
Sherly pun terbangun akibat sinar matahari yang masuk dari celah jendela, ia pun menyibak hordeng dan sinar mentari menyapa tubuh polos nya yang tidak berbalut apa-apa. Ya kalian tau siapa pelaku tadi malam
Bahkan di lehernya sudah banyak kiss mark dari faiz. sherly pun berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil baju dari Indonesia, daster. Ia membelinya saat liburan ke Indonesia
Selesai memakai ia pun membasuh wajahnya dan membersihkan nya dengan handuk kering
"Faiz bangun udah pagi" Ucap sherly dan mengguncangkan bahu faiz pelan
Faiz pun membuka matanya "ahh selamat pagi sayang" Ucap faiz saat melihat sherly
"Iya pagi juga cepet bangun kamu nanti kerja" Ujar sherly, faiz pun menurut dan bangkit berjalan ke kamar mandi
Sedangkan sherly turun ke bawah untuk membuat kan sarapan pagi, ia di bantu dengan pelayan yang berkerja di dapur
"Nona anda sebaiknya duduk saja biar kami yang akan bekerja" Ucap kepala pelayan dan menuntun sherly duduk di kursi
"Ahh makasih bi oh iya untuk menu tolong buatin salad buah, roti bakar, kopi buat faiz, dan susu buat saya" Ucap sherly
"Iya nona" Kepala pelayan pun bergabung dengan pekerja lainnya
Faiz pun menuruni tangga, ia sudah rapi dengan setelan jas nya “pagi sayang” ucap faiz dan mengecup pipi sherly
“iya pagi juga” faiz pun duduk di samping sherly, beberapa menit kemudian para pelayan pun membawa sarapan yang sudah sherly pesan.
Mereka menyusun dengan rapih tak lupa mereka juga menaruh piring,sendok,dan garpu di depan sherly dan faiz. Mereka berdua pun menyendok nya dan sarapan dengan diam
10 menit berlalu sherly dan faiz pun sudah selesai sarapan,sekarang faiz sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. “sayang aku jalan dulu jangan banyak bergerak jangan lupa minum susu kalo mau apa-apa tinggal panggil pelayan ingat itu” ucap faiz dengan nada tegas
“iya iya aku inget ko udah sono berangkat nanti telat aja” ujar sherly
“kan aku bos nya” ucap faiz dengan bangga
“iya pak bos” sherly pun mengecup bibir faiz sekilas tanpa lumatan panas
“bye inget yang tadi” ucap faiz dan berjalan kemobil yang sudah di sediakan
Mobil pun berjalan meninggalkan perkarangan mansion dan sherly masuk ke dalam menuju ruang utama, ia menonton TV dengan cemilan di pangkuannya sampai siang. Entah, sudah berapa kali ia mengganti chanel di TV
__ADS_1
Tiba-tiba perut sherly terasa sakit lantas sherly teriak kesakitan “akhhh bibi tolongin sherly” teriak sherly kencang membuat pelayan dan para bodyguard berdatangan setelah mendengar teriakan yang berasal dari ruang utama
“nona anda kenapa?” tanya kepala pelayan dengan raut wajah khawatir
“akhh bi perut sherly sakit bi” ucap sherly yang masih menqahan rasa sakit di perutnya
“cepat kalian telpon ambulan” gertak kepala pelayan dan salah satu bodyguard mengeluarkan handphone nya untuk menelepon ambulan
“cepat bi sherly udah gak kuat” gumam sherly dengan wajah yang sudah pucat
“sabar nona dikit lagi ambulan akan datang” ujar kepala pelayan menenangkan sherly
Suara sirine ambulan pun berbunyi cepat-cepat bodyguard sherly menggendong nya dan membawanya kedalam mobil ambulan
Mobil ambulan tersebut pun berjalan dengan kecepatan sedang, bodyguard juga mengikuti sherly dari belakang dengan menggunakan mobil
5 menit perjalanan akhirnya ambulan sampai di rumah sakit, suster dan dokter pun membawa sherly ke ruangan untuk di periksa
Agra yang notben nya bodyguard faiz ia menelpon faiz
“ya ada apa?” tanya faiz to the point
“apa yang terjadi?” tanya faiz
“perut nona sherly sakit tuan dan ia berada di rumah sakit miliknya” jawab agra
“ok jaga dia dan saya akan kesana” agra pun mematikan telpon nya dengan faiz dan ia segera melihat keadaan nona nya
20 menit perjalan akhirnya faiz sampai di rumah sakit milik sherly, ia pun mengikuti bodyguard nya dan sampailah ia di depan ruangan sherly di rawat
Faiz menatap ruangan tersebut dengan raut wajah khawatir dan takut, ia takut terjadi dengan istrinya. Dokter pun keluar sambil menghela nafas lega
“apa yang terjadi dengan istri saya dok?” desak faiz
“selamat tuan anda sekarang menjadi ayah” ucapan selamat keluar dari mulut dokter membuat faiz mematung, ia masih belum konek apa yang di katakan dokter tadi
“ma-maksud dokter?” tanya faiz dengan gagap
__ADS_1
“sekarang anda menjadi ayah tuan faiz barusan nona sherly melahirkan anak kembar anda yang satu berjenis kelamin laki-laki dan satunya lagi perempuan” perjelas dokter para bodyguard tersenyum lega
Faiz pun tersenyum bahagia “ apa saya boleh masuk dok?” tanya faiz dan dokter pun menganggukan kepalanya, setelah mendapat persetujuan dari dokter faiz pun masuk dan berjalan kearah ranjang yang di tempati sherly dan di sampingnya ada malaikat kecil faiz berjenis kelamin yang berbeda
Mereka berdua memiliki paras yang sama, faiz pun berjalan mendekat ke arah malaikat kecilnya. Ia menggendong salah satu dari mereka dan mengecup pipi gembul anaknya
“ngehh” sherly pun membuka matanya perlahan pala ia masih pusing, mungkin efek habis melahirkan
“ahh faiz” ucap sherly lirih sambil tersenyum
“sayang lihat anak kita” ujar faiz dan sherly pun menitihkan air mata bahagia
“faiz aku sangat bahagia” ucap sherly, faiz pun menaruh anaknya di samping sherly dan ia menggendong yang satunya lagi
“maaf tadi aku gak bisa nganterin kamu” ucap faiz dengan pandangan menyesal
“gapapa yang penting si kembar udah lahir”
“apa nama yang cocok ?” tanya sherly
“hem seterah kamu aja yang penting malaikat kecil kita udah punya nama” ujar faiz
“ adelia alaska chopra sama Adelio aditya choirul gimana?” usul sherly
“bagus ya sudah berarti nama mereka adelia dan adelio” ucap faiz
“siapa yang keluar duluan?” tanya faiz
“delio lima menit kemudian delia keluar” jawab sherly
Dokter pun memasuki ruangan “ permisi nona sherly saya periksa keadaan anda boleh?” tanya dokter tersebut
“silahkan dok” dokter tersebut pun memeriksa keadaan tubuh sherly
“anak anda lucu sekali nona” puji dokter tersebut
“makasih dok” ucap sherly sambil tersenyum
__ADS_1
“nah sudah selesai saya pamit pergi nona sherly tuan faiz” pamit dokter dan berjalan keluar setelah memeriksa sherly
“selamat datang malaikat kecil ku”