Dao Sovereign

Dao Sovereign
Ch. 41 ~ Kejadian yang Mengubah Dunia!


__ADS_3

Ch. 41


Dalam legenda, Manusia dan makhluk yang ada dibawah Surga lainnya, dikekang oleh sebuah rantai yang diberikan nama Nine Lives Chain,


Ada Sembilan Takdir dalam Kehidupan yang akan dijalani oleh Manusia dan Makhluk lainnya,


Takdir Keluarga,


Takdir Pertemanan,


Takdir Cinta,


Takdir Hubungan Interaksi,


Takdir Tindakan,


Takdir Sebab dan Akibat,


Takdir Kehidupan,


Takdir Kematian,


Takdir Pengekangan Surga Tertinggi,


Saat sembilan rantai itu terlepas, maka mereka dapat menjadi abadi.


Itu adalah jalan singkat untuk menjadi Abadi,


Tapi, tidak ada catatan orang yang pernah menjadi abadi dengan cara menghapus seluruh Nine Lives Chain ini,


Dan kini, Yuan Han telah melihat Nine Lives Chain, dia langsung mencari Rantai Takdir Keluarga, itu adalah rantai yang akan mengatur takdir Yuan Han dalam hubungan dengan keluarganya,


Tapi, Yuan Han bingung, bagaimana caranya agar dia tahu rantai takdir dari Takdir Keluarga?


Yuan Han melipat tangannya, memejam kan matanya dan kemudian membukanya. "Maaf sekali Surga, aku sama sekali tidak suka dikekang seperti ini,"


Yuan Han tak peduli lagi dengan Rantai Takdir Keluarga, dan terus berjalan kearah dirinya yang kini terikat.


Dia berdiri di depan diri nya sendiri, tampak tubuhnya seperti tak bernyawa lagi. Ini hanya bayangan dari jiwanya yang saat ini memang memiliki rantai takdir ini,


"Apa kau… memang ingin seperti ini?" Yuan Han berkata dengan tatapan tajam, dia tahu, bahwa jiwanya pasti akan mendengar nya. "Dikekang seperti ini, tak bebas, dan tak bisa melakukan apapun, apa kau mau seperti ini?


Jawab aku, jika tak ingin maka diam, jika ingin lepas, maka putus kan rantai itu!" Melihat tidak ada respon, Yuan Han menjadi sedikit emosi karena tampaknya, dirinya ternyata selemah ini.


Mengenggam lengan dengan kuat, Yuan Han memukul dadanya dan berteriak. "Kita ada untuk menentang langit dan bumi, kita ada untuk membawa kehidupan, kita ada untuk membawa kematian, kita adalah satu, dan kita adalah diri kita sendiri,


Terikat seperti ini, bukan kah itu memalukan?


Jawab aku, Yuan Han!


Kau ingin menyatukan keluarga mu lagi kan? Kau ingin merasakan kehangatan keluarga kan? Maka jawab aku?!


Apa kau ingin takdir kita, takdir dalam keluarga kita di tentukan oleh surga?!


Surga ada untuk menundukkan kita!


Surga ada untuk membatasi kita!


Maka hanya ada satu cara untuk menolak semua takdir yang ditentukan Surga,


Yaitu menundukkan Semua Surga!"


***

__ADS_1


Di luar alam batin,


Tubuh Yuan Han secara perlahan mengeluarkan cahaya, dan diluar, di langit yang tampak gelap dan suram, secara tiba-tiba suara seperti lonceng melolong—dong! Dong! Dong! Dong! Suara itu bergema seperti seakan-akan, surga lah yang membunyikan lonceng tersebut,


Ketua Sekte melayang keluar bersama para Grand Elder, dan Elder, bahkan Huang Zhu juga keluar dari kediaman nya,


"Apa yang terjadi?" Tanya Ketua Sekte Blue Wheel Sect pada segala Elder dan Grand Elder.


Semua orang menggeleng kepalanya, tak mengerti akan hal itu. Ini pertama kalinya fenomenal seperti ini terjadi,


Saat riak energi muncul di langit dan menyinari nya, segera Qi di Benua tersebut meningkat dengan drastis.


Mereka semua terkejut dan segera mengambil posisi untuk berkultivasi, namun, Huang Zhu diam tak bertindak, wajahnya nampak tercengang.


Wang Kun yang tiba-tiba datang, segera bertanya. "Ada apa?"


