
Saat ini adel dan teman-temannya sedang berada di mall, sesuai janji mereka kalau mereka ber-enam akan main. Mereka sedang bermain permainan dari menjajal mobil-mobilan, bola basket, mesin pencapit boneka dan lain-lain. Banyak pengunjung yang menatap mereka aneh masa udah SMA tapi kelakuan seperti anak kecil.
“yah abis.” keluh carla karna saat ia ingin menggesekan kartunya di layar mesin tersebut tertulis ‘ maaf saldo anda sudah abis ‘ .
“terus?” tanya zahra,”kan lo yang paling banyak main.” ucapnya.
“dih kan kalian juga pada main.” bela carla menatap zahra kesal.
Zia memutar bola matanya malas,”udah-udah elah saldo aja di perebut mending makan laper nih gue.” ucapnya.
“nah ayo makan.” ajak adel dan berjalan sedangkan teman-temannya mengikuti di belakang.
Sampai lah mereka di restoran ala khas jepang, mereka memilih tempat duduk yang berisi enam bangku untuk mereka.
Pok.
Pok.
Adel menepuk tangan nya guna memanggil pelayan restoran akhirnya datang dua pelayan yang membawakan buku daftar makanan yang ada di restoran tersebut, mereka ber-enam memilih dan sesudah memilih pelayan tersebut pergi dengan membawa bukunya.
“hay sayang nya rios” sapa seseorang sangat kencang dan mereka menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang berada di sana
Adel memutar bola matanya malas ia sudah tau bahwa manusia yang berada di belakangnya ada lah iblis penganggu,rios. Ia tak sendiri di belakangnya ada teman-temannya termasuk abang adel
“berisik rios” desis adel melihat ke belakang
“ahh abang jadi tambah jatuh cinta liat neng adel marah” ucap rios dengan alay
“alay lo”
“gak boleh kayak gitu adel sama pacar” ujar rahma
“noh rahma aja tau jadi kamu harus nurut sama aku sayang.” ucap rios sambil mengusap lembut
Tak
“singkirin tangan lo dari kepala adek gue” suruh delio dengan nada dingin
“nih bang masa om pedopil ini ngusap-ngusap rambut adel.” ucap mengadu adel dan memeluk abangnya.
“eh-”
Barusaja rios ingin membela dirinya, ucapaan nya terpotong karna datang pelayan yang membawa pesanan teman-teman sherly
“wahh mau dong” pekik rehan dan reza saat ingin mengambil makanan sifa terlebih dahulu memegang kelamin mereka berdua, membuat reza dan rehan berhenti dan mematung
“anjir adegan 18 woy” ucap zia heboh
Rahma yang noteban nya masih polos adel berinsiatif menutup kedua matanya
“heh geblek ada anak di bawah umur juga” kesal adel yang masih menutup kedua mata rahma
“hehe maap” sifa pun menyingkirkan tangannya dari kelamin reza dan rehan
“lagian seleting mereka berdua kebuka jadi gua berinsiatif aja buat nutupin” ucap sifa
Hadi pun menepuk pundak reza dan rehan kencang membuat mereka berdua sadar,” sadar woyy.” teriaknya
“eh ah ***** gua udah sange” ucap rehan dan menutup seleting celananya
__ADS_1
“sifa tanggung jawab lo gua udah ***** nih.” ujar reza menatap sifa dengan pandangan berkabut dengan gairah, ia juga menutup seletingnya
“eh apa-apaan lo dikira gua nge-hamilin lo berdua” tukas sifa membela dirinya
“ah ***** rahim gua anget” celetuk zia tiba-tiba sambil mengusap perut ratanya
“gila lo hamil sama siapa?” tanya sifa
“dih gu-”
“dia hamil sama gua” ucap gibran to the point
Ya ucapan zia terpotong karna ucapan gibran
“wahhh patut di curigai nih” ujar hadi menatap gibran dan zia intens
“ehh gua gak hamil anak dia jir” ucap zia
“kamu gak boleh bohong sayang” ujar gibra,”setelah lulus kita bakal nikah” katanya
“wahh ***** gibran udah gak homo lagi” ucap hadi
“bangsat lo” ketus gibran
“WEYY MAKANAN GUE, LO PADA!!” teriak zia melihat rahma, adel, reza, delio, sifa, carla,anisa, zahra dan rehan yang sudah menyelesaikan makan nya
Mereka hanya menunjukan gigi putih rapihnya
