
Seketika di dalam ruangan tersebut menjadi hening, sebelum akhirnya semua orang di dalam ruang tersebut saling berbisik.
"Siapa pemuda itu? apa dia tidak tau sudah menyinggung siapa?"
"mungking dia bukan dari kota ini?"
"Sungguh pemuda kurang beruntung! berani menyinggung keluarga walikota!"
"Mungkin dia akan berakhir hari ini."
Mendengar ucapan orang-orang sekitar, membuat Huang Fei menjadi khawatir.
"Kak Xuan." ucap Huang Fei dengan cemas
"Tenang saja adik Fei, semua akan baik-baik saja." ucap Li Xuan dengan tenang
*
Di tempat lain terlihat seorang pemuda baru saja memasuki sebuah ruangan.
"Ayah... " ucap pemuda tersebut
"Apa yang terjadi padamu nak? siapa yang berani melakukan semua ini padamu?" ucap pria paruh baya dengan dengan bengis
"Di restoran di tengah kota! ada seorang pemuda yang sangat arogan dan dia yang melakukan semua ini padaku ayah." ucap pemuda itu
"Siapa pemuda itu?" tanya pria paruh baya
"pemuda itu hanya sekitar berumur 17 tahun." jawab pemuda itu
"Hanya seorang pemuda yang arogan!" ucap pria paruh baya
"Bawalah seratus pasukan dan berilah dia pelajaran karna sudah berani menyinggung keluarga kita!" ucap pria paruh baya
"Terima kasih ayah." ucap pemuda tersebut
'Lihat saja kau! hari ini akanku pastikan kau mati karna berani berurusan denganku!' gumam pemuda tersebut
*
"Adik Fei, Setelah dari tempat ini saya akan memberikan beberapa Buah Roh untuk meningkatkan kultivasimu." ucap Li Xuan
Huang Fei tertegun sebentar sebelum menyadari ucapan dari Li Xuan. Huang Fei cukup tau bahwa Buah Roh sangat berharga meskipun tidak terlalu langka tetapi untuk mendapatkannya membutuhkan koin emas tidak sedikit.
"Apa Buah Roh yang kak Xuan maksud adalah Buah untuk meningkatkan kultivasi?" tanya Huang Fei
"Tepat sekali, supaya kamu dengan cepat meningkatkan kultivasimu." ucap Li Xuan santai
"Terima kasih kak Xuan." balas Huang Fei dengan sopan
"Tak usah sungkan." ucap Li Xuan tersenyum
__ADS_1
Tak berselang lama setelah selesai makan tiba-tiba terdengar sebuah teriakan dari luar restoran.
"Heii... Bajing*n! keluar kau!" ucap pemuda berusia sekitar 20 taun itu, dia adalah Qian Han putra walikota dengan membawa pasukan di blakangnya
Li Xuan dan lainya segera menuju asal suara tersebut.
"Rupanya kau cukup berani untuk menunjukan diri." ucap Qian Han
"kenapa aku harus takut? dengan seekor semut sepertimu?" ucap Li Xuan
"Jangan berpura-pura tenang! aku tau kau sangat ketakutan, sekarang aku membawa seratus pasukan untuk membunuhmu hari ini!" ucap Qian Han dengan nada mengejek
"Upsss... Hahahahaa Aku? Takut? Semut tetaplah semut berapapun jumlahnya tidak akan menjadi Singa!" ucap Li Xuan dengan mengejek
Semua orang terkejut dengan jawaban Li Xuan kecuali Tian Long, karna Tian Long dapat melihat kultivasi para pasukan Qian Han hanya berada di pemurnian Jiwa.
Jangankan seratus bahkan jika seribu pasukan pun Tian Long masih tidak percaya jika ada yang dapat menyentuhnya, Karna sekarang kekuatan Li Xuan setara dengan tahap puncak Bumi.
"Kau.... Mencari kematian" ucap Qian Han dengan kesall
"Aku ingin tau apa kau punya kemampuan untuk berbicara begitu." ucap Li Xuan sembari tersenyum
Qian Han yang tidak bisa menahan amarah nya segera memprintah kan semua pasukanya untuk menyerang Li Xuan.
