Dear Adam

Dear Adam
Ekstrakurikuler


__ADS_3

Hari sabtu adalah hari libur bagi beberapa sekolah salah satu nya sekolah Raya, namun khusus hari sabtu dan minggu adalah waktu nya ekstrakurikuler. Tapi ada juga beberapa ekskul yang berada di hari-hari sekolah seperti komputer, ECC, band dan Artemis.


Waktu masih menunjukan pukul 08.24 menit dan Raya masih di toko roti ibu nya, dia membantu ibu nya membuka toko sejak jam 8 pagi tadi. Hari ini adalah hari pertama nya untuk ikut ekskul teater sedangkan LP di hari minggu pagi.


"Kamu jam berapa berangkat nak?" tanya ibu nya, dia melihat sekeliling ruangan yang telah di bersihkan Raya sendiri.


"15 menit lagi bu." jawab Raya.


"Udah tinggalin aja itu dulu nak, sini sarapan dulu." ujar ibu nya ketika melihat Raya yang bergerak memindahkan kursi dan meja.


"Ya bu." Raya menurut lalu duduk disalah satu kursi, ibu nya mengeluarkan sebuah piring dan coklat di mangkuk kecil.


"Cobain churro buatan ibu." ibu nya menyodorkan 5 churro pada Raya. Dengan lahap Raya langsung memakan nya, selalu saja makanan yang di buat ibu nya terasa enak dan menyenangkan.


"Enak bu!" ujar Raya dengan wajah senang nya.


"Syukurlah, ibu mau masukin menu churro ini di daftar menu." tutur ibu nya sembari meminum segalas teh.


"Ide bagus bu, sekarang emang churro lagi laku keras." timpal Raya yang sudah selesai makan.


"Aamiin.." ucap ibu nya.


"Kamu berangkat bareng Tika?" tanya ibu nya.


"Gak bu, Tika ekskul nya siang nanti. Raya pamit ya bu, assalamualaikum." ucap Raya lalu mencium tangan ibu nya.


Langkah kaki Raya mulai menjauh dari toko roti milik ibu nya, kata pepatah pagi hari harus di sambut dengan senyuman biar hari yang di lalui bisa menyenangkan dan Raya percaya walau senyum nya hanya di nikmati nya sendiri.


Dia berjalan lebih cepat pasal nya dia tak menyadari kalau waktu juga berjalan lebih cepat, alhasil ketika sampai di sekolah dia bertanya-tanya pada siswa lain yang terlihat di mana ruangan teater.


"Ruangan teater ada di belakang lab." ucap siswa itu.


"Maaf nih kak, lab itu di mana ya kak?" tanya Raya lagi.


"Kamu bolos MOS ya? masa lab aja gak tau, nih ya lab itu ada di belakang kelas 12." semprot siswa itu.


"Eeh.. ii..iyaa makasih ya kak." ucap Raya dan siswa itu berlalu begitu saja, 'pagi-pagi udah kena semprot aja.' tutur batin Raya.


Dia langsung bergegas ke arah yang di kata siswa itu, Raya emang belum punya waktu untuk ngelilingi ulang sekolah nya yang luas ini tapi dia berjanji nanti sepulang ekskul dia akan mengutari sekolah ini biar gak di semprot lagi.


Raya membuka pintu ruangan teater dengan perasaan ragu, perasaan ragu nya timbul ketika melihat tumpukan sepatu di depan pintu, 'yaahh aku telat.' ujar batin nya.


"Gak masuk? mau sampai kapan berdiri? ngalangin orang masuk." kejut suara wanita dari belakang. Raya langsung menoleh, terlihat seorang wanita berhijab tengah menatap nya tajam.


"Aahh maaf, ini saya mau masuk." ucap Raya yang kemudian menarik ganggang pintu itu.


Dia melihat ruangan yang berbagai perlengkapan dan orang-orang yang sudah duduk tenang di atas lantai yang di alasi karpet bulu. Di sisi lain juga terlihat sebuah panggung yang tak terlalu tinggi dan seorang wanita yang tengah menjelaskan sesuatu, 'bukankah wanita itu yang bersama Adam saat itu?' tanya batin Raya.


"Sorry Sha, aku lama di kamar mandi." ucap wanita yang tadi menegur Raya.


