
Yuan Han setelah beristirahat satu hari di ibukota, dia segera terbang dengan Flying Swords nya dan melesat di antara sungai dan pegunungan.
Kemudian, dia berhenti di suatu kota yang ada di Tebing Sejahtera(Prosperous Cliff).
Prosperous Cliff terletak di antara Big Piece Mountain, dan di sana terdapat Kota besar yang melebihi Ibu Kota.
Bukan hanya itu, berdiri juga Kapal Terbang yang dapat mengantarkan mereka yang sudah mendapatkan Izin dari Raja Naga, ke Domain Besar Naga.
Yuan Han baru mendengar ini dari Kepala Sekolah Violet Grace Academy, jika bukan karena dia, mungkin Yuan Han tidak mengetahui ini.
Sesampainya di sana, Yuan Han segera berjalan melewati orang-orang dan bangunan.
Dia sejenak melirik toko baju, lalu memasuki toko tersebut untuk mendapatkan beberapa baju tambahan.
Dia tidak bisa mempertahankan Baju yang sama untuk beberapa hari, jadi dia membeli beberapa baju baru.
Setelah menghabiskan waktu selama 6 jam, Yuan Han kembali menghabiskan uang nya di Toko makanan.
Dia cukup menyukai perjalanan ini.
Baru lah setelah itu, dia mengunjungi kapal terbang.
Kapal itu besar dan penuh dengan orang.
Ada banyak dari mereka yang rata-rata adalah Dao Foundation, dan Yuan Han merasa harus berhati-hati nantinya.
Dia kemudian menanyakan kapan jadwal berangkat kapal ini.
"Itu akan berangkat besok sekali,"
Mendengar itu, Yuan Han mendesah pelan lalu berbalik pergi setelah pamit pada orang tersebut.
Dengan apa dia harus menghabiskan waktu?
Dan tanpa di sadari, mata Yuan Han bergeser menatap gang kecil dari rumah.
Disana terdapat orang yang sedang ditindas. Ada banyak dari mereka yang melihat itu. Tapi tampak tak peduli,
Yuan Han juga menyadari keganjilan ini, dan sadar bahwa beberapa kali, mata harapan dari yang dibuli dan pembuli menatap Yuan Han.
__ADS_1
"Mereka berusaha untuk menipu huh? Cara yang menarik," Yuan Han dengan dingin berjalan meninggalkan tempat, namun langkahnya berhenti saat mendengar teriakan seorang gadis.
"Berhenti menindas orang lemah!" Seorang perempuan dengan rambut panjangnya, berdiri menatap orang yang di tindas dan si penindas.
Si penindas kemudian dengan lancar mendecih lalu pergi dari sana.
Perempuan itu menatap si korban dan mengulur kan tangannya.
"Dia kan," Yuan Han mengerutkan dahinya, saat sadar bahwa itu adalah Gu Lin Tian.
Kenapa Gu Lin Tian ada disini?
Bukan kah seharusnya dia mengikuti Ketua Sekte pergi?
Apa terjadi sesuatu?
Berbagai pikiran terlintas, tetapi Yuan Han menghilang kan pikiran tersebut dan pergi.
Dia tidak berniat mengikuti permainan kecil gadis itu. Yang pasti, mengikuti nya sama saja membuang-buang waktu,
Gadis itu, Gu Lin Tian sadar bahwa ada orang yang menatapnya, segera menoleh kebelakang. Namun dia tidak menemukan seorangpun yang menatapnya.
"Nona Muda, Nona Muda, terimakasih banyak," Lelaki itu memberi hormat pada Gu Lin Tian. Dia seakan-akan ingin menangis. "Nona muda sangat baik! Selama ini tiada orang yang membantu ku! Orang tuaku mati, adik perempuan ku dibawa oleh penjual manusia, dan rumahku hancur karena orang tadi! Tiada orang yang baik padaku seperti ini! Terimakasih banyak nona!"