"Kak Xuan awass!" ucap Huang Fei mempringatkan
"Semut tetap saja semut berapapun jumlahnya!" ucap Li Xuan sebelum bergerak menggukanan Tubuh Hantunya
Wushh....
Seketika Li Xuan menghilang dari pandangan semua orang, membuat para pasukan Qian Han menjadi panik.
Teknik Menggambar Pedang!
Sringg....
Kilatan putih terlihat di udara di ikuti dengan hujan darah, kepala dari pasukan Qian terlepas dari tempat asalnya membuat semua orang yang melihat menjadi ketakutan.
Sampah!
Qian Han tiba-tiba terjatuh duduk kebawah dengan tatapan tidak percaya.
"Tidak mungkin!"ucap Qian Han tidak percaya
Semua orang yang melihat adegan tersebut masih tidak percaya dan sekarang melihat Li Xuan dengan tatapan ketakutan.
"Sekarang waktunya giliranmu!" ucap Li Xuan menatap Qian Han
"Jangan... Jangan berani menyentuhku! Aku Qian Han Putra walikota Koi Emas, kau tidak boleh melukaiku!" ucap Qian Han Ketakutan
"Karna kau putra wali kota aku akan memberikan sedikit keringanan." ucap Li Xuan
__ADS_1
Wajah Qian Han menjadi lebih baik setelah mendengarkan ucapan Li Xuan.
"Aku akan melakukan nya dengan cepat agar kau tak merasa kesakitan." ucap Li Xuan sembari menarik pedang nya
Sringg....
Kepala Qian Han terlepas dari tubuhnya.
Semua orang tertegun, melihat pemuda berusia 17 tahun di depannya membunuh banyak orang tanpa keraguan bahkan terbilang sangat sadis.
Li Xuan dan lainya segera kembali menuju penginapan. Sesampainya di penginapan Li Xuan langsung menuju kekamarnya untuk berkultivasi.
*
Tak butuh waktu lama, kabar terbunuhnya anak walikota langsung tersebar ke seluruh kota Koi Emas.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa Han'er dan seratus pasukanku di habisi hanya seorang pemuda belaka?" ucap pria paruh baya
"Bagaimanapun aku harus membalaskan dendam anaku!" lanjut pria paruh baya tersebut
*
Saat hari mulai petang, setelah berkultivasi Li Xuan segera membersihkan diri sebelum menuju ke lantai satu untuk makan malam.
Tian Long terlihat sudah berdiri di depan pintu Li Xuan sebelum akhirnya menuju ke bawah bersama.
Li Xuan melihat Huang Fei sudah duduk di suatu meja.
"Adik Fei, sekarang tingkat apa kultivasimu?" ucap Li Xuan, meskipun Li Xun sudah mengetahui Li Xuan tetap bertanya untuk memastikan
"Sekarang saya berada di tahap awal Pemurnian Jiwa kak Xuan."ucah Huang Fei
untuk seorang yang baru berumur 17 tahun tingkat pemurnian jiwa sudah termasuk jenius. karna pada umumnya umur 17 tahun hanya berada di tahap akhir atau puncak Pembentukan Jiwa.
Li Xuan mengeluarkan beberapa Buah Roh dari Cincin Spesialnya.
"Ini beberapa Buah Roh untuk meningkatkan kultivasimu." ucap Li Xuan Sembari memberikan Buah Roh
"Kak Xuan, ini terlalu banyak untuku!" ucap Huang Fei
"Gunakan itu untuk meningkatkan kultivasimu agar kita segera membalaskan dendam Sekte Bulan Hitam." ucap Li Xuan
Mendengarkan ucapan Li Xuan membuat Huang Fei menjadi semangat dan penuh tekad.
"Terima kasih kak Xuan." ucap Huang Fei
Setelah selesai makan malam mereka semua segera bergegas menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.
Hai para readers, terima kasih sudah membaca novel ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya karna ini karya pertama Author. Jadi jika masih banyak kekurangan mohon di maklumi.
jika kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasih Like, Comen & rate 5 Bintang yah :) .
__ADS_1