"Oh gak apa-apa Dara." jawab Alesha, Dara langsung duduk di sebuah kursi dan pandangan Alesha berbalik arah ke Raya.


'Jadi dia yang bikin Adam ketawa ya.' ucap batin nya.


Alesha memperhatikan Raya dari atas ke bawah, wanita dengan pakaian simpel. Sebuah kaos lengan panjang berwarna sage green dan celana kulot berwarna hitam juga pashmina berwarna senada dengan celana nya, 'wanita ini bukan apa-apa dari ku.' ucap batin Alesha membanggakan diri.


"Anak baru ya?" tanya Alesha.


"Iyaa." jawab Raya.


"Ok silahkan duduk." ucap Alesha.


Alesha dan kelas 11 yang ikut teater mulai memperkenalkan diri nya masing-masing, ada juga kelas 12 yang hadir tapi mereka tak seaktif dulu hanya datang sesekali untuk memperhatikan adik kelas nya. Raya baru mengetahui ketika Alesha memperkenalkan diri nya, wanita itu seangkatan dengan Adam dan terlihat lebih ceria dibandingkan Raya, Alesha juga salah satu pengurus di teater.


Setelah para kakak kelas memperkenalkan diri nya baru lah siswa kelas 10 yang ikut teater di minta untuk memperkenalkan diri masing-masing tak terkecuali Raya.


"Hallo semua nya, nama saya Adiba Rayanya bisa di panggil Raya. Saya dari kelas 10 IPA 3, mohon bantuan nya." ujar Raya yang di sambut tepuk tangan yang lain.


'Aahh jadi nama nya Raya.' ujar batin Alesha, sejak wanita itu masuk hingga sekarang dia masih memperhatikan nya entah mengapa Alesha masih merasa kesal mengingat kejadian kemarin apalagi penyebab Adam tertawa adalah wanita itu, 'Apa sih istimewa nya dia sampai Adam tertawa?' tanya batin nya sendiri.


Perkenalan diri terus berlanjut hingga guru pembina teater mereka datang, hari ini mereka tak langsung di suruh memeragakan tokoh tapi mereka di suruh menulis hal-hal apa saja yang penting dalam teater dan sebagai nya. Waktu terus berlalu tak terasa sudah 2 jam mereka di dalam ruangan ini karna aking asik nya diskusi mereka mengenai teater begitu juga pada Raya yang baru pertama kali mengikuti ekskul.


"Nah anak-anak sampai di sini dulu pembahasan kita, sabtu depan akan kita sambung dengan langsung belajar memperakteki suatu tokoh jadi siap kan diri kalian masing-masing yaa." ucap pembina mereka sebelum bubar.


"Baik bu.." jawab mereka dengan serentak dan berakhir lah ekskul teater siang ini.


Raya menyusul teman-teman nya yang keluar ruangan, dia ingin segera pulang karna emang gak ada lagi kegiatan nya hari ini. Sebenarnya Tika mengirim pesan pada Raya, meminta wanita itu bertemu dengan nya selesai ekskul nari nanti di salah satu cafe terkenal dekat dari sekolah mereka. Tapi Raya menolak, dia tahu niat Tika seperti kemarin sahabat nya habis-habisan menggoda nya setelah kejadian aneh di kantin.


"Cieee Raya.... gak nyangka aku tu kalau kamu suka Kak Adam." ucap Tika.


"Apaan sih Tik, lebay deh." jawab Raya.


"Ipiin sih Tik, libiy dih." nyinyir Tika menirukan ucapan Raya.


"Iihh ngeselin!!" ujar Raya hendak mengeplak jidat milik Tika tapi dengan cepat Tika mengelak sebelum jidat nya menjadi sasaran kekesalan Raya.


"Kamu tu kenapa masih suka ngelak sih?" tanya Tika sembari meminum jus milik. Raya sudah ketahuan oleh Tika tapi dia tak bisa menjawab pertanyaan sahabat nya itu sekarang karna saat ini di hadapan mereka berdua ada Bara yang tengah memakan soto milik nya.


"Siapa yang ngelak." jawab Raya.


"Tu kan, kan..." ucap Tika dengan tatapan mata seperti ini 😒


"Emang kamu suka sama Adam?" sekarang giliran Bara yang bertanya. Raya langsung menggeleng dengan cepat namun hati nya berkata lain.


