
...Balik lagi nih ya sama Author yang gak jelas ini...
...Gimana kabarnya nih para Readers?...
...Apakah semua nya baik-baik saja?...
...Semoga sehat semua ya.....
...Happy Reading ❤️...
###
...Rahasia yang selama ini ku simpan dan sembunyikan darimu, bukan tak ingin ku ungkapkan. Hanya saja, aku tidak memiliki cukup keberanian dan keyakinan untuk mengungkapkannya. Aku takut kau semakin membenci diriku....
...~Agatha Dorus~...
^^^
"Apa??? Cafe mu??? Sejak kapan kafe itu menjadi milik mu?? Apa kau berniat membelinya???" tanya Rhys beruntun.
"Bolehkah?? Berapa harga yang kau tawarkan???" tanya Agatha begitu sangat antusias.
"Tidak akan aku jual padamu Nona Dorus!!"
***
"Aku akan membayar mu lima kali lipat, bagaimana?" tanya Agatha.
"Cih... Aku tahu kau tidak serius Nona Dorus!!! kau seperti ini hanya butuh pengalihan rasa bosan selain mendatangi dan menghamburkan uang untuk Dors Foundation kan???" tanya Rhys mengejek.
"Benar dan terima kasih karena perusahaan mu selalu menjadi donatur tetap kami!!!" ucap Agatha berterima kasih.
"Sudahlah!!! Emm...!!! tapi apa kau masih menggerakkan yayasan itu tanpa sepengetahuan suamimu???" tanya Rhys penasaran.
"Aku ini masih berkedok sebagai seorang pecinta tanaman dan aktivis lingkungan di depannya. Aaron sama sekali tidak tahu jika aku membangun yayasan itu, dia mungkin akan membunuhku jika ia tahu kalau aku juga menjual namanya di sana" balas Agatha.
"Begitulah konglomerat selalu bisa masuk ke dunia manapun termasuk suamimu itu, jadi berhati-hatilah!!" ucap Rhys mengingatkan Agatha.
"Baiklah!!! Sudah basa-basi nya!!! sekarang cepat beri tahu alamatnya dimana?? aku ingin pergi ke sana secepatnya" ucap Agatha tak sabar.
"Alamatnya di jalan .... Berdekatan dengan taman hiburan ....." jelas Rhys menyebutkan alamatnya.
"Waw!!! Bukankah itu cafe yang sangat strategis, bahkan banyak artis yang berkeliaran di daerah situ. Kau memang yang terbaik kak!!! Terima kasih!!!" ucap Agatha senang.
"Yah...dan satu lagi, cafe itu dibuka pukul 08.00 pagi, kau bisa memulainya besok" ucap Rhys lagi.
"Kenapa harus tunggu besok? aku mau sekarang. Kalau begitu sampai jumpa!!!" ucap Agatha sambil berlalu pergi menuju cafe.
•••
~20 menit kemudian~
Agatha sudah sampai di cafe ***, dia turun dari mobil W Motors Lykan Hypersport merahnya disertai dengan kacamata hitam merek gentle monster yang bertengger manis di atas hidung mancungnya.
Ia berjalan memasuki area cafe tanpa memperdulikan tatapan penasaran dari berbagai pengunjung yang pasti mengira dia adalah seorang sosialita atau selebriti, namun keduanya tentu salah.
"Strawberry cheese cake dan ice lemon tea" ucap Agatha dihampiri seorang pelayan.
"Silahkan tunggu sebentar, Nona!!!" jawab pelayan itu dengan sopan dan ramah.
~Selesai memesan, Agatha melepaskan kacamatanya dan mengedarkan pandangannya menatap cafe itu. Cafe ini rapi dan tampak seperti tempat nongkrong untuk anak-anak muda, mungkin karena tempat ini dekat dengan universitas yang cukup terkenal.
Baru sekitar 10 menit Agatha duduk manis di cafe itu, tiba-tiba handphonenya berdering.
~Percakapan telepon~
"Ada apa???Alya???" tanya Agatha penasaran.
^^^"Datanglah ke sini!!! ada yang sedang menunggumu di sini!!!"^^^
__ADS_1
"Siapa???" tanya Agatha penasaran.
^^^"Seorang donatur yang akan menyumbang uang sebesar 100 juta dollar"^^^
"Apa kau tak bisa menangani nya???aku ada urusan penting di sini" ucap Agatha lagi.
