CRUEL CEO IS MY HUSBAND

CRUEL CEO IS MY HUSBAND
Episode 8


__ADS_3

...Balik lagi sama aku ya guys......


...Sehat semua kan??...


...Apa kabarnya hari ini?...


...Happy Reading 💕...


###


Tanpa berlama-lama, Aaron pun melajukan mobilnya mengikuti bus yang dinaiki oleh Agatha tadi. Kemudian dia berhenti tepat di depan bus itu, dia tak peduli jika dirinya tertabrak. (padahal jaraknya gak begitu dekat kok, gimana mau ketabrak)


Suara riuh dari penumpang bus pun terdengar panik begitu juga dengan Agatha yang masih asyik mendengarkan musik dengan earphone nya tiba-tiba terkejut ketika pengemudi bus mengerem mendadak. Sontak dia pun terdorong ke depan.


"Apa yang terjadi, Pak??" tanya salah satu penumpang bus itu.


Dan saat itu lah pintu bus terbuka, dan muncul lah seorang pria mengenakan kaos oblong warna putih dengan celana panjang warna hitam tanpa jas yang melekat di tubuhnya.


"Seharusnya Anda tidak menghentikan bus dengan cara yang sangat berbahaya seperti itu, Tuan!!! Itu sangat berbahaya" tegur sang pengemudi bus dengan sedikit kesal.


"Maafkan kesalahan saya Pak, saya disini hanya ingin membawa istri saya keluar dari bus ini" ujar Aaron sambil melirik Agatha tetapi Agatha mengabaikan lirikan Aaron dan mengalihkan pandangannya ke jendela menatap luar.


"Kalau begitu segera bawa istrimu!!" ucap salah satu penumpang yang lain.


"Baik!!! Ayo sayang!!! Ikutlah denganku" ajak Aaron ditelinga Agatha tapi Agatha tetap mengabaikannya.


"Sayang… Ayo!!!" ajak Aaron lagi tapi kali ini sambil menarik tangan Agatha.


"Nona... Ayolah!!! Jangan membuat para penumpang merasa tidak nyaman!! Segeralah ikut dengan suami mu itu" ucap penumpang sedikit kesal.


Dengan jengkel Agatha pun keluar dari bus setelah membungkuk sopan dan meminta maaf pada pengemudi dan penumpang bus.


"Cih... Caramu benar-benar tidak elegan Tuan Aaron Collins!!! Tapi kuakui, ini diluar dugaan ku!!!" ucap Agatha mengejek.


"Apa aku tampak keren??? Seorang suami yang berusaha membujuk istrinya yang sedang merajuk... la bertaruh nyawa dengan menghentikan bus yang sedang melaju kencang, tanpa peduli nyawanya sendiri!!" ucap Aron dengan nada sombong.


"Hah... Omong kosong macam apa itu??? aku tak sedang merajuk dan kau tau pengemudi bus pun tak akan menabrak jika jarak mobilmu yang cukup jauh dengan bus itu" ejek Agatha dengan kesal.


"Oke... Oke... Kau benar juga!!" kekeh Aaron.


"Tapi... Kenapa kau mengikuti ku???


"Mengikuti mu?? Apa aku tak salah dengar??" tanya Aaron.


"Baiklah!!! aku akan ganti pertanyaannya. Kenapa kau datang menghampiriku??" balas Agatha jengah.


"Aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat terhibur dengan pertunjukan mu tadi dengan Briana. Jadilah dirimu sendiri!! Jujur aku lebih suka melihatmu beberapa jam yang lalu daripada melihat dirimu yang selama 7 tahun ini. Kau terlihat lebih hidup dengan pancaran berbagai emosi, dan ya… Aku suka caramu membalikkan kata-kata Briana. Kuakui kemampuanmu yang satu ini terasah dengan baik. Aku tak sia-sia sudah menguliahkan mu dengan begitu mahal" ucap Aaron memuji Agatha.


"Sebagai seorang wanita dari kalangan yang cukup baik, kemudian terjun bebas ke titik paling rendah hingga menjual dirinya, tapi aku masih memiliki sisa-sisa tata krama dan harga diri yang diajarkan oleh orang tuaku dan dijunjung tinggi-tinggi. Tapi untuk malam ini mungkin pengecualian, aku benar-benar lepas kendali saat melihat wanita mu itu. Maafkan aku!!!" ucap Agatha dengan sinis.


"Kenapa kau meminta maaf??" tanya Aaron heran.


"Orang tuaku mengatakan kalau aku harus meminta maaf jika aku melakukan kesalahan sekecil apapun kesalahan itu, dan aku rasa kau mengejekku tadi karena ulahku yang menyebalkan pada wanita mu itu" balas Agatha sambil mengarahkan kepalanya menatap Aaron.


"Ya!!! Aku sudah bilang padamu, itu bukan hal yang buruk!! Jadi, berhentilah meminta maaf untuk hal-hal sepele seperti itu!!" ucap Aaron.


"Baiklah Tuan Aaron Collins!!!" ucap Agatha dingin.


"Apa kau tadi bertemu dengan kekasihmu???" tanya Aaron penasaran.


"Kekasih?? Apa kau sudah gila. Aku tidak seperti dirimu yang punya wanita di belakang istrimu... Cih... Menggelikan sekali" sindir Agatha ketus.




