
Ch. 33 ~
Yuan Han menarik nafas dalam-dalam, dan bertanya. "Apa kau ayahku?"
"Kau sudah dewasa ya, Han'er," Dia tersenyum pada Yuan Han, kemudian memejamkan matanya sejenak lalu membukanya. "Ini hanya hologram ku, dan kamu tak bisa berbicara denganku. Jawaban tadi hanya karena menurutku itu adalah kata-kata yang ingin kau dengar, haha," Pria itu tertawa besar. "Baiklah, mari hentikan lelucon-nya sejenak,"
"Kau tahu alasanku meninggalkanmu, Han'er?" Pria itu tersenyum pada Yuan Han. "Yang pertama adalah Karena akan merepotkan membawamu sembari melindungimu, karena itu aku meninggalkanmu, yang kedua adalah aku dikejar dengan musuh-musuhku, dan yang ketiga adalah karena aku harus pergi ke Middle Realm."
Yuan Han mengerutkan dahinya. Dengan kata lain ayahnya ada di Middle Realm?
"...rencanaku ingin menyelamatkan Fei'er yaitu, Ibumu. Tapi aku selalu dikejar sehingga tidak sempat, bahkan sebelum aku makan sesuappun mereka datang." Pria itu menggeleng kepalanya. "Tsk, tsk, tsk, adegan berdarah. Masalalu yang kelam," Dia kemudian mendesah pelan. "Haishh, baiklah. Ibumu seharusnya ada di Blue Wills Sect, dan sedang dihukum karena melanggar peraturan menikah tanpa persetujuan, terutama dia adalah Saintess. Kamu tahu apa yang harus dilakukan kan?"
Yuan Han tersenyum dan berdiri tepat di depannya, senyuman mereka benar-benar mirip satu sama lain, berdiri seperti melihat cermin yang memantulkan. "Aku akan menghancurkan Blue Wills Sect, dan menjemput ibu!"
"Hanya itu saja," Pria itu kemudian menatap ke arah Bai Xueyue dan Bai Xueyue terkejut karena seharusnya hologram tak bisa merasakan hawa keberadaan.
"Dia bukan Hologram!" Benaknya dengan kerutan. Dan kemudian, sebuah rantai menjerat Bai Xueyue hingga dia terpelanting ke arah Yuan Ha dan menghilang.
"Sebenarnya aku ingin kamu melakukan sesuatu, tapi seperti nya generasi sekarang bisa menghancurkan nya. Dan, kamu harus siap-siap, ada sesuatu yang lebih besar dari itu terjadi," Ayah Yuan Han menatap Yuan Han dengan serius.
"Aku tahu," Yuan Han menjawabnya. "Perang bukan? Aku mendengar bahwa Upper Realm dan kebawah akan menerima dampaknya."
Ayah Yuan Han menaikkan alisnya, menatap Yuan Han dengan terkejut. Dia kemudian berdehem dan berkata. "Itu adalah perang, perang itu dalam skala besar dan banyak Lower Realm yang akan hancur. Bukan hanya diriku yang ikut berperang, tapi juga seluruh keluargamu, Klan Yuan. Mereka berasal dari Nine Heavens Realm. Hmm, ini akan sedikit berat, tapi berusahalah untuk tetap menjaga pikiran tetap lurus. Seluruh Alam Semesta dibagi menjadi Lower Realm, Middle Realm, Upper Realm, dan Heaven Realm.
Heaven Realm adalah puncak dari Semesta, di sana rata-rata adalah Makhluk yang hampir abadi atau sudah Abadi, tapi di atas Heaven Realm terdapat lagi Nine Heavens Realm and Empyrean Heaven Realm. Itu tempat para Heavenly Being dan True God hidup. Mereka adalah puncak dari Cultivation.
Tidak banyak catatan, dan yang paling satu, di sana adalah makhluk Surgawi dan Dewa hidup. Heavenly Being dan True God. Selama 7 juta tahun, semesta kita tak pernah mendapati adanya True Immortal Stage satupun."
Yuan Han tertegun sejenak, semua pecahan teka-teki mulai terpasang dalam benaknya. Tapi ada satu hal yang membuat nya penasaran. "Apa benar-benar tidak ada satupun?"
Yuan Han mulai berpikir dan lanjut berkata. "Biar kutebak, di atas True Immortal adalah Heavenly Being,"
Pria itu tersenyum dan menggeleng kepalanya. "Akan kuberitahu sedikit, setelah True Immortal adalah Open Heaven, tak banyak catatan tentang ini, dan dikatakan bahwa Open Heaven adalah tingkat legendaris di Heaven Realm yang ada di Million Nirvana Realm, semesta kita."