^^^"Sang donatur ingin bertemu dengan direktur utama!!!"^^^
"Baiklah!!! aku ke sana sekarang!!!" ucap Agatha dan segera bergegas menuju kantor Dors Foundation setelah dirinya membayar pesanan yang belum sempat ia cicipi"
•••
~Ketika sambungan teleponnya terputus tadi, Agatha berdecak kesal. Dia benci dengan donatur yang seperti itu, orang kaya yang merepotkan menurutnya. Mereka seolah tidak ikhlas mendonasikan uangnya dan hanya ingin membesarkan nama mereka untuk pencitraan publik semata~ pikir Agatha.
~Dengan berat hati, Agatha dengan segera menuju salah satu gedung perkantoran yang cukup besar~
\=\=\=
"Di mana orangnya???" tanya Agatha pada Alya yang memang sudah menunggu kedatangannya.
"Di ruangan mu" jawab Alya singkat.
Alya adalah sahabat SMA Agatha sekaligus wakil direktur di Dors Foundation dan juga ia adalah salah satu orang yang mengetahui pernikahan Agatha dengan Aaron yang terkesan memaksa.
"Siapa namanya??" tanya Agatha lagi.
"Aku tidak tahu... Aish... Wanita itu benar-benar menjengkelkan sekali" keluh Alya.
"Hei... Kau ini, biarkan saja!!! Kita membutuhkan uangnya saat ini untuk bantuan pada anak korban kekerasan orang tuanya" ucap Agatha terkekeh pelan.
"Maaf!!!" sesal Alya.
Agatha pun tersenyum lalu menuju ruangannya.
###
"Selamat siang nyonya. Direktur kami sudah tiba" ucap wanita yang berada di dalam ruangan tersebut berdiri untuk menyambut kedatangan direktur utama Dors Foundation.
Tidak jauh berbeda dengan Agatha yang juga sangat terkejut melihat sang donatur yang sudah menunggunya. Namun hal ini berhasil mengendalikan ekspresi wajahnya di hadapan wanita tersebut.
"Kau rupanya direktur utama di sini" ucap wanita itu dingin.
Agatha hanya tersenyum sekilas dan berjalan masuk ke dalam ruangan nya.
Hawa dingin menjalar di sekujur tubuh Agatha saat mendengar nada dingin yang tidak bersahabat dari wanita yang sudah menunggunya sekitar 15 menit lebih.
"Aku sama sekali tidak pernah menyangka nya, ini benar-benar sebuah kejutan" ucap wanita itu.
"Kau kenal dengannya Jeng?" tanya wanita di sebelahnya.
Sementara Agatha hanya tersenyum lalu duduk di kursinya.
"Selamat siang, Nyonya. Maaf membuat Anda menunggu. Saya tadi sedang ada urusan mendesak di luar" ucap Agatha dengan sopan.
"Ah, maaf ya Jeng. Saya harus pulang terlebih dahulu karena ada urusan lain. Aku tinggal dulu ya" ucap wanita di sebelahnya tadi.
__ADS_1
"Tentu, silahkan!!" balas wanita itu.
Wanita di sebelahnya pun pamit keluar.
^^^
"Direktur, haruskah saya siapkan teh atau kopi???" tanya Alya menyela.
"Kau bisa menyajikan teh. Apa tidak masalah Nyonya??" tanya Agatha.
"Aku tidak keberatan!!!" jawab wanita itu.
Setelah Alya keluar, Agatha semakin gelisah. Hatinya berkecamuk tak karuan. Ia takut menghadapi aura penguasa dari wanita yang berstatus ibu mertuanya itu.
Sangat bisa ditebak kalau hubungan mereka tidak cukup baik bahkan ini adalah pertemuan kedua antara Agatha dan mertuanya itu. Pertama saat Aaron membawanya bertemu kedua orang tuanya sehari setelah pernikahan mereka dan yang kedua adalah hari ini.
Bisa dibayangkan hubungan antara mertua dan menantu itu seperti apa. Mungkin rasa kecanggungan pun ada karena jarang sekali bertemu, atau bahkan tak pernah sama sekali mengingat pertemuan mereka hanya dua kali.
\#\#\#
...***Kira-kira apa nih yang akan terjadi selanjutnya***???...
...***Kalian penasaran gak nih***......
...***Dilanjut apa enggak yah***......
\#\#\#
...***Udah panjang banget nih***...
...***Mana nih Vote, Like, sama Komennya***...
...***Kok gak ada yah***......
...\*\*\*Ya udah deh,...
...Happy Reading ❣️\*\*\*...
__ADS_1
...***See You Soon***...