Gu Lin Tian hanya tersenyum. Dia sedikit kasihan pada lelaki ini. Ini mengingat kan nya pada seseorang yang dulu satu Akademi dengannya.
Sedangkan lelaki itu, dia hanya berharap akan diberi beberapa uang karena rasa kasihan. Ini adalah cara anak-anak yang tidak memiliki uang disini meminta uang,
Sedikit berpikir, Gu Lin Tian akhirnya mengeluarkan 5 Koin Platinum lalu memberikan nya pada lelaki tersebut. "Belilah Rumah, dan beberapa makanan,
Sampai jumpa,"
Gu Lin Tian pamit dan pergi, sedangkan anak kecil itu melompat kegirangan.
***
Di sisi lain, di hutan dekat Kota, Yuan Han duduk sembari memandang kalung giok yang terus dia putar.
Yuan Han membaringkan badannya. Dia masih melihat kalung giok nya dengan sedikit mata yang menyipit.
__ADS_1
Memang ada suatu pelindung yang melindungi giok agar tidak hancur. Dengan kekuatan nya sekarang, mustahil untuk menghancurkan nya.
Kira-kira mungkin sekitar Dao Foundation dia dapat membukanya.
Tapi, itu berbeda dengan bantuan buku yang dimaksud True Dragon.
Yuan Han sudah melihat buku itu, dan dia membutuhkan beberapa bahan yang untuk disini tidak akan dapat.
"Elements Gathering," Yuan Han bergumam, lalu menyimpan Giok itu kedalam Interspatial Ring dan duduk untuk bermeditasi.
Dia tidak mengembangkan praktiknya melainkan mengembangkan Element Law nya agar dapat maju ke Dao.
Tetapi, dia tidak mengkultivasikan 5 Primal Elements, melainkan kekuatan misterius.
Yuan Han tidak punya catatan pada itu, tapi dia merasakan bahwa kekuatan itu jauh lebih kuat dibandingkan 5 Primal Elements.
Beberapa saat kemudian, tanah du sekitar Yuan Han bergetar, dan ada banyak celah ruang yang berkumpul disekitar Yuan Han.
Itu tersebar dan menyerap Qi yang ada di sekitar,
Saat Yuan Han bangun dan seketika mereka menghilang, dan Yuan Han menunjukkan raut wajah keterkejutan. "Ini…"
Yuan Han mengulurkan tangannya, lalu celah ruang tercipta. Itu membuat ruang bergetar dengan pelan, dan Yuan Han dapat merasakan ruang itu terisap, bukan hanya itu, dia merasakan ada Qi yang masuk ke dalam tubuh.
"Ini…" Yuan Han melambaikan tangannya lalu menyentuh tanah, dan tiada dampak pada tanah. "...seperti nya ini tidak menyerap benda ya?"
Benda hitam yang melayang di tangan Yuan Han dapat menyerap Qi dengan kuat, tetapi itu tidak berdampak pada hal selain Qi. Itu juga tidak memakai Qi darinya dan terbentuk begitu saja.
Yuan Han dapat tahu, bahwa ini tidak dapat menyerap sesuatu selain Qi hanya karena kekuatan nya kurang saja. Jika dia dapat mengembangkan nya lebih jauh lagi, mungkin dia dapat melahap semuanya, bahkan jika itu Surga dan Bumi!
"Apa yang harus ku beri nama ya…?" Sedikit berpikir, Yuan Han tersenyum. "..Devouring,"
Yuan Han menghilang kan Devouring, lalu berdiri.
Dia menutup matanya lalu membukanya dan sekejap, ada puluhan Devouring.
Untuk saat ini, dia hanya dapat membuat 13 Devouring.
Qi masuk ke dalam tubuh Yuan Han dan itu terasa kuat, membuat perkembangan nya langsung melesat dengan cepat.
__ADS_1
Dantian Yuan Han telah penuh, jadi dia mengambil posisi untuk duduk bersila dan mulai berkultivasi.