"A-Aku akan segera memasuki Core Formation! Akan berbahaya jika aku Breakthrough disini!" Huang Zhu langsung terbang dengan cepat—menjadi kilatan cahaya saat menuju suatu tempat.


Ketua Sekte sebenarnya terkejut akan hal itu, dan ingin membantu namun dia akan segera menyusul saudara angkatnya nanti saja,


Wang Kun dengan senyum cerahnya langsung mengikuti Huang Zhu,


DONG! DONG! DONG! DONG!


Langit di Great Green World bersinar dengan terang, menciptakan fenomenal yang aneh tapi luar biasa, dengan suara lonceng yang bergema di langit,


Semua ahli menatap ke arah langit dengan takjub, dan mengambil posisi meditasi, ahli dari Ranah apapun, segera akan berkultivasi saat Qi di dunia memuncak dengan kuat,


Di suatu tempat, di antara Langit dan Bumi, seorang wanita cantik dan anggun menatap langit itu dengan tatapan aneh,


Matanya berwarna orange terang, dan memiliki aura intimidasi yang kuat. "Saat seorang pecundang diremehkan, dia bahkan bisa menentang surga dan langit untuk membuktikan bahwa dirinya bukan pecundang,


Bagai Ikan koi yang menjadi Naga dan mengaum keras di antar langit,"


"Ibu, apa yang sedang kau bicara kan?" Seorang gadis berumur sekitar 11 hingga 12 tahun bertanya dan melayang kearah ibunya. "Apa kau memikirkan ayah lagi?"


"Ibu, Ayah meninggal kan ibu, kenapa tidak melupakan nya saja? Ibu hanya akan menjadi sedih saat mengingat nya,"


"Apakah benar seperti itu, Han'er?" Wanita itu tersenyum dengan lembut dan menoleh kebelakang, menatap anaknya dengan kelembutan. "Kita sebagai seorang perempuan, hanya makhluk lemah yang membutuhkan perlindungan dari lelaki, tapi bukan berarti kita tak bisa menjadi lebih kuat dari lelaki,


Walau begitu, kita perempuan tak akan bisa lepas dari Cinta, dan akan selalu bertatap mata. Yah, kamu tak akan mengerti untuk sekarang,


Di Dunia ini, perempuan yang selalu menjadi yang terlemah, dan mereka tak dapat mendaki kelangit, karena itu, takdir kita ditentukan oleh orang lain, kita lemah, dan orang kuat dapat menundukkan yang lemah,


Para lelaki itu hanya binatang buas yang menginginkan kulit kita saja,


Tapi, bukan berarti, tidak ada orang yang tidak mengerti keadaan kita, para perempuan.


Di suatu tempat yang jauh… pasti ada orang yang akan mengeluarkan kita dari kesengsaraan ini, 


Bahkan kita bertiga juga, mungkin oleh Kakakmu, atau mungkin Ayahmu…"


Anaknya itu tak mengerti dengan perkataan ibunya. Tapi dia pernah mendengar bahwa dirinya mempunyai kakak laki-laki, dan dibawa oleh ayahnya.


"Kakak Laki-laki ya…" Perempuan itu menatap langit yang bersinar dengan terang, matanya terdapat kelembutan yang mendalam. "Aku ingin bertemu dengannya!" 


***


Di suatu tempat, di ruang yang tampak hanya putih, tampak dua orang di depan meja catur,


Satu adalah seorang pria tampan dan satu lagi adalah seorang lelaki tua yang tampak bijak.


Mereka semua memiliki raut wajah yang sama—tercengang,

__ADS_1


Mereka tercengang saat melihat salah satu bidak dari pihak pemuda tersebut, lebih tepatnya, Bidak Kaisar tampak retak. "Apa yang sebenarnya terjadi?"


Kakek tua itu menelan ludahnya. "Sepertinya Kaisar mu sangat kuat sampai-sampai kekuatan nya dan tekadnya dapat menentang surga,"


Jika Bidak itu retak dan pecah, maka sudah jelas, bahwa 'Permainan' harus di ulang lagi, karena Kaisar musuh sudah melepas diri dari 'Takdir' buatan milik para Dewa untuk memainkan permainan ini,


Jika ini terus berlanjut, maka takutnya, 'Kaisar' itu akan menentang Asura dan Iblis untuk menduduki Empyrean Heaven, dan dirinya tak akan bisa menjadi Celestial Venerable,


Bahkan mungkin 'Kaisar' miliknya tak sekuat itu. Seandainya dia bisa berbuat curang, sudah lama dia menang, 


Sayangnya, hampir seluruh makhluk di Nine Heavens and Empyrean Heaven Realm, menentang Asura dan Iblis untuk bisa berkuasa atas langit dan bumi,


Jadi sekali dia berbuat curang maka…


Dia heran, kenapa Manusia dapat melakukan hal yang amat menentang surga. Benar-benar luar biasa, ini adalah salah hal yang dia kagumi dari manusia,


***


Di tempat lain,


Yuan Han duduk di atas ruangan yang penuh dengan air yang dangkal, tetap memejamkan matanya.


