CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 1


__ADS_3

...Hai......


...Semoga suka sama ceritaku ya...


...Happy Reading 💓...


###


...~Tarikan nafas ini begitu berat dan pilu melihatmu selalu bersamanya dan selalu mengabaikan keberadaanku~...


***


Langkah kaki seseorang yang memiliki postur tubuh tinggi tegap dengan kulit putih dan wajah yang bahkan tidak pernah terbayangkan betapa sempurnanya.


Oh, jangan lupakan tatapan mata tajamnya yang begitu mengintimidasi dan sangat dingin memasuki salah satu rumah mewahnya yang selama ini tidak pernah menjadi tempat kediamannya.


Brakkk...


Suara pintu yang dibanting kasar oleh seorang pria itu membuat seorang pelayan wanita yang tengah membersihkan ruang tersebut terlonjak kaget karena bantingan suara pintu.


"Dimana Agatha?" Tanya pria itu dengan rahang yang begitu keras itu.


"Ny…nyonya... di... di atas, Tuan... rooftop" Jawab pelayan tersebut dengan gagap karena ketakutan.


Tanpa berlama-lama kaki jenjangnya pun melangkah dengan kasar menuju rooftop dengan beberapa kursi santai yang tertata rapi dengan berbagai macam tanaman yang paling disukai wanita tersebut.


"Agatha..." Desisnya marah ketika mendapati sosok wanita yang dicarinya berada di green house yang ada pada rooftop itu.


"Ya... " Agatha mendongak karena merasa dipanggil oleh seseorang.


Sontak matanya langsung membulat ketika melihat siapa yang kini berada di hadapannya.


"Apa maksudmu dengan menghina Briana di depan umum kemarin huh...?" Desisnya lagi dengan penuh kemarahan.


"Aaron itu..." ucapan Agatha terpotong.


"Kau pikir siapa dirimu berani melakukan hal serendah itu padanya??" Potong Aaron dengan nada dingin.


"Maafkan aku..." Hanya kata itu yang berhasil keluar dari mulut Agatha dan saat itu juga ia merasakan matanya merah menahan air mata.


"Kau tidak sedang memerankan akting sebagai istriku kan?" Tanya Aaron dengan nada mengejek.


•••


Entah dapat keberanian dari mana, Agatha menatap tepat ke dalam mata Aaron, seakan ia bisa membakar pria itu dengan tatapan matanya


"Ceraikan aku sekarang juga Aaron!!" Desis Agatha.


"Aku menikahimu 7 tahun yang lalu, membiayai kuliahmu, dan sekarang membiayai kuliah adikmu bukan untuk mendengar kata cerai darimu... Dengar..." Aaron mencengkram lengan Agatha cukup kuat dan menatapnya tajam sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Sebelum ayahku memberikan semua hartanya padaku, maka kau akan tetap menjadi istriku Agatha... Itu adalah syarat utamanya. Setidaknya kau bisa dijadikan istri pajangan di rumah. Bukankah begitu?" jelas Aaron dengan nada penuh penekanan.


Hati Agatha mencelos mendengarnya, bukan pertama kalinya ia mendengar kata-kata semacam itu keluar dari mulut suaminya. Tapi entah kenapa hatinya masih tetap sakit mendengarnya. Ia tetap terluka karenanya


\=\=\=


"Orang tuamu bahkan tidak menerimaku" Gumam Agatha terdengar begitu lelah.


Ya, memang ia sudah lelah dengan semuanya. Ia telah bertahan dari segala hal. Hinaan mertuanya, makian suaminya, dan simpanan suaminya itu. Agatha wanita yang terlihat begitu manis dan polos di hadapan semua orang tapi tidak dengan di hadapan suaminya


"Tapi sejauh ini kau bisa bertahan dengan mereka bukan?? Hah, aku tidak membayangkan jika gadisku yang berada di posisimu dan mendapatkan cacian serta hinaan dari orang tuaku. Beruntung waktu itu kau datang padaku disaat yang tepat" Ujarnya tersenyum remeh.


Lagi-lagi Agatha merasakan dadanya semakin sesak dan pikirannya melayang kembali 7 tahun yang lalu. Ketika ia masih menjadi gadis sederhana yang baru saja lulus dari SMA dan kesulitan mencari nafkah untuk dirinya sendiri, adiknya dan juga biaya rumah sakit ayahnya.


__ADS_1


~***Flashback On***~



Di sebuah rumah sakit ternama terlihat dua orang gadis tengah duduk sambil terisak setelah dokter menyatakan ayah mereka dalam keadaan koma setelah mengalami kecelakaan hebat ketika pulang dari perjalanan bisnisnya



"Kak, bagaimana ini? Deposito rumah kita sudah kakak ambil untuk biaya rumah sakit ayah, lalu kita tinggal dimana sekarang?" Ucap gadis itu terisak dalam pelukan kakak perempuannya.



"Kakak tidak tahu, tapi kau tenang saja!! Kakak akan mencari cara untuk memecahkan kesulitan kita!" Kata Agatha berusaha menghibur adik perempuannya itu.


 


•••



Dan saat itulah tanpa disadari mereka berdua sudah ada seseorang mendengar percakapan dua bersaudara itu dari luar ruangan, bahkan diam-diam pria itu tersenyum licik ke arah mereka, ia pun berjalan menghampiri dua gadis itu.



