Dao Sovereign

Dao Sovereign
Ch. 5 ~ The Battle In the Cave


__ADS_3

Ch. 5 ~ Big Battle In The Cave


Para murid terus berjalan. Mereka ribut dan susah di atur. Beberapa dari mereka melihat-lihat yang ada di dalam—itu putih dan tidak terlihat seperti Goa pada umumnya, tapi ini wajar jika mengingat kembali bahwa tempat ini adalah Jasad dari Naga Raksasa yang mati.


Berhenti berjalan, pandangan mereka secara bersama-sama menyapu seluruh ruangan.


Mereka mencoba untuk memindai, namun tidak ada tanda-tanda makhluk hidup membuat mereka mengalihkan mata mereka dan mencari lagi.


AHHH!!!!!!


Suara teriakan terdengar, mereka langsung bersiaga dan bersiap-siap untuk bertahan dan melawan.


Ahhhhh!


Namun korban lain jatuh, membuat mereka menjadi penasaran—apa musuh kami sebenarnya?


Di depan sana, Gu Lin Tian memegang obor dan minyak, lalu menumpahkan nya ke lantai.


Itu menyebabkan kebakaran besar yang kemudian melahap seisi ruangan, menerangi ruangan yang gelap, dan kemudian memperlihatkan seekor ular raksasa dengan Ekor nya yang seperti Pedang tajam.


Mereka terdiam dan tertegun, ngeri ada di otak mereka masing-masing. Belum sempat mereka berteriak, 2 di antara mereka telah mati.


"Ini, setara dengan Elemental Gathering," Gu Lin Tian menelan ludahnya, dia memutar matanya, mencati sesuatu. Dia kemudian meneriakkan untuk melemparkan Api. Tepat saat itu, dia berlari ke tubuh tak bernyawa pelayan nya dan menyimpan tubuh tersebut ke dalam Interspatial Ring.


Dia takut tubuh tersebut akan terbakar nantinya.


Beberapa murid yang mengerti tentang Fire Law segera membakar lengan mereka dengan api, lalu melemparkan api tersebut ke arah Ular.


Ular itu berteriak dengan nyaring. Orang-orang hanya menelan ludahnya dan menyerang.


Gu Lin Tian juga begitu. Dia bergerak kesana kemari dengan lincah, menghindari setiap gerakan dari sang Monster, itu terlihat seperti sedang menari dan itu indah, membuat beberapa murid kehilangan konsentrasi dan hampir mati.


"Fokus!"


Gu Lin Tian berteriak sembari menyerang, dia sedikit mendecih lalu mengeluarkan Es dari lengan nya, sehingga es-es tersebut tertancap di beberapa bagian, membuat Ular tersebut mengaum dengan nyaring.


Para Murid tambah bersemangat. Mereka kemudian menyerang Monster tersebut kembali secara brutal.


Mereka tampak bersemangat walau kini sangat kelelahan. Jika mereka berhasil menumbangkan Monster ini, maka mendapatkan beberapa 100~200 Poin perorang!


Ini harga yang jelas menggiurkan!


Dan tampaknya masih ada Misteri dari Goa ini. Jadi mereka tentu semangat dalam hal menyerang.

__ADS_1


Ular besar itu terus menyerang dan membunuh beberapa orang. Kini hanya tersisa 19 orang, tetapi mereka terlihat tetap semangat.


Jika Yuan Han melihat adegan ini, dia hanya akan menggeleng kepalanya—sungguh tindakan yang bodoh.


Gu Lin Tian bersama seorang lelaki menyerang sang Monster dengan cepat. Mereka tampak hampir tidak kompak dan selaras, namun tetap bagi sang lelaki, itu adalah kehormatan nya untuk bertarung bersama Gu Lin Tian.


Fu Lan yang melihat dari jauh, mendecih dan melesat menuju lelaki tersebut, lalu mendorongnya untuk menggantikan posisinya di samping Tuan Putri Gu.


"Fu Lan! Kau!' Berteriak seperti itu dalam hati, Lelaki itu kehilangan fokus, dan tertebas oleh Ekor tajam sang ular dan mati.


Yang lain hanya menelan ludahnya, dan mencoba untuk menjauh dari area pertempuran Fu Lan dan Gu Lin Tian.


Mereka tidak ingin bernasib sama dengan yang lainnya.


Ular tersebut telah kelelahan. Dia kemudian mengeluarkan semburan racun pada mereka, dan 2 murid yang terkena berubah menjadi berteriak histeris dan secara perlahan mencair, sebelum berakhir menjadi cairan yang menjijikkan.


Gu Lin Tian mengibas pedang nya untuk membekukan racun tersebut, sedangkan Fu Lan menghindari nya, begitu pula dengan yang lainnya.


Ular tersebut yang telah penuh luka, berbalik dan mencoba kabur dari sana.


"Kau pikir akan ku biarkan?!"


Gu Lin Tian, Fu Lan dan yang lainnya segera mengikuti ular tersebut. Mereka harus menjaga jarak atau akan terkena serangan dari benda tajam yang ada di ujung ekor nya.