“sial bahkan makanan gue lo makan!!” gerutu zia saat melihat shusi nya sudah di lahap habis
“elah beli lagi aja” ujar rehan
“arghh ampun zia woyy gibran tolongin” rehan teriak kesakitan saat zia menjambak rambutnya sangat kencang
“adel, delio kalian disini?” tanya seseorang membuat zia memberhentikan jambakannya di kepala rehan
“ehh bunda” ucap adel terkejut dan melihat di samping bunda nya
“bunda gak sama ayah?” tanya adel saat tidak melihat faiz yang berada di samping sherly
“nggak, bunda lagi ada bisnis di sini” jawab sherly sambil tersenyum membuat teman-teman adel dan delio terpesona
“kenapa kalian gak duduk?” tanya sherly yang melihat teman-teman delio tidak duduk
“gakpapa ko tante” jawab reza gugup
“hey kamu sini” suruh sherly ke salah satu pelayan yang sedang mengelap meja, pelayan tersebut pun menghampiri sherly
“ada yang bisa saya bantu nona?” tanya pelayan tersebut dengan sopan
“tolong sediakan tempat duduk untuk mereka dan pesanan yang mereka beli biar saya yang bayar” jawab sherly
“siap nona saya pergi dulu” pelayan tersebut pun pergi untuk mengambil beberapa tempat duduk
“kalo kalian mau pesan makanan pesan saja biar saya yang bayar” ucap sherly membuat mata teman-teman delia dan adel berbinar
“serius tante? Berarti boleh mesen banyak dong?” tanya carla semangat
“iya ko tante serius “ jawab sherly
__ADS_1
“YEYYYY”
Sherly tersenyum melihat mereka bersorak gembira
“yaudah tante pergi dulu” ucap sherly dan mencium kening kedua anaknya, adel dan delio.
Setelah sherly pergi beberapa pelayan pun membawa tempat duduk untuk delio CS dan mereka memesan makanan
“sumpah del bunda lo baik banget udah cantik, baik, bodygoals ulala” puji zahra adel menanggapinya dengan senyuman
“tadi lo ada mertua malah diem” ucap rehan menepuk pundak rios
“deg deg-an gua sial” ucap rios
“halah alasan lo bilang aja malu” ledek hadi
“diem lo!!” sahut rios karna kesal ia menjadi bahan ledekan hadi
“santai dong nanti adel gak suka sama lo mampus” hadi semakin gencar untuk meledek rios
“sial” mereka pun tertawa sampai larut malam
Saat waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam mereka juga belum pulang. Sherly keluar dari ruang VIP untuk membahas bisnis, ia melihat anaknya dan teman-temannya belum pulang sherly berinsiatif untuk mengajak adel dan delio pulang bareng
“kalian belum pulang?” tanya sherly saat sampai di meja yang mereka tempati
“belum tante hehehe” jawab zia sambil tersenyum
“ayo pulang udah malem “ suruh sherly
“iya tante” teman-teman delio dan adel pun pulang, tersisalah sherly, adel, delio dan rios
“ngapain lo masih di sini?” tanya delio yang melihat rios berada di samping adel
“ketemu mertua lah” jawab rios dengan pede
“hem? Maksudnya?” tanya sherly yang merasa bingung dengan rios
“kenalin tante saya rios pacar ade-” ucapan rios terpotong karna delio menutup mulunya
“dia temen delio” ucap delio, rios pun menyingkirkan tangan delio dan menatap nya kesal
“saya pacar adel tante” jawab rios
“wahh anak bunda sudah besar ternyata” goda sherly ke adel
“ih apa sih bunda aku sama dia gak ada hubungan apa-apa kok” ketus adel menatap bunda nya kesal
“haha iya-iya” sherly terkekeh melihat tingkah anaknya
“yaudah nak rios pulang ya nanti di omelin orang tua kamu” ujar sherly dengan senyuman khas nya
“iya tante saya pergi dulu”
CUP
Sebelum pergi rios mencium pipi adel dan setelah itu ia lari terbirit-birit sebelum delio meninjunya. Sherly terkekeh melihat tingkah mereka bertiga
“udah jangan bulshing melulu ayo pulang” ajak sherly dan menggandeng tangan adel dan delio
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan menuju mobil sherly dan mobil pun berjalan meninggalkan restoran tersebut