CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 7


__ADS_3

...Yuhu......


...Balik lagi nih......


...Gimana kabarnya?...


...semoga semuanya sehat ya...


...Happy Reading...


...Yang gak suka jangan baca!!...


###


Kenapa kau justru malah berani mengundang ku untuk bertemu dengannya?? apakah ini suatu hal yang ingin kau jelaskan apabila waktu perpisahan denganmu akan segera mendekat? kenapa rasanya begitu sesak??


...~Agatha Dorus~...


...Kenapa kau memberi sebuah harapan dan sedikit kepastian mengenai hubungan ini. Bisakah aku melupakan saja apa yang pernah terjadi dan kau lakukan?...


...~Agatha Dorus~...


...•••...


Sabtu malam Minggu akhirnya Aaron datang menjemput Agatha untuk makan malam bersama Briana. Agatha menatap Aaron dengan senyum sinis, karena tatapan Aaron sangat aneh menurut Agatha.


Ya, Agatha hari ini sungguh memukau bagi pria di hadapannya itu. Ia hanya ingin menunjukkan pada wanita simpanan Aaron mengenai sisi lain darinya. Ia mengenakan dress berwarna hitam dan membiarkan beberapa helai rambutnya terlepas dari sanggulnya. Hal itu membuat leher jenjangnya terlihat, tidak terkecuali Aaron yang begitu terpesona olehnya.


"Apa aku terlihat aneh?" tanya Agatha dingin.


"Tidak!!! justru kau terlihat mempesona sekarang!!" jawab Aaron dengan tersenyum kikuk.


Agatha berdecak kesal mendengar jawaban Aaron.


"Tidak usah berlama-lama, mari kita pergi!!!" ucap Aaron mengajak Agatha agar cepat pergi dari kediaman rumah utama menuju tempat Briana.


Sekitar satu jam akhirnya Agatha dan Aaron sampai di apartemen Aaron. Agatha disambut oleh Briana yang tampil dengan gaun malam berwarna merah terang.


"Selamat datang Nona Dorus!!!" sapa Briana pada Agatha berbasa-basi.


"Terima kasih telah mengundangku Nona Briana Nausheen. Terimalah bingkisan tidak berharga dariku ini!!! Maaf karena aku tidak mampu memberikan yang lebih baik dari itu" balas Agatha dengan nada mengejek.


Briana pun meraih bingkisan yang diberikan oleh Agatha dan melihat isinya. Dan tiba-tiba saja ia menggeram dalam hati atas penghinaan Agatha secara tidak langsung.


"Dari mana kau tahu aku menyukai benda semacam ini???" tanya Briana mencoba mengontrol emosinya.


"Emm. Sangat tidak sulit menebak itu Nona Nausheen" balas Agatha lagi.


Briana seolah dapat melihat dan mendengar jelas penghinaan dibalik kata-kata Agatha dan juga hadiah yang diberikannya tersebut.


°°°


Haruskah kalian tau apa hadiah yang diberikan Agatha pada Briana??? Demi apa? Itu adalah sebuah lingerie. Agatha seolah mengatakan pada Briana kalau ia adalah wanita penggoda.

__ADS_1


"Ladies, haruskah kalian saling menatap sedari tadi? Bisakah kita mulai acara makan malamnya???" tanya Aaron yang menyadari wanita di samping kanan dan kirinya saling menatap dengan tajam.


"Oh... Sudah larut malam yah. Aku pamit dulu, Tuan Collins dan Nona Nausheen... Selamat malam!!!" pamit Agatha sebelum pergi.


"Aku antar!" ucap Aaron menawarkan diri.


"Tak perlu!! aku akan pulang sendiri saja, terima kasih tawarannya!!!" ucap Agatha lalu berlalu pergi meninggalkan Aaron dan Briana.


Begitu Agatha pergi, Briana tak bisa menahan emosinya lagi. Dia melemparkan bingkisan yang dibawa Agatha.


"Beraninya wanita itu menghinaku dengan cara yang menjengkelkan!!! Aku tidak rela diperlakukan seperti ini!!!" umpat Briana.


Aaron pun mengambil bingkisannya dan membuka bingkisan itu, tanpa disadari ia tersenyum


"Tidak ada yang lucu. Kenapa kau tersenyum? Kau menertawakan aku???" ucap Briana yang semakin kesal.


"Tidak sayang!!! Lingerie ini model terbaru yang belum diluncurkan. Aku penasaran darimana Agatha bisa mendapatkannya" ucap Aaron lagi.


"SI*L!! Apa kau pikir aku akan tersanjung menerima penghinaan yang dilakukannya seperti itu???" umpat Briana lagi.


"Hei. Tenanglah!!! Justru kemarahan mu itu tidak akan membantu" ucap Aaron mencoba menenangkan Briana.


"Malam ini kau sudah bersikap dengan sangat baik. Aku bangga padamu!!!" sanjung Aaron pada Briana.


"Tapi aku masih merasa buruk karena sepertinya serangan yang kuberikan pada wanita itu sama sekali tidak berpengaruh, justru ia bisa membalik semuanya dan membuatku emosi" ucap Briana dengan emosi.


