Defying Heaven

Defying Heaven
Kuali Sembilan Naga


__ADS_3

Lelang terus berlanjut. Beberapa senjata kelas tinggi lainya dan pill kelas 7 di tampilkan di pelelangan tersebut.


Li Xuan tidak membeli barang atau pill yang di lelangkan, sedangkan Ling Chen membeli pill penyembuh tingkat 7 dan buah roh untuk membantu menaikan kultivasi.


"Selanjutnya adalah yang di tunggu-tunggu. Barang ini di temukan seorang pendekar di sebuah makam kuno. Meskipun kami tidak tau namanya dan tidak bisa melihat tingkatnya, tetapi kami yakin bahwa barang ini diatas tingkat tinggi." ucap gadis tersebut sembari menyuruh pelayan untuk menaruh barang itu di atas meja


Li Xuan melihat barang tersebut langsung terkejut. Li Xuan tidak bisa menahan ke terkejuatanya. "Kuali Sembilan Naga!"


"Apa kau mengenal kuali itu?"tanya Ling Chen penasaran


"Yah, itu adalah Kuali Sembilan Naga."jawab Li Xuan dan berusaha menjadi tenang


Semua orang menjadi gaduh banyak yang menebak bahwa kuali tersebut adalah kuali tingkat setengah pusaka. Semua orang menjadi antusias dan bersiap untuk menawar, karna di kaisaran Ling senjata yang di tingkat pusaka dan setengah pusaka bisa dihitung menggunakan jari.


Li Xuan yang mendengar ucapan para tamu lain yang menebak tingkatan kuali tersebut, hanya tersenyum kecut.


'Bagaimana bisa Kuali Sembilan Naga tingkat setengah pusaka? Kuali Sembilan Naga adalah tingkat pusaka!' gumam Li Xuan


"Kami mulai buka harga degan 2 juta koin emas. Setiap penawaran akan memiliki kelipatan 300 ribu koin emas."


Semua orang dengan antusias menawar kuali tersebut.


"3,3 juta.."


"3,9 juta.."


"4,6 juta.."


Tak butuh lama harga kuali itu sudah mencapai 5 juta koin emas. Orang-orang mulai menawar dengan perlahan dan mulai takut untuk menawar langsung dengan harga tinggi.


"5,6 juta.."


"6,9 juta.."


"7,3 juta.."


"10 juta."ucap seorang dari ruangan nomer 1


Semua orang langsung tertuju kearah suara tersebut. Bagaimana tidak orang tersebut menawar langsung dengan harga yang sangat tinggi.


"Apa tidak ada yang menawar lagi?"tanya gadis tersebut memastikan


"Cepat umumkan hasil lelangnya."ucap seorang dari ruangan nomer 1 dengan arigan


"Baiklah, 10 juta pertama.. 10 juta kedua.."

__ADS_1


"15 juta."ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Li Xuan


Sekarang pandangan semua orang tertuju kearah ruangan Li Xuan.


"Adik Xuan, kita tidak membawa koin emas sebanyak itu."ucap Ling Chen cemas


"Itu akan menjadi barangku, dan aku akan membayarnya dengan koin emasku."jawab Li Xuan santai


"Kau...."ucap seorang dari ruangan nomer 1 dengan nada emosi


"Kenapa? Bukankah ini sebuah pelelangan? Jika kau menginginkan kuali itu maka tawarlah lebih tinggi dari tawaranku."ucap Li Xuan


Ucapan Li Xuan membuat semua orang terdiam. Ucapan Li Xuan sepenuhnya benar, karna barang pelelangan adalah siapa yang bisa menawar lebih tinnggi, maka barang itu akan menjadi miliknya.


"Apa ada yang mau menawar lagi? Jika tidak maka kuali ini terjual kepada ruangan nomer 5."ucap gadis tersebut


Gadis tersebut segera menyuruh pelayan untuk mengantarkan kuali itu menuju ruangan Li Xuan.


Setelah selesai membayar, Li Xuan segera memasukan Kuali Sembilan Naga ke dalam


Cincin Spesialnya.