"Selamat malam!!" Sapa Aaron sopan pada saat itu.



"Malam kembali, siapa kamu??" Jawab dua bersaudara itu kompak.



"Perkenalkan nama saya Aaron... Bisakah saya bicara dengan Nona??" Ujar Arya seraya menunjuk ke arah Agatha.




Aaron mengangguk.



"Bisakah Nona ikut saya sebentar?" tanya Aaron pada Agatha.



Agatha mengangguk dan mengikuti Aaron keluar.



°°°



Malam itu pun Aaron mengajak Agatha keluar, ia membuat kesepakatan dengan Agatha, ia menginginkan pernikahan dengan Agatha dengan syarat mau diceraikan ketika berhasil mendapatkan aset dan saham yang masih dibekukan oleh orangtuanya.



Sementara itu Aaron akan membiayai semua perawatan ayah Agatha dan juga biaya pendidikannya beserta adiknya juga hingga lulus dari universitas.


 


"Tuan, apa Anda yakin Anda masih waras? Bahkan kita baru saja saling mengenal?" Ujarnya agak cemas.


"Hei Nona, aku hanya ingin membantumu, kau tahu aku bahkan tidak pernah merasa sewaras ini dalam 25 tahun eksistensiku di muka bumi ini!!!" Jawabnya santai.

__ADS_1


"Maaf Tuan, saya menolak" jawab Agatha.


"Coba pikirkan lagi, Nona!! Kau tidak akan rugi apapun kecuali satu catatan perceraian yang bisa dimanipulasi kapan pun, kau tidak tahu seberapa berpengaruhnya pria yang sedang duduk di hadapanmu ini?" tawar Aaron lagi.


"Dengar Tuan!! Saya masih 18 tahun dan saya tidak mau mengorbankan masa muda saya untuk melakukan hal konyol seperti itu. Saya bisa cari jalan keluarnya dengan…" ucapan terpotong oleh sang adik.


"Kak…!!!" Perkataan Agatha terpotong ketika ia mendengar pekikan histeris adiknya yang memanggilnya.


"Eoh... Kenapa??" tanya Agatha khawatir.


"Hosh.... Hosh... Ayah... Operasi… dokter… Hosh... Hosh... biaya..." Perkataan adik Agatha terputus-putus karena lelah mencari Agatha.


###


Agatha tiba-tiba diserang rasa cemas mendengar penuturan sang adik, sontak ia pun berlari menuju ruangan ayahnya.


Setelah sampai, Agatha melihat segerombolan perawat mengelilingi ranjang ayahnya dan salah satu seorang dokter menghampiri Agatha.


 


"Nona Agatha!! Tuan harus segera dioperasi, setidaknya itu akan memperpanjang umurnya!!" Ujar dokter itu.


Tubuh Agatha langsung lemas mendengarnya.


*OPERASI* kata itu berputar dalam kepalanya.


"Terimalah tawaranku dan semuanya akan beres!!" Ujar Aaron.


Karena tak punya pilihan lain…Agatha akhirnya menerima tawaran Aaron.


~Flashback Off~


 


###


"Malam itu seandainya aku tidak bertemu denganmu…Maka aku akan jauh lebih bersyukur!!" Gumam Agatha.


"Dan dapat dipastikan ayahmu sudah tidak bersamamu lagi sekarang! Oh, bahkan kau tidak mungkin mendapatkan pendidikan bagus dan juga adikmu tidak mungkin bisa melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Ingat?? Semua itu karena aku…karena kau menjual dirimu padaku!!" Ujar Aaron dingin.


 


Agatha menahan segala amarahnya mendengar perkataan Aaron, kemudian Agatha menghembuskan nafasnya perlahan untuk meredam emosinya.


"Baiklah... aku minta maaf untuk kelancanganku Tuan Aaron… Sampaikan maafku pada… pada… simpananmu!!!" ucap Agatha.


"Jaga mulut kotormu dasar ******!!!" Desis Aaron marah setelah menampar wajah Agatha dengan keras dan mencekik leher Agatha dengan kekuataan yang cukup besar.


Dan cekikan itu sukses membuat Agatha tak bisa bernafas.


Aaron cukup terkejut dengan reaksi refleksnya… Sungguh, Aaron tidak bermaksud melakukannya… Namun, matanya terlalu gelap dan ia sangat marah karena Agatha menyebut wanitanya, orang yang sangat ia cintai dengan sebutan simpanan.


Tubuh Agatha dibanting keras mengenai rak tanaman. Beberapa vas tanaman pecah dan Agatha mengerang kesakitan sambil memegangi lehernya yang masih sangat sakit karena ulah Aaron.


"Kau akan mendapat yang lebih dari ini jika kau masih berusaha merendahkan Briana lagi!" Ancam Aaron sebelum meninggalkan Agatha tanpa peduli jika wanita yang berstatus istrinya itu tengah kesakitan, tidak hanya tubuhnya tapi juga hatinya yang jauh lebih sakit.


^^^


...Jangan lupa komen, like, dan tambah ke favorit yah readers...


...Yang suka komen lanjut...


...Ok Jangan pelit...


...Happy Reading 🤗...

__ADS_1


__ADS_2