"Baiklah, hanya ini saja, aku sudah menyiapkan hadiah dan permintaan maafku padamu, aku harap kamu bisa menyelamatkan ibumu, sampai jumpa, oh, aku hampir saja lupa, 'Dia' menunggu mu di Eternal Spirit World, kalau begitu, sampai jumpa," Dia kemudian melambaikan lengannya dan menghilang, bersama dengan cahaya yang awalnya meredup, dan secara perlahan juga menghilang.
"Dia?" Yuan Han memiringkan kepalanya, lalu menggeleng nya. "Apa pun itu, aku harap bukan sesuatu yang merepotkan,"
Yuan Han tersenyum, lalu menggapai Kalung Giok tersebut dengan senyuman, dan menyimpan nya di Interspatial Ring. "Tenang saja, aku akan menyelamatkan ibu tanpa kau pinta,"
Yuan Han memandang Kalung Giok itu sejenak, dan duduk bersila. "Apa isi dari Kalung Giok ini? Dari yang kulihat, tak ada hal yang istimewa. Apa ini Interspatial Items?" Sedikit berpikir, Yuan Han kemudian menoleh kebelakang. "Bagaimana menurutmu, Yue….'er? Kemana dia?" Yuan Han berdiri dan menatap ke sekeliling, tak ada wanita itu membuat nya terheran.
"Apa dia pergi?" Yuan Han menggaruk kepalanya lalu memutuskan untuk keluar dari rumah. Dan yang pertama kali dia lihat adalah Huang Shi, duduk di atas kursi dengan kaki yang tergerak ke bawah dan atas, matanya seolah-olah meratapi sesuatu yang mendalam. "Apa yang kau lakukan disini?"
Yuan Han menyapa dan mendekati Huang Shi, tak jauh dari sana. Dia sedikit menaikkan alisnya saat sadar bahwa perempuan yang tampak lebih 1 atau 2 tahun darinya memakai pakaian gadis desa, dan itu membuat nya menaikkan alisnya.
"Menunggumu," Huang Shi menjawab dengan singkat. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu,"
Yuan Han menaikkan alisnya, dan sedikit berkedut. "Apa?"
"Dao-mu… apa itu Ruang?"
Yuan Han kemudian tersenyum simpul mendengar pertanyaan nya, lalu berjalan melewati Huang Shi. "Entah lah," Dia berhenti sejenak lalu menoleh kebelakang. "Kita di desa kan? Temani aku untuk berterimakasih pada kepala desa,"
Huang Shi diam sejenak, memperhatikan tingkah laku Yuan Han yang tampaknya sudah menjadi jawaban dari pertanyaan nya.
Dia mendekati Yuan Han, dan kemudian berjalan bersebelahan.
Mereka sedikit berbincang tentang desa ini.
Desa itu bernama Houfeng Village, sebuah Desa yang dekat dengan perbatasan.
Mereka sering di serang oleh Demonic Beast, itu terkadang terjadi sekali sebulan, dan paling sering 6 bulan sekali.
Walau sering diserang, desa tersebut tampak makmur, tentu saja, mereka ada di tengah hutan, dengan tempat bercocok tanam yang sangat cocok di sana.
Hasil panen mereka baik, dan tak berkurang sedikitpun, malah sedikit demi sedikit itu akan semakin banyak.
Tapi satu hal yang menjadi masalah bagi mereka.
Yuan Han berjalan, dan yang pertama kali dia lihat adalah anak-anak yang berlari kesana kemari, dengan senang hati. Mereka tampak gembira, dan itu membuat Yuan Han sedikit merasakan sensasi yang aneh.
Tanpa mengulur waktu, Huang Shi langsung menuntun Yuan Han untuk bertemu dengan kepala desa,
__ADS_1
Kepala Desa adalah orang dengan bentuk badan yang sedikit gendut, dan senyum yang diiringi oleh kumis. Dia menatap Yuan Han dengan mata sayunya, seolah-olah sedang meminta pertolongan.
Yuan Han hanya tertegun, dan berkata pada hatinya bahwa perasaan itu hanyalah sekedar perasaan saja.
Dia belum menstabilkan diri sepenuh nya dengan Dao Foundation-nya, serta Dao of the Spatial. Jelas, Yuan Han juga ingin menguji sembari menterbiasakan diri dengan kekuatan barunya.
Yuan Han memberi salam pada Kepala Desa, dan berdiri tegap setelah itu. Kepala desa mengangguk ke arah Huang Shi dan Huang Shi juga mengangguk.
