
...Balik lagi nih sama aku...
...Yuk, dukung author terus...
...Mau dilanjut gak? ...
...Happy Reading!!! ...
###
"Dari jendela sebelah kiri lantai 3, ayahku sedang melihat kita. Bukankah kita aktor dan aktris yang hebat, Sayang!!!" Bisik Aaron sambil mengecup pipi Agatha singkat. Mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Apa kau mau mati??? Berani sekali kau mencium ku!!!" Tukas Agatha kesal sembari melirik ke arah lantai 3 yang dimaksud Aaron tadi.
"Jangan melihat!!! Teruslah berjalan menuju pintu Sayang!!!" Lagi-lagi Aaron menggoda Agatha.
***
Agatha pun menurut dan berjalan mengikuti Aaron ke pintu. Saat di depan pintu, tiba-tiba sudah muncul wajah wanita berusia 35 tahunan membuka pintu dan tersenyum melihat kedatangan mereka.
"Kakak!!!" Sapa Aaron pada kakaknya.
"Kau sudah datang??? ayo masuk!!!" Suruh Rafika kepada adiknya.
Beginilah kondisi keluarga Collins. Di depan publik mungkin mereka tampak seperti keluarga harmonis yang masing-masing anggota keluarganya berhubungan dekat dan saling menyayangi tapi percayalah kalau itu hanya kamuflase saja, tidak ada hal semacam itu.
"Kau tahu, apa yang akan ayah bicarakan??? Ini sangat luar biasa karena setelah tujuh tahun aku menikah dan baru kali ini ayah memintaku datang bersama istriku" Tanya Aaron pada kakaknya.
"Begitu juga denganku. Tapi aku dengar kalau belenggu saham utama akan segera dilepas. Entahlah, mungkin hanya rumor tapi bisa jadi kebenaran. Tidak ada yang tahu dengan pasti apa yang ayah kita pikirkan selain ibu tentu saja" Jawab Rafika ketika mereka masuk menuju ruang keluarga.
^^^
Dari percakapan mereka, akhirnya Agatha menyadari kalau tidak hanya Agatha yang ditolak sebagai menantu, bahkan seorang sang pewaris **** Group juga mendapat perlakuan yang tidak jauh berbeda. Bukankah ini sedikit mencurigakan???ada apa dengan keluarga Collins sebenarnya???~ Pikir Agatha.
Dan Agatha juga terusik mengenai percakapan tentang belenggu saham utama. Ia berpikir mungkinkah itu aset terakhir yang Aaron nantikan??? jika memang iya, maka gerbang perceraian sudah terpampang jelas di depan matanya. Haruskah ia bahagia atau sebaliknya???
\=\=\=
Sementara anak dan menantunya sedang berada di lantai bawah, Tuan Collins masih berdiri di ruang kerjanya di lantai 3.
"Mereka datang dengan begitu cepat" Ucap Nyonya Collins pada suaminya.
"Mudah ditebak. Hanya karena mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap pembukaan segel Saham utama!!!" Balas Tuan Collins.
"Kau sudah menambahkan persyaratannya, kan???" Tanya Nyonya Collins.
"Sudah. Baru saja diperbarui" Balas Tuan Collins singkat.
"Baiklah!!! Kalau begitu aku akan turun duluan dan menyapa mereka terlebih dahulu. Turunlah pada pukul setengah 7 nanti!!!" Ucap Nyonya Collins dan berlalu meninggalkan suaminya itu.
__ADS_1
"Baiklah!!!"
Nyonya Collins pun keluar dari ruang kerja suaminya dan menuju ke ruang keluarga tempat dimana anak, menantu dan cucunya berkumpul.
"Kalian sudah datang??" Sapa Nyonya Collins ketika memasuki ruang keluarga, sedikit berbasa-basi.
Mereka semua pun berdiri dan membungkuk memberi hormat.
"Makan malam dimulai pukul setengah 7 disini!!!" Ucap Nyonya Collins seraya melirik Agatha.
"Bisa kita bicara sebentar???" Ucap Nyonya Collins lagi ke arah Agatha.
Agatha terkejut bukan main, begitupun dengan Aaron, Rafika dan suaminya.
"Saya???" tanya Agatha hati-hati.
"Benar, ayo ikut saya!!!" Ucap Nyonya Collins lagi.
"Ibu tidak bisa membawanya tanpa aku!!!" Sela Aaron berusaha menepati janjinya untuk membuat Agatha merasa nyaman di rumah orang tuanya, ia sadar betul sejak tadi istrinya itu merasa tegang dan tidak nyaman.
Nyonya Collins mendengus dengan cara seorang wanita terhormat sebelum melanjutkan ucapannya.
"Akan ku kembalikan istrimu dalam keadaan yang utuh" Ucap Nyonya Collins pada anaknya itu.
"Aku tidak akan meragukannya. Tapi, ibu tidak bisa mengajaknya jika dia tidak mau ikut dengan ibu!!!" Balas Aaron.
