CRAZY CEO

CRAZY CEO
CRC#5


__ADS_3

Faiz kaget karna sherly menembak tepat di jantung sang musuh


"Bakar dia" Suruh sherly dan para bodyguard pun membawa pergi musuh


Sherly dan faiz pun meninggalkan sekolah dan pulang ke mansion sherly


Skipp pulang>>


"Sherly jangan main senjata" Ucap faiz dingin saat memasuki kamar sherly


"Apa urusan anda tuan? " Tanya sherly dan bangkit dari sofa yang ada di kamar milik sherly


"Kau mau marah? Marah saja saya cuman membersihkan kuman²" Lanjut sherly


Sherly pun berjalan ke faiz dan saat di depan faiz dan...


"Kau mau menghukum ku? " Bisik sherly lirih


"Ya aku akan menghukummu dengan ini" Balas faiz dan langsung melumat bibir sherly


Sherly pun membalas ciuman faiz dan makin lama semakin panas, ciuman faiz pun turun ke leher jenjang milik sherly sesekali faiz mengigit dan melumat nya


"Ngehh ahh faiz ini ahh" Desah Sherly


Faiz pun yang mendengarnya semakin semangat


'Akhirnya gua bisa nikmatin' batin faiz


Tangan faiz pun mulai berjalan ke dua gunung kembar milik sherly, ia meremas nya dan membuka


Sherly pun semakin larut dalam permainan ia mendesah saat mulut Faiz menggigit putingnya


"Faiz ahhh aku gak kuatt" desahan sherly


"Kau sudah tidak sabar sayang" ucap Faiz dengan suara berat penuh gairah


Faiz pun mulai membuka pakaian Sherly dan kebalikan nya Sherly pun membuka pakaian nya faiz


Mereka berdua sama² Naked,,, tanpa sehelai benang


Permainan pun semakin panas, faiz terus mengenjot tubuh Sherly dan Sherly pun mengeluarkan desahan seksi nya


Skip akhir permainan ok>>


Kini mereka berdua masih keadaan Naked dan lelah..


Permainan cukup panjang🌚


Dan berakhir faiz mengeluarkan cairannya di kelamin Sherly


"Apakah kau akan bertanggung jawab?" Tanya Sherly dengan nada lirih


Sebenarnya Sherly takut,,, takut faiz tidak bertanggung jawab


"Iya sayang aku akan bertanggung jawab" ucap faiz dan mencium kening sherly


"Apakah kau tidak akan meninggalkan aku dan calon bayi ini?" Tanya Sherly lagi


"Tidak akan because I love you Sherly" jawab faiz


"Sekarang kau tidur ya pasti lelah" lanjut faiz dan menyuruh Sherly istirahat

__ADS_1


"Faiz"


"Iya"


"I love you too"


///////


Suara kicauan burung terdengar dan mengganggu dua manusia yang masih tertidur dan saling memeluk


"Ngehh" lenguh sherly


Dan ia pun melihat ke sampingnya menemukan Faiz yang masih tidur


"Faizz lepas ih pengen mandi" suruh Sherly sambil mencoba untuk melepaskan tangan Faiz yang ada di perutnya


Faiz pun yang merasa terganggu pun bangun namun nyawanya masih belum sadar


"Mandi bareng ya" pinta faiz


"Ehh gak gak bukan nya mandi malah main itu lagi" tolak Sherly dan langsung masuk ke kamar mandi


Faiz tertawa terbahak-bahak ia memikirkan wajah Sherly yang memerah sungguh menggemaskan baginya


Dan Sherly yang mendengar tawa faiz hanya mengerucutkan bibirnya dan langsung melakukan ritual mandinya.


Selesai Sherly mandi baru lah faiz mandi. Beberapa menit kemudian pun faiz sudah selesai mandi dan ia melihat di kamar tak ada sherly


"Sherlyy kamu dimana?!!" Teriak faiz


Namun tak ada jawaban, faiz pun segera memakai kaosnya dan turun kebawah tapi hasilnya nihil ia pun mencari ke kamar mandi, ruang tamu, ruang kerja Sherly, dapur namun nihil. Dan kebetulan ada pelayan yang lewat faiz pun bertanya ke pelayan tersebut


"It-itu nona ada di taman belakang" jawab pelayan


Faiz pun tak mengucapkan terima kasih namun langsung lenggang pergi ke taman belakang


Sesampai ia disana, ia melihat Sherly yang sedang duduk di ayunan dibawah pohon rindang sambil membaca buku novel. Faiz pun menghampiri sherly dan memelukanya


Sherly pun kaget karna faiz secara tiba-tiba memeluk dari belakang


"Ada apa faiz? Apa kau lapar?" Tanya sherly


"Tidak aku tidak lapar, kau bikin khawatir aku. Aku kira kau akan pergi dari hidupku" jawab faiz dengan nada lirih.


