CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 3


__ADS_3

...Balik lagi sama aku...


...Udah bosen ya sama cerita ini?...


...Yaudah deh, kalau gak suka jangan dibaca...


...Happy Reading ☺️...


###


...Fakta mengejutkan yang saat ini aku rasakan karena hatiku bergetar setiap kali berada di sisimu. Apakah akhirnya hati ini akan berkhianat...


...~Aaron Collins~...


•••


"Aku tidak sedang ingin menceramahi mu. Tapi bisakah kau tidak melakukan kekerasan fisik semacam ini lagi padanya? Dia gadis yang baik, kurasa dengan mengurungnya di rumah itu kau menjadi pria yang sangat jahat. Terlebih lagi kau juga menyiksa batinnya selama bertahun-tahun. Kau tidak perlu lagi menambah penyiksaan fisik terhadapnya!! Jelas Bi Ina dengan sikap tegas.


"Bi Ina!!" sela Aaron.


"Bayangkan jika hal yang sama menimpa ibumu, aku, atau Rafika kakakmu!!! Apa yang kau lakukan???" tanya Bi Ina pada Aaron.


"Kalian tidak akan mengalami hal semacam itu karena aku akan melindungi kalian!!" Sanggah Aaron mencoba membela diri.




Sudah menjadi rahasia umum kalau Aaron sangat menyayangi Bi Ina daripada ibunya. Hal ini mungkin karena sejak kecil Aaron sudah terbiasa diasuh Bi Ina daripada ibu kandungnya sendiri.



"Kau harus mencari kepala pelayan baru!! Setelah Nyonya keluar dari RS. Aku akan mengundurkan diri" ucap bi Ina dengan wajah sendu melihat ke arah Aaron.



"Bi!" Kali ini Aaron memanggil bi Ina dengan suara yang lembut.



"Aku sudah tidak bisa melihat semua ini, ketika kau melakukan kekerasan pada seorang wanita. Seolah Tuhan menunjukkan kalau aku telah gagal mendidik mu, Nak…." sesal bi Ina dengan raut wajah sedihnya.



Ucapan Bi Ina membuat Aaron terdiam. Ia bisa melihat sorot mata penuh kesedihan dari wanita tua yang duduk di depannya itu, dan menurutnya Bi Ina tidak perlu lagi untuk mengingatkannya betapa buruknya attitude yang dimilikinya.


 


°°°



"Bi Ina!!!" Gumam Agatha yang sadar dari pingsannya menyadarkan lamunan Bi Ina dan Aaron.



"Ya Nyonya. Anda sudah sadar? syukurlah" ucap bi Ina seraya mendekat ke arah Agatha.



"Ini dimana bi???" Tanya Agatha bingung.



"Anda di rumah sakit Nyonya!!!" Jawab bi Ina lembut.



"Apa?? Kenapa saya bisa di rumah sakit??" tanya Agatha heran.



"Kau tidak tau apa yang terjadi dengan dirimu sendiri huh???" pertanyaan tajam terlontar dari sudut ruangan.



Agatha menolehkan kepalanya mencari sumber suara tersebut.



"A-aron!!" lirih Agatha.



"Bii!! tolong tinggalkan kami!! Aku mau bicara dengannya dan tenang saja aku tidak akan menyakitinya!!!" ujar Aaron pada Bi Ina.


__ADS_1


~Bi Ina pun keluar~



\*\*\*



"Ada apa Aaron??" Tanya Agatha dengan tatapan polos yang paling dibenci oleh Aaron, karena dengan tatapan itu hati Aaron selalu menghangat dan menjadi ragu.



"Maafkan aku!!" Ucap Aaron pelan.



Agatha mengerutkan keningnya karena bingung kenapa Aaron meminta maaf padanya.



"Kenapa meminta maaf padaku???" tanya Agatha heran.



"Kau pingsan karenaku, aku minta maaf!!!" ujar Aaron sekali lagi.



"Tidak Aaron!! Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu. Aku tidak seharusnya mengatakan hal yang buruk tentang Briana. Aku seharusnya sadar posisiku!!!" Ujar Agatha seraya menatap Aaron dengan tatapan sendu dengan senyuman manis sebagai tanda kalau ia baik-baik saja.



Aaron menyadari kepahitan dibalik topeng senyuman di wajah istrinya itu. Ia tahu, kalau gadis itu tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja. Tapi Aaron bingung kenapa Agatha selalu berusaha tampil baik-baik saja seolah tidak terjadi apa-apa.



"Aku akan berusaha agar kalian tidak bertemu lagi dalam kondisi apapun atau keadaan apapun" Ucap Aaron pada Agatha.



