CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 11


__ADS_3

...Hai para readers...


...Terima kasih udah mau baca ceritaku yang gak jelas ini....


...Yuk, langsung aja kepo in kisah lanjutannya....


###


~Setelah 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya Agatha tiba di kantor Pusat Collins Group... Ia pergi ke lantai 40 yang merupakan lantai tertinggi tempat kantor Aaron berada.


"Selamat siang Nona" ucap resepsionis.


•••


~Setelah 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya Agatha tiba di kantor Pusat Collins Group... Ia pergi ke lantai 40 yang merupakan lantai tertinggi tempat kantor Aaron berada.


"Selamat siang Nona" ucap sekretaris Aaron?


"Selamat siang!!! Apa CEO Aaron Collins ada di dalam??? Aku ingin bertemu dengannya" ucap Agatha pada sekretaris Aaron.


"Apa Anda sudah membuat janji Nona???" tanya sekretaris Aaron itu.


"Saya temannya. Katakan saja Agatha Dorus datang!!!!" Balas Agatha.


Teman??? Itu adalah kedok yang selalu dipakai Agatha ketika ia mengunjungi Aaron di kantornya.


"Silahkan masuk Nona!!!" Ucap sekretaris Aaron itu.


"Terima kasih!!!" Balas Agatha ramah.


Agatha pun masuk ke ruang Aaron dengan hati-hati dan secara perlahan.


"Apa aku mengganggumu, Aaron?" tanya Agatha seraya memunculkan kepalanya dari pintu ruang kerja Aaron.


"Masuklah!!!" Suruh Aaron dari dalam. Agatha pun masuk.


"Ada apa??? kau jarang sekali datang ke kantorku. Apa ada urusan mendesak???" Tanya Aaron sambil memberikan minuman pada Agatha lalu duduk di sofa seberang Agatha.


"Ibumu!!!" Satu kata yang berhasil membuat Aaron menghentikan tangannya yang sedang membuka kaleng minuman yang dipegangnya.


"Ibuku??? ada apa memangnya???" Tanya Aaron penasaran.


"Ibumu menemui ku dan...." Ucapan Agatha terpotong.


"Tunggu dulu!!!" Potong Aaron kemudian ia berjalan menuju meja kerjanya dan menghubungi sekretarisnya.


"Rayan, jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan ku!!! Aku sedang tidak ingin diganggu siapapun!!!" Ucap Aaron penuh penekanan dan ketegasan.


Setelah mengatakannya, Aaron menutup sambungan teleponnya, ia berpindah duduk di sebelah Agatha.


"Lanjutkan!!!" Suruh Aaron penasaran.

__ADS_1


"Ibumu datang menemui ku dan meminta kita datang ke rumah untuk makan malam" Ucap Agatha yang disambut kerutan dahi dari Aaron heran.


"Kau yakin ibuku yang melakukannya???" Ujar Aaron yang dibalas anggukan oleh Agatha.


"Kapan??" Tanya Aaron lagi.


"Nanti malam" Balas Agatha singkat.


"Kau tadi mengatakan "kita"?" Tanya Aaron yang dibalas anggukan lagi oleh Agatha.


"Apalagi yang ibu katakan???" Tanya Aaron semakin penasaran.


"Katanya ada pembicaraan penting. Kakak ipar dan suaminya juga akan datang!!!" Jawab Agatha dengan ekspresi datar.


"Bahkan kakak yang tinggal di Amsterdam juga datang?? menurutmu, apa yang akan dibicarakan mereka???" Tanya Aaron yang disambut dengan gelengan kepala dari Agatha.


"Emm... Aaron... Apa aku juga harus datang ke rumah orang tuamu??" Tanya Agatha ragu dan berhati-hati.


"Tentu saja!!! mereka mengundang kita, jadi kau harus ikut!!!" Balas Aaron santai.


"Tapi aku takut" Ucap Agatha kembali.


"Tidak apa-apa!!! kau bersamaku" jawab Aaron santai.


"Haruskah???" Tanya Agatha lagi, kali ini dengan wajah memelas.


"Ehm... Ayo kita berangkat sekarang saja!!! Aku terlalu penasaran dengan apa yang akan mereka katakan!!!" Aaron berdehem pelan.


"Tidak usah... Kita bisa membelinya dalam perjalanan" Balas Aaron.


°°°


Akhirnya mereka turun ke basement menggunakan lift khusus. Ketika Aaron berjalan menuju tempat parkir mobil nya, ia melihat mobil Agatha yang diparkir tidak jauh dari mobilnya.