Faiz sangat takut jika Sherly meninggalkan nya, ia tak kan sanggup, ia belum siap jika Sherly meninggalkan nya. Bilang ia egois, memang itu.


"Kau bicara apa sih aku tak mengerti, mana mungkin aku meninggalkan mu" ucap Sherly lembut


"Ayo kita makan pasti kau lapar" ajak Sherly dan langsung berjalan menuju dapur di ikuti faiz


Sesampai di dapur Sherly bingung ingin memasak apa


"Iz kamu mau makan apa" tanya Sherly sambil melihat-lihat isi kulkas


"Hemm terserah yang penting enak" ucap faiz


"Ok"


Sherly pun sibuk memasak dan faiz tersenyum melihat Sherly lagi masak


'Pantes banget buat jadi calon bini gua' batin faiz sambil tersenyum

__ADS_1


Sherly pun selesai masak dan ia menghidangkan makanan nya di meja makan namun Sherly melihat faiz ngelamun dan tersenyum sendiri


'Gila kali ya' batin Sherly


"Faiz kenapa kamu ngelamun?" Tanya sherly sambil menggoyangkan pala faiz


"Aduh sayang pusing tau" faiz pun sadar


"Lagian ngelamun terus senyum-senyum sendiri, gila ya?" Tuduh sherly


"Heh enak aja aku ini gak gila, tadi aku lagi mikirin gimana wajah baby kita yang ada di perut mu heheheh" ucap faiz dan itu memberi efek pada wajah sherly


Lihat saja sekarang wajah sherly merah karna malu, faiz pun yang melihat tertawa dan sherly pun sebal, ia mengambil piring dan mengambil makanan yang ia masak tadi dan memakannya


Faiz pun juga mengambil piring dan mengambil makanan dan memakannya


Selesai makan sherly dan pun ke ruang kerjanya,sherly sibuk dengan kerjaannya dan faiz pun menonton TV di ruang kerja sherly


Tring... tringg..


HP sherly berdering dan langsung mengangkatnya


"Halo"


"Maaf nona saya mengganggu kegiatan anda tetapi ada klien yang ingin bertemu dengan anda"


"Ok"


Faiz yang samar-samar mendengar bahwa sherly ingin bertemu kliennya dan sherly pun keluar dari ruang kerja menuju kamar nya untuk berganti baju dan faiz dari tadi mengikuti sherly seperti anak ayam


Sesampai di kamar faiz pun ingin ikut tapi tak boleh sama sherly


"Please ikut ya" mohon faiz


"No faiz" tolak sherly


"Nanti klien kamu genit lagi sama kamu" ucap faiz


"Ya enggak lah faiz" ucap balik sherly


'Cuman cara ini doang biar bisa ikut' batin faiz dan tersenyum miring


Faiz pun maju ke sherly dan sherly yang melihat itu pun hanya cuek saja dan ia pun berjalan ke kamar mandi namun lengan nya di tarik oleh faiz


"Faiz awas aku mau ganti baju" ucap sherly


"Gak aku lepasin"


"Ihh lepas" sherly pun berusaha untuk melepaskan cekalan tangan faiz dari lengan nya


Faiz pun mendekap sherly dan berbisik


"Aku harus ikut atau kamu gak bisa jalan sayang" bisik faiz sambil menjilat daun telinga sherly


Sherly pun menegang karna faiz menjilat nya dan lantas sherly pun mengangguk dan ia langsung lari ke kamar mandi


Faiz pun yang melihat itu tertawa dan ia mengganti pakaianya


Selesai mengganti baju sherly dan faiz pun menuju kantor milik sherly


-_-_-_-_-_-

__ADS_1


__ADS_2