Energi Riak yang aneh terus mengacaukan ruang dan waktu, menciptakan suara desisan yang kuat,


Saat tubuh Yuan Han meluapkan energi putih dan hitam, segera tubuhnya melayang, dan kemudian—bam! Energi itu segera menghempas kan segala air yang ada di sana.


Life Essence yang begitu melimpah berputar pada titik yang sama, dan kemudian masuk ke dalam tubuh Yuan Han, menciptakan cahaya hijau yang menyilaukan,


Energi aneh bergejolak dan Kekuatan Yuan Han melonjak hingga Dao Foundation Level 4 Early-stage,


Level 5 Mid-Stage,


Dan berhenti di Level 6 Early-Stage,


Yuan Han menghembuskan nafas dengan dalam, dan tubuhnya secara perlahan turun.


"Hanya tersisa Takdir Sebab dan Akibat, lalu Takdir Kematian dan Takdir Pengekangan Surga Tertinggi, lalu takdir satu lagi, itu takdir apa ya? Aku tak ingat kalau ada 10 Takdir," Yuan Han mengernyit saat mengingat ada 4 Takdir lagi yang harus dia lepaskan,


Tapi Yuan Han berhasil membuat nya retak, ini membuat Yuan Han bangga. Tapi seketika, dia terdiam dan mendesah. "Sepertinya aku berhutang lagi pada Jiang Ren, tsk,"


Yuan Han mengingat dirinya saat masih hidup dibawah Jiang Ren dan diurus olehnya,


Saat itu Jiang Ren terus bercerita dan bertanya pada Yuan Han saat sudah menjadi Cultivator, apa yang akan dia lakukan dan Yuan Han menjawab. "Aku ada untuk menentang langit dan bumi, aku ada untuk membawa kehidupan, aku ada untuk membawa kematian, dan tujuanku adalah melebihi segala Dewa!" Dan setelah itu Jiang Ren bertepuk tangan, dan mengatakan itu bisa dijadikan impian besar,


Yuan Han hanya bisa berwajah merah saat mengingat tindakan nya yang memalukan tersebut, tapi memang, Yuan Han setuju bahwa itu bisa dijadikan tujuan sampingan untuk nya setelah berkumpul bersama keluarga nya,


Kemudian Yuan Han teralihkan oleh cahaya yang datang dari atas sumur, membuat nya mengangkat kepalanya untuk melihat dengan jelas,


"Apa yang terjadi?" Dia hendak ingin melihat, namun cahaya itu langsung redup dan menghilang. Itu membuat Yuan Han kecewa, tapi, tepat setelah itu, salju turun dari langit.


Saat Yuan Han menyentuh salju tersebut, bisa dirasakan riak energi Yin Qi terdapat di sana. "Qi ini jelas adalah Yin Qi! Yin Qi yang dihasilkan langsung oleh Dao of the Yin!


Terutama Yin Qi ini memiliki Intimidasi yang sedikit dibawah Celestial Yin Realm! Benar-benar luar biasa!" Yuan Han berdecak kagum. Dia diam-diam memutuskan untuk membawa orang tersebut nantinya ke Celestial Yin Realm jika sempat,


"Setelah dipikirkan, tubuhku bisa menggunakan Qi lagi," Yuan Han meregangkan tubuhnya yang kaku dan melompat-lompat di tempat.


Dia kemudian memanggil Ice Polar Sword dan tersenyum tipis. "Sekarang, mari berlatih dengan serius,"


------------


Author's Note :


Kejadian saat Yuan Han berteriak membuat ku sedikit... T_T

__ADS_1


Tapi tanpa itu, lubuk hati terdalam Yuan Han gak bakal tersentuh oleh Yuan Han sendiri T_T


Semoga ini dapat dinikmati T_T


__ADS_2