"Ya. Dia memang lebih baik dari pada kau dalam hal itu" balas Aaron dengan senyuman dibaliknya.




Setelah keluar dari apartemen Aaron dan Briana, Agatha melepaskan kedok wajah tersenyum nya dan langsung berubah menjadi masam dengan penuh kekesalan.



Ia menuju lift dan langsung menekan tombol panah ke bawah. Ia menunggu pintu lift terbuka sambil mengecek handphonenya dan ia mendapat pesan singkat dari temannya.



~***Dari Rhys Conrad***~


*Aku menemukan satu untukmu. Datanglah ke kantorku besok!! Sampai jumpa*!



Agatha tersenyum manis mendapat pesan tersebut, dengan bersamaan pintu lift yang terbuka. Agatha berjalan dengan santai tanpa memperdulikan orang-orang yang berada di sisinya. Bahkan ia tak mengangkat wajahnya dan justru ia hanya sibuk membalas pesan yang diterimanya.



"Sedang ada janji, Nona Dorus???" sapa seorang laki-laki yang berada disisinya.


Agatha pun tersentak kaget dan mendongakkan wajahnya yang sebelumnya fokus ke arah handphone menjadi menatap pria itu, seketika itu senyum lebar pun terpancar.

__ADS_1


"Eoh... Darel!!!" sapa balik Agatha mencoba mengenali.


"Hai Agatha!!!" balas Darel balik.


"Apa yang kau lakukan disini Darel??? Kau bahkan tidak berubah, kau masih saja memakai kaca mata mu yang dulu itu. Lucu sekali" ucap Agatha terkekeh pelan.


"Ya kau ini. Berhentilah mengejekku" balas Darel dengan kekehan pula dan kerutan di bibirnya.


"Baiklah!!! Sedang apa kau disini?? Apa kau tinggal disini??" tanya Agatha kembali.


"Ya. Aku tinggal disini. Di kamar nomor 1806" balas Darel dengan menyebutkan nomor apartemen nya.


"Oh… Jadi kau tinggal disini" ucap Agatha sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Lalu apa yang kau lakukan disini? Apa kau tinggal disini juga??? Tapi kenapa aku tidak tahu ya??" pertanyaan beruntun Darel kepada Agatha.


"Tidak!!! aku hanya sedang berkunjung ke apartemen teman saja" jelas Agatha.


"Sepertinya sangat tidak sopan jika aku mengundangmu untuk minum teh bersama tengah malam seperti ini. Jadi, bisakah aku meminta nomor telfon mu agar aku bisa mengajakmu minum bersama di lain waktu, apa kau keberatan??" ucap Darel meminta nomor handphone Agatha.


"Tentu aku tidak keberatan!!! Catat saja nomorku. Kau bisa menelfon ku kapan-kapan" jawab Agatha seraya menyebutkan nomor telfonnya.


"Mau ku antar?? Apa kau masih tinggal di daerah sini??" tawar Darel.


"Tidak!! Aku sudah pindah 7 tahun yang lalu. Sekarang aku tinggal di kawasan ****" balas Agatha lagi.


"Benarkah??? Lalu bagaimana kabar adikmu Richard??" tanya Darel lagi yang penasaran.


"Tentu saja baik, sekarang dia sedang melanjutkan kuliahnya di Jepang" balas Agatha sekali lagi.


"Wow. Pasti bisnis ayahmu sangat berkembang ya??? Hingga mampu menguliahkan Richard di Jepang" ucapan Darel mengingatkan Agatha dengan ayahnya.


"Ayahku sudah meninggal 2 minggu yang lalu, rel!!" ucap Agatha sendu sedangkan Darel terkejut mendengarnya. Ia sama sekali tidak tahu mengenai hal itu.


"Maaf... Aku…" ucap Darel terpotong.


"Tak apa. Bus ku sudah datang. Aku pergi dulu. Jangan lupa menghubungiku. Oke???" ucap Agatha berlalu meninggalkan Darel sambil melambaikan tangannya.


"Baiklah!!! Hati-hati!! Sampai jumpa!!!" ucap Darel sambil membalas melambaikan tangan Agatha.


\=\=\=


Tanpa sepengetahuan Agatha, Aaron sedang memperhatikan keakraban Agatha dan Darel sejak tadi. Rahangnya mengeras marah, tapi Aaron tak tahu alasannya mengapa dirinya marah. Seharusnya ia tidak marah melihat wanita yang sebagai istrinya itu bersama laki-laki lain. Toh dirinya juga dekat dengan wanita lain juga.


Tanpa berlama-lama Aaron pun melajukan mobil nya mengikuti bus yang dinaiki oleh Agatha tadi. Kemudian dia berhenti tepat di depan bus itu, dia tak peduli jika dirinya tertabrak…


•••


...Jangan lupa komen, like, dan vote yah readers…Author juga butuh dukungan...


...Happy Reading...


...See You 😃...

__ADS_1


__ADS_2