"Bohong dosa!" sahut Tika tapi Raya hanya diam saja memakan sempol nya, dia berusaha untuk tenang.


"Dih orang bohong tu bakalan keliatan banget." lanjut Tika namun Bara hanya menggeleng heran dan bel pun berbunyi begitulah rasa penasaran Tika berakhir.


"Raya! bisa bicara sebentar?" tanya Alesha menyadarkan lamunan nya.


"Iii...iya kak bisa." jawab Raya sedikit kaget.


Raya mengikuti langkah Alesha ke arah taman bunga diantara wilayah kelas 11 dan 12, dia meresa bingung apa yang mau di bicarakan kakak kelas nya ini atau adakah dia berbuat salah? Langkah Alesha terhenti begitu juga dengan Raya.


"Saya mau tanya sama kamu, kamu akrab dengan Adam?" tanya Alesha memastikan sesuatu di antara mereka.


"Adam yang mana ya kak?" balik tanya Raya, dia pura-pura tak mengerti Adam mana yang di maksud Alesha.


"Adam yang ketawa sama kamu." perjelas Alesha dengan wajah datar nya.


"Aahh Kak Adam yang itu, saya tak akrab dengan nya kak." jawab Raya mencoba tersenyum tapi senyum nya terlihat ragu di mata Alesha.


"Kenapa ya kak? Kak Adam pacar kakak?" tanya Raya yang penasaran.


"Gak apa-apa, aku hanya penasaran." jawab Alesha tanpa menjawab pertanyaan Raya yang kedua.


"Ya sudah gak ada lagi yang mau aku bicarakan." ucap Alesha lalu berjalan meninggalkan Raya begitu saja.


"Aneh banget sih" ucap Raya ketika Alesha pergi.


Raya kembali ke janji nya yang tadi, selama setengah jam dia mengelilingi sekolah nya kembali mengingat tempat dan ruangan yang lain. Setelah itu dia kembali pulang ke rumah dan melanjutkan aktifitas nya di toko roti milik ibu nya.

__ADS_1


"Nak, kamu ada janji hari ini?" tanya ibu nya setelah Raya tiba.


"Gak ada bu, kenapa?" jawab Raya.


"Ibu mau tidur sebentar di rumah, seperti nya akhir-akhir ini ibu ngerasa lelah banget. Kamu gak apa-apa kan ibu tinggal sendiri di sini?" tanya ibu nya lagi.


Kalau Raya perhatikan dengan seksama memang ibu nya tampak kelelahan, kantung mata nya juga sedikit menghitam. Apa ibu nya terlalu berusaha keras hingga kurang tidur ya? Tapi Raya sama sekali tak peka dengan kondisi ibu nya hingga terasa melewatkan sesuatu yang dia gak tau itu apa.


"Iyaa bu gak apa-apa, ibu istirahat aja biar Raya yang urus." jawab nya dan dibalas dengan senyum dari ibu nya.


"Maaf ya nak." ucap ibu nya sebelum pergi dan Raya masih belum peka dengan ucapan yang barusan ibu nya lontarkan.


Toko yang di miliki ibu nya ini kadang di kunjungi banyak orang dan kadang juga sepi, tapi pagi tadi terlihat banyak yang beli dari catatan uang masuk hari ini. Ibu nya selama ini sudah bekerja sangat keras begitu juga dengan abang nya yang sedang mencari puing-puing uang di negri orang membuat Raya juga bersemangat buat nyari uang. Tapi pertanyaan nya, adakah orang yang mau menerima anak SMA seperti nya yang belum tamat ini?


"Kalau kata abang, disana banyak banget pelajar yang kerja part time dan di gaji jadi pengen ngerasain juga." ucap Raya sendirian.


Dia menyetel beberapa lagu untuk menghilangkan rasa sepi di toko roti nya lalu memainkan handphone dan berselancar ke sosial media, masih ada 1 jam lagi ibu nya datang.


Kkkriinggg!!!!


Kkkriinggg!!!!


Seseorang masuk ke toko nya, posisi Raya yang tadi tiduran kepala di atas meja kasir sambil scroll Instagram mendadak mengangkat kepala nya dan merapikan baju nya.


"Selamat datang di Raya Bakery, ada yang bisa di ban...tu..?" ucapan terakhir nya melambat ketika melihat siapa yang datang, Adam!


