
...Balik lagi sama aku...
...Yang gak suka jangan baca...
...Happy Reading 😊...
^^^
Aaron mencengkeram tangan Agatha kuat saat gadis itu berada diujung tangga menuju lantai satu.
"Apa itu sikap yang sopan?" Desis Aaron lagi.
"Apanya?" Tanya Agatha dengan sorot mata tajam seraya melepaskan tangannya dari cengkeraman Aaron dengan kasar.
"Meninggalkan orang yang masih berbicara denganmu itu tidak sopan!!!" bentak Aaron dengan nada tinggi.
"Lalu apakah tindakan yang sopan ketika kau bermesraan dengan selingkuhan mu tepat di hadapan istrimu?" tanya Agatha dengan ketus.
Aaron hendak membalas perkataan Agatha tetapi ekor matanya menangkap 4 orang pelayan yang sedang menuju ke arah mereka.
"Kalian boleh keluar dari sini!" perintah Aaron kepada pelayan itu dan sontak 4 pelayan itu membungkuk sopan lalu pergi meninggalkan tuan dan nyonya rumahnya.
"Kenapa kau mengusir mereka?? Apakah kau ingin memukulku lagi??? Baiklah pukul saja!!! ujar Agatha dengan nada sinis.
"Ya... Jaga mulutmu itu Agatha Dorus!!!" bentak Aaron.
"Apa maksudmu dengan menjaga mulut? apakah aku harus menjaga kata-kataku? kurasa tidak. Aku masih bersikap jauh lebih baik daripada istri di luar sana yang menghadapi pemukulan dan perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Tidakkah kau tau itu?" tanya Agatha dengan ketus.
"Pemukulan aku menyetujui nya tapi perselingkuhan?? apa maksudmu??" Tanya Aaron dengan nada tak kalah sinis dengan Agatha.
"Tentu kau tidak akan menanyakan hal seperti itu pada istri direktur Kim dari Kim Corp, bahkan wanita anggun yang dibesarkan dengan segala macam tata krama dan kelebihan ekonomi seperti itu pun masih bisa memukul kepala aktris dan bahkan Nyonya Kim juga sempat mencakar wajah selingkuhan suaminya itu. Aku yakin wanita itu butuh keahlian dokter bedah plastik untuk menghilangkan bekas cakaran di wajahnya itu!!!" Jelas Agatha.
"Asal kau tahu, aktris itu tidak berada pada level yang sama dengan Briana dan juga kau tidak pada level yang sama dengan Nyonya Kim" Tegas Aaron.
"Kenapa? Apa karena aku istri pajangan?" tanya Agatha dengan sinis.
"Kurang lebih seperti itu" Ujar Aaron dengan enteng tanpa beban.
"Hah... Baiklah..." Ucap Agatha kembali berjalan menuju dapur setelah menghela nafasnya.
"Apa maksudmu dengan baiklah???" Tanya Aaron sembari membuntuti istrinya itu menuju ke dapur.
"Apa lagi???" Tanya Agatha dengan malas dan jengah.
•••
Jujur saja, Agatha sudah muak bersikap manis di depan suaminya itu. Oh baiklah!!! Ia memang sudah terlalu muak untuk terus memakai topeng lemah lembut di hadapan suaminya itu.
__ADS_1
"Kau bersikap seolah kau bisa menggenggam dunia. Ingatlah!!! bahwa aku lah yang meletakkan dunia itu dalam genggamanmu, apa kau lupa???" tanya Aaron dengan sombong.
Agatha berdecak kesal merasa suaminya itu terlalu banyak membual tentang dunia, memang benar jika Agatha adalah istri pewaris Collins Group, sebuah perusahaan yang menguasai pasar Asia, Eropa dan bahkan seluruh dunia dengan merambah ke berbagai macam sektor.
Tapi itu jika Agatha memang istri yang diakui, tapi kenyataan yang sebenarnya adalah Agatha hanya lah istri yang dipajang di rumah. Sementara yang selalu digandeng kemanapun jelas bukanlah dirinya melainkan gadis bernama Briana dan jelas status Aaron di luar sana masih lajang.
Agatha bahkan harus menyembunyikan status pernikahan mereka hingga 7 tahun lamanya. Menurut kalian bagaimana rasanya apabila berada di posisi Agatha saat ini?
"Dari mana kau belajar melakukan semua hal yang tidak sopan itu?" Geram Aaron karena Agatha seolah mengejek dirinya.
"Kau selalu berbicara mengenai kesopanan dan semacamnya. Dan apa maksudmu tentang kaulah yang meletakkan dunia dalam genggamanku??? apakah kau sedang membuat candaan??" Tanya Agatha sinis seraya menyandarkan tubuh ramping nya di meja dapur, ia menatap suaminya itu dengan mengejek, angkuh, dan memancarkan aura gelap.
"Ya Agatha Dorus!!!!" teriak Aaron pada Agatha lagi.
"Ya Aaron Collins, suami tersayangku!!! Jawab Agatha dengan nada mengejek yang luar biasa menjengkelkan menurut Aaron.
