
Mereka memilih duduk di meja di lantai dua restoran ini .
Restoran ini memiliki design yang mewah dan berkelas dengan tema vintage.
Rata rata orang yang masuk kesini adalah orang orang dari kalangan berada.
Belum sempat melihat daftar menu pun Denia sudah sakit kepala karena memikirkan harganya.
Bagaimana dia harus mentraktir Wilson sekarang? Dia bahkan lupa apakah isi dompet nya cukup untuk membayar bill mereka nanti nya.
"Tuan, apa kita boleh pindah ke restoran lain?" bisik Denia
Denia semakin terkejut melihat harga menu yang di bawa oleh pelayan tadi . Denia bukan pertama kali makan di tempat mewah seperti ini. Namun karena dia memutuskan untuk hidup mandiri seorang diri di kota ini, dia lebih memilih untuk hemat.
"Kenapa? kamu gak suka tempat nya? Makanan di sini cukup enak, kamu pasti akan menyukai nya".
"Tapi tuan..?"
"Sudah lah, kamu coba dulu. Sini menu nya biar aku yang pesan makanan nya. You'll love it. aku jamin". Wilson memanggil waiters lalu memesan makanan yang dipilih nya.
Hanya memerlukan beberapa menit untuk sang koki menyiapkan makanan yang dipesan Wilson.
"Dua nasi goreng spesial dan dua jus jeruk nya tuan" .
Seorang pelayan pria itu menata makanan itu di meja mereka. Denia tampak heran. Nasi goreng??
🍁🍁🍁🍁
Denia memilih tidak berkomentar soal makanan yang dipesan Wilson.
haha..kalau ini aku pasti sanggup membayar..
Syukur lah dia tidak harus membayar menu yang mahal tadi pikir Denia.
Mereka makan dengan cepat tanpa banyak mengobrol. Ini pertama kali Denia melihat dengan begitu jelas wajah Wilson. Pria dingin miskin ekspresi sedang makan malam bersama nya!
mimpi apa aku semalam bisa makan berdua dengan pria miskin ekspresi ini? ternyata dia juga tidak selalu jutek.
"Bagaimana Denia, enak kan?" Wilson berkata sambil tersenyum.
"Hmm... enak tuan. Saya menyukai nya." apalagi harga nya!
__ADS_1
"Syukur lah kamu menyukai nya, ini adalah salah satu menu favorit ku di restoran ini. Aku selalu makan ini ketika datang kesini".
"Oh benarkah? pantas saja, rasa nya memang enak sekali ". Denia menyendok makanan terakhir yang tersisa di piring nya.
"Kalau begitu lain kali kamu temani aku makan disini lagi ya?"
aku gak punya banyak uangggggggg
"Ba...ik tuan".
Setelah selesai makan,Wilson segera beranjak dari tempat duduk nya dan memberi isyarat kepada Denia untuk meninggalkan meja mereka.
Ketika Wilson sudah mau melewati tempat duduk Denia, ujung jas nya di tarik oleh Denia ragu .
"Kenapa?ayo pulang. kamu belum kenyang?"
"Bukan begitu tuan, saya belum membayar bill nya". Denia mengambil dompet dari dalam tas nya.
"Oh iya! bagaimana kalau kita kabur saja? kebetulan pelayan nya lagi sibuk semua." Wilson tersenyum licik.
"Jangan begitu tuan, saya punya uang untuk traktir tuan kok. Tuan tunggu saya di mobil saja. Saya akan ke kasir sebentar".
"Haha, Baiklah. aku tunggu kamu di mobil".
nona, kami tidak bisa menerima uang nona. tuan Wilson itu adalah atasan kami nona. Tentu apa yang dia makan disini pastilah gratis. sebaiknya nona simpan kembali uang nona ya.
🍁🍁🍁🍁
Wilson menunggu cukup lama di mobil. Denia belum juga keluar dari cafe itu.
"Kenapa dia lama sekali? apa pelayan itu menyulitkan nya? apa aku seharusnya tidak mengerjai nya tadi?"
Wilson memutuskan untuk kembali ke restoran dan mencari Denia di kasir. Benar saja dia masih berdiri di sana.
"Denia? kenapa kamu lama sekali?" Wilson melihat ke arah kasir.
"Ah tuan, maafkan saya . Untung saja tuan kesini, mbak kasir ini ngotot tidak mau menerima uang saya. Dia mengatakan kalau dia tidak berani menerima uang saya".
"Maaf tuan WJ, saya sudah memberitahu nona ini untuk tidak usah bayar. Tapi dia terus memaksa".
"WJ? " Denia masih kebingungan.
__ADS_1
"Hahaha.. sudah lah Denia mungkin restoran ini sedang mengadakan promo makan gratis hari ini. Anggap saja kita sedang beruntung".
"Benarkah begitu mbak?"
Kasir itu hanya tersenyum dan menunduk memberi hormat ketika melihat kearah Wilson.
Jadi benar kata mbak kasir kalau tuan Wilson pemilik restoran ini?
🍁🍁🍁🍁
kalau dia memang pemilik restoran ini kenapa dia membiarkan aku berjalan ke kasir tadi? menyebalkan! dia ngerjain aku ya?
Mobil Wilson akhirnya sampai di depan kos Denia.
Diperjalanan mereka tidak banyak bicara. Hanya Denia yang begitu penasaran bagaimana atasan nya bisa tahu dimana dia tinggal. Wilson memilih untuk tidak menjawab nya, hal itu membuat Denia mengoceh di sepanjang perjalanan. Bahkan dia sudah tidak mengingat kalau dia sedang berbicara dengan atasan nya.
Dia benar benar tahu aku tinggal dimana! Bahkan mobil ku juga sudah sampai disini . Siapa sih dia?
"Kamu gak mau turun ? " Wilson melirik kearah Denia yang terlihat sedang berpikir keras.
"Tuan, anda belum menjawab pertanyaan saya. Bagaimana tuan bisa tahu dimana saya tinggal? Saya bahkan tidak menuliskan alamat ini ketika melamar kerja "
"Rahasia, lagi pula mencari tempat tinggal seseorang bukan hal yang sulit".
"stalker! "
"Haha, mungkin lah. Sudah turun sana! besok hari pertama kamu jadi pegawai tetap jangan terlambat".
"Baiklah tuan , terimakasih untuk kepercayaan tuan mempertahankan saya di perusahaan. Dan makan malam nya juga makasih".
" Sama-sama Denia. Aku tahu kamu pekerja keras. Tentu bukan tanpa alasan aku beri kamu kesempatan ini". Wilson serius kali ini.
"Baiklah tuan, Saya masuk dulu. Hati hati di jalan tuan. Selamat malam".
"Oke , night Denia".
Sedikit usaha yang dilakukan Wilson belum bisa membuat Denia mengingat nya.
Hal ini membuat Wilson bingung, tidak mungkin Denia bisa lupa pada nya. Kenangan singkat itu seharusnya tidak mungkin bisa Denia lupakan dalam hidup nya.
Denia pun masuk kedalam kos setelah melihat mobil Wilson menghilang di kejauhan.
__ADS_1
bantu saya komen dan like ya guys
❣️❣️❣️