
_____o0o
Sherly pun sampai di kantornya, ia cepat-cepat menuju lobi utama. Terlihat banyak karyawan yang bekerja di perusahaannya menunduk takut karna mafia yang sedang mengancam mereka menggunakan senjata tajam.
Dorr
Sherly barusan menembakan pistol ke arah atas mengalihkan pandangan mafia tersebut.
“wahh lihat siapa yang datang,” ucap seorang lelaki dari kubu mafia dengan nada yang meremehkan.
“kalian salah mencari lawan,” desis sherly menyeringai penuh.
Mereka pun tertawa terbahak-bahak,”hey nona kau cuman sendiri sedangkan kita sangat ramai” katanya dengan sombong.
“mending kamu serahkan saja uang perusahaan ini atau kamu bakal mati di tangan kita” lanjutnya.
“langkahi dulu pemilik perusahaan nya” ucap sherly.
Salah satu dari mereka pun maju dan melayang kan pukulan ke arah sherly, tetapi sherly tepis serangan tersebut dan membalasnya dengan menendang tepat dada lawannya membuat lawannya tersungkur ke tanah dan terbatuk-batuk mengeluarkan darah.
“ck kuman” gumam sherly
“wahh ternyata kau sangat hebat nona,” ucap kubu mafia, mereka pun menyerbu sherly dari segala arah.
Sherly menangkis serangan mereka dan membalasnya, karyawan yang melihat sherly di keroyok heboh mereka berusaha mencari pertolongan untuk sherly. Tiba-tiba bodyguard sherly berdatangan dan melayangkan tinjuan kearah mafia.
Sherly segera keluar dari keributan tersebut dan seseorang memeluk sherly membuat sherly terkejut.
“kamu baik-baik aja kan sayang?” gumam seseorang yang sedang memeluk sherly.
Sherly mengenal suara dan wangi parfum dari seseorang yang sedang memeluknya, ini faiz.
“aku gakpapa sayang jangan khawatir” ucap sherly dan mendongak melihat faiz yang menatapnya khawatir.
“bunda!!!” teriak seseorang dan memeluk sherly, adel.
“hey anak bunda kok gak tidur?” tanya sherly mengusap lembut rambut anaknya.
“gimana bisa tidur kalo bunda dalam bahaya untung papa langsung kesini sama bodyguard bunda” ucap adel menatap bunda nya sendu.
Sedangkan delio menatap sherly khawatir tetapi ia tutupi dengan wajah dinginya, delio melihat lebam di wajah sherly dan sudut bibir sherly yang berdarah.
Pertarungan sudah selesai, bodyguard sherly memenangkan pertarungan dan mafia tersebut terkapar lemah.
“nona mereka sudah kalah apa mayat mereka ingin di bakar?” tanya salah satu bodyguardnya
“tidak perlu di bakar, lempar saja mereka kekandang singa,” suruh sherly.
“siap nona,” bodyguard tersebut pun menunduk hormat dan meninggalkan sherly dengan keluarganya.
“ayo kita pulang,” ucap faiz dan menggendong sherly bridal style diikuti adel dan delio.
“tapi mobil aku gimana?” tanya sherly.
“ntar aku suruh bodyguard aku yang ngambil” jawab faiz dan menaruh sherly di bagian kursi depan, faiz pun memutari mobil dan memasukinya. Adel dan delio sudah masuk di kursi belakang.
Mobil pun berjalan meninggalkan tempat kejadian. Keadaan di dalam mobil sangat hening.
__ADS_1
Karna merasa tak nyaman dengan keheningan adel memulai bicaranya, "bun apa tadi sekelompok mafia? " Tanya adel.
"Iya, emang kenapa? " Jawab sherly menatap adel.
"Eh oh gakpapa ko cuman nanya aja" Ucap adel gugup.
"Ck kamu ini" Gumam sherly dan menatap ke depan lagi.
Akhrinya mobil mereka pun sampai di mansion, mereka ber empat keluar dan berjalan masuk ke dalam mansion.
"Kamu duduk di sofa aku mau ngambil obat dulu buat gituin luka kamu" Ujar faiz menyuruh dan faiz pun menganggukkan kepalanya.
Sherly duduk dengan memegangi perutnya yang terasa keram akibat kena tendangan, sedangkan adel menatap sherly khawatir.
Faiz pun datang dengan menenteng kotak obat, ia duduk di sebelah sherly.
Faiz mengambil kapas dan menuangkan obat merah setelah itu ia menempelkan pada luka sherly.