"Kau tidak mau ikut Agatha???" Tanya Nyonya Collins sambil menatap Agatha.
"Baiklah Ibu!!! Aku mau ikut dengan mu" Potong Agatha cepat sebelum ibu mertuanya membongkar semua tentang Dors Foundation.
"Bagus. Sekarang ikuti aku!!!" Balas Nyonya Collins seraya tersenyum.
Arya: Hei... Kau serius mau ikut dengan ibuku??? (Bisik Arya pada Alina)
Alina hanya mengangguk lalu mengikuti ibu mertuanya itu menuju ruangan yang ada di bawah tangga
"Apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya, Bu???" Tanya Agatha begitu mereka masuk ke ruangan.
"Dors Foundation" jawab nyonya Collins yang membuat Agatha langsung menegang dan merasa takut.
"Ada apa dengan Dors Foundation, Bu??" Tanya Agatha lagi.
"Aku menebak kalau Aaron tidak tahu apa-apa mengenai yayasan mu itu, dan aku juga menebak kau mungkin mencurangi data keuangan Aaron untuk mendirikan yayasan itu 5 tahun silam" ucap Nyonya Collins dingin.
"Bu!!! Itu..." Ucapan Agatha terpotong.
"Jujur saja aku baru saja menyelidiki data yayasan itu. Kau melindungi data pribadi mu dengan sangat baik hingga beberapa kali orang-orang ku yang ku minta menyelidiki nya selalu berputar di tempat yang sama. Aku beruntung karena nyonya Conrad tahu lebih banyak mengenai yayasan itu karena putranya" Jelas nyonya Collins pada Agatha.
"Rhys Conrad adalah pemegang saham terbesar kedua setelah mu. Aku memutuskan menyelidiki sumber dana awal dan aku menemukan penarikan besar-besaran di salah satu rekening Aaron di Swiss 5 tahun yang lalu" Tambah nyonya Collins seraya menyerahkan setumpuk dokumen.
__ADS_1
Ketika Agatha membacanya kakinya langsung gemetar karena dokumen itu adalah catatan penarikan dana yang ia lakukan 5 tahun lalu. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati dan tidak menarik sejumlah uang secara sekaligus.
Dia juga mentransfernya ke rekening-rekening pribadinya yang berada di luar negeri dan itu akan sangat sulit dilacak. Namun nyonya Collins bahkan bisa menemukan semua kekurangan itu hanya dalam waktu kurang lebih jam.
"Bu... Aku mohon!!!" Ucapan Agatha tercekat dan suaranya bergetar.
"Bagaimana jika informasi ini jatuh ke tangan Aaron?? Di sana masih ada lubang sebesar 300 juta dollar" Ucap nyonya Collins.
Lutut Agatha semakin bergetar dan tubuhnya sudah lemas. Nyonya Collins melirik ke arah jam di salah satu ruangan itu.
"Sudah waktunya makan malam. Kita harus keluar atau Aaron dan yang lain akan curiga" Ucap nyonya Collins lagi.
Agatha pun menurut dan menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum keluar. Begitu juga dengan dokumen mautnya sudah disimpan rapi di dalam tasnya.
\=\=\=
"Kenapa kalian lama sekali?? apa yang ibu katakan padamu??" tanya Aaron sambil memegang tangan Agatha ketika Agatha baru saja sampai di meja makan.
Namun Agatha hanya diam.
"Hey Agatha!!! sayang!!!" panggil Aaron.
"Ha??" Agatha tersadar dari lamunan singkatnya.
"Kau terlalu berlebihan Aaron!!" sahut nyonya Collins mendengus sebal di seberang meja makan.
"Tidak!!! Ibu tidak mengatakan sesuatu" Balas Agatha berusaha tenang dengan senyuman manisnya menutupi kegugupan nya.
"Apa kau yakin???" Tanya Aaron penasaran.
"Sudahlah!!! aku baik-baik saja...jangan khawatir!!!" Jawab Agatha lagi mencoba meyakinkan suaminya itu.
###
"Ekhem...!!!" suara deheman Tuan Collins menginterupsi mereka dan semua orang yang duduk di meja makan pun langsung berdiri untuk menghormati kepala keluarga mereka.
"Setelah makan malam selesai, ayah akan memberitahu pengumuman penting. Jadi, nikmati makan malam kalian dengan baik agar kalian tidak pingsan nantinya" perintah Tuan Collins pada anak dan menantu nya.
Kira-kira apa yang dikatakan Tuan Collins pada anak serta menantunya?? apa benar dugaan mereka mengenai pembukaan segel saham utama??? jika iya, apa yang terjadi dengan hubungan Aaron dan Agatha selanjutnya???
Apakah mereka akan berpisah? Atau mereka akan semakin erat?
\=\=\=
...Jangan lupa like, komen, vote, share...
...Tambahkan ke favorit...
...Happy Reading...
__ADS_1
...See You...