CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 2


__ADS_3

...Hallo......


...Balik lagi sama aku nih...


...Siapa yang udah nunggu kelanjutan novel ini?...


...Simak yuk langsung...


...Happy Reading 💞...


###


Tubuh Agatha dibanting keras mengenai rak tanaman. Beberapa vas tanaman pecah dan Agatha mengerang kesakitan sambil memegangi lehernya yang masih sangat sakit karena ulah Aaron yang sungguh brutal.


"Kau akan mendapat yang lebih dari ini jika kau masih berusaha merendahkan Briana lagi!!" Ancam Aaron sebelum dirinya meninggalkan Agatha sendiri tanpa peduli jika wanita yang berstatus istrinya itu tengah kesakitan, tidak hanya tubuhnya tapi juga hatinya yang jauh lebih sakit.


"Nyonya!!! Nyonya Kenapa?" Pekik bi Ina ketika melihat Agatha turun dari rooftop dengan kondisi memar di wajahnya.


"Apa yang terjadi dengan Anda?? lalu kenapa wajah Anda bisa memar begini?" tanya bi Ina ketika melihat sudut bibir nyonya nya berdarah dengan beberapa luka di tangan dan kakinya.


"Aku hanya terjatuh tadi bi, bibi tidak usah khawatir" jawab Agatha dengan senyum lembutnya.


"Apakah Tuan yang..." ucapan bi Ina terpotong oleh Agatha.


"Tidak bi!!!" Potong Agatha sebelum bi Ina melanjutkan pertanyaannya.


Bi Ina adalah pelayan sekaligus pengasuh Aaron ketika masih kecil. Namun, Bi Ina tidak mengerti kenapa anak laki-laki yang manis seperti Aaron bisa berubah menjadi monster mengerikan seperti sekarang.


 


"Maafkan saya Nyonya…!!!" ujar bi Ina pada Agatha. Dirinya meminta maaf pada Agatha.


"Ini bukan salah Bibi. Tak apa!!! Aku baik-baik saja" balas Agatha meyakinkan.


"Biar aku mengobati mu Nyonya!!" ucap bi Ina ingin membantu Agatha membersihkan lukanya.


"Tidak usah bi, aku akan ke kamarku dan mengobati lukaku sendiri. Bolehkah aku minta tolong pada bibi, bawakan telur untukku agar aku bisa menghilangkan lebam ku?" tolak Agatha secara halus.


"Iya Nyonya" bi Ina mengiyakan perkataan Agatha dan menjalankan perintahnya.


"Terima kasih, Bi!" ucap Agatha pada bi Ina.


•••


Di sisi lainnya


Aaron sedari tadi hanya menggerutu dan bersumpah serapah karena masih sangat kesal setelah pertemuannya dengan Agatha.


Dalam 7 tahun, dapat dihitung dengan jari ketika ia pulang ke kediaman utamanya untuk bertemu istrinya itu. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di apartemen mewahnya bersama kekasihnya, Briana.


Oh, bahkan Aaron merasa kalau ia dan Briana sudah seperti sepasang suami istri yang sesungguhnya. Mereka melakukan semuanya selayaknya yang dilakukan pasangan suami istri pada umumnya.


"Sayang…!!!" Panggil Briana pada Aaron.

__ADS_1


"Eoh. Kenapa??" tanya Aaron penasaran.


"Kau sepertinya sedang kesal. Apa yang terjadi ketika kau menemui istrimu itu tadi?" Tanya Briana dengan nada yang tidak suka.


 


Aaron tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Briana padanya.


"Kenapa bertanya seperti itu? Apa kau sedang cemburu??" tanya Aaron lagi.


"Tentu saja aku cemburu!! Dia istri sah mu!! Sedangkan aku merasa seperti seorang simpanan" Gumam Briana sedih.


"Sshhtt! Kenapa kau merasa seperti itu honey? Kau calon istriku bukan simpanan ku" ujar Aaron mencoba menghibur seraya memeluk Briana.


"Jika bukan, kenapa tidak segera ceraikan wanita itu dan menikahi ku? Tidak!! Kenapa sejak dulu kau tidak langsung menikahi ku??" tanya Briana dengan kesal.


"Itu karena aku ingin kau mendapatkan kehormatan dan diterima oleh orang tuaku dan seluruh keluargaku. Kau tau jelas apa alasanku bukan??" balas Aaron.


"Iya aku tahu… Tapi apa ini? Bahkan setelah bertahun-tahun orang tuamu juga tidak pernah merestui hubungan kita! Apa jangan-jangan orang tuamu diam-diam sudah merestui hubunganmu dengan wanita itu?" ujar Briana lagi.