"Baiklah," Ucap kepala desa. "Bagaimana keadaan mu?"
Yuan Han tersenyum tipis. Dia merasakan adegan tadi, dan kata-kata ini menyambung ke satu arah. "Terimakasih sudah mencemaskan ku, Aku masih belum bisa menstabilkan diri, badanku masih kaku, dan Qi yang padat ini belum terbiasa denganku. Setidaknya 2 atau 3 bulan, tapi beberapa hari lagi aku harus pergi, karena takutnya tenggat waktu yang diberikan Master akan tiba."
Huang Shi tersentm terkejut, dia tidak pernah mendengar tentang ini. Sedangkan kepala desa menahan nafasnya, lalu membuat raut wajah kecewa.
"Yuan… kenapa terburu-buru? Bukankah masih ada sebulan lagi?" Huang Shi berkata, dan Yuan Han meliriknya dan mengacuhkan itu dikemudian detik.
"Masterku orangnya tegas, aku tak bisa membantahnya, dan jika dihukum, apa yang harus kulakukan? Mengorbankan mu dan berkata itu semua salahmu?"
Huang Shi mengernyit, dia diam tak berbicara. Dia tak ingin disalahkan, tapi dia paling tidak mau diperlakukan seperti ini oleh Yuan Han, entah bagaimana, itu rasanya sesak dan jantungnya berdegup kencang karena sedih.
Alasannya? Entahlah, bahkan Huang Shi tak sadar, sejak kapan dirinya merasakan sesuatu yang seperti ini—ini kali pertama nya merasakan hal seperti ini. Apa ini penyakit? Siapa yang tahu,
Yuan Han mendesah, lalu pamit dan pergi dari sana.
Huang Shi tak mengikuti Yuan Han, melainkan tetap diam berdiri di sana, melihat punggung Yuan Han berjalan menjauh.
"Nona muda, saya mohon,"
Huang Shi yang mendengar itu, menatap kepala desa dan tersenyum. "Aku akan berusaha sebaiknya untuk menyelamatkan putrimu, tak apa-apa,"
Kepala Desa yang mendengar itu, tersenyum lebar dan berterimakasih, bahkan hampir saja bertekuk lutut pada Huang Shi, jika saja Huang Shi tak melarang nya. "Tak apa, aku hanya melakukan ini untuk diriku sendiri, bukan untukmu,"
"..." Kepala desa itu mengedipkan matanya beberapa kali, menatap Huang Shi. Dia seolah-olah mencoba untuk menggali sesuatu dari raut wajah Huang Shi yang begitu lembut, namun tak berhasil mendapatkan nya. Walau begitu, dia kembali berterimakasih. "Aku dan Putriku, serta Warga desa akan berpesta jika kita berhasil menyelamatkan semuanya."
"Ya," Huang Shi tersenyum lalu pamit dan berbalik meninggalkan tempat itu.
"Haishh, Perempuan itu dan Lelaki itu, memiliki masa depan yang cerah walau masalalunya gelap," Kakek Tua itu mendesah lalu menggeleng kepalanya. "Semoga dengan begini, bencana dapat terselesaikan, dan Inti akan meluap untuk menghilang,"
"Kepala desa," Kemudian seseorang mendekat dan memberi hormat, itu adalah seorang lelaki muda dengan wajah tampannya, dan mata lembut tapi tampak menentang segalanya mau itu surga dan bumi. "Warga desa sudah menyiapkan segalanya, Perlengkapan dan Lainnya, dengan adanya Cultivator Dao Self, maka seharusnya cukup untun membasmi mereka,"
"Demi mendapatkan kembali He Song-ku, maka dirimu sebagai pengorbanan, walau aku akan menyesal, aku akan melakukan nya." Dia mengatakan itu secara terang-terangan, tak takut pada kepala desa setelah mengatakan hal seperti itu.
Kepala Desa menatap pemuda itu dengan dingin, dia tahu bahwa lelaki ini tak bisa dipercaya, tapi bukan itu masalah nya, yang menjadi masalah utama adalah putrinya.
Yang dikatakan nya benar, mau itu hidup atau mati, mau itu mengorbankan atau dikorbankan,
Apapun yang harus dilakukan, dia—tidak, mereka harus membasmi mereka dan mendapatkan hak mereka di hutan ini kembali!
***
Langit malam menggusur sore, mengganti daratan dengan warna hitamnya,
Langit malam itu hitam pekat, hitam yang benar-benar tanpa dasar, kegelapan yang nyata, namun adanya berjuta-juta bintang, itu terlihat seperti lukisan tiada tara.