***Grepp***

__ADS_1



***Author: kasihan banget sih kamu Aaron…Mangkanya jangan selingkuh. Gak baik tahu***…



\*\*\*



"Kekasih?? Apa kau sudah gila. Aku tidak seperti dirimu yang punya wanita di belakang istrimu... Cih... Menggelikan sekali" sindir Agatha ketus.



"Jika tidak, siapa laki-laki yang bersamamu tadi???" tanya Aaron lagi.



"Hah... Jadi kau sudah mengikuti ku sedari tadi rupanya. Jika dia memang benar kekasihku, apa masalahnya??? Kurasa kau tak perlu mencampuri privasi ku. Aku juga tak akan ikut campur dengan privasi mu" ucap Agatha datar.



"Ya. Aku hanya bertanya saja. Aku juga tidak akan peduli apa yang kau lakukan di belakangku!!!" ujar Aaron pura-pura tak peduli.



"Kalau begitu bisakah kau lebih fokus menjalankan mobilnya??? Aku tahu kau diam-diam memperhatikan ku" ucap Agatha sinis.



"Omong kosong macam apa yang kau bicarakan???" ucap Aaron berusaha menutupi kegugupannya.



"Kau tak perlu berbohong suamiku tersayang???" ejek Agatha.




•••



~***Dua hari kemudian***~



Hari ini, Agatha sudah rapi dan berada di kantor Rhys Conrad seniornya di Universitas dulu. Ia meminta seniornya itu untuk mencarikan sebuah pekerjaan sambilan, dengan begitu baiknya dua hari sebelum hari ini pria itu menghubungi Agatha dan mengatakan jika ada sebuah pekerjaan di salah satu Café miliknya.



"Hai... Kak!!" sapa Agatha saat ia baru saja tiba di ruangan Rhys.



"Aish.. Aku tidak butuh nada manis mu Nona Agatha Dorus!!" ucap Rhys dengan sedikit kesal.



"Hehe... Maaf kak…" kekeh Agatha pelan dan duduk di hadapan Rhys.



"Bekerja sebagai manager café. Apa itu tidak masalah untukmu??? Mungkin gajinya tidak akan sebesar uang bulanan yang ditransfer suamimu itu" tanya Rhys heran pada wanita di depannya.


__ADS_1


"Tidak masalah bagiku!! Aku hanya bosan terus berada di rumah mengurus tanaman. Jadi, aku ingin sibuk mengurus sesuatu" balas Agatha enteng.



"Hah... Kurasa kau sudah berada di titik jenuh mu Nona. Apa tidak sebaiknya kau mempertimbangkan untuk punya anak??? Kalian sudah lama menikah!!!" saran Rhys.



°°°



Ya... Rhys Conrad adalah salah satu di antara sedikit orang yang tahu pernikahan Agatha dan Aaron. Meskipun Rhys tau hubungan Agatha dengan suaminya tidak berjalan dengan baik untuk bisa memiliki anak, tapi tidak ada salahnya mencoba kan??? karena yang ia lihat setelah 7 tahun berlalu, tidak ada tanda-tanda perceraian akan terjadi. Bukankah itu aneh???



"Apa??? Anak?? Lucu sekali kau ini!!! Kurasa aku masih belum pantas untuk menjadi ibu. Itu terasa tidak rasional jika wanita seusiaku sudah memiliki seorang anak" ucap Agatha menolak saran Rhys.



"Kau telah berusia 25 tahun. Kau harus ingat!!! Dan juga terlihat sangat rasional jika gadis berusia 18 tahun menikah dengan pria berusia 25 tahun. Hanya karena alasan pria itu kaya raya!!" ucap Rhys pada Agatha. Ya. Dia dan Agatha memang sering berbagi rahasia. Maka hal kecil apapun yang ditutupi Agatha, semuanya pasti diketahui Rhys.



"Kenapa?? Aku butuh uangnya saat itu untuk berobat ayahku. Aku tak punya pilihan lain Tuan Rhys Conrad yang terhormat!!!" jawab Agatha sembari menyesap minuman yang sudah disiapkan untuknya.



"Ya... Itu karena kau belum bertemu denganku!!!" balas Rhys dengan nada sombongnya.



"Kalau pun sudah, apa kau akan membantuku dan menikahi ku dengan persyaratan seperti yang diajukan Aaron???" tanya Agatha dengan sinis



"Aku tidak bisa menutup kemungkinan tersebut meski aku tak sekaya dia. Setidaknya aku masih jauh lebih muda daripada suamimu itu, dan tentunya aku juga bisa membantu biaya berobat ayahmu!!!" balas Rhys.



"Sungguh membosankan berdebat denganmu. Sebaiknya katakan dimana alamat cafe ku??? Aku ingin berkenalan dengan para pegawai ku secepatnya!!!" ucap Agatha dengan nada enteng.



"Apa??? Cafe mu??? Sejak kapan kafe itu menjadi milik mu?? Apa kau berniat membelinya???" tanya Rhys beruntun.



"Bolehkah?? Berapa harga yang kau tawarkan???" tanya Agatha begitu sangat antusias.



"Tidak akan aku jual padamu Nona Dorus!!"



\#\#\#



...\*\*\*Jangan lupa komen, like, dan vote yah readers...


...Author juga butuh dukungan\*\*\*...



...***Happy Reading***...

__ADS_1


...***See You***...


__ADS_2