CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 4


__ADS_3

...Hai hai hai...


...Balik lagi sama Author yang gak jelas ini...


...Sorry ya apabila ada kata kata atau kalimat yang menyinggung...


...Happy Reading guys 😁...


###


"Aaron???" Keterkejutan Agatha naik 2 kali lipat ketika ia mendapati sosok Aaron lah yang membuka pintu.


"Kau masih disini??" Tanya Agatha yang jelas diabaikan oleh Aaron yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar.


"Aaron????...!!!" Agatha masih mencoba untuk melakukan komunikasi dengan Aaron yang kini sudah membuka teras dan duduk nyaman di tempat kesukaan Agatha ketika menikmati sunset di sana.


"Ada apa???" Tanya Aaron yang justru membuat Agatha bingung dan mengerutkan keningnya.


"Kenapa kau masih disini??" Sekali lagi Agatha mengulang pertanyaannya di hadapan Aaron seolah menyuruh Aaron pergi dari rumah utama. Bahkan terkesan seperti mengusir.


"Ini rumahku" jawab Aaron singkat.


"Ahh. Benar juga. Eoh... Tapi apa yang kau lakukan disini?" helaan nafas keluar dari mulut Agatha dan dilanjut pertanyaannya kembali.


"Ini memang kamarku. Aku memang tidak pernah menempatinya lagi. Tapi bukan berarti ini sudah bukan kamarku. Bahkan sebagian pakaian dan barang-barang ku masih di ruang kamar ini" jelas Aaron.


***


Tiba-tiba Agatha menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Apa dia bodoh? Kenapa ia harus mengajukan pertanyaan yang konyol seperti itu?


"Maafkan aku!!" ucap Agatha menyesal.


"Aish... Sudah berapa kali kukatakan, jangan meminta maaf untuk hal yang tidak perlu!!!" Bentak Aaron kesal.


Agatha menunduk. Ia juga tidak sadar telah melakukan itu. Ketika bersama Aaron, seolah ia melakukan kesalahan dan ia selalu meminta maaf apapun itu, mungkin Aaron kesal saat ini karena sikap spontan Agatha. Apakah hal itu bisa dikatakan hal wajar?


"Apa kau akan terus berdiri di sana? Bukannya kau tadi ingin keluar?" tanya Aaron.


"Hah... I-tu... Aku hanya ingin membantu menyiapkan makan malam" gagap Agatha.


"Tidak perlu!!!" ucap Aaron mentah-mentah.


"Tapi…" ucapan Agatha terpotong oleh Aaron.


"Kau disini sebagai Nyonya rumah bukannya seorang pelayan!! Kau tidak perlu melakukan hal-hal semacam itu!! Terlebih kau juga baru keluar dari RS. Kau harus banyak istirahat" nasihat bijak keluar dari mulut pria itu.


"Iya aku tahu, tapi…" ucapan Agatha terpotong lagi.


"Berhenti membantahku!! Kembalilah ke kamar sekarang juga!!" Satu perintah terakhir dari Aaron sebelum Agatha langsung berlari bergegas memasuki kamar dan berbaring diranjang.


•••


Ā 


Setelah cukup lama tertidur, akhirnya Agatha membuka matanya. Ia bersyukur karena kondisi kamarnya gelap dan hanya ada lampu meja yang dinyalakan hingga ia tidak harus terkejut dan ketakutan ketika ia terbangun dengan keadaan terang benderang.


Bukankah sudah dijelaskan kalau Agatha takut pada hal-hal semacam hantu dan sejenisnya.


Memang, tapi ia terbiasa tidur dalam gelap. Jika ia tidur dengan lampu menyala, maka ketika ia terbangun tengah malam ia bisa menjerit ketakutan karena merasa ada sosok-sosok muncul disekitarnya.


"Aaaaa" Agatha menjerit ketakutan ketika lampu di kamarnya tiba-tiba menyala semuanya. Ia begitu terkejut dan takut. Ia merasakan kehadiran orang lain di kamarnya.


"TIDAK! TIDAK! JANGAN MENDEKAT!!" Teriak Agatha lagi sambil terus menyembunyikan wajahnya dalam selimut dan meringkuk seperti anak kecil.

__ADS_1


"Hei... Ada apa? Kenapa kau berteriak seperti itu?" Tanya Aaron heran dengan sikap Agatha yang terlalu berlebihan ketika ia menyalakan lampu kamar.


"TIDAK! MENJAUH LAH DARIKU!! KUMOHON!!" Agatha masih histeris dan menendang-nendang selimutnya.


"Ya... Agatha!! Kau ini kenapa? Ada apa?? Ini aku Aaron" teriak Aaron menyadarkan Agatha dari ketakutannya.


°°°


Author: "Agatha mah aneh ya readers... Kebanyakan orang kan takut kalau lampunya mati, nah ini si Agatha kok malah lampunya nyala malah takut"


Readers: "Yang ngetik siapa???"


