
Li Xuan terus berlari menggunakan Tubuh Hantunya. Sudah satu minggu Li Xuan berlari dan hanya beristirahat untuk makan dan tidur.
Saat Li Xuan hampir sampai, Li Xuan yang sedang melewati hutan melihat sebuah kereta kuda yang cukup mewah sedang di hadang beberapa bandit.
Li Xuan yang sangat membenci bandit segera menghampiri para bandit tersebut. Para pasukan penjaga kereta kuda tersebut sudah terkapar di tanah dibunuh oleh para bandit.
Wushhh.....
Li Xuan muncul tiba-tiba di depan para bandit. Para bandit terkejut melihat Li Xuan yang tiba-tiba muncul di depannya.
"Siapa kau? beraninya mengganggu urusan kami!" ucap bandit
"Hehehee... Sebenarnya saya juga tidak punya urusan dengan kalian, tetapi saya sangat membenci yang namanya bandit!" ucap Li Xuan sambil tersenyum
Para bandit menjadi waspada bagaimanapun para bandit sejak awal tidak mendeteksi keberadaan Li Xuan dan tiba-tiba Li Xuan muncul di hadapannya. Mereka mengetahui bahwa Li Xuan bukan orang biasa.
"Mau jadi sok pahlawan kau bocah ingusan!" ucap pemimpin bandit
"Pergi sekarang atau akan kami bunuh kau seperti lainya!" ujar bandit lainya
"Sepertinya kalian sangat percaya diri, mari kita lihat apakah kalian layak berbicara begitu di depanku." ucap Li Xuan tersenyum
Li Xuan cukup percaya diri, karna Li Xuan bisa melihat basis kultivasi para bandit yang hanya berada di tahap awal bumi. Sedangkan Li Xuan yang berada di tahap menengah setara dengan tahap puncak Bumi.
Para bandit segera mengeluarkan senjatanya dan segera menyerang Li Xuan bersamaan. Li Xuan masih berdiri dengan santai di depan para bandit sebelum akhirnya menghilang dari pandangan para bandit.
Tubuh Hantu!
Wushhh.....
Li Xuan menghilang dari pandangan para bandit. Para bandit cukup waspada melihat Li Xuan menghilang dari pandanganya.
Tapak Naga!
Buukk...
Buukk...
Buukk...
Satu persatu para bandit terpental kebelakang sebelum akhirnya meregang nyawa, di dada para bandit terlihat bekas sebuah tapak.
"Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan kekuatanku." ucap Li Xuan
Li Xuan melirik ke seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun berpakaian putih yang tergeletak di tanah.
"Sepertinya dia masih hidup." ucap Li Xuan
__ADS_1
Li Xuan mengangkat pemuda tersebut dan menyenderkanya kesebuah pohon. Li Xuan memberikan Pill penyembuh tingkat 7 kedalam mulutnya.
Li Xuan membatu pemuda tersebut mengedarkan energi dari pill tersebut. Setelah hampir satu jam, akhirnya pemuda tersebut tersadar dan memutahkan seteguk darah.
"Huhh... Akhirnya kau sadar juga." ucap Li Xuan
"Apa aku masih hidup? bagaimana bisa? dan bagaimana banditnya?" ujar pemuda itu kebingungan
"Hah... Merepotkan, sudah kau tidak usah banyak tanya. Para bandit sudahku urus semua dan aku melihatmu masih hidup jadi aku menolongmu." ucap Li Xuan dengan acuh
Pemuda itu tertegun, bagaimana tidak pemuda yang usianya bahkan lebih muda darinya dapat menghabisi semua bandit.
"Terima kasih telah menolong saya, nama saya Ling Chen." ucap pemuda tersebut
"Oke baiklah, karna kau sudah sembuh aku pergi dulu." ucap Li Xuan
"Tunggu dulu Tuan, saya belum siapa nama penolong saya, siapa nama anda Tuan?" ucap Ling Chen dengan sopan
"Kau bisa memanggilku Li Xuan." ucap Li Xuan
"Terima kasih tu... uhuk uhuk." ucapan Ling Chen terhenti sebelum akhirnya memutahkan darah dari mulutnya
"Jangan terlalu banyak ngomong, tubuhmu masih sangat lemah. Kalau begitu aku antar kau sampai kerumahmu, dimana rumahmu?" tanya Li Xuan
"Rumah saya di kediaman kaisar Ling."ucap Ling Chen sebelum akhirnya kembali pingsan
Li Xuan membawa Ling Chen dan segera bergegas menuju ke kediaman Kaisar.