"Ka..kak Adam?" ujar Raya dengan ragu, 'aku gak lagi mimpi kan?!' tanya batin nya.


Di sisi lain Adam pun kaget setelah melihat Raya namun rasa kaget nya langsung di netralisir dengan sedikit senyum di kedua pipi nya, 'Bertemu lagi.' tutur batin nya.


"Assalamualaikum." ucap Adam.


"Waalaikumsalam kak." jawab Raya, tiap melihat atau pun berbicara dengan Adam senyum Raya tak pernah absen.


"Ada yang bisa di bantu kak?" tanya Raya.


Adam langsung melirik ke arah kue yang terpampang di dalam etalase. Saat ini Adam datang ke sini untuk membeli kue buat abang nya yang sedang berulang tahun. Walau Adam, abang dan abi nya tak merayakan ulang tahun sebagaimana mesti nya tapi dia ingin tetap membelikan kue sebagai hadiah ulang tahun abang nya. Maka nya saat di perjalanan pulang dia mampir ke toko roti yang sama dengan nama wanita itu tapi siapa sangka kalau memang Raya yang punya toko roti itu.


"Saya mau kue yang ini satu ya." tunjuk Adam pada salah satu cheese cake dengan nuansa warna biru pastel.



**Sumber dari google**


"Aahh baik kak." ucap Raya bergegas mengambil kue itu.


'Buat siapa ya kue nya?' tanya batin Raya yang penasaran.


"Ini mau dikasih tambahan tulisan atau polos aja kak?" tanya Raya.


"Iya kasih tulisan 'barakallah fii umrik abang'." ujar Adam dan di balas anggukan oleh Raya. Raya ke belakang sebentar, dia mengambil cream buat tulisan lalu menorehkan ke atas kue itu, sebisa mungkin dia buat cantik agar Adam terkesan dengan kue itu. Begitulah awal mula Raya mulai menarik perhatian Adam.


"Ternyata buat abang nya yaa." ujar Raya sendirian, perasaan nya benar-benar senang sekarang dapat bertemu Adam di luar lingkungan sekolah. Apalagi Adam memakai basic t-shirt berwarna putih dengan jaket denim, celana chino berwarna hitam, sneaker berwarna putih dan juga gaya rambut side bangs yang membuat ke gantengan nya nambah 1000%.


Selesai menambahkan tulisan Raya langsung melimpir ke depan, dia membukus kue itu dengan rapi lalu menyerahkan nya pada Adam yang sudah menunggu. Selama Raya membukus kue itu dengan hati-hati, Adam mencuri-curi pandangan nya dari wanita itu pasal nya wanita yang ada di hadapan nya terus tersenyum dengan manis membuat nya merasa candu namun sedetik kemudian dia tersadar.


"Astagfirullah... gak boleh Dam, gak boleh." ucap nya sendiri dengan lirih.


"Kak Adam... ini kue nya sudah selesai." ucap Raya.


"Oh ya berapa semua nya?" tanya Adam mengeluarkan dompet nya.


"ini kak kembalian nya 39 ribu lagi ya kak." ujar Raya menyerahkan uang juga struk belanjaan nya.


"Iya terima kasih." tutur Adam tanpa melihat ke arah Raya, dia tak berani melihat mata wanita itu.


"Sama-sama kak, silahkan datang lagi ya kak." sahut Raya masih sama.


"Insya Allah, assalamualaikum." ucap Adam memberi salam lalu keluar dari toko milik Raya.


"Waalaikumsalam." jawab Raya, setelah memastikan Adam menjauh dari toko nya saat itu lah perasaan lega nya mulai menguap. Soal nya rasa senang yang terus mengisi ruang di dada nya itu mulai membuat Raya di mabuk kepayang, lebay nya 🤣


'Nyata nya gini ya kalau sedang jatuh cinta!' ujar batin nya.


Raya menyetel sebuah lagu yang mengekspresikan perasaan nya saat ini Roullette - Aku Jatuh Cinta, Raya bernyanyi dengan riang gembira.


"Aku jatuh cinta kepada dirinya


Sunguh-sungguh cinta, oh, apa adanya


Tak pernah kuragu namun tetap selalu menunggu


Sungguh aku jatuh cinta kepadanya, oh..." 🎶


Tapi nyanyian nya harus berhenti ketika melihat 2 makhluk yang satu amat nyebelin tapi dia sayang dan satu lagu senior nya.