Di dalam suatu rumah, Yuan Han bermeditasi di atas lantai, tak bangun dan tak sadar, bahwa Huang Shi mendatanginya sore hari tadi, namun segera pergi dengan perlengkapan penuh.
Mata orange nya yang tampak lebih ungu dari sebelum nya terbangun, dia menatap entah kemana, termenung lalu membaringkan diri di atas kasur. "Jadi benar-benar ada suatu masalah di Desa ini yah? Apa itu Bandit? Atau perang antar Desa untuk mendapatkan hak paten di Hutan? Bukankah itu sama saja perang Saudara? Huang Shi itu bo*doh sekali, sifatnya mengingat kan ku pada seseorang." Pikiran Yuan Han langsung mengarah kearah Gu Lin Tian. Dia kemudian berkata. "Tapi jelas, bahwa Gu Lin Tian lebih bo*doh, masih lebih baik Bai Xueyue dan Liu Lihua. Setidaknya mereka tidak naif dan polos,"
Yuan Han langsung memikirkan sifat seenaknya dari Huang Shi. Terkadang dia kasar, terkadang dia lembut, dan terkadang dia agresif. Itu terlalu ambigu, Yuan Han tak bisa menebak apa isi pikiran dari perempuan itu, tapi yang pasti, dia itu polos dan baru mengenal Dunia.
"Ahh~~~~ aku tak ingin ikut campur," Yuan Han memejamkan matanya, diam dan kemudian tidur dikemudian menitnya.
***
Pagi tiba dan matahari naik keatas, menyinari daratan.
Burung-burung berkicau, menyanyikan lagu pagi hari yang sejuk.
Yuan Han bangun secara perlahan, menguap dan berdiri kemudian meregangkan tubuhnya.
Dia menggerakkan sedikit tubuhnya, lalu berjalan kearah pintu, membukanya lalu melewati nya dan kemudian menutup pintu tersebut.
Yuan Han menaikkan alisnya, lalu menoleh kekiri dan kanan, tak melihat seorang pun di sana.
__ADS_1
Yuan Han kemudian pergi kearah perumahan, namun dia tak melihat seorang pun selain wanita tua dan beberapa wanita yang sedang berjalan bersama anak-anaknya.
"Ini… sepi," Yuan Han bergumam, dia kemudian mendekati salah seorang wanita dan bertanya. "Permisi, dimana yang lainnya? Kenapa hanya ada perempuan disini?"
Mereka menatap Yuan Han, namun mengacuhkan Yuan Han dengan dingin, dan berjalan untuk menjauh, bahkan ada anak yang melemparkan Yuan Han batu.
Yuan Han sadar itu, hanya saja batu itu segera menghilang karena teleportasi Spatial Law. Dia menatap anak itu, tapi mengacuhkan nya setelah mendengus dingin. "Sepertinya ini adalah Hukum Sebab dan Akibat untukku. Aku tak ikut dalam permainan mereka, dan mereka memperlakukan ku seperti ini karena tak suka,"
Yuan Han mendesah, lalu mengeluarkan Flying Sword dan pergi keatas langit. "Apapun itu, aku akan mencari Pedang ku terlebih dahulu,"
Dengan begitu, Yuan Han melesat melewati hutan, mencoba untuk mencari pedang-pedangnya.
Satu adalah Pedang yang diberikan True Dragon, dan satu lagi diberikan oleh Origin Yin Goddess.
Saat dalam Breakthrough, Yuan Han bisa saja memanggil semua hartanya, dan mengaktifkan semua Skill yang dia punya untuk bertahan, namun dia tak punya banyak waktu dan pikirannya hanya bertahan, sehingga dia hanya mengeluarkan semua Harta terbaiknya.
Terus melesat dengan cepat, mata Yuan Han langsung teralihkan oleh sekumpulan orang-orang, menatap sesuatu yang ada di tengahnya.
"Bukan kah itu pedangku?!" Yuan Han panik dan kemudian mengamatinya lebih jauh. Matanya menyipit, dan kemudian mencoba untuk berpikir.
Dia dari atas mengarahkan sebelah tangannya, memejamkan mata dan kemudian mengalirkan Qi ke dalam Ruang sekitar secara perlahan dan pasti.
Tak lama kemudian, Qi itu menyentuh pedang, dan dalam sekejap, itu menghilang dan muncul di depan Yuan Han, melayang tak beraturan.
Yuan Han tersenyum lalu menyimpan dua pedang itu dan matanya langsung menatap mereka. "8 Dao Foundation puncak, dan 3 Dao Self," Yuan Han akhirnya memutuskan untuk mengamati lebih jauh.