"Ikut aku sekarang juga!!!" perintah Aaron sambil menarik tangan Agatha.
"Kemana??" tanya Agatha mengejek.
°°°
Tiba-tiba telepon Agatha berdering dengan tatapan tajam dan serius yang saling mereka lemparkan terputus akibat deringan itu.
~Percakapan telepon~
^^^Dengan Nyonya Agatha Dorus??^^^
"Iya, saya sendiri" balas Agatha.
^^^Kami dari Collins Internasional Hospital ingin memberitahukan bahwa keluarga Anda, Tuan Dorus, dinyatakan meninggal dunia.^^^
Tiba-tiba Agatha menjatuhkan genggaman teleponnya dan tubuhnya merosot ke lantai dengan tatapan kosong menghadap ke depan menerawang jauh entah kemana.
"Telepon dari rumah sakit? ada apa? apa terjadi sesuatu dengan ayahmu?" tanya Aaron beruntun seraya memposisikan tubuhnya sejajar dengan Agatha. Namun gadis itu masih tetap diam tanpa bersuara sedikitpun dengan tetap memandang kosong seperti mayat hidup karena wajahnya putih memucat.
"Hei kau mendengar ku kan? ada apa?" tanya Aaron lagi. Kali ini ia menyentuh bahu Agatha dan tiba-tiba saja Agatha terisak.
"Hei kenapa kamu menangis? cepat katakan ada apa?" tanya Aaron yang semakin penasaran.
"Ayah... Hiks... A.... ayah... Hiks... Ayah A-aron..." Jawab Agatha dengan menangis terisak.
"Iya. Ada apa dengan ayahmu???" tanya Aaron sekali lagi.
"Ayah... meninggal... ayah... meninggal... Aaron.. hiks... hiks..." tangis Agatha pun akhirnya pecah juga.
Refleks Aaron pun langsung meraih tubuh Agatha ke dalam pelukannya agar ia merasa tenang dan lebih baik.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu!!! aku akan menghubungi Michae. Sekarang ayo kita ke rumah sakit!!!" ucap Aaron. Agatha pun mengangguk dan mengikuti Aaron pergi ke rumah sakit
\=\=\=
~Keesokan harinya~
Kini mereka (Aaron, Agatha, Michael) sudah berada di tempat pemakaman. Aaron mengambil peran sebagai menantu yang sangat baik karena mengingat Agatha yang terlalu lemas dan tidak bisa melakukan banyak hal.
Maka Aaron lah yang menggantikan Agatha untuk mengurus semua tentang pemakaman ayah mertuanya itu. Agatha dan Michael hanya terduduk sambil menangis di depan rangkaian bunga dan foto ayahnya.
Keluarga Aaron kali ini tidak bisa datang karena mereka masih berada di luar negeri mengurus sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.
"Kalian makanlah terlebih dahulu!!! kurasa tamunya juga sudah berkurang dan semakin sedikit" Ujar Aaron.
"Baiklah kakak ipar!! Kakak, ayo kita makan dulu!!!" ajak Michael namun Agatha hanya diam.
"Kakak ipar!!! tolong bantu membujuk kakak!!! Dia tak ingin makan" pinta Michael ketika Agatha sama sekali tidak mau bergerak dari posisi duduknya.
"Makanlah!!! Bukankah sejak semalam kau belum makan apapun???" ucap Aaron sambil mengambil hidangan yang disajikan untuk tamu yang datang.
Lagi-lagi Agatha hanya diam seraya menatap kosong pada nampan makanan yang dibawa oleh adiknya.
"Ayolah!!! kau harus makan jika kau tidak ingin jatuh sakit lagi!!!" bujuk Aaron.
Akhirnya Agatha mau makan walau dengan lelehan air mata yang terus mengalir menjatuhi pipinya. Ia teringat semua kenangan bersama ayahnya.
\=\=\=
Nasihat
Ketika semua orang meninggalkan kita, apa masih ada orang yang mau menerima kita??
Jawabannya adalah ya...
Masih ada orang yang peduli dengan kita, jadi kita harus tetap sabar untuk menghadapi semua masalah dan musibah. Kita tidak boleh menghindar atau bahkan meninggalkan masalah yang harus kita hadapi, karena Tuhan tidak akan memberikan masalah maupun musibah yang tidak bisa kita lalui.
Jadi, percaya lah bahwa semuanya akan indah pada waktunya.
Percaya lah, semua jalan cerita hidup ini sudah diatur sedemikian rupa, kita tak akan tahu bagaimana jalan cerita itu, tapi seharusnya kita harus melakukan hal-hal yang baik...
Untuk masalah jodoh, Tuhan juga sudah menyiapkan nya untuk kita, kita tak akan tahu kita akan bertemu dengannya dimana dan kapan. Jadi, tunggulah saat nantinya ketika takdir mempertemukan kita dengannya.
***
...Jangan lupa komen, like, dan vote yah readers...
...Author juga butuh dukungan...
__ADS_1
...happy reading 🎉...