Ia sedikit tersenyum melihat mobil W Motors Lykan Hypersport merah yang diberikannya beberapa bulan lalu sebagai hadiah ulang tahun istrinya itu.


"Aku pikir mobil itu sudah menjadi lembaran uang" Sindir Aaron.


"Kau memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku. Aku tidak mungkin menjualnya" jawab Agatha datar.


"Setelah berbulan-bulan, ini pertama kalinya aku melihatmu menaikinya. Aku pikir kau tidak menyukainya" Ucap Aaron.


"Awalnya memang aku tidak menyukainya. Tapi apa salahnya mencoba" jawab Agatha datar.


"Seharusnya kau bersyukur aku memberimu mobil, bahkan mobil itu lebih mahal dari mobil yang saat ini kita naik i" Jelas Aaron pada istrinya itu.


"Aku rasa aku tidak pernah memintanya" jawab Agatha datar.


"Ya... Agatha Dorus, bisakah kau mengucapkan terima kasih atau sekedar berbasa-basi? ucap Aaron dingin.


"Terima kasih Aaron Collins, suamiku tersayang" Ucap Agatha dengan ekspresi yang dibuat-buat.

__ADS_1


"Apa kau puas!!!! Sudah tidak usah berlama-lama. Aku bisa saja berubah pikiran dan lebih memilih pulang dari pada ikut denganmu!!!" Sambung Agatha muak.


Lagi-lagi Aaron berdecak kesal. Ia lebih memilih meredam emosinya lagi demi tidak menimbulkan dampak buruk terhadap keduanya. Dan akhirnya mereka pun pergi menuju tempat yang akan mereka tuju.


Dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Collins, Aaron benar-benar menepati janjinya untuk berhenti di Collins Mall untuk membeli pakaian.


###


"Keluarlah terlebih dahulu. Kita tidak boleh bersama kan di depan publik??Aku akan..." Ucapan Agatha terpotong.


"Kita masuk bersama saja!!!!" Potong Aaron.


"Tapi kan..."


"Tidak apa!!! Ayo!!!" Ajak Aaron.


Dan mereka pun masuk bersama. Pertama, Aaron mengantar Agatha ke butik merk terkenal untuk membeli baju. Pilihan mereka jatuh pada gaun selutut berwarna navi dengan berbagai variasi yang rumit di bagian dada yang membuat Agatha begitu manis seperti gadis belia berusia belasan tahun dan bukannya seorang wanita bersuami yang berusia 25 tahun.


Siapa yang tahu usia seseorang apabila tidak bertanya secara langsung? Karena wajah seseorang bisa menipu.


"Kau terlihat sangat luar biasa mengenakan gaun ini" Puji Aaron yang membuat Agatha berdecak kesal mendengarnya.


Setelah itu Aaron berjongkok ke depan kaki Agatha dan mengulurkan sepatu berwarna navy senada dengan gaun tadi dengan hak setinggi 15,24 cm dengan model Angkle strap heels.


"Kurasa sepatu ini lebih cocok!!!" Ucap Aaron sambil melepaskan sepatu hitam yang dikenakan Agatha tadi dan menggantinya dengan sepatu pilihan Aaron itu.


"Kakimu terlihat lebih indah" Gumam Aaron pelan agar Agatha tidak bisa mendengarnya.


Sementara Agatha memperhatikan Aaron setelah pria itu memasangkan sepatu padanya. Pria itu sudah berganti pakaian dengan jas berwarna sama seperti gaunnya.


Tampan. Benar-benar tampan. Itulah gambaran yang sangat cocok untuk seorang Aaron Collins.


Setelah semuanya selesai, mereka melanjutkan perjalanannya menuju tempat tujuan.


"Ayo!!!" Ajak Aaron yang sudah mengulurkan tangannya untuk menggandeng Agatha.


"Aku bisa jalan sendiri. Aku tidak perlu gandengan tanganmu" Ucap Agatha ketus dan langsung berlalu meninggalkan Aaron yang sudah memasang ekspresi kesal akibat penolakan yang ia dapat.


Aaron mengulurkan tangannya lagi untuk membantu Agatha turun dari mobil ketika sampai di depan rumah keluarga Collins.


"Aaron... Kau membuatku takut... Aku bisa sendiri!!!" Ucap Agatha dingin saat Aaron mengulurkan tangannya.


\=\=\=


...Cukup segini aja ya...


...Jangan lupa like, komen, share, vote dan tambah ke favorit...


...Terus dukung author...


...Happy Reading...

__ADS_1


...See You...


__ADS_2