Damn! I Love You

Damn! I Love You
Wilson's Mind


__ADS_3

Pagi ini aku melihat nya berlari mengejar lift yang hampir tertutup. Dia berteriak meminta tolong agar aku membantu menahan pintu lift untuknya.


Entah apa yang ada di pikiran ku,aku mengabaikan teriakan nya,membiarkan pintu lift tertutup begitu saja.


Dia yang ku tahu namanya adalah Denia. gadis yang mobil nya lecet karena di serempet oleh Parjo kemarin di basement.


flasback on


"halo,ada apa parjo?"


maaf tuan. Begini, saya tidak sengaja menyerempet mobil orang di basement. Mbak nya sekarang minta rugi. Kebetulan saya gak ada uang di dompet tuan. Maaf saya merepotkan, tuan bisa kesini?


"udah gak apa apa Jo,saya kesana sekarang. Sekalian kamu antar saya ketemu klien". Wilson menutup telepon nya. Lalu mengerjakan beberapa pekerjaan nya sebelum meninggalkan kantor.


❣️❣️❣️❣️


inikah wanita yang Parjo bilang marah marah karena mobil nya lecet?


aku seperti nya pernah melihat nya,tapi dimana yah. Gumam Wilson dalam hati.sambil memandangi wanita di depan nya ini.


"Ehem...maaf pak sudah menganggu waktu bapak. Saya tidak tahu kalau bapak yang punya mobil ini".


"kenapa memang nya kalau ini mobil saya?"


"eh..itu.."


Denia terdiam dengan perkataan Wilson.


❣️❣️❣️❣️


Entah apa yang ku pikirkan kemarin.Kenapa aku harus menjawab nya dengan kasar.


Padahal aku tahu,dia tidak salah apa apa padaku.


Mungkin memang begini lah sifat ku ketika berhadapan dengan orang asing.


Tapi, tapi aku merasa dia tak asing bagiku.Dia mungkin sudah tak mengingatku ,karena itu pertemuan yang tak disengaja. tapi apa mungkin itu benar dia?


Namun kejadian itu tak akan mungkin ku lupakan.kejadian manis menurut ku setelah aku dirundung kesedihan karena di khianati oleh Louisa.Gumam Wilson dalam hati


flashback off


"Woi bro!!what happend to you?Aneh banget tahu gak loe!" Michael masuk kedalam ruangan Wilson.


"Loe kebiasaan banget ya! sudah berapa kali gue bilang kalau loe masuk ruangan gue ketuk pintu dulu". Wilson tetap berkutak pada komputer nya tanpa melihat Mike.


"Fix loe aneh bro! Gue dari tadi udah ngetuk pintu berkali kali.Loe aja gak ada jawaban! ya udah gue masuk aja". Mike memilih duduk di sofa


"Pintu mana yang loe ketuk?gue aja gak dengar apa apa dari tadi". Wilson ikut duduk di sofa setelah menyelesaikan pekerjaan nya.


"Tanya aja sama Anna kalau gak percaya!" cetus Mike yang aneh melihat tingkah bos sekaligus sahabat nya ini.


"Ah terserah lah!mau ngapain kesini?gue perasaan lagi gak butuh bantuan loe?". Wilson memandang sinir pada Mike.


"Easy bro ,easy! Gue cuma mau tanya aja. Loe hari ini ke sambet apaan?" . Mike tidak bisa menahan tawa nya.


"Bapak loe kali ke sambet!" Wilson kembali kemeja nya, merasa obrolan ini seperti nya tidak berfaedah.


"Jangan bawa bapak dong loe anjir! Udah tua juga pakek bahas bapak kayak anak SMA". Mike tampak kesal


"Ia ia sorry.Gue gak ke sambet apa apa hari ini.kenapa?"


"Jadi ada angin apa loe makan siang di kantin hari ini?secara Wilson Joenathan gitu makan di kantin kantor,kayak gak mungkin! " selidik Mike menatap wajah sahabat nya itu.


"Kenapa gak mungkin?kantin kan kantin gue!" Wilson berusaha tetap tenang ,agar dia tidak ketahuan.

__ADS_1


"Emang kantin loe bro. Tapi loe dari dulu juga makan nya di antar OB kesini".


"Gue mau nge cek sesuatu..."


"Nge cek apaan?kok gak suruh gue aja". Mike memang selalu menjadi orang yang bisa di andalkan, tapi kenapa kali ini Wilson tidak menyuruh nya saja?


"Udah ah berisik banget loe bro! keluar sana gue sibuk.kerjain kerjaan loe !" Wilson tahu kalau Mike pasti akan terus mencerca nya dengan pertanyaan lain jika percakapan ini tidak segera di akhiri.


"Ah siap bos! gak seru loe!". Mike keluar dari ruangan Wilson lalu menyapa Anna.


❣️❣️❣️❣️


Michael dan Wilson sudah berteman sejak SMA. Mereka juga kuliah di universitas yang sama di singapura.


(Michael \= mike)


Wilson adalah bos Mike,namun Wilson selalu memperlakukan Mike seperti teman bekerja.


Tak heran ketika hanya ada mereka berdua,mereka selalu mengobrol layak nya sahabat baik.


Wilson biasa nya selalu menceritakan semua hal pada Mike. Baik masalah pekerjaan maupun masalah percintaan nya.


Tapi itu dulu,ketika Wilson sedang menjalin cinta dengan Louisa.


Hubungan mereka kandas setelah perselingkuhan yang di lakukan Louisa di singapura satu tahun yang lalu.


"Halo, Anna! Hari ini kamu boleh pulang duluan. tidak usah tunggu saya keluar ruangan".