Kkkriinggg!!!!


"Raya....." seru Tika langsung memeluk Raya.


"Duuhh aku kangen banget!!" ucap Tika.


"Lebay kamu ihh.." ujar Raya mencoba melepaskan diri, ketika sedang bertengkar kecil karna perbuatan Tika, Bara yang melihat nya tertawa.


"Eehhh Kak Bara kalau ketawa ganteng nya nambah!" ucap spontan Tika tapi sedetik kemudian dia membekap mulut nya sendiri.


"Tu lah Tik asal ngomong aja." ujar Raya.


"Tapi Ray, Kak Bara emang ganteng." timpal Tika.


"Betul sih, emang saya ganteng." sahut Bara menengahi, Tika mengangguk setuju kalau sahabat nya ini emang udah terverifikasi bucin!


"Kok Kak Bara ada disini? kalian berdua jalan bareng yaa.." sekarang balik Raya yang menggoda.


"Oh gak kok dek, tadi gak sengaja ketemu Tika di dekat sini kata nya dia mau ke toko roti kamu pas banget saya lagi lapar jadi barengan sama Tika." Jawab Bara sebelum kesalahpahaman terjadi dan Raya hanya ber-oh ria.


"Kalau kamu Tik?" tanya Raya.


"Aku? ya jelas dong mau ngajak kamu hangout." jawab Tika menyelongsor ke arah etalase. Dia memilih satu cheese choco toast dan satu banana lekker dan Bara menyusul Tika.


"Kakak mau pilih yang mana?" tanya Tika ketika Bara di samping nya.


"Waahh banyak banget jenis roti nya." ujar Bara, dia sebenarnya bingung memilih yang mana.


"Iya kak, semua ini ibu saya yang buat." tutur Raya.


"Hebat dong dek." ucap Bara dengan senyum nya.


"Oh yaa kalian harus banget nyobain churro, ini baru di buat ibu saya hari ini dan nanti nya mau di masukin ke daftar menu." ujar Raya dengan membawa 10 buah churro dari dapur. Tika dan Bara tanpa basa basi langsung memakan churro itu dan mereka tersenyum karna memang rasa nya sangat enak.


"Kabari ya Ray kalau udah bisa di jual, mau aku borong hahaha." tawa Tika begitu senang, Raya hanya tersenyum mendengar nya.

__ADS_1


"Gimn Ray? bisa kan hangout?" tanya Tika dengan kondisi mulut nya yang penuh makanan.


"Gak bisa Tik, hari ini aku mau bantu ibu seharian apalagi ibu tadi ngeluh kurang istirahat." jawab Raya dengan membawa 3 gelas air dingin.


"Yaahhhh..." seru Tika dengan sedikit kecewa.


"Yaudah deh tapi besok pagi ikut cfd-an yuk!" lanjut Tika.


"Bagus tu dek ikutan cfd besok." timpal Bara, dia sudah menghabiskan makanan milik nya.


"Kakak ikut juga?" tanya Tika dengan mata yang berbinar.


"Pasti dong, besok anggota ekskul kakak mau ikut lomba nge-band di sana." jawab Bara meminum air dingin nya.


"Widiihhh!!! mau lihat..." seru Tika dengan semangat yang di sambut senyum Bara.


"Gimana Ray? ikutan yuk!! gak enak tau kalau aku sendirian." tanya Tika lagi.


"Iya iya baweelll..." jawab Raya lalu mencubit pipi Tika yang tirus.


Kira-kira 30 menitan lama nya Bara dan Tika berada di toko roti Raya setelah itu mereka berdua pamit ketika jam menujuk pukul 16.25 menit. Bara yang pergi dengan motor nya sendiri ke tempat latihan band nya sedangkan Tika di jemput abang nya pulang.


Raya kembali ke aktifitas nya, dia masih menyetel musik dengan nada yang tenang kemudian baru lah dia beres-beres toko karna sebentar lagi ibu nya akan datang dan menganti kan nya untuk mandi, mereka berdua membuka toko roti hingga jam 9 malam seperti toko pada umum nya.