Ular tersebut menggoyangkan kepalanya dengan histeris, dan membenturkan badan Gu Lin Tian dengan kuat, membuat dinding rantuh dan menimpa mereka.


Ular tersebut memiliki sedikit kesadaran, tetapi akhirnya mati setelah beberapa detik.


Sedangkan Gu Lin Tian, bangun dari dalam batu, lalu menatap dingin kearah Ular tersebut. "Ini balasan karena telah membunuh pelayan ku,"


"Selamat Nona Muda Gu!" Yang lainnya memberi hormat bersamaan dengan Fu Lan.


Gu Lin Tian tersenyum tipis dan membungkuk kan badannya. "Terima kasih saudara-saudara sekalian, karena telah membantu Gu Lin Tian membalas kan dendam."


Mereka hanya tersenyum. Lalu mengajak yang lainnya untuk mengemaskan barang mereka.


Tak lama sejak saat itu, mereka sadar, ada banyak api dan asap yang menyebar dan menutupi lorong tersebut.


Tetapi bukan itu intinya, mereka merasakan pusing dan ingin tidur, dan beberapa saat kemudian, mereka semua terkapar.


Gu Lin Tian, dengan usaha terakhir, membuka matanya, tapi terasa buram. Tepat sebelum dia pingsan, dia melihat seorang lelaki tengah tersenyum pada dirinya.


Dari gerakan mulutnya, sepertinya dia berkata; 'Tidur Lah'.

__ADS_1


***


Yuan Han tersenyum menatap tubuh para murid-murid tersebut, lalu membopong mereka satu persatu keluar.


Tiba saatnya giliran seorang gadis cantik. Dia terdiam lalu mencoba untuk mengingat dimana dia pernah melihat wanita ini. "Apa dia sang 'Tokoh Utama' ku?"


Yuan Han hanya tersenyum. Jika dugaan nya benar, ini seharusnya adalah Gu Lin Tian.


Dia tidak pernah melihat gadis ini secara penuh, tetapi dari yang dulu pernah dia dengar, perempuan ini memang terlihat cantik dan menawan. Juga, seharusnya perempuan ini lah yang seharusnya menyahut Yuan Han saat di tebing.


Saat dia selesai memindahkan Gu Lin Tian keluar dan mengambil cincin Gu Lin Tian, dia kemudian mengeluarkan air yang di tampung dalam Wadah panjang dengan beberapa ember buatan yang tampak penuh dengan celah di dalam Goa besar tersebut.


Yuan Han mendesah pelan sebelum akhirnya menyirami api-api tersebut.


Perlu waktu 30 menit sebelum api-api tersebut padam.


Mereka tidak akan bangun hingga 1 hari terlewati. Yuan Han sudah belajar banyak hal tentang Herbal dan Tanaman beracun, serta beberapa ilmu kedokteran.


Makanya, saat dalam pelajaran Jiang Ren, Guru yang membahas tentang Tanaman, dia mengantuk dan merasa bosan.


Yuan Han sebenarnya cukup terkejut saat menemukan Tanaman yang berwarna ungu. Beruntung tanaman itu tidak rusak tertimpa buku dan makanannya, atau mungkin khasiatnya akan hilang.


Tanaman itu bernama Purple Sleep Plants. itu adalah Tanaman yang tidak beracun dan hanya membuat orang yang terkena akan pingsan dan tertidur selama beberapa hari, dan paling lama 5 hari.


Setelah padam sepenuhnya, Yuan Han melihat-lihat di sekitar tubuh Ular.


Dia cukup terkejut saat melihat ada benda tajam di ekor Ular tersebut.


Yuan Han tersenyum lalu mengeluarkan Sebilah Pedang dari Interspatial Ring milik orang lain. "Aku akan meminjam ini sejenak," Lalu Yuan Han memotong ekor tersebut dan menyimpan Ekor itu di dalam Interspatial Ring miliknya.


"Hehe, ini termasuk Tindakan Jahat? Aku sudah menjadi orang jahat," Yuan Han tertawa sejenak, lalu mencari bagian lain yang tampaknya penting.


Tidak lupa Yuan Han mengambil Demonic Core.


Anak tersebut sedikit terkejut, tapi tidak bisa menahan kegembiraan nya. "Ini Demonic Core yang memiliki Tahap Elemental Gathering! Ini termasuk Demonic Core langka juga!


Dari yang ku lihat, sepertinya Demonic Core ini setara dengan Elemental Gathering Puncak, benar-benar bahan yang bagus untuk berlatih, hahahahaha!"


Yuan Han kemudian menyimpan Demonic Core tersebut lalu mematahkan taring, mengambil racun dan menyimpan nya di sebuah kotak kayu, namun tentu itu gagal karena kayu tersebut meleleh, itu aneh tapi itu lah kenyataan nya, jadi Yuan Han hanya mengambil taringnya saja.


Dengan begini, dia bisa membuat Magical Items nya sendiri.


Dia kemudian menyimpan Tubuh ular nya, lalu mengembalikan cincin tersebut ke Gu Lin Tian.

__ADS_1


Setelah itu, dia menyelusuri Goa, dan berjalan ke dalam,


__ADS_2