Saat sampai di depan kediaman kaisar Li Xuan dihadang oleh dua prajurit penjaga kediaman Kaisar.
"Berhenti!" ucap penjaga
"Ada apa? Saya kesini hanya ingin membawa kembali orang ini!" ucap Li Xuan sembari melihatkan Ling Chen
Para penjaga menjadi pucat setelah melihat wajah Ling Chen.
"Pangeran!" ucap penjaga ucap penjaga bersamaan
'jadi dia beneran seorang pangeran, putra dari kaisar Ling' gumam Li Xuan
"Tunjukan jalan menuju ke ruangan ayahnya!" ucap Li Xuan
"Mari kesini Tuan." ucap penjaga sambil menunjukan jalan
Setelah mengetahui ruangan kaisar Li Xuan segera masuk kedalamnya.
"Siapa yang berani masuk keruanganku sembarangan!" ucap Kaisar Ling marah
__ADS_1
"Itu saya, saya kesini karna membawa Ling Chen terluka, cepat obati atau dia tidak akan selamat." ucap Li Xuan
"Apa yang terjadi pada putraku Ling Chen" ujar Kaisar dengan cemas
"Ceritanya panjang, sebaiknya yang mulia segera siapkan tabib untuk menyembuhkannya" ucap Li Xuan
"Pelayan! Cepat suruh tabib ke ruangan saya!" ucap Kaisar
"Mari anak muda saya tunjukan tempat untuk anak saya."lanjut kaisar
Li Xuan di bawa kesebuah kamar dan meletakan Ling Chen di atas ranjang. Tak lama akhirnya tabib sampai dan segera mengobati Ling Chen.
"Yang mulia, Tuan muda pangeran sangat beruntung. Karna tepat waktu di obati, karna telat sedikit saja mungkin Tuan muda pangeran tidak akan selamat." ucap tabib
Kaisar Ling bersyukur karna telah percaya kepada Li Xuan dan tidak berdebat dengan nya saat Li Xuan masuk keruangannya seenaknya.
"Terima kasih anak muda karna telah menyelamatkan anak saya, saya pasti akan membalas kebaikanmu." ujar Kaisar Ling
"Tidak usah sungkan yang mulia, saya tidak sengaja lewat dan melihat tuan muda pangeran terluka." ucap Li Xuan
"kalau begitu bagaimana jika saya mengundang kamu untuk makan malam bersama keluarga saya, anggap saja sebagai tanda terima kasih." ujar Kaisar
"Terima kasih yang mulia, nanti malam saya pasti datang untuk makan malam bersama keluarga anda yang mulia." ucap Li Xuan menerima ajakan Kaisar
"Sebelumnya saya tidak tau namamu, siapa namamu anak muda?" tanya kaisar
"Nama saya Li Xuan yang mulia." jawab Li Xuan
" Kalau semuanya sudah selesai, saya mohon undur diri yang mulia." ucap Li Xuan
"kenapa kau sangat terburu-buru, menginaplah disini dulu."ujar kaisar
"Maaf yang mulia, saya datang ke kota untuk pelelangan yang akan di adakan dikota ini."ucap Li Xuan
"Pelelangan itu akan diadakan satu minggu lagi dan jika kamu mau saya punya token tamu khusus jadi kamu bisa ikut dalam pelelangan tersebut." ujar kaisar
"Bagaimana jika kamu tinggal di kediaman ini sampai pelelangan itu tiba?" usul kaisar
"Jika begitu saya tidak akan menolaknya."ucap Li Xuan tersenyum
Li Xuan tidak menolak usulan kaisar, karna Li Xuan juga tidak tau tentang kota ini.
'Akan lebih baik jika aku tetap di kediaman kaisar sembari menunggu pelelangan itu.' gumam Li Xuan
Li Xuan segera di antar seorang pelayan menuju kamar tamu kediaman kaisar. Li Xuan segera masuk ke kamarnya dan mulai berkultivasi.
Hai para readers, terima kasih sudah membaca novel ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya karna ini karya pertama author. Jadi jika masih banyak kekurangan mohon di maklumi.
__ADS_1
jika kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasih Like, Comen & rate 5 Bintang yah :) .