Siapa tahu dia akan menemukan petunjuk tentang Huang Shi. Lagi pula janji tetap lah janji, dan menyelamatkan nya adalah Tugas dari Yuan Han karena dia sudah menjaganya selama Breakthrough,
Di bawah, mereka panik dan jantung mereka berdegup kencang.
"Si-siapa yang berani mengambil hartaku?!!!!!!!!" Seorang pria muda berteriak dengan keras, mengguncang langit dengan suaranya yang kuat.
"Tuan Muda, mohon tenangkan diri anda!" Seorang pelayan berkata dengan panik, dia tampak terintimidasi oleh mereka.
"Aku tak akan memaafkan nya!"
"Tuan muda, jika pedang itu memiliki Tuan, maka itu pasti sudah diambil oleh Tuan-nya. Kita bahkan tak bisa mengangkat pedang itu! Aku takut bahwa Tuan dari pedang tersebut seorang Core Formation," Pelayan tersebut berkata pada Tuan Muda-nya.
Tuan Muda tersebut yang sudah terengah-engah karena marah, mulai tenang dan memikirkan kemungkinan yang terjadi pada mereka dan Klan-nya jika hal itu benar. "Baiklah," Dia mulai tenang, sisi tenangnya kembali di dapat di kemudian detik, dia kemudian berbalik dan berjalan pergi. "Mari pergi, kita tak punya waktu untuk mengurusi mereka, ada wanita yang menunggu ku di Desa selanjutnya,"
Para Pelayan mereka tahu, bahwa Tuan Muda mereka itu, sangatlah me*sum walau terlihat tenang dan acuh tak acuh. Tetapi karena mereka, hanya pelayan, tiada yang berani menegur Tuan mereka.
Yuan Han mengikuti jalan mereka semua dan tiba di Desa, yang dipagar oleh kayu-kayu yang begitu kokoh, dan di empat sisinya, ada menara pengawas.
Yuan Han terus mencoba untuk mencari Huang Shi, matanya bergerak dengan cepat, inderanya meningkat dengan pesat,
Saat melihat sederet perempuan lewat, barulah Yuan Han sadar, bahwa salah satunya adalah Huang Shi. Yuan Han cukup terkejut dan mengerutkan dahinya saat melihat pakaian yang rusak, dan tubuh yang penuh luka itu,
"Perempuan itu…" Yuan Han menggertakkan giginya. Dia ingin mengacuhkan nya, tapi hatinya berkata itu akan menjadi penyesalan selama seumur hidupnya. "Jika bukan karena aku bukan orang yang suka berhutang budi, aku akan meninggalkan mu,"
Dengan kata-kaya itu, Yuan Han mulai berpikir. Dan kemudian, dia mengacungkan lengannya, Qi secara pesat beredar, dan saat itu menyentuh Huang Shi, segera dia menghilang dsn membuat orang terkejut setengah mati.
"Ke-kemana Gadis itu?!"
"Apa yang terjadi?! Kenapa dia tiba-tiba menghilang??"
"Cepat cari dia! Aku tak ingin kehilangan Gadis cantik seperti nya! Temukan segera!"
Orang-orang yang ada di sana panik, dan segera mencari gadis yang tiba-tiba menghilang.
Mereka panik dan berlarian mencari gadis itu, namun pada akhirnya gadis itu tak bisa di temukan, membuat mereka panik.
Para Warga Desa yang mengikuti Gadis itu sebelum nya, terkejut dan melebarkan matanya, lalu berkerut. "Apa yang terjadi?"
Sedangkan Yuan Han yang melayang di atas Flying Sword, menatap Huang Shi dengan tatapan datar. "Bagaimana? Apakah ini bisa membantumu sadar bahwa Dunia lebih dari yang kau duga?"
Huang Shi diam tak berkata. Dia sadar bahwa Yuan Han marah. Itu normal, karena sejak awal dan akhir, dirinya itu sangat merepotkan dan Yuan Han selalu mengurus semua masalahnya. Dia bagai Wali bagi Huang Shi,
Huang Shi ingin berkata sesuatu untuk meluruskan sesuatu, tapi dia menutup mulutnya dengan kata-kata. "Maaf,"
"Baiklah, bagus kau sadar, kita akan pergi sekarang," Yuan Han berbalik, namun segera saat itu, Huang Shi menarik lengannya.
"Sekali, hanya sekali! Bantu aku untuk menyelamatkan mereka! Aku mohon!" Huang Shi memegang lengan Yuan Han sembari menundukkan kepala dan berteriak.
__ADS_1
Diam tak bersuara, Yuan Han kemudian membuka mulutnya. "Tidak mau,"