"Apakah itu berarti kau akan mengurungku dalam rumahmu sepanjang waktu Aaron??" tanya Agatha.



"Apa kau bodoh hah?? Bukan itu maksudku. Aish.. Asal kau tahu. Aku tidak berusaha melakukan hal semacam itu padamu dan kau seharusnya tau maksudku!!" Ujar Aaron dengan desisan marah.




"Br\*ngs\*k!!! Berhentilah meminta maaf!!!" Teriak Aaron sebelum ia keluar ruangan Agatha dengan penuh amarah.



Bahkan ia tak sempat melihat lelehan air mata meluncur begitu derasnya di kedua pipi mulus istrinya akibat amarah dari seorang Aaron.



"Maafkan aku Aaron!!!" Sekali lagi Agatha menggumamkan kata maaf disela isak tangisnya.



^^^



~***7 hari kemudian***~



Agatha saat ini sedang duduk selonjoran di teras lantai 2 yang memiliki satu set meja makan dan kursi santai lengkap dengan ayunannya.



"Aaron!!!" Pekik Agatha sedikit histeris karena terkejut. Tidak biasanya Aaron datang setelah seminggu ia datang ke tempat kediamannya itu. Biasanya ia akan datang maksimal sebulan 2 kali.



"Ya. Kenapa kau begitu terkejut seperti itu?? Apa kau pikir aku hantu?" tanya Aaron.



Sontak wajah Agatha langsung memucat ketika Aaron menyebut satu kata keramat itu. Tidak bisa dipungkiri bahwa Agatha memanglah sangat takut pada hal-hal semacam itu yang wujudnya tak bisa ia lihat dan tak ingin dilihatnya.



\=\=\=

__ADS_1



"Aku... aku hanya terkejut karena kau tiba-tiba datang, biasanya kau hanya datang kesini 2 bulan sekali" Ucap Agatha pelan.



"Ini rumahku. Aku bebas datang kapan saja. Apa kau lupa??" balas Aaron dengan gaya sombongnya.



"Ya, aku tau" balas Agatha singkat.



"Bagus kalau kau tau. Apa yang kau lakukan disini malam-malam begini???" Tanya Aaron heran melihat Agatha.



"Aku bosan di rumah saja. Jadi aku disini menikmati udara sejuk. Apalagi semenjak kepulangan ku dari RS rasanya membuatku sesak" Jawab Agatha.



"Masuklah ke dalam!!! Kau baru saja sembuh. Aku tau kau bosan, tapi udara malam juga tidak bagus untuk kesehatanmu!!" Ujar Aaron bijak.



"Tapi aku…" ucapan Agatha terpotong.



"Jangan membantahku!!! Cepat masuk" balas Aaron sekali lagi dengan kalimat yang tak terbantahkan.



Seketika Agatha pun langsung berlari menuju kamar setelah mendapat perintah dari Aaron.


Ketika Agatha sampai di kamar, Agatha berfikir dan merasa sedikit aneh karena perubahan sikap Aaron yang terlalu ekstrem menurutnya.



Kenapa Aaron tiba-tiba memperhatikannya?. Begitulah pikirnya.



Ini bahkan terlalu asing mengingat hubungan mereka selama 7 tahun terakhir tidak pada tahap untuk saling mencemaskan kesehatan masing-masing.



Bagaimana pun juga wanita lebih perasa dari seorang pria bukan?


Siapa yang tahu kalau sebenarnya Agatha sudah mulai menaruh hati pada Aaron?



\#\#\#



Agatha masih terdiam di kamarnya hingga hari beranjak gelap. Ia menghela nafasnya sebelum melangkahkan kakinya untuk keluar. Ia memang sengaja berdiam diri disana menunggu Aaron pergi dan bukannya beristirahat seperti yang diperintahkan Aaron padanya tadi.



Agatha terkejut karena pintu kamarnya terbuka tepat sebelum tangannya menyentuh gagang pintu tersebut.



"Aaron???" Keterkejutan Agatha naik 2 kali lipat ketika ia mendapati sosok Aaron lah yang membuka pintu.



"Kau masih disini??" Tanya Agatha yang jelas diabaikan oleh Aaron yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar.



"Aaron????...!!!" Agatha masih mencoba untuk melakukan komunikasi dengan Aaron yang kini sudah membuka teras dan duduk nyaman di tempat kesukaan Agatha ketika menikmati sunset di sana.



\=\=\=



...***Readers jangan lupa komen, like, share, and vote, tambah juga ke favorit***...



...***Happy reading ya***...

__ADS_1


...***See You***...


__ADS_2