Pelelangan telah selesai, karna kuali tersebut adalah barang terakhir yang dilelang. Sebelum keluar dari ruangan, Li Xuan berbicara dengan Ling Chen untuk berpamitan.


"Kau mau kemana?"


"Aku masih ada urusan, dan ini ada beberapa barang untukmu dan adik Yue." ucap Li Xuan sembari mengeluarkan 2 bilah pedang tingkat tinggi dan beberapa Gingseng Merah Darah


Ling Chen terkejut melihat semua barang yang di berikan Li Xuan.


"Jika begitu aku pergi dulu kak Chen, aku harap saat aku menemui kembali, kau sudah menjadi pendekar yang tangguh."ucap Li Xuan meninggalkan Ling Chen


Li Xuan langsung bergegas meninggalkan tempat pelelangan itu dan menuju ke hutan kematian.


Saat di perjalanan, Li Xuan tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Keluarlah! Tak usah bersembunyi lagi!"


tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya mengenakan pakaian berwarna hijau.


"Hebat juga kau anak muda, menyadari keberadaanku. Sejak kapan kau menyadarinya?" tanya seorang pria paruh baya


"Aku menyadari dari awal, saat aku meninggalkan tempat pelelangan itu, kau mengikutiku." jawab Li Xuan


pria paruh baya itu tertegun mendengarkan jawaban dari Li Xuan, pria paruh baya itu tidam menyangka bahwa dirinya sudah diketahui sejak awal.

__ADS_1


"Jika kau sudah mengetahui kenapa kau tidak mencari pertolongan?"


"Untuk melawan mu, aku sendiri sudah lebih dari cukup."ucap Li Xuan sembari mengeluarkan Aura Kaisar Naga


Selain terlihat berwibawa, Aura Kaisar Naga juga bisa untuk menekan musuh.


Pria paruh baya tersebut merasakan Aura itu menekan dan membuat dirinya susah untuk bernafas. Pria paruh baya tersebut langsung sujud didepan Li Xuan memohon belas kasih.


"Maafkan aku senior, aku memiliki mata tapi tak bisa melihat."ucap pria paruh baya dengan gugup


Li Xuan segera menarik Aura Kaisar Naganya kembali.


"Siapa kamu! dan siapa yang menyuruhmu!"tanya Li Xuan dengan tegas


"Sa..saya Lin Hu Tuan, dan saya di suruh oleh Patriak dan anak untuk mengambil kuali itu."jawab Lin Hu ketakutan


"Dari Sekte mana kamu!"


"Saya dari sekte Lembah Beracun Tuan."


"Sekte Lembah Beracun? Bukankah itu berasal dari Kaisaran Duan?"


"Iya Tuan."


Sekte Lembah Beracun adalah salah satu dari lima sekte tinggi di Kaisar Duan.


"Untuk apa kau kesini? apa tujuan Sekte Lembah Beracun sebenarnya?"tanya Li Xuan penasaran


"Patriak mendengar barang yang di temukan seorang pendekar dari makam kuno dengan ciri-ciri yang di kabarkan Patriak beranggapan itu adalah Kuali Sembilan Naga yang ada dalam legenda. Patriak sangat menginginkan kuali tersebut dan menyuruhku untuk membunuh anda untuk membawa kuali tersebut."


Li Xuan tidak heran, karena Sekte Lembah Beracun adalah Sekte terbaik dalam membuat Pill.


"Lebih baik kau kembali."


"Tapi Tuan."


"Kau bilang saja, bahwa kau kehilangan jejakku. Suatu hari nanti aku akan menemuimu lagi di Sektemu, kuharap aku bisa mempercayaimu."ucap Li Xuan sebelum akhirnya menghilang dari pandangan Lin Hu


Li Xuan membiarkan Lin Hu hidup karna Lin Hu hanya menuruti perintah. Li Xuan bertekad akan membuat Patriak Lembah Beracun membayar sendiri.


Li Xuan segera melanjutkan perjalanannya.


Hai para readers, terima kasih sudah membaca novel ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya karna ini karya pertama Author. Jadi jika masih banyak kekurangan mohon di maklumi.


jika kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasih Like, Comen & rate 5 Bintang yah :) .

__ADS_1


__ADS_2