Damn! I Love You

Damn! I Love You
Singapura 3


__ADS_3

Wilson membawa Denia makan di sebuah food court yang berada di dalam airport.


Denia makan dengan lahap nya. Setelah mereka saling meluapkan unek unek nya, Denia merasa sangat kelaparan.


Denia yang ke sini untuk studi tur sebelum mulai menyusun skripsi dan Wilson dengan kisah cinta nya yang berakhir tragis.


" Baiklah, setelah makan aku akan membelikan tiket pulang untuk mu". Wilson mengeluarkan sebuah laptop dari tas nya.


"Oke. aku akan mengganti uang mu setelah aku sampai di indonesia". Denia membersihkan sisa makanan di mulut nya.


Wilson hanya tersenyum lalu fokus pada layar laptop nya lagi.


"Siapa nama lengkap mu?" Wilson tampak sedang mengisi data untuk membeli tiket.


"Denia Jappiter. Apakah masih ada tiket untuk malam ini?"


"Entah lah, aku sudah mengecek beberapa maskapai tapi semua sudah penuh. Ah, ini ada! Tapi ini untuk besok sore. Apa kau mau?"


"Hmm.. aku harus menunggu sampai besok?" Denia menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Baiklah, pesan saja yang itu. Aku bisa tidur di sini malam ini".


"Oke". Wilson sudah selesai menyelesaikan pesanan tiket. Lalu memfoto kode chek-in menggunakan hp Denia.


"Thank you.. Ah, siapa nama kamu tadi?"


"Wilson. Nama ku Wilson ". Wilson mengulurkan tangan lalu memberi kode pada Denia untuk berjabat tangan.


"Hehe.. Berikan nomor ponsel mu. Aku akan menghubungi mu setelah aku tiba di indonesia." Denia memberikan hp nya pada Wilson , pria itu mengetik kan no hp nya dan di simpan dengan nama WilsonJ.


❣️❣️❣️❣️

__ADS_1


"Kau bisa tidur disini malam ini. Aku sudah memesan kamar double bed". Wilson membawa Denia ke sebuah hotel yang berada di dalam airport.


"Aku bisa tidur di ruang tunggu. Aku tidak bisa berhutang terlalu banyak pada mu". Denia takut-takut jika harus sekamar dengan pria yang baru di kenal nya.


"Tidak apa apa. Untuk biaya penginapan ini kau tidak perlu mengganti nya". Wilson membuka pintu kamar yang dia pesan. Terlihat 2 bed yang cukup besar. Ada kamar mandi yang di desain mewah dan juga ada mini kitchen di dalam nya. "Aku berjanji tidak akan macam-macam". Wilson meletakkan koper nya di samping ranjang.


"Ini pasti mahal sekali.Maaf merepotkan mu lagi kak". Denia tampak takjub dengan isi kamar ini.


"Kau bisa memanggil nama ku saja. Dan ini bukan hal besar, kau sudah menyelematkan ku tadi sore".


"Baiklah Wilson". Denia membaringkan tubuh nya di ranjang.


"Oh ya, karena pesawat mu berangkat siang, aku akan mengajak mu berjalan-jalan. Kamu belum sempat jalan-jalan kan kemarin?"


"Hmmppphh..baiklah. selamat malam". Denia tidur meninggalkan Wilson yang masih duduk melamun di sofa yang berseberangan dengan ranjang nya.


"Berikan hp mu! akan memfoto mu".


"Baiklah, aku akan berdiri di sini". Senyum bahagia terpancar di wajah Denia. Dia sudah melupakan kesedihan nya kemarin. Mungkin Wilson juga, walau hanya sementara .


"Sini! Berikan ponsel ku. Aku akan memfoto mu juga. Haha. Bergaya lah ! " Denia memfoto Wilson yang berdiri di samping Patung Singa.


❣️❣️❣️❣️


Mereka sudah berada di bandara. Karena mendapat telepon dari ibu nya jika ayah nya sakit, Wilson akhirnya memutuskan untuk ke Australia.


Mereka berdua check-in di maskapai yang berbeda. Setelah selesai mereka sama sama menunggu di ruang tunggu.


"Denia, mari kita berpisah disini. Terima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan kemarin". Wilson menatap Denia intens. kenapa aku enggan berpisah dengan nya? gumam Wilson dalam hati .

__ADS_1


"Baiklah. Aku juga berterima kasih karena membantu ku membeli tiket. hehe.. Kamu bahkan membawa ku jalan-jalan. Jadi aku tidak merasa sia-sia sudah bisa kesini". Denia memalingkan wajah nya karena Wilson menatap nya begitu intens.


"Hmm.. Baiklah, hubungi aku jika kamu sudah di Indonesia. Aku akan menunggu kamu membayar uang mu.Haha ".


"Pasti! Aku akan membayar nya! Pastikan kamu membalas pesan ku nanti.oke?" Denia mengulurkan tangan untuk bersalaman.


Mereka akhirnya berpisah setelah panggilan untuk semua penumpang tujuan Singapura-Indonesia.


Denia berjalan memasuki antrian pengecekan tiket. Denia berbalik dan melambaikan tangan nya . bye Wilson! Dan di balas lambaian tangan oleh Wilson. bye Denia, semoga kamu selalu bahagia.Gumam Wilson pelan ketika Denia sudah tidak terlihat lagi dari pandangan.


❣️❣️❣️❣️


Wilson..ini nomor ku. Aku denia😊. Ingat, Jangan lupa simpan nomor ku ya. Aku akan mengganti uang mu nanti.


Pastikan kamu menghubungiku duluan jika aku tidak membayar uang mu ya. haha


Soal masalah mu, aku turut prihatin. Semoga suatu saat kamu bisa menemukan cinta sejati mu ya. Thank you so much Wilson.


From Denia


Denia mengirim pesan pada Wilson sebelum pesawat nya take-off.


Wilson kini sudah tiba di bandara Melbourne. Wilson menghidupkan kembali ponsel nya.


Ada sebuah pesan masuk tanpa nama.


Setelah membaca pesan itu, senyuman terbentuk di wajah Wilson.


"tunggu lah Denia, kita akan bertemu lagi". Gumam Wilson buru-buru masuk ke dalam mobil jemputan ibu nya tanpa membalas pesan Denia.

__ADS_1


__ADS_2