Kemudian setelah itu waktu berlalu dan hari berikut nya bersambut, selesai subuhan tadi Raya tak langsung tidur seperti kebiasaan nya. Baru pukul 6 pagi Tika sudah bertengger di rumah nya, dia menangih janji Raya yang akan ikut cfd-an dengan nya.


"Raya... udah siap belum?" tanya Tika di balik pintu kamar nya.


"Bentar, mau pakai hijab bergo dulu." sahut Raya dari dalam. Tak sampai 5 menit Raya langsung menemui Tika yang sudah gak sabaran.


Raya memakai sweater berwarna peach dengan celana olahraga berwarna abu-abu tua dan hijab bergo berwarna senada dengan celana nya, untuk sepatu nya dia memakai sepatu olahraga berwarna hitam polos dan Raya siap berangkat!


Berbeda dengan Raya, dari pakaian Tika memang terlihat seperti pakaian olahraga namun yang bikin beda adalah di wajah nya. Tika memoleskan sedikit alat make up di wajah nya apalagi di bagian bibir nya yang keliatan lebih berwarna ketimbang biasa nya.


"Kamu mau kemana sih Tik? kondongan ya?" tanya Raya setelah melihat wajah sahabat nya.


"Kan mau cfd-an Ray kok jadi kondangan sih." ujar Tika kebingungan.


"Tu wajah kamu kenapa pakai make up segala dah." sahut Raya yang langsng melimpir ke meja makan, Raya mengambil sepotong roti bakar dengan isian blueberry di dalam nya.


"Iih ini tu biar keliatan seger tau, biar gak keliatan pucat." jawab Tika yang ikut-ikutan mengambil roti, ibu nya Raya tadi sudah menyuruh Tika buat sarapan terlebih dahulu bersama mereka alhasil tiga orang wanita tengah duduk di meja makan.


"Masa siihhh..." ujar Raya gak percaya.


"Atau jangan-jangan buat Kak Bara nih!" timpal Raya dan benar saja tiba-tiba sahabat nya memerah seperti cacing kepanasan.


"Ternyata nak Tika sudah besar yaa, udah bisa suka sama lawan jenis nya." ucap ibu nya Raya yang sedari tadi mengamati obrolan mereka.


"Iya nih bu, si Tika baru juga masuk SMA udah puber aja." sahut Raya.


"Yee biarin, kan kamu ju..." ucapan Tika terpotong ketika Raya dengan sengaja memasukan sepotong besar roti bakar yang tersisa di atas meja kedalam mulut nya, dia gak ingin ibu nya tau dulu.


"Eehh ibu kami pergi duluan yaa, assalamualaikum." ucap Raya seraya menarik pergelangan tangan Tika.


"Waalaikumsalam hati-hati yaa." jawab ibu nya dan di balas anggukan Raya.


"Eeh buset Rayaaa..... kebiasaan banget motong omongan ku." ucap kesal Tika setelah mereka keluar dari rumah Raya.


"Ya kamu maka nya jangan ember." sahut Raya cuek.


"Lagian kan kamu yang mulai duluan." cibir Tika tak terima.


Dan mereka pun bertengkar di sepanjang perjalanan, yang satu tak mau mengalah dan yang satu lagi juga begitu tapi saat sampai di area cfd baru lah pertengkaran kecil mereka berakhir, begitu lah sahabat.


"Ke tempat Kak Bara dulu yuk Ray, tadi di WA kata nya gak jauh dari sini." tutur Tika sembari membaca sharelock yang di kirim Bara.


"Yaudah." ucap Raya dan mengikuti langkah kaki Tika. Hanya berkisar 10 menitan mereka akhirnya menemukan lokasi Bara yang saat ini lagi kumpul dengan teman-teman nya.


"Kak Bara!!" teriak Tika melambaikan tangan nya, laki-laki itu menoleh ketika nama nya di panggil.


"Hei!! sini-sini!" sahut Bara, Raya dan Tika mendekat ke arah Bara.


"Nah bro, kenalin ini Raya dan ini Tika. Mereka adek kelas yang udah ku anggap adek sendiri." ucap Bara memperkenalkan mereka berdua.