"Shh sakit,"Keluh sherly saat kapas menyentuh di sudut bibirnya.
"Lagian udah tau kamu perempuan masih aja main berantem-beranteman batu banget punya istri yang ini," Ucap faiz sambil menekan kapas nya membuat sherly menahan perih.
"Shh kamu ngobatin aku apa ngomelin sih," Kesal sherly.
"Ngomelin kamu" Ucap faiz.
"Bun perut bunda kenapa? " Tanya adel yang dari tadi melihat bunda nya memegang perut.
"Hamil" Jawab sherly asal membuat adel terkejut, hey dia khawatir.
"Heheheh ngak ko bunda cuma laper" Ucap sherly beserta kekehan nya dan adel menatap bundanya kesal karna di bohongi.
"Aduhh bener deh bund-aww" Ucapan sherly terpotong karna faiz mencolek perutnya.
"Katanya laper" Ledek faiz.
"Tuh kan perut bunda sakit" Ucap adel.
"Ck iya iya perut bunda sakit gara-gara ketendang" Pasrah sherly.
"Bandel" Ucap delio menatap sherly dingin.
“ehh anak bunda udah gak dingin lagi nih sama bunda?” goda sherly membuat wajah delio merah padam.
Sherly tertawa terkekeh kecil melihat wajah delio,”anak bunda lucu ya,"ucapnya.
Adel yang melihat wajah abangnya tertawa terbahak-bahak, lihat wajah delio sudah sangat merah sampai ke kupingnya. Karna merasa malu delio meninggalkan mereka bertiga menuju kekamarnya
“tuh kan anak kamu ngambek kamu sih,” tuduh faiz.
“dih adel noh ketawa kenceng banget,” tuduh balik sherly menunjuk adel.
“dih ko adel sih bun, kan bunda yang ledekin abang” adel membela dirinya.
“iya iya salah bunda yaudah kamu naik habis itu tidur ya” suruh sherly.
“iya bun good night.”
__ADS_1
Cup cup
Adel mencium kedua pipi faiz dan sherly, ia pun menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.
“nahh kan udah pada tidur, gimana kalo aku kasih hukaman ke kamu”
“tap-”
Faiz langsung menggendong sherly bridal style dan membawanya masuk ke kamar mereka berdua, silahkan kalian berimajinasi sendiri apa yang bakal faiz kasih ke sherly.
_______o0o
“bunda aku sama abang berangkat ya” teriak adel di depan pintu mansion.
“iya hati-hati ya jangan kebut-kebutan” teriak sherly yang berada di dapur.
“bye bun”
Adel dan delio pun menaiki mobilnya masing-masing dan menjalankannya. 20 menit perjalanan akhirnya adel dan delio sampai di parkiran sekolah, adel dan delio pun keluar dari dalam mobil. Kalian pasti tau lah mereka berdua akan menjadi pusat perhatian.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya sampai ke kelas mereka masing-masing.
“hello guys!!” sapa carla dan zahra saat masuk kelas, adel hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman nya tersebut.
“del minjem buku mtk lu dong yang pr soalnya gua beluman” pinta carla saat menaruh tas nya di samping adel.
“ambil aja di tas” ujar adel dan carla pun mengambilnya.
“makasih adel sayang kuh” ucap carla.
“gua masih normal” kesal adel saat bibir carla menempel di pipi nya.
“iya iya pacar nya rios” adel hanya memutar bola mata nya malas dan carla pun mengerjakan pr mtk nya.
_______o0o
Bell istirahat sudah berbunyi sudah dari tadi dan sekarang adel cs sedang menyantap makanannya kadang mereka juga bercanda dengan lelucon carla dan zahra. Akhirnya mereka pun menyelesaikan makanan nya.
“ehh tau gak lo katanya bakal ada murid baru” celetuk carla yang sedang mengelap mulunya menggunakan tisu.
“serius!! wahh target gue selanjutnya nih” ucap sifa antusias.
“lo tau dari mana?” tanya adel penasaran soalnya sherly tidak mengasih taunya.
“kata mama gue,”jawabnya carla,” emang lo belum di kasih tau bunda lo?” tanya nya lanjut.
“belum” jawab adel.
“emang bakal ada berapa anak baru?” tanya zia menatap carla.
“kata mama gua sih sepuluh lebih” jawab carla.
“yesss semoga wajah mereka ganteng semua dan semoga anu nya mereka gede-gede” sifa mengangkat tangan nya seperti berdoa.
“gila lo” sahut zahra.
Plakk!!
__ADS_1
_____o0o