"Tidak!! Tidak!! Mereka bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai menantu mereka. Kau tahu? Aku tidak ingin wanitaku mendapatkan perlakuan buruk semacam itu makanya aku memancingnya terlebih dahulu dengan pernikahanku dan Agatha? Jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak!! Apakah kau tidak cukup percaya diri untuk mendampingiku? Ataukah kau sudah tidak mempercayaiku lagi?" jawab Aaron lagi sambil mengerutkan keningnya.


"Tidak sayang. Aku percaya padamu. Maafkan aku!!" Gumam Briana tepat di depan telinga Aaron sekaligus menggoda Aaron.


***


Drrrrrttt… Drrrrrttt


Suara getaran handphone Aaron menengahi kegiatan yang mereka lakukan.


"Ada apa???" tanya Aaron dengan malas.


"Tuan???" panggil seseorang dari sambungan telfon tersebut.


"Ya, bi Ina. Ada apa??" tanya Aaron sekali lagi.


"Nyonya pingsan dan sekarang sedang perjalanan menuju RS, Tuan" ucap bi Ina dengan nada khawatir.


"Apa?? Kenapa??" Aaron tersentak karena terkejut dengan suara panik, benarkah ia panik?


"Saya tidak tau Tuan" balas bi Ina.


"Baiklah. Aku segera ke sana" Aaron pun langsung mematikan sambungan telfonnya.


~Panggilan berakhir~


^^^


"Sayang. Ada apa??? Siapa yang menghubungimu?" Tanya Briana.


"Bi Ina. Dia mengatakan Agatha pingsan dan sekarang dalam perjalanan ke rumah sakit" balas Aaron dengan memakai mantelnya.


"Memangnya apa yang terjadi???" tanya Briana penasaran.

__ADS_1


"Aku tidak tau. Mungkin…" Aaron mendesis ketika teringat kejadian tadi bahwa dirinya telah menampar, mencekik, bahkan melempar tubuh mungil istrinya itu hingga membentur rak tanaman.


"Aish... si*l!!!" Desisnya marah seraya mengacak-acak rambutnya.


\=\=\=


Tanpa pikir panjang, Aaron dengan cepat meraih kunci mobilnya dan bergegas keluar tanpa memperdulikan teriakan Briana yang meminta penjelasan darinya.


Dalam perjalanan menuju RS, entah mengapa Aaron dihinggapi rasa bersalah yang begitu besar pada Agatha. Ia telah memanfaatkan gadis itu untuk memenuhi ambisinya, tanpa memperdulikan perasaan gadis itu selama 7 tahun pernikahan mereka. Ia hanya memikirkan dirinya sendiri.


Bahkan ia baru sadar kalau ia menikahi gadis itu tanpa adanya pemberkatan pernikahan atau resepsi pernikahan yang layak. Mereka juga tidak memiliki selembar pun foto pernikahan.


Oh, jangankan foto pernikahan, bahkan foto mereka berdua dalam satu frame pun tidak mereka miliki.


Pernikahan macam apa yang sesungguhnya mereka lakukan??


###


~Beberapa menit kemudian~


Aaron sampai dan langsung memasuki ruangan Agatha dirawat. Disana sudah ada Bi Ina yang menemaninya.


"Tuan!!!" sapa Bi Ina ketika Aaron masuk dan berdiri di samping ranjang Agatha.


"Apa yang terjadi padanya, Bi???" Tanya Aaron yang berusaha tetap besikap dingin walaupun sejujurnya ia merasa cemas. Entah mengapa dirinya dihinggapi rasa cemas.


"Dokter mengatakan ada memar di kepala bagian belakangnya. Mereka mengindikasi kalau luka itu akibat benturan dan juga ada luka memar di beberapa bagian tubuhnya yang lain. Selain itu ada bekas cekikan dileher Nyonya. Apakah…?" ucapan bi Ina terpotong kala Aaron langsung bertanya.


"Bagaimana hasil MRI-nya??? Apakah ada masalah?" Potong Aaron sebelum Bi Ina mengajukan pertanyaan yang menyudutkan dirinya.


"Tidak ada masalah dengan otaknya" balas bi Ina.


"Gagar otak???" tanya Aaron lagi.


"Tidak tuan, hanya syok dan kelelahan saja" balas bi Ina lagi.


•••


Tanpa sadar Aaron menghela nafas lega yang justru hal itu membuat bi Ina mengerutkan keningnya heran, karena selama ini Aaron berlaku sangat buruk pada gadis itu 7 tahun lalu hingga sekarang.


"Aaron?!!" Panggil bi Ina dengan lembut.


"Aku sedang tidak ingin mendengar ceramah mu, Bi!!" Gumam Aaron sambil duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.


°°°


...Jangan lupa komen, like, dan vote yah reader...


...Author juga butuh dukungan...


...Ok...


...Jangan pelit...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2