Awal nya Tika merasa senang di beritahu kan tentang diri nya kepada teman-teman Bara namun mendengar ucapan terakhir Bara yang mengatakan kalau dia hanya di anggap adek sendiri serasa ada yang potek dari dalam hati nya. Raya menatap sekilas air muka Tika, dia terlihat sedih dengan ucapan Bara tapi Tika jago banget nyembunyiin perasaan sedih nya. Mereka saling memperkenalkan diri masing-masing lalu berbaur dengan teman-teman Bara.


"Tes... tes satu dua tiga..." seseorang sedang mengetes nyala atau tidak nya mikrofon.


"Eeh udah mau mulai, ayo ngumpul di belakang panggung." ucap salah satu teman Bara, mereka langsung bergegas ke belakang panggung tak terkecuali Bara.


"Jangan lupa nontonin kami main ya, ntar ketemuan lagi di sini." ucap Bara sebelum pergi.


"Ok kak." dibalas oleh Tika. Setelah Bara menghilang dari keramaian baru lah saat itu Raya mengelus-elus punggung Tika.


"Yang sabar ya bestie."


Perlombaan pun di mulai, ada 5 grup band yang akan tampil salah satu nya grup band Bara yang di beri nama Overdosis Band. Mereka bakalan tampil di urutan ke 4, jadi sebelum tampil Raya dan Tika beli cemilan terlebih dahulu biar bisa bersorak dengan kuat.


Pssttt!! sebenar nya yang pengen bersorak sih Tika walau secara halus tadi di tolak Bara tapi dia emang pantang menyerah sebelum titik darah penghabisan 🤣


Lagu yang di bawakan oleh band-band lain benar-benar bagus banyak penonton yang juga ikutan bernyanyi seakan-akan sedang terjadi konser dadakan. Begitu juga hingga tiba giliran band Bara tampil, mereka menyanyi kan dua buah lagu yang pertama Sheila On 7 - Seberapa Pantas dan kedua Armada Band - Harusnya Aku.


Gemuruh tepuk tangan mengalun indah disana, orang-orang sangat menyukai penampilan mereka apalagi dengan penyanyi nya yang menjadi pembicaraan para gadis di sana. Gak di sekolah gak di luar di mata para gadis seusia Raya dan Tika menganggap Bara itu ganteng nya kebangetan!


"Iihh apaan sih mereka, norak banget." cibir Tika ketika melihat salah satu gadis bersorak pada Bara.


"Abang ganteng udah punya pacar belum? kalau belum aku mau kok jadi pacar abang!!" teriak gadis itu mendapatkan 'ciee' dari teman-teman nya.


"Udah lah Tik, resiko jadi cowok ganteng ya gitu." timpal Raya santai.


"Gak bisa gitu dong." sanggah Tika, dia cemburu.


"Bisa aja dong hahahaha" sahut Raya, wajah Tika yang terlihat kesal membuat tawa Raya tak dapat berhenti. Disela-sela tawa nya dia mendengar benda pipih di saku celana nya berbunyi.


Raya merogoh kantong celana nya, memeriksa apakah ada pesan dari ibu atau abang nya namun yang terlihat di notifikasi nya hanyalah alarm pengingat yang dia setel selesai subuhan tadi. Beginilah kira-kira judul alarm itu 'LH pagi ini, jangan telat!'


Raya melirik ke arah jam di handphone nya, sudah pukul 08.25 sedangkan ekskul LH bakalan di mulai 5 menit lagi!!!!


"Mampus!! mampus aku telaatt!!!" ujar nya panik, Tika yang mendengar nya pun kebingungan.


"Telat apaan Ray?" tanya Tika.


"Aku ada ekskul LH hari ini Tik, mampus dah pasti kena marah nih! mana aku anak baru lagi." ucap Raya, mendengar penuturan sahabat nya Tika pun ikutan panik.


"Raya pe'a ngapain kamu masih di sini?!! cepat lariii" seru Tika, mengingat tiba-tiba teman nya gak langsung cepat pergi.


Mendengar gertakan sahabat nya sekuat tenaga Raya langsung berlari melewati kerumunan orang-orang, dia belum merasakan lari-lari kecil di wilayah cfd seperti yang lain tapi sekarang gak ada waktu untuk itu.


"Aduhhhh... kok bisa-bisa nya aku lupa siihh, pasti kena omel nih lagi kayak kemarin!" teriak nya yang kemudian mendapatkan tatapan heran dari orang lain.


'Raya bodoh! bodoh!' rutuk nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2