
Setelah mengingat siapa Wilson, Denia mengingat ingat bagaimana perlakuan Wilson pada nya. Semua hal yang di katakan dan di lakukan pada Denia, sama sekali tidak menunjukkan kalau pria itu mengingat nya.
Dari pada sakit kepala memikirkan hal itu, Denia memutuskan untuk tidur. Sekarang sudah tengah malam. Denia menghabiskan waktu berjam-jam bernostalgia dengan kenangan-kenangan di ingatan nya.
*drt..drtt...
1 message from : Tuan WJ*
Denia tidak mendengar bunyi hp nya. Dia sudah terbuai dalam mimpi indah nya.
❣️❣️❣️❣️
Apartemen Cambridge
Wilson tinggal di sebuah apartemen elite di kota ini. Dia hanya tinggal sendiri karena orang tua dan kakak nya tinggal di luar negeri.
Semenjak kuliah, dia sudah hidup sendiri di negara ini. Dia memilih untuk menetap di sini karena dia tidak bisa meninggalkan Louisa.
Orang tua nya bahkan tidak bisa memaksa nya
Dulu Louisa sering menginap di sini sebelum dia memutuskan untuk kuliah S2 di Singapura. Namun karena kejadian tahun lalu, hubungan mereka berakhir.
Sekarang, bagi Wilson yang terpenting bagi nya adalah Denia. Seorang wanita cantik yang telah menyelamatkan hidup nya tahun lalu.
Wilson tengah berbaring di ranjang nya. Sebentar miring ke kanan , sedetik kemudian miring ke kiri. Dia tidak bisa tidur walaupun sudah memejamkan mata nya.
ting! Ada sebuah notifikasi di hp Wilson. Dia pun bangun mengambil hp yang berada di meja dekat sofa. Lalu kembali berbaring di tempat tidur.
__ADS_1
Tampak screen hp Wilson terpasang sebuah foto wanita cantik yang tersenyum ceria. Denia..
"Siapa yang like foto lama ku di inst*gram?". Wilson meng klik sebuah akun yang bernama "JapitterD".
Muncul lah semua foto foto di akun yang foto profil nya bergambar bunga tulip itu.
"What?" . Wilson bangkit dari tidur nya lalu mengucek mata nya berulang- ulang.
"Ini Denia? Dia mengingatku? " . Wilson langsung memfollow akun itu. Dengan cepat dia mengirim pesan pada Denia.
**to: Denia
Denia, do you remember me?
send...
❣️❣️❣️❣️
tinnnn!!!tinnnn!
"Come on dude!! i"m late!! " Denia membuka jendela mobil dan berteriak pada mobil yang ada di depan nya.
"Kenapa aku bisa lupa bangun sih! " Denia menoyor kepala nya sendiri.
Salip kanan,salip kiri akhirnya mobil Denia sampai di parkiran. Buru buru dia berlari mengejar lift.
"Tunggu aku!!!! " Denia berlari dengan napas ngos-ngosan. Seseorang menahan pintu untuk Denia.
__ADS_1
"Thankyou.." . Denia masih mengatur napas nya.
"Sama sama". jawab pria itu singkat sambil memencet tombol lift di lantai 8 dan 10.
dia? Denia melirik pelan ke arah pria itu. Shit.. kenapa dia lagi? Gumam Denia sambil tersenyum kaku.
ting... Pintu lift terbuka di lantai 8.
"Saya duluan tuan!Selamat bekerja". Denia buru buru keluar dari lift meninggalkan Wilson yang kebingungan.
"Dia tidak mengingat ku?" gumam Wilson setelah pintu lift kembali tertutup.
❣️❣️❣️❣️
Kesibukan dari pagi hingga siang membuat Denia lupa mengganjal perut nya yang tidak sempat sarapan.
"Lisa! ayo ke kantin. Aku laper banget. Sudah gak ada tenaga". Denia tampak pucat , dia memang memiliki riwayat sakit maag.
"Kamu duluan beb! Sedikit lagi tanggung. Udah di uber pak Mike tadi". Lisa mengetik tanpa melihat kearah Denia.
" Oke Lis. Aku duluan ya, nanti aku sisain tempat duduk buat kamu".
"Oke beb".
Denia berjalan sempoyongan menuju kantin. Baru keluar dari lift,tiba tiba perut nya begitu sakit. akhh ....
" Aku sepertinya akan ping..." Tubuh Denia hampir jauh ke lantai. Dengan sigap pria itu menggapai tubuh Denia lalu menggendong nya seperti bayi menuju parkiran.
__ADS_1
Samar samar Denia mendengar suara pria itu. Sedetik kemudian dia sudah tak sadarkan diri.
"Parjo!! kita ke rumah sakit sekarang!"