Author: "Author lah"


Readers: "Jadi salah siapa?"


Author: "...."


~Lanjut~


^^^


Spontan Agatha berhenti menendang selimutnya dan berusaha membuka sedikit selimutnya yang menutupi wajahnya dan langsung melihat sosok Aaron sudah duduk di sisinya. Ia pun menghembuskan nafas lega, ternyata bukan hantu~ Pikirnya.


Disaat Agatha sudah membuka selimutnya dan saat itulah Aaron dapat melihat dengan jelas wajah pucat istrinya. Aaron langsung meraih gelas berisi air putih di atas meja yang berada di samping ranjang dan menyerahkannya pada Agatha.


"Minumlah!!!" ujar Agatha.


"Emm, terima kasih" Gumam Agatha seraya menerima minuman yang diberikan Aaron dengan tangan yang masih bergetar dan terasa dingin.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Aaron yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Agatha dan Agatha kembali berbaring.


"Bisakah kau matikan lampunya? Aku takut jika terbangun dengan suasana yang telalu terang" gumam Agatha lagi.


Aaron benar-benar terkejut. Ia baru tau mengenai hal semacam ini tentang istrinya. Kebanyakan pada umumnya seorang gadis akan ketakutan dalam kegelapan. Tpi istrinya? Oh ayolah. Kenapa ada gadis dengan jenis seperti ini?~ Pikir Aaron



Author: "Buktinya kan ada. Lah Agatha tuh orangnya. Spesies langka yang telah disia-siakan.



***Lanjut***~



^^^



"Kumohon!!!" Ujar Agatha memohon pada Aaron.



"Hm... Baiklah!!!" Aaron langsung menekan remote nya dan seketika kamar itu menjadi redup.



"Aku bilang matikan!!" Ucap Agatha dengan nada datar dan mata terpejam.



"Baiklah!!! Baiklah!!!" Aaron akhirnya menekan tombolnya lagi dan kamar seketika menjadi gelap.

__ADS_1



Dalam kegelapan, Aaron memperhatikan wajah istrinya itu dan entah mengapa ada perasaan hangat menyusup dalam hatinya. Diam-diam Aaron tersenyum.



Dan seketika senyumnya pudar kala dirinya mendengar getaran dari handphonenya.



~Percakapan telepon~


"Ada apa??" tanya Aaron.


^^^"Sayang!!!" panggilan dari sambungan tersebut dengan nada manja.^^^


"Oh... Briana... Ada apa??" tanya Aaron penasaran.


^^^"Apa kau tidak pulang? Aku menunggumu" tanya Briana menunggu Aaron pulang.^^^


"Jangan menungguku. Aku tidak pulang malam ini. Aku akan menginap disini malam ini. Tidurlah!!! Maafkan aku!!! Kau sendiri tidak apa-apa kan?" ucap Aaron meminta maaf karena dirinya menginap dan tidak bisa pulang.


^^^"Ya... Yasudah" balas Briana mengakhiri panggilan telfonnya.^^^


~Panggilan berakhir~


\=\=\=


"Briana???" Tiba-tiba Agatha bertanya.


"Emm..." deheman yang diberikan Aaron tanda menyetujui ucapan Agatha.


"Pulanglah!!!" Gumam Agatha tanpa nada memerintah sama sekali.


"Ini rumahku" balas Aaron singkat.


"Aku tau. Tapi pulanglah ke tempat Briana" Ucap Agatha lagi.


"Tidak. Ini rumah utamaku. Kau tidak berhak menyuruhku untuk pulang" ucap Aaron datar.


"Kau bahkan tidak pernah tidur disini. Aku merasa asing dan tidak nyaman dengan kehadiranmu disini!!!" ucap Agatha.


"Yak!!! Beraninya kau!!!" desis Aaron.


Tanpa menjawab apapun, Agatha langsung beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar, dan Aaron pun menggeram marah saat melihat Agatha keluar kamar dan berlalu meninggalkan nya. Ia pun bergegas menyusul Agatha keluar kamar.


Aaron mencengkeram tangan Agatha kuat saat gadis itu berada diujung tangga menuju lantai satu.


"Apa itu sikap yang sopan?" Desis Aaron lagi.


"Apanya?" Tanya Agatha dengan sorot mata tajam seraya melepaskan tangannya dari cengkeraman Aaron dengan kasar.


"Meninggalkan orang yang masih berbicara denganmu itu tidak sopan!!!" bentak Aaron dengan nada tinggi.


"Lalu apakah tindakan yang sopan ketika kau bermesraan dengan selingkuhan mu tepat di hadapan istrimu?" tanya Agatha dengan ketus.


***


...Jangan lupa komen, like, dan vote yah readers...


...Author juga butuh dukungan...


...Happy Reading ā¤ļø...

__ADS_1


__ADS_2