangis?” tanya faiz terkejut karna melihat sherly yang menangis
“gapapa aku cuma nangis bahagia” jawab sherly dan menghapus air matanya
“kirain ada apa aku khawatir sayang” gumam faiz dan membawa tubuh sherly dalam pelukannya
“aku juga bahagia bisa nikah sama kamu sayang” bisik faiz
“i love you my husband”
“i love you too my wife”
__ADS_1
___
__
“aduhh akhirnya bisa tiduran” ucap sherly yang membaringkan tubuhnya di atas ranjang faiz pun mengikuti sherly dan berbaring di samping sherly
Ya, ini sudah jam 9 malam dan acara pernikahan mereka sudah selesai, bahkan mereka sudah menjadi pasangan suami istri. Mreka juga sudah sah melakukan hubungan suami istri, hmmmm.
“sayang” panggil faiz sambil memeluk sherly
“hm? Ada apa” sherly pun menengok ke faiz yang b erada di sampingnya
“aku minta jatah” bisik faiz dan meniup leher jenjang sherly
“masih ada aku dady nanti ya kalo momy udah ngelahirin aku sama abang” ucap sherly dengan suara anak kecil yang dibuat-buat
“yahh ini aja lima menit” faiz pun menunjuk-nunjuk bibirnya
“dua menit”
“lima ya sayang”
“dua atau gak sama sekali” faiz pun pasrah namun ia langsung menyerang bibir sherly dengan rakus layaknya anak bayi mendapatkan permen
Faiz yang baru sadar sherly kehabisan napas cepat-cepat ia melepaskan lumatannya, sherly pun mengambil napas sebanyak-banyaknya
“kamu mau aku mati hah!?” tanya sherly dengan tatapan sinisnya
“heheh bibir kamu manis sih jadi aku ketagihan” ucap faiz sambil terkekeh
“liat nih bengkak” sherly menunjukan bibirnya yang bengkak ke faiz
“utututu maaf ya sayang” faiz menarik sherly masuk kedalam pelukannya
“istri siapa sih ini lucu banget kalo lagi ngambek” ujar faiz dan meng-gigit pipi chuby milik sherly
“istri siapa ke yang mau” ucap sherly sinis
“tututu tambah lucu kalo lagi sinis” faiz masih menggoda sherly
“awass aku gerah pengen mandi” protes sherly yang sudah tak nyaman dengan gaun pernikahannya
“mandi bareng ya” ujar faiz sambil melepaskan pelukannya
__ADS_1
“ngak “ tolak sherly
“bukain seleting gaun yang di belakang” suruh sherly dan membelakangi faiz
Faiz pun dengan telaten membuka sleting gaun sherly, saat sudah selesai terpampang lah tubuh belakang sherly yang putih membuat gairah dalam diri faiz bergelojak
“sayang aku mau nyusu” ucap faiz seperti anak kecil
“selesai mandi” ujar sherly, inilah yang dari tadi sherly pikirin pasti faiz minta yang ngak-ngak
“sekarang aja aku haus sayang” desak faiz dan membalikan badan sherly menjadi menghadap kearah nya
Ia pun menggulum bukit sherly yang berada di kanan dan yang kiri ia main kan, sherly menahan desahan yang akan keluar dari mulutnya. Kalau keluar pasti akan berurusan dengan panjang
Faiz masih mengulum dan memainkan kedua bukit tersebut “iz udah sakit akhh” ucap sherly dan ia teriak saat faiz meng- gigit putingnya sedangkan pelakunya hanya tersenyum lebar menampilkan gigi putihnya
“entar habis mandi lagi ya lagi ya” pinta faiz sebelum sherly berjalan ke arah kamar mandi
“iya awas ah aku mau mandi” sherly pun berjalan setelah mengiyakan permintaan faiz
“mandi nya cepetin ya” ucap faiz dari luar
Sherly pun menyalakan shower nya dan air keluar berjatuhan menyentuh kulit lengket sherly, beberapa menit kemudian sherly pun selesai membersihkan dirinya sekarang ia merasa lebih segar
Sherly pun keluar dari bilik kamar mandi dengan berbalut bhatrobe dan mendapatkan faiz yang sedang tiduran di ranjang dengan tidak memakai bajunya, menampilkan otot kekar dan perut six pack nya
“sherlyy cepet aku haus lagi” ucap faiz yang sudah tak sabar
“iya aku pake baju dulu” ujar sherly namun faiz langsung melarangnya
“jangan aku udah gak sabar” bantah faiz
“tapi nanti aku kedinginan faiz” ucap sherly
“tuh ada selimut dua” faiz menunjuk ke arah selimut yang berjumlah dua
“niat banget kayaknya ni orang” gerutu sherly, Ia pun berjalan mendekat ke arah ranjang
“sherly lepas bhatrobenya” ujar faiz dan sherly pun menurut membuka bhatrobnya dan menampilkan tubuh polos dan perut buncit
“nah sini naek” ucap faiz menepuk di samping nya
Sherly pun naek ke ranjang dan menidurkan dirinya di samping faiz, no no no bukan faiz tapi baby faiz padahal sherly belum lahiran ckckck
__ADS_1
“mulai ya” bisik faiz , ia pun mengulum bukit sherly dan memainkannya seperti tadi, huftt entah sherly bisa tidur apa ngak