"baik tuan".


kenapa lagi dia hari ini?setelah makan siang menggemparkan,sekarang dia mau pulang belakangan ? Batin Anna


Jam telah menunjukkan pukul 17.30,semua karyawan di perusahaan ini seakan berlomba lomba bersiap untuk pulang ke rumah masing masing.


" Denia, yuk pulang! ini masih hari pertama kamu,don't work too hard!" Lisa hampir selesai membereskan meja nya.


"Sudah jam pulang aja ya ? masih ada yang harus aku print Lis". Denia tampak serius mengetik di komputer nya.


"Udah besok aja gak apa apa Denia".


"Gak bisa Lis.Tadi pak Michael udah pesan,besok file ini udah harus di meja sebelum dia sampai di ruangan nya. Kalau besok baru aku print pasti gak keburu Lis".


"Ya udah aku tungguin ya?". Lisa kembali ke tempat duduk nya.


" Eh gak usah Lis. Kamu duluan aja. Kamu masih harus memesan taxi online lagi nanti".


"kamu yakin?"


"iya yakin. Kamu hati hati ya Lis! bye!"


"Oke aku duluan ya Denia,bye!"


Kini seluruh ruangan bagian marketing sudah tidak ada orang lain selain Denia dengan mesin printer nya.


Sudah lewat sepuluh menit dari jam pulang kantor, Denia belum juga menyelesaikan tugas nya.


Setelah berkutat selama setengah jam lebih,kini jam sudah menunjukkan pukul 18 lewat, pekerjaan Denia akhirnya selesai.


Seluruh file yang harus di print dan di cek sudah tersusun rapi. Tinggal meletakkan file file itu di meja pak Michael.


Denia hanya diberi tahu ruangan Michael ada di lantai 10. Tapi dimana letak pasti ruangan nya dia tidak tahu.


Denia memutuskan untuk menelepon Lisa untuk bertanya. Beruntung Lisa mengangkat telepon dan memberitahu dimana ruangan Michael.


"halo Lis,seperti nya ini sudah ketemu. Pintu warna abu abu kan?" Denia berjalan di koridor yang sepi.

__ADS_1


"ia pintu abu abu ,paling ujung ya!"


"oke Lis, thank you ya!aku tutup ya?,bye!"


"bye!"


❣️❣️❣️❣️


"seharusnya sudah benar ruangan yang ini.pintu abu abu cuma yang ini aja.


gelap banget disini ..serem juga". gumam Denia pelan sambil memberanikan diri membuka pintu yang ada di depan nya.


"Ngapain kamu disini?"


"Oh shit! Ya Tuhan". Denia memegang dada nya karena terkejut. "Maa..af tuan. Saya pikir ini ruangan pak Michael".


"Ini memang ruangan nya Mike". pria itu menjawab ketus


"Ia tuan, maaf saya sudah salah masuk ruangan". Denia hendak meninggalkan ruangan itu.


"Ini ruangan Mike, Michael itu orang yang sama"


"Oh pak Michael itu Mike". Denia melepas kembali handle pintu yang di pegang nya tadi.


"Ngapain kamu disini jam segini?"


"Saya mau meletakkan file yang di minta pak Mike untuk besok pagi".


kenapa diam saja? dasar cowok miskin ekspresi! sombong banget! gumam Denia dalam hati.


"Ehem.. kalau begitu file nya saya letak kan saja disini. Saya permisi pulang duluan ya tuan,selamat malam". Denia membuka pintu dan keluar dari ruangan itu sebelum mendapat respon dari Wilson. Atau memang Wilson tidak berniat merespon.


Wilson yang dari tadi sibuk berkutat dengan komputer Mike, tidak begitu memperdulikan wanita yang ada di depan nya. Setelah melihat Denia pergi, dia buru buru menyelesaikan pekerjaan nya dan menyusul Denia.


"Gila yah!sombong banget jadi cowok! Apa gak bisa basa basi sedikit? Oh God! kenapa aku harus punya atasan kayak dia?"


Denia mengomel sendiri sambil berjalan ke basement.


"kamu ngomong sama siapa?"


"Oh Tuhan!" Denia dikejutkan dua kali oleh suara pria itu. "Ehh tuan..Saya ngomong sendiri tadi. Sudah malam saya permisi".


Denia cepat cepat masuk kedalam mobil tanpa menunggu jawaban Wilson. Dia bahkan tidak berniat mendapat respon dari Wilson kali ini.


"Semoga dia tidak mendengar ocehan ku tadi". Denia memukul stir mobil karena mengutuk kecerobohan nya memaki Wilson tanpa melihat lokasi.


Wilson yang tertinggal sendiri di basement,kini sudah berada di mobil nya.


"cih..ternyata dia berani memaki ku di belakang ku. Menarik juga! kita lihat sampai mana kamu bisa tahan sama sikap dingin ku Denia". Gumam Wilson dalam hati.


Wilson mengemudi sendiri hari ini tanpa supir karena harus lembur.Wilson tidak pernah membiarkan Parjo untuk ikut lembur karena jarak rumah Parjo yang cukup jauh dari apartemen Wilson.


❣️❣️❣️❣️


*Te*rnyata kamu tinggal disini. Kamu ternyata wanita yang mandiri, tinggal di kota besar ini sendiri. Apa kamu benar benar tidak mengingat ku Denia? . Gumam Wilson sambil meninggalkan tempat itu ketika memastikan Denia sampai dirumah nya dengan aman.


Wilson berinisiatif mengikuti Denia tadi. Wilson ingin mengenal Denia lebih jauh.Denia, gadis yang pernah bertemu dengan nya setahun lalu....


Bantu komen dan like ya guys .


author berusaha menulis sebaik baik nya yah.


maaf agak berantakan,karena